Tepat bulan April lalu, sudah setahun saya membantu seorang kawan menulis buku. Hasilnya: belum kelar! Biasanya, saya mampu menyelesaikan buku pesanan seperti itu dalam waktu antara 2 sampai 6 bulan. Tidak lebih. Buku yang digarap pun tidaklah terlalu rumit. Isinya cenderung mengajari orang untuk melakukan sesuatu, atau biasa disebut buku how to.
Lalu kenapa belum selesai juga?
Saya juga bertanya-tanya demikian. Kenapa ya kok buku yang satu ini belum juga selesai. Saya runut satu persatu…
1. Tidak fokus.
Klien saya ini terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Menyisihkan waktu untuk membahas buku ini ternyata begitu mahal harganya, sehingga sangat sulit terjadi. Dia berkali-kali mengutarakan tekad, ”Buku ini harus jadi!” Tapi pada saat itu pula, kesibukannya menjadi-jadi.
2. Tidak pede.
Klien saya ini punya pengalaman segudang! Punya ilmu dan pengetahuan selangit di bidangnya. Tapi, tidak pede menuliskan bukunya sendirian. Dia harus ditemani kawannya yang juga menguasai bidang yang dituliskan bukunya. Alhasil, pengaturan waktu untuk menyelesaikan buku makin sulit.
3. Mau yang sempurna.
Setiap kali mengupas buku ini, maunya sempurna! Sudah selesai dibahas dan dikoreksi, masih juga ada yang kurang. Sehingga, jarang ada bagian yang tuntas. Semua masih mengambang. Saya katakan, ”Kalau mau yang sempurna, bukunya tidak akan jadi-jadi,” Eh, benar kejadian!
Saya tidak membicarakan tentang kejelekan, namun mengupas sebuah contoh bagus buat kita yang mau menulis buku. Poin nomor satu sangat sering menimpa kita, khususnya yang masih punya kegiatan utama lain. Menulis buku bukan prioritas, sehingga kesibukan menjadi penghalang utama.
Tapi ternyata masih ada penghalang lain yang tidak kalah hebatnya, yaitu point nomor 3. Setiap orang maunya menghasilkan karya yang sempurna. Mental semacam ini sangat bagus, karena akan menghasilkan karya terbaik. Tapi efek negatifnya, prosesnya menjadi terlalu lama. Karena tidak pernah mencapai titik kesempurnaan tadi. Lebih parah, karena akhirnya buku yang diidam-idamkan tidak pernah menjadi kenyataan!
Tidak ada yang sempurna, kecuali CIPTAAN TUHAN!
Selamat menulis buku!