Feeds:
Pos
Komentar

19072019 - Foto - Pelatihan Literasi Media - Formasi lengkap

Bias dan pelintiran berita begitu marak di media massa mainstream terutama media daring. Sedangkan di medsos, berita bohong (hoax) dan pemutarbalikan fakta (spin) yang jadi rajanya. Plus ujaran kebencian (hate speech).

 

Itulah fakta yang terjadi saat ini dan membutuhkan pendidikan literasi media untuk membantu mengatasinya. Literasi media bukan obat, bukan pula jurus simsalabim dalam menghadapi gonjang-ganjing di media sosial. Namun, literasi media akan menghambat sebaran berita palsu, bohong, pelintiran, sampai ujaran kebencian dan fitnah. Dengan melek media, maka warga medsos akan lebih kritis dalam menerima setiap pesan di HP-nya, baik yang dikirimkan via website, email, facebook, instagram, whatsapp, atau media lainnya.

 

Dinamika media sosial yang begitu semarak dalam konotasi negatif, tentu saja mengkhawatirkan banyak pihak, terutama pemerintah. Bagaimana pun, pemerintah punya kewajiban untuk menjaga situasi dan kondisi negara tetap aman terkendali. Media sosial – terutama pada masa pemilu – terbukti ikut serta memengaruhi situasi dan kondisi. Pada sejumlah momentum, pemerintah kelabakan dalam menyikapinya.

 

Selain pemerintah, sejumlah pihak lainnya pun ketar-ketir dengan perkembangan  media massa, terutama para pengelola media massa arus utama seperti surat kabar konvensional, televisi konvensional dan stasiun radio. Sejumlah hasil riset menunjukkan, pola akses informasi masyarakat mengalami perubahan signifikan. Media sosial menjelma menjadi media arus utama sumber informasi masyarakat. Ternyata, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di hampir semua negara di dunia. Kolaborasi informasi melalui teknologi siber, menjadi kekuatan baru sekaligus ancaman jika tak dikelola dengan benar.

 

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sangat peduli dengan literasi media. Sejak Senin (16 Juli) sampai Jumat (19 Juli 2019), BSSN menyelenggarakan Pelatihan Literasi Media untuk tim inti salah satu direktoratnya. Hadir sebagai pemateri yaitu dari Media Kernell Indonesia, Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indoensia), dan Dodi Mawardi (penulis, mantan wartawan, dan akademisi komunikasi). Selama sepekan, tim inti BSSN mendapatkan gambaran nyata dan utuh tentang literasi media dan peran pentingnya dalam mengatasi gencarnya mal-informasi di media, terutama media sosial.

 

Kami semua sepakat, era medsos semakin membuka mata kita bahwa literasi media teramat penting untuk bangsa ini. Mau tahu tentang literasi media? Silakan tanya Mbah Google.

 

Iklan

“Apakah SMKI mengadakan pelatihan menulis buat anak?”

Pelatihan Menulis Seru & Asyik untuk Anak

Pertanyaan semacam itu seringkali kami terima, melalui email sekolahmenulis@gmail.com. Kebanyakan ibu-ibu yang memiliki anak dengan hobi menulis.

Nah, untuk mengisi liburan panjang kali ini, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) untuk ketigakalinya mengadakan pelatihan menulis untuk anak, yang dijamin bakal seru dan mengasyikkan. Ajak anak Anda yang berusia 10 – 15 tahun untuk ikut serta (anak 9 tahun boleh juga). Mentornya adalah Dodi Mawardi, penulis profesional dan Asesor BNSP bidang penulisan dan penyuntingan.

Lokasi acara di Sekolah Alam Cikeas, Gunung Putri Bogor, dekat dengan rumahnya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Suasana di sekolah nyaman sekali. Adem dan sejuk karena penuh dengan pepohonan.

Yuk ikut acara ini pada Sabtu dan Minggu 6-7 Juli 2019, mulai pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore. Acaranya dua hari. Tapi boleh juga hanya ikut sehari.

Kontak bu Emma di nomor 0815-823-7831

 

 

 

 

 

 

Pernahkah Anda membaca ulang skripsi yang dulu Anda bikin?

80% mengatakan TIDAK PERNAH.

Kenapa?

Karena skripsi tidak enak dibaca.

Bentuknya pun tidak menarik. MEMBOSANKAN.

Promo Skripsi jadi Buku Keren 04

 

Di mana skripsi Anda tersebut saat ini disimpan?

Hmmm… sebagian mengatakan: LUPA. ENTAH.

Kenapa?

Karena bentuk skripsi yang tidak sederhana, terlalu besar, sehingga TIDAK NYAMAN untuk disimpan. Apalagi kalau dideretkan dengan buku koleksi Anda. Gak level.

 

Padahal, skripsi/tesis adalah karya tulis Anda sebagai seorang intelektual.

Mungkin itulah satu-satunya karya tulis terbaik yang pernah Anda buat.

Bisa menjadi warisan terbaik.

 

YUK SEGERA UBAH SKRIPSI/TESIS ANDA MENJADI SEBUAH BUKU

YANG MENARIK DIBACA DAN NYAMAN DISIMPAN.

WARISAN TERBAIK ANDA

 

———————————————————

Kami sediakan dua paket menarik.

