Dalam beberapa bulan terakhir, pesanan menulis buku mengalir sangat deras. Baik pesanan perorangan maupun pesanan dari penerbit. Jujur, saya sempat sangat kewalahan, dan justru selama beberapa hari tidak mampu melakukan apapun. Ya, saya pusing sendiri dan gagal memanfaatkan keyboard sesuai fungsinya. Saya hanya mampu melihat-lihat folder yang berisi ratusan ide buku.
Sampai akhirnya, saya melihat sejumlah bahan presentasi untuk pelatihan dan kuliah. Ternyata, presentasi-presentasi itu sudah saya buat secara sangat teratur mulai hal dasar sampai tingkat lanjutan. Bahan kuliah lebih lengkap lagi karena setiap pekan berisi satu materi berbeda. Jika saya mengajar selama 14 pekan, berarti saya memiliki 14 materi berbeda yang sudah tersusun rapi untuk mata kuliah yang sama.
Ternyata, ketika saya membuat presentasi tersebut, seluruh energi tercurahkan demi menghasilkan presentasi yang menarik. Kadang ditambahi dengan gambar, grafik atau sekedar bentuk huruf yang unik. Saya juga memasukkan materi yang paling lengkap dan sempurna untuk presentasi tersebut. Walaupun hanya garis-garis besarnya saja. Rasanya, hanya dalam tempo satu dua jam saja, saya mampu membuat dua buah materi presentasi. Tidak ada kebosanan atau kejenuhan ketika membuat presentasi tersebut. Yang ada adalah semangat yang tinggi.
Setelah melihat-lihat lagi presentasi tersebut, saya seolah mendapatkan ilham, untuk menjadikannya sebagai buku. Dan luar biasa, karena materi presentasi itu bagaikan outline lengkap untuk calon buku. Saya tidak perlu lagi membuat outline baru, materi presentasi itu tinggal di’copy paste’ saja, maka jadilah ia sebagai outline buku. Malah tidak sekedar outline, karena sudah terlengkapi dengan bahan lainnya. Saya tinggal memberikan uraiannya saja.
Dari pengalaman tersebut, akhirnya saya membalik kebiasaan menulis. Outline tidak lagi saya tulis di word, melainkan menggunakan powerpoint. Saya seolah-olah membuat presentasi yang harus menarik buat sekelompok orang. Padahal, itu hanyalah outline buat buku. Hasilnya, amazing! Beberapa outline sangat cepat selesai dan tinggal melengkapinya saja. Materi presentasi benar-benar membantu.
Nah, jika Anda masih kesulitan mengembangkan ide dalam bentuk outline calon buku Anda, kenapa tidak menggunakan metode di atas. Siapa tahu cocok! Buatlah sebuah materi presentasi tentang ide yang akan Anda jadikan sebuah buku. Bikinlah materi presentasi semenarik mungkin, agar orang lain mau menyimak presentasi Anda. Mudah-mudahan ketika menjadi buku pun, materi presentasi itu disukai pembaca.
Atau kalau Anda sudah punya banyak materi presentasi, kenapa tidak segera dijadikan buku?
Keuntungan menulis dengan metode presentasi:
1. Biasanya jiwa seni yang muncul ketika membuat materi presentasi.
2. Jika jiwa seni yang muncul, maka otak kanan (kreativitas) yang akan lebih berperan.
3. Jarang mengalami kebosanan ketika membuat materi presentasi. (Entah buat Anda?)
4. Biasanya lebih cepat selesai dan ide terus mengalir.
5. Lebih teratur penyusunannya.
Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba!
Ass. Wr.wb.
saya ikut platihan “membuat buku bestseler” di balaikota bogor jadi kepikiran ingin buat buku…! kang saya cari buku yang akang bri berjudul ” sarjana kok cari kerja ” klo ga salah. d toko buku ko blum ada ? … an lagi berusha nulis nanti akang bisa bantu yaa…
Kang Rachmat,
Buku saya berjudul “LULUS KULIAH CARI KERJA? KUNO!” Di beberapa toko buku masih ada, di lain tempat sudah habis.
Bagaimana semangat menulisnya? Semoga masih kencang!
Jangan lupa, outlinenya disempurnakan, lalu rutinlah menulis. Minimal 30 menit sehari.