Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Buku’ Category

Promo Jualan Tiga Ebook Belajar

Buku elektronik yang bermutu, edisi cetaknya laris manis di pasaran. Berisi kupasan menarik dan bermanfaat, serial BELAJAR dari sejumlah tokoh.

  1. Belajar Goblok dari Bob Sadino. (Edisi pertama)

Buku wajib untuk para pengusaha, yang mengupas tentang ide, pemikiran, dan tindak-tanduk kontroversial Bob Sadino, dalam membangun bisnisnya. Buku ini sudah diterbitkan sejak 2008 lalu, dan masih terus cetak ulang sampai sekarang. Edisi baru yang disempurnakan diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo (Gramedia Grup), sejak 2017. Dapat edisi cetaknya di toko buku terdekat.

 

  1. Belajar Uji Nyali dari Jenderal Benny. (Edisi khusus)

Nama Jenderal L.B. Moerdani, biasa disapa Benny, begitu terkenal pada masa orde baru. Dia seorang tokoh intelijen terkemuka, yang pernah menjabat sebagai Panglima ABRI. Sosoknya misterius dan penuh dengan kontroversi. Buku ini mengupas sisi lain Benny yaitu nyalinya yang luar biasa. Dia berani terjun ke Irian Barat melawan Belanda, dia berani menolak tawaran Bung Karno, dan berani mengingatkan Soeharto.

 

  1. Belajar Setia dari Para Ibu Negara. (Edisi perdana)

Ternyata, sosok para ibu negara Indonesia memang luar biasa. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang menghantarkan suaminya ke titik tertinggi sebagai orang nomor satu di Indonesia. Kehebatannya dibalut dengan luar biasa oleh kesetiaan. Layak menjadi teladan.

 

Bonus Eksklusif:

100 Wasiat Dahsyat Bung Karno

Tak bisa diragukan lagi, ucapan-ucapan Bung Karno begitu kuat dan bermakna. Mampu menghipnotis audiens dan membakar semangat bangsa. Dapatkan kalimat-kalimat saktinya, sebagai penyemangat dan pelajaran berharga.

 

Pesan Segera via SMS/WA:  0812-8587-4272

Iklan

Read Full Post »

 

 

Pernahkah Anda membaca ulang skripsi yang dulu Anda bikin?

80% mengatakan TIDAK PERNAH.

Kenapa?

Karena skripsi tidak enak dibaca.

Bentuknya pun tidak menarik. MEMBOSANKAN.

Promo Skripsi jadi Buku Keren 04

 

Di mana skripsi Anda tersebut saat ini disimpan?

Hmmm… sebagian mengatakan: LUPA. ENTAH.

Kenapa?

Karena bentuk skripsi yang tidak sederhana, terlalu besar, sehingga TIDAK NYAMAN untuk disimpan. Apalagi kalau dideretkan dengan buku koleksi Anda. Gak level.

 

Padahal, skripsi/tesis adalah karya tulis Anda sebagai seorang intelektual.

Mungkin itulah satu-satunya karya tulis terbaik yang pernah Anda buat.

Bisa menjadi warisan terbaik.

 

YUK SEGERA UBAH SKRIPSI/TESIS ANDA MENJADI SEBUAH BUKU

YANG MENARIK DIBACA DAN NYAMAN DISIMPAN.

WARISAN TERBAIK ANDA

 

———————————————————

Kami sediakan dua paket menarik.

A. Paket Standar Rp 2.500.000,-

Promosi s/d Juli 2019, cukup Rp 1.990.000,-

  • Skripsi/Tesis jadi Buku
  • Editing naskah standar
  • Desain kaver ciamik
  • Kaver bisa foto wisuda, foto sidang, atau foto kampus.
  • Tata letak menarik dengan ilustrasi
  • Dapat 5 eksemplar buku
  • Bonus bentuk E-book

———————————————————

 

B. Paket Platinum Rp 15.000.000,-

Promosi s/d Juli 2019 cukup Rp 9.900.000,-

  • Skripsi/Tesis jadi