A. Paket Standar Rp 2.500.000,-

Promosi s/d Juli 2019, cukup Rp 1.990.000,-

  • Skripsi/Tesis jadi Buku
  • Editing naskah standar
  • Desain kaver ciamik
  • Kaver bisa foto wisuda, foto sidang, atau foto kampus.
  • Tata letak menarik dengan ilustrasi
  • Dapat 5 eksemplar buku
  • Bonus bentuk E-book

———————————————————

 

B. Paket Platinum Rp 15.000.000,-

Promosi s/d Juli 2019 cukup Rp 9.900.000,-

  • Skripsi/Tesis jadi Buku
  • Editing & Rewriting ala buku laris, sehingga naskah lebih enak dibaca. Bahkan bisa jadi buku populer.
  • Desain kaver ala buku bestseller
  • Tata letak ala buku bestseller
  • Dapat 5 eksemplar buku softcover
  • Dapat 5 eksemplar buku hardcover
  • Dapat nomor ISBN
  • Bonus bentuk E-book
  • Bisa masukkan foto berwarna sampai dengan 25 buah.

————————————————————

Hubungi kami melalui WA: 0812-8587-4272

atau email: sekolahmenulis@gmail.com

 

belajar-goblok-ke-london-book-fair-5c9062283ba7f7204157ceb2

Ada banyak pameran buku yang menarik untuk dikunjungi. Kalau di Indonesia, Anda bisa mengunjungi Indonesia Internasional Book Fair, atau Jakarta Book Fair, atau Indonesia Islamic Book Fair yang baru berlangsung beberapa pekan lalu. Bahkan penerbit terkemuka di negeri ini, Gramedia, tak ketinggalan membuat pameran sendiri yaitu Gramedia Book Fair. Pameran itu biasanya berlangsung selama sepekan, dan rutin dilakukan setiap tahun.

Bagaimana kalau di luar negeri? Wow, tentu saja lebih banyak lagi ya. Yang paling terkenal adalah Frankfurt Book Fair di Jerman. Setiap negara di Eropa, seperti juga di Indonesia, menyelanggarakan banyak pameran buku. Namun, yang menarik perhatian dunia internasional hanya beberapa. Yang paling terkenal ya itu tadi, di Frankfurt Jerman. Setiap tahun, jumlah pesertanya membludak dari seluruh dunia. Bahkan, Frankfurt Book Fair menjadi salah satu barometer industri buku dunia. Mereka disebut sebagai Mekahnya industri buku dunia. Kalah tuh pameran buku di Amerika, atau negara di Eropa lainnya, Jepang atau China.

Nah, kali ini saya mau membahas secara khusus London Book Fair (LBF), yang baru berakhir 15 Maret kemarin. Sebuah pameran buku berskala besar dan internasional, yang kalau level Eropa hanya kalah oleh Frankfurt Book Fair. Pesertanya berasal dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Setiap tahun, sejumlah penebit besar Indonesia ikut serta memasarkan beragam judul buku dalam pameran tersebut. Tahun ini, LBF sudah diselenggarakan untuk yang ke-48 kalinya. Tahun berapa tuh pertama kali diselenggarakan?

Tahun lalu, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang tampil di panggung utama. Tahun ini, Indonesia tetap mendapatkan perhatian khusus dari penyelenggara. Apalagi pemerintah Inggris dan Indonesia juga mendukung penuh. Tidak kurang dari 12 penulis Indonesia tampil di LBF dengan beragam tema. Panitia juga memberikan penghargaan kepada 2 pihak dari Indonesia, yang dianggap memiliki potensi dan prestasi baik di industri buku. Keren kan?

Saya tidak ikut serta ke sana. Walau pun selalu bermimpi untuk ikut serta dalam pameran buku internasional seperti Frankfurt atau London. Tapi salah satu buku karya saya, yaitu Belajar Goblok dari Bob Sadino, ikut berpartisipasi. Ya begitulah kalau penulis. Meski penulisnya tak ikut, karyanya bolehlah menjadi wakil, hehe.

Alhamdulilah, sebuah kebanggaan khusus bisa tampil di sana. Ini adalah buku pertama saya yang ikut dalam pameran internasional. Semoga ke depan ada lagi karya lain yang bisa meramaikan panggung buku dunia.

Belajar Goblok ini memang unik. Sebuah buku berisi pemikiran, ucapan dan tindakan Bob Sadino dalam berbisnis. Buku ini menjadi inspirasi, karena sosok Om Bob memang inspiratif. Sejak diterbitkan pada 2008 lalu, buku ini terus menerus dicetak ulang hingga sekarang. Bahkan buku edisi barunya, yang diterbitkan Elexmedia Komputindo (Gramedia Group) pada Juli 2017, sampai saat ini sudah dicetak ulang sebanyak 6 kali. Respon pembaca masih cukup tinggi terhadap buku ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya buat pembaca, penerbit, editor serta toko buku dan tentu saja Kompasiana.

Yang pasti, kehadiran Belajar Goblok di London Book Fair 2019 menjadi penyemangat baru bagi saya untuk terus berkarya mewarnai bangsa ini dengan hal-hal positif. Hanya itulah yang bisa saya lakukan untuk negara, selain menjadi warga negara yang disiplin membayar pajak dan berperilaku baik dengan selalu taat hukum.

 

Tulisan ini juga dimuat di

https://www.kompasiana.com/penuliskreatif/5c9061b50b531c1c06679442/belajar-goblok-ke-london-book-fair-2019#

Artikel ini diambil dari tulisan Bambang Trim di https://krjogja.com/web/news/read/44615/Ghostwriter_Bukan_Joki_Tulisan

 

SUDAH sebulan pria tua mantan pejabat itu menahan keinginannya untuk menerbitkan memoar tentang dirinya. Berkali-kali ia telah mencoba menulis, tetapi setelah ia baca, hasilnya mengecewakan. Ia juga sempat mengikuti pelatihan menulis buku yang katanya mampu membuat ia menulis dalam satu hari.

Hasilnya, sama saja. Ia tetap tidak mampu menulis, padahal ia merasakan umurnya tidak akan lama lagi. Ia harus meninggalkan sesuatu untuk anak-cucunya, atau juga generasi mendatang yang memerlukan kisah pengalamannya.

Akhirnya, ia menyerah dan hampir berputus asa. Namun, seorang temannya menganjurkan ia menggunakan jasa penulis bayangan alias ghostwriter (GW). Ide yang bagus menurutnya dan menjadi solusi agar apa pengalaman-pengalaman dan pemikiran di dalam dirinya dapat diawetkan.

Untuk biaya tidak ada masalah. Tabungannya masih cukup untuk sekadar membayar jasa seorang GW. Lalu, mulailah ia mencari tahu siapa GW ternama di Indonesia.
Demikianlah munculnya profesi penulis bayangan atau GW adalah sebuah fenomena yang terjadi sejak dulu. Di dalam KBBI V terdapat istilah ‘penulis siluman’ untuk merujuk pada GW dengan makna ‘penulis yang dibayar untuk menyiapkan naskah atas nama orang lain’. Lalu, dengan pengertian itu legalkah pekerjaan sebagai GW?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya ingin membawa Anda memahami dulu munculnya profesi penulis yang satu ini. Di dalam terminologi penulisan dikenal istilah ‘pengarang’ dan ‘penulis’. Kita mengenal keduanya dengan makna yang sama. Namun, jika diselisik lebih jauh, kata ‘pengarang’ lebih merujuk pada aktivitas kreatif menghasilkan gagasan, sedangkan kata ‘penulis’ lebih merujuk pada aktivitas mekanis menghasilkan tulisan.

Jadi, ada pembeda antara pengarang ‘author’ dan penulis ‘writer’. Bahkan, pengarang sering disematkan kepada pencipta karya sastra, sedangkan penulis disematkan pada pencipta karya-karya nonfiksi. Seseorang dapat saja menjadi pengarang sekaligus penulis. Namun, ada juga yang hanya punya gagasan, tetapi sama sekali tidak mampu menulis.

Kondisi tersebut melahirkan profesi bernama penulis lepas atau penulis bebas yang mendedikasikan keterampilannya untuk membantu mengalirkan gagasan orang lain. Contohnya, dunia mengenal Mark Victor Hansen sebagai penulis pendamping ‘co-writer’ untuk Jack Canfield dalam seri buku laris Chicken Soup. Kenneth Blanchard sering berpasangan dengan Spenser Johnson untuk buku-buku manajemen populernya seperti One Minute Manager.

Di Indonesia lakon sebagai penulis lepas yang mendampingi para pemilik gagasan ini dilakukan juga oleh nama-nama, seperti Alberthiene Endah, DODI MAWARDI, Anang Y.B., dan Fachmy Casofa. Para penulis pendamping ini ada yang dikontrak oleh penerbit dan ada pula yang dikontrak langsung oleh pemilik gagasan.

Berbeda dengan penulis pendamping, penulis bayangan atau GW menulis tanpa disebutkan kredit namanya sebagai penulis. Namun, pada beberapa kasus nama GW juga ada yang disebutkan contohnya pada biografi/autobiografi. Di biografi sering dituliskan seperti ini: Seperti yang dikisahkan Mr. X kepada Bambang Trim. Ya, ibaratnya bayangan ada yang tidak terlihat dan ada yang terlihat. Hal itu berdasarkan kesepakatan antara pemilik gagasan dan penulis bayangan.

Jadi, adanya penulis pendamping atau penulis bayangan adalah solusi bagi mereka yang memiliki kisah hidup, pengalaman luar biasa, pengetahuan dan keterampilan, tetapi tidak tahu bagaimana cara menulis dan mengemasnya. Tentu saja para penulis lepas atau penulis jasa itu hanya menuliskan apa yang terdapat pada si pemilik gagasan atau sering disebut narasumber ini. Penulis lepas tidak menuliskan apa yang dipikirkan dan dirasakannya secara pribadi; ia harus menahan diri untuk beropini secara pribadi karena ia sedang menjadi orang lain ketika menulis sesuatu. Di sinilah letak kepiawain seorang penulis lepas.

Oleh sebab itu, pekerjaan GW adalah legal karena merupakan hubungan saling menguntungkan antara pemilik gagasan dan penulis yang dituangkan ke dalam suatu kesepakatan. Tidak ada yang melanggar hukum dari bentuk kerja sama seperti ini. Bayangkan jika tidak ada GW di dunia ini, berapa banyak tokoh atau pakar yang berpulang tanpa meninggalkan ilmu dan pengalamannya kepada kita secara tertulis?

BEDAKAN DENGAN JOKI TULISAN
GW bukan joki tulisan sehingga Anda tidak perlu insaf menjadi GW karena GW legal dan bekerja atas dasar profesional. Semua presiden atau menteri yang tidak mampu menulis, pasti di sisinya ada GW. Paling tidak GW bekerja untuk membuatkan naskah pidato atau makalah dari para pejabat negara itu.

Joki tulisan itulah yang hina dan terlarang. Para joki sering membuatkan karya-karya akademis, seperti skripsi, tesis, dan disertasi dengan bayaran tertentu. Para joki juga ada yang menyediakan jasa layaknya minimarket palugada (apa yang lu mau, gua ada) yaitu menyediakan aneka tulisan dan judul-judul yang siap untuk dibubuhkan nama orang lain.

Para joki ini tidak dapat disebut sebagai penulis bayangan atau GW karena mereka sebenarnya melakukan kejahatan intelektual dengan melihat peluang keuntungan di situ. Lihat saja bagaimana guru-guru yang ingin naik pangkat atau mendapatkan sertifikasi harus menggunakan jasa joki tulisan demi menghasilkan karya tulis bernama laporan penelitian tindakan kelas (PTK). Dosen juga setali tiga uang karena berani membayar seorang joki tulisan untuk menghasilkan artikel agar dimuat di jurnal ilmiah atas namanya.

Joki tulisan tidak berkarya dengan mengalirkan gagasan orang lain, tetapi gagasan dirinya sendiri yang dilabeli nama orang lain. Para kliennya sama sekali tidak berbuat apa-apa untuk sekadar melakukan riset atau menyampaikan gagasannya. Klien cukup duduk manis dan tulisan segera jadi seperti yang diminta.

IMBALAN DAN JENIS PEKERJAAN
Sebagai penulis profesional, GW mendapatkan imbalan dari pekerjaannya, yaitu meriset, melakukan studi pustaka, melakukan investigasi, mewawancarai narasumber, dan akhirnya melakukan pekerjaan mekanis penulisan. Ada GW yang dibayar per jam untuk dedikasi waktunya melakukan segala pekerjaan penulisan. Namun, yang lebih umum GW dibayar per proyek pekerjaan, misalnya satu buku, atau juga dibayar per halaman yang dihasilkannya.

Besaran honor atau upah GW bervariasi bergantung pada jenis naskah dan tingkat kesulitan naskah yang akan dikerjakannya. Beberapa GW menerima pembayaran yang fantastis dan beberapa yang lain hanya menerima honor alakadarnya.

Umumnya GW bekerja sendiri. Namun, beberapa GW ada juga yang memiliki tim, paling tidak tim untuk melakukan transkripsi hasil wawancara dan tim untuk membantu pengolahan hasil riset. Di sini GW harus memastikan apa yang dikerjakannya bersifat rahasia.

Seorang GW profesional memang harus melakoni pekerjaan mirip dengan konsultan. Ia harus memiliki pengetahuan komprehensif bukan hanya soal penulisan, melainkan juga soal penerbitan, pencetakan, bahkan penerbitan elektronik. Sering juga klien penulisan buku meminta sarannya bagaimana buku dapat diluncurkan dan disebarkan secara luas.

Perlu juga disampaikan di sini bahwa GW tidak hanya mengerjakan order penulisan buku, tetapi juga penulisan-penulisan lainnya dengan batasan bahwa konten tulisan benar-benar gagasan klien dalam bentuk pengalaman, pemikiran, pengetahuan, dan keterampilan—sementara itu klien ada keterbatasan tidak mampu menulis atau tidak memiliki waktu. Karena itu, GW lebih banyak bekerja pada ranah penulisan nonfiksi, termasuk biografi/autobiografi/memoar yang kadang dimasukkan ke ranah faksi.

Jarang ada GW diminta menuliskan novel atau puisi karena karya sastra sifatnya karya bebas yang memerlukan imajinasi, kecuali novel biografi atau novel berbasis kisah nyata yang sudah jelas tokoh, latar, dan alurnya. Saya sendiri pernah mengerjakan novel berbasis kisah nyata sebagai GW.

Hal yang pasti bahwa GW bukanlah penulis kemarin sore. Mereka adalah para profesional yang berpengalaman, biasanya sebagai wartawan atau penulis buku yang telah memiliki banyak portofolio karya. Beberapa di antaranya mereka adalah jebolan profesional di penerbit-penerbit besar sehingga tahu betul seluk-beluk penerbitan, baik itu penerbit buku maupun penerbit media massa.

Tertarik menjadi GW atau menggunakan jasa seorang GW? Anda tidak perlu bakar kemenyan untuk menemukanya, gunakan saja mesin peramban di internet. Namun, berhati-hatilah jangan sampai salah memilih antara GW sejati dan sang joki.

 

Surat Cinta Untuk Guruku

Sabtu pagi 15 Desember 2018, wajah-wajah ceria keluar dari kampus SMA Taruna Nusantara Magelang. Mereka para pamong (guru) hendak berjumpa dengan siswa yang dulu pernah hidup bersama 25 tahun lalu. Rasa rindu membuncah, karena sebagian besar siswa itu, tak pernah lagi mereka jumpai secara langsung. Rombongan berangkat menggunakan bus ke bandara Adi Sucipto Yogya dengan pengawalan polisi. Sirine meraung-raung sepanjang perjalanan. Para guru ini akan menghadiri reuni 25 tahun angkatan pertama sekolah itu. Sebuah reuni Perak yang berlangsung di kawasan Ancol Jakarta. Selama perjalanan pun mereka terlihat senang dan ceria.

Slide2

Di bandara, para guru yang biasa dipanggil pamong itu dilayani maksimal sampai naik ke dalam pesawat. Setibanya di Soekarno Hatta pada sore hari, ketua panitia reuni, dan sejumlah alumni menyambut para pamong tersebut. Bukan sambutan biasa karena panitia disertai oleh prajurit wanita lengkap dari TNI AD, AL, AU dan polwan plus tentara pengawal. Para prajurit itu sudah diberi sebuah pesan spesial. “Jangan sampai para pamong kami mengalami lecet sedikitpun. Harus aman,” begitu tekad panitia reuni.

Mereka semua menyampaikan ucapan selamat datang untuk para pamong, dengan perhormatan optimal. Sebuah bis khusus sudah siap mengantarkan mereka menuju hotel Mercure Ancol, lokasi acara reuni. Sepanjang jalan, raungan kendaraan patwal terus berbunyi meminta jalan lempang kepada pengguna lainnya. “Ayo minggir… Guru kami mau lewaaaaaat.”

Sambutan hangat kembali diterima para pamong di loby hotel Mercure. Beberapa siswa menyambut mereka dengan suka cita penuh hormat. Air mata haru dan bahagia terpancar dari semua, para pamong dan siswa. Sebagian besar tak pernah berjumpa selama 25 tahun. Peluk, sungkem, cium kening menandai moment mahal tersebut. Kenangan-kenangan masa lalu berhamburan di lobby hotel. Energi masa lalu kembali menggelora.

Begitu sampai di dalam kamar, kejutan belum berhenti. Satu guru satu kamar. Mereka semua berjumlah 26 orang, sehingga panitia menyiapkan 26 kamar. Di dalam kamar, kami sudah sediakan bingkisan buah disertai sebuah surat cinta yang diikat pita. Surat cinta biasa, namun bisa membuat yang membaca bercucuran air mata. Terima kasih, Guruku.

Slide6.JPG

Acara puncak reuni 25 tahun angkatan pertama SMA Taruna Nusantara dilaksanakan di gedung eConvention Ancol. Sebuah gedung besar yang bisa menampung ribuan orang. Panitia menyiapkan serangkaian acara untuk memuliakan para guru yang mendidik, membina, mengajar, mengemong dan menyayangi mereka sebagai pengganti orangtua selama tiga tahun belajar di asrama. Pemuliaan guru menjadi tema utama cara reuni 25 Tahun Angkatan Pertama SMA Taruna Nusantara Magelang.

Ratusan karangan bunga ucapan selamat dari berbagai pihak memadati halaman eConvention. Dari adik kelas, dari rekanan, dari pejabat daerah sampai ucapan selamat dari menteri pertahanan, perhubungan dan panglima TNI serta kapolri.

Ketika para pamong tiba di gedung, mereka disambut bak raja. Persembahan Tanjidor menjadi pembuka. Musik dan tarian khas Betawi ini membuat para pamong terkesima. Senang. Di pintu masuk, 200 siswa TN Satu berbaris rapi di kanan dan kiri sepanjang jalan menuju panggung, bersiap sungkem dan menyalami para pamong. Semua berseragam batik. Mirip seperti sebuah acara penghormatan buat sang juara. Ya, para pamong kami adalah para juara. Juara melahirkan juara. Di belakang para pamong, berderet empat putri Indonesia sebagai pengiring.

Slide3

Siswa paling depan mengalungkan rangkaian bunga kepada setiap pamong pria. Sedang pamong wanita mendapatkan segenggam rangkaian bunga. Sambutan, teriakan, dan tepuk tangan membahana sepanjang perjalanan para pamong dari pintu depan menuju kursi tempat duduk di deretan paling dekat panggung. Mereka berjalan pelan. Mampir kanan kiri bersalaman dengan siswanya. Sebagian cium tangan, sebagian berpelukan. Semua bahagia, tersenyum, tertawa. Air mata haru membuncah. Wajah-wajah bangga memancar. Mereka tak menyangka, para siswa angkatan pertama akan memberikan penghargaan semacam ini. Kaget, senang, bahagia, bangga, haru.

Tak henti-hentinya, para siswa memberikan sapaan, senyuman, salam, pelukan hangat, cium tangan kepada semua pamong. Tak terkecuali. “Kami tetap menghormati, menyayangi dan mencintaimu hai para guruku… dulu, kini dan sampai nanti.”

Jasa para guru terhadap kami memang tiada tara. Tak dapat diukur dengan apapun. Tak bisa dibandingkan dengan sesuatu. Dan tak akan mampu dibalas dengan benda, harta, barang berharga, apalagi sekadar kata-kata.

“Andai seluruh isi dunia diberikan kepadamu hai bapak ibu pamong, tak akan sepadan dengan apa yang telah engkau berikan kepada kami,” demikian sambutan ketua panitia saat membuka acara. Dalem sekali. Semua yang hadir tercenung.Slide5

Buat para siswa yang kini sudah mengabdi di banyak bidang kehidupan, tiga tahun belajar di Lembah Tidar di dusun Pirikan Magelang, adalah keajaiban. Ya, sebuah keajaiban karena SMA TN mampu mengubah seseorang yang berasal dari antah berantah menjadi begitu bernilai; Bisa mengangkat harkat martabat seseorang dari jurang terbawah ke atas bukit, bahkan ke puncak gunung; Dapat memperbaiki nasib anak marjinal menjadi seorang terkenal; Membalik keluarga tak berpendidikan menjadi akademisi kelas wahid.

Kata apa lagi yang lebih tepat selain keajaiban. Dan semua itu tak bisa tidak berkat campur tangan langsung para pamong. Pengganti orangtua kami selama tiga tahun di sana.

Tentu sangat layak dan wajar jika setelah 25 tahun ini, giliran alumni yang memberikan sesuatu kepada mereka. Meski mereka tak pernah minta imbalan, tapi kami merasa wajib melakukannya. Memuliakan mereka. Memuliakan guru, para pamong yang ikhlas mendidik kami bukan hanya sebagai siswa melainkan lebih sebagai anak-anak kandungnya. “Wahai para pamong, kami merasakan itu semua.”

Slide4

Di puncak acara, alumni memberikan tali asih berupa emas batangan untuk seluruh pamong yang hadir yaitu 26 orang. Di situ terukir rasa terima kasih kami untuk mereka, hai pahlawan!  Kini kami amat membutuhkan doa, ridho dan ikhlasmu sebagai kekuatan dahsyat, modal kami menapaki jalan terjal dalam memberikan karya terbaik buat masyarakat, bangsa, negara dan dunia.
Terima kasih guru.
Terima kasih pamong.
Terima kasih atas pengabdianmu.

Tak ada apapun yang sepadan untuk membalas jasa-jasamu.

Slide1

Sungguh ajaib… itulah kesimpulan saya setelah membaca sejumlah buku tentang komunikasi intrapersonal. Buku-buku itu antara lain The Secret, Quantum Ikhlas dan The Power. Yap, buku-buku tersebut berisi tentang hukum ketertarikan alam (the law of attraction), kekuatan pikiran dan kekuatan perasaan. Bagaimana kita mengakses hukum ketertarikan, pikiran dan perasaan? Jawabannya adalah melalui aktivitas komunikasi intrapersonal. Para pakar penulis buku tersebut menjabarkan panjang lebar tentang dampak dari teori-teori dan praktik yang mereka lakukan. Jika Anda membacanya, saya yakin Anda pun akan cepat paham tentang kekuatan-kekuatan luar biasa itu.

 

Namun, bagaimana caranya? Itulah ranah komunikasi intrapersonal. Komunikasi Anda dengan diri sendiri.

 

Ilmu yang lain tak kalah ajaibnya, yaitu Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Hypnotism. Dengan teknik tertentu, kita dapat mengubah diri dan orang lain serta alam semesta sesuai dengan yang kita inginkan. Pada dasarnya, ilmu-ilmu itu juga mengakses ke dalam diri kita (intrapersonal) yaitu otak atau pikiran.

 

Ketika saya belajar tentang ilmu spiritual (agama Islam) sejak kecil sampai sekarang, ternyata semuanya tersambung begitu nyata. The Secret, Law of Attraction, The Power, NLP dan Hypnotic saling terkait begitu rupa. Ilmu-ilmu tersebut menambah keyakinan saya terhadap agama yang saya anut. Apa yang dulu saya anggap sebagai sekadar spiritual, ternyata kini sudah bisa dijelaskan sedemikian nyata oleh ilmu pengetahuan. Sebagian sudah begitu ilmiah. Ilmu yang menjalinkan kesemuanya itu adalah Ilmu Komunikasi yang saya dalami di Universitas Indonesia.

Kesimpulan sementara sampai saat ini, ternyata kunci segala kunci kehidupan adalah bagaimana kita mampu mengelola komunikasi dengan diri sendiri (komunikasi intrapersonal). Dengan komunikasi intrapersonal yangb tepat dan efektif, seorang manusia akan mampu mengelola dirinya, dan piawai mengontrol dirinya. Hal yang menurut para bijak cendekia adalah hal paling tidak mudah. Bahkan mengontrol diri sendiri (melawan hawa nafsu) dianggap sebagai sebuah peperangan terbesar dalam kehidupan manusia.

 

Kesimpulan itu menghasilkan sebuah metode BoMS Communication (Body, Mind, dan Soul Communication). Kita harus belajar bahasa tubuh, bahasa otak dan bahasa jiwa. Ketiga harus terkoneksi secara tepat, agar menghasilkan komunikasi intrapersonal yang efektif mengontrol diri kita sendiri. Siapa yang mampu mengontrol dirinya, maka dia akan mampu mengontrol orang lain. Siapa yang berhasil mengubah dirinya terlebih dahulu maka dia akan mampu mengubah dunia.

 

Silakan ikuti lebih lengkap kajian dan cara-caranya dalam seminar:

Powerful & Impactful Body, Mind, and Soul Communication

Untuk Kesuksesan Karier, Bisnis, dan Keluarga.

 

Sabtu, 8 Desember 2018 pukul 08.00 – 17.00

(Di hotel bintang 3 kawasan Jakarta Selatan)

Kontak: 0815-8237831

Silakan lihat di gambar…

 

 

 

 

 

 

 

gada utama dari atas

Satpam Indonesia punya peran amat penting dalam menjaga keamanan lingkungan, perusahaan, bahkan keamanan negara. Semua tempat, lokasi, gedung, pasti membutuhkan tenaga keamanan. Nyaris tak ada satu pun tempat di Indonesia ini yang tidak tersentuh oleh peran satpam. Demikian vitalnya fungsi dan tugas satpam membuat Polri serius untuk membenahi kualitas tenaga pengamanan. Salah satunya dengan menggalakkan berbagai pelatihan, mulai dari tingkat paling bawah (Gada Pratama), tingkat menengah-supervisor (Gada Madya) sampai level tertinggi untuk manajer dan bahwa pemilik usaha jasa pengamanan (Gada Utama).

PT. Jaga Nusantara Satu (JN1) memiliki izin operasional di bidang pelatihan satpam. Sejak Januari 2018, JN1 sudah menyelenggarakan empat kali pelatihan Gada Utama atau biasa disingkat Gadut. Pertama, Gadut Eksekutif untuk kalangan pelaku usaha bidang kawal angkut uang bekerja sama dengan Apjatin (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia), bertempat di Hotel Grand Mahakam Jakarta. Lalu, pelatihan Gada Utama untuk pelaku industri pengamanan umum sebanyak tiga kali berturut-turut pada bulan Maret, April dan Mei 2018. Pelatihan ini diikuti oleh level manager sampai owner perusahaan BUJP, yang berasal dari seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Medan, Batam, Palembang, Bengkulu, berbagai kota di Jawa, Balikpapan, Tarakan, Denpasar, Mataram, Tomohon, Morowali, Manado, Palu, Makassar, sampai ke Kupang dan Jayapura.

Sejak 2017, Polri mencanangkan program Pemuliaan Satpam. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, satpam punya tugas mulia membantu polisi dalam menjaga keamanan negara. Agar tugas dan fungsinya optimal, maka seluruh jajaran satuan pengamanan wajib mendapatkan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan. Melalui semangat Direktur Pembinaan Potensi Masyarakat (Dirbinpotmas) Brigjen Pol Istiono, digeberlah beragam program pemuliaan tersebut dengan pelatihan dan pembentukan koperasi khusus satpam.

Logo JN1

JN1 mendukung program tersebut. Salah satunya program perbaikan kompetensi satpam melalui sejumlah pelatihan. JN1 bahkan membangun pusat pelatihan yang disebut sebagai Academy of Security Excellence (AoSE) di Griya Anabatic, kawasan Serpong Tangerang. DI AoSE inilah, JN1 melaksanakan seluruh program pelatihan khusus untuk satpam, termasuk Gada Utama. Dengan pelatihan-pelatihan tersebut, kita berharap kualitas dan kompetensi satpam Indonesia akan meningkat, sehingga mampu menjalankan fungsi dan tugasnya dengan lebih baik.

 

Pada bulan Juli 2018, JN1 kembali akan menggelar pelatihan Gada Utama angkatan ke-5 dan pelatihan Gada Madya angkatan pertama. JN1 menjadi satu-satunya perusahaan penyedia jasa pelatihan satpam, yang menggelar pelatihan di tempat khusus dan spesial yaitu di Griya Anabatic (atau AoSE) yang berkapasitas 190 kamar standar hotel bintang 3, dan ruang ballroom mewah serta kelas eksklusif di Graha Anabatic lt 12, Serpong Tangerang. Fasilitas-fasilitas tersebut diakui oleh Polri sebagai salah satu yang terbaik. Seluruh pengajar JN1 memiliki sertifikat instruktur resmi dari Mabes Polri. Mereka berasal dari Mabes Polri dan kalangan profesional di bidangnya.
Untuk informasi lebih lanjut terkait pelatihan JN1, silakan hubungi:
email: pelatihan@janusa.id
Atau Pak Yanto (manajer training) di nomor 08128080141

 

 

Kamulah bosnya

“Pak Dodi, ada kabar gembira nih… buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, akan cetak ulang ke-3,” demikian bunyi WA yang dikirim oleh Bu Paulin, editor Elex Media Komputindo. Tentu saja, sebuah kabar yang sangat menyenangkan. Buku ini baru terbit pada pertengahan Juli lalu. Sampai November ini, baru beredar selama lima bulan. Amat membahagiakan dalam tempo secepat itu, sudah bisa cetak ulang 3 kali.

 

Dengan fakta tersebut, buku Belajar Goblok dari Bob Sadino bisa mengklaim diri sebagai buku laris. Cetak ulang, apalagi sampai yang ke-3 dalam jangka waktu 5 bulan, termasuk kategori laris. Jumlah buku yang dicetak berkisar antara 7.500 – 10.000 eksemplar. Melihat respon pembaca yang masih tinggi, saya dan penerbit yakin buku Belajar Goblok dari Bob Sadino akan terus dicetak ulang. Sosok Om Bob menjadi penentu keberhasilan buku ini. Pemikiran, ucapan dan tindakannya sebagai seorang pengusaha, sukses menginspirasi masyarakat Indonesia.

Slide9

Jika digabungkan dengan edisi lama yang diterbitkan oleh Kintamani, maka Belajar Goblok dari Bob Sadino sudah terjual lebih dari 60.000 eksemplar. Di Indonesia, jumlah buku sebanyak itu sudah masuk kategori amat laris. Menjadi istimewa karena buku ini pertama kali terbit pada 2008 lalu. Namun isinya masih tetap relevan sampai sekarang.

 

Selain Belajar Goblok dari Bob Sadino, buku sejenis yaitu 100 Wasiat Bisnis Bob Sadino juga dicetak ulang untuk yang kedua kali. Buku ini berisi kata-kata mutiara om Bob terutama tentang bisnis. Isinya adalah rangkuman dari buku Belajar Goblok dan Mereka Bilang Saya Gila.

100 wasiat via tab

Bahkan buku jiplakan yang mengupas tentang Bob Sadino, juga laris di pasaran. Berkah dari Om Bob. Semoga pahala kebaikannya mengalir kepada almarhum di alam sana.

 

 

 

 

 

Wajah-wajah tegang dan lelah selama 4 hari pelatihan, berakhir ceria pada hari ke-5 setelah master asesor menyatakan, “Anda saya nyatakan kompeten!”. Kalimat itu muncul setelah proses cek dokumen, dan ujian praktik selama kurang lebih setengah hari. Master asesor penguji memeriksa seluruh dokumen, dan melihat langsung asesi (calon asesor) melaksanakan proses asesmen peserta. Tentu saja ketegangan melanda. Apalagi setelah diperiksa master asesor, masih banyak dokumen peserta yang dikoreksi dan harus dicetak ulang. Sebuah proses yang melelahkan dan menyita waktu.

Screenshot_2017-09-09-08-24-14-959_com.instagram.android

Sebanyak 25 orang mengikuti Pelatihan Asesor Kompetensi kerjasama Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (Penpro) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang diselenggarakan di Puskurbuk, Balitbang Kemendikbud, Jl. Gunung Sahari, mulai 4 – 8  September 2017. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Palembang, Yogya, Bandung dan Bogor, dengan latar belakang sejenis, yaitu industri penulisan. Penpro sebagai organisasi penulis Indonesia, menggagas berdirinya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang Penulis dan Editor.  Salah satu syaratnya, harus memiliki sejumlah asesor.

 

Selama pelatihan, peserta dibimbing oleh dua master  asesor yaitu Inez Mutiara Tedjosumirat dan Swystika Rahayu. Keduanya dengan telaten mengajarkan peserta bagaimana menyusun dokumen asesmen dan melaksanakan asesmen. Sebagai asesor, setiap peserta harus menguasai tiga kompetensi yaitu merencanakan dan mengorganisasi asesmen (MMA), mengembangkan perangkat asesmen (MPA), dan melaksanakan asesmen kompetensi (MAK). Ketiga kompetensi itulah yang harus dikuasai baik secara teori maupun praktik oleh setiap peserta selama 4 hari. Tak heran jika hampir setiap hari, pelatihan baru tuntas ketika matahari sudah lama tengggelam.

IMG-20170905-WA0007

Para peserta wajib membuat dua dokumen untuk MMA, MPA dan MAK, yang kemudian disimulasikan. Seseorang dinyatakan kompeten sebagai asesor, jika sudah melakukan simulasi sebanyak 3 dokumen asesmen. Dokumen ketigalah yang diuji oleh master asesor yang berbeda dengan master asesor pelatih, dan jika berhasil akan dinyatakan sebagai, “Anda kompeten sebagai asesor!”.

 

Indonesia termasuk terlambat dalam mensertifikasi profesi di berbagai bidang. Padahal, cikal bakal pentingnya sertifikasi sudah dimulai sejak 1983, 34 tahun silam. negara-negara di kawasan ASEAN khususnya Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina sudah lebih dulu menggencarkan standardisasi profesi di berbagai bidang. Indonesia menjadi kelabakan ketika kawasan bebas ASEAN berlaku pada 2015 lalu.

 

Dampaknya besar. Ketika arus masuk investasi, barang, jasa dan tenaga kerja terjadi, Indonesia mengalami ketimpangan. Misal, di bidang pertambangan dan energi. Tenaga kerja yang bisa bekerja di sana, sebagian besar harus memiliki sertifikat di bidangnya masing-masing. Tenaga kerja Indonesia masih sedikit yang memiliki sertifikat BNSP, sehingga lebih banyak tenaga kerja asing yang bekerja di sejumlah sektor tersebut. Pun di bidang perdagangan, sudah kerap terjadi, kegagalan transaksi perdagangan akibat tak adanya sertifikasi standar pada bidang tertentu.

IMG_20170908_140723_1

(“Anda kompeten sebagai asesor!” ucap pak Benny, master asesor BNSP.)

 

Profesi penulis dan editor pun bakal mengalami hal yang sama jika tidak segera diberlakukan sertifikasi profesi berstandar BNSP. Sertifikasi yang bukan hanya berlaku di dalam negeri melainkan juga di kawasan ASEAN dan global. Para pelaku industri penulisan dan penerbitan buku, wajib segera melek terhadap perkembangan zaman yang begitu cepat bergerak. Industri ini minimal harus bercermin kepada industri pariwisata, yang relatif berhasil menyesuaikan diri dalam kompetisi global.

 

Semoga berhasil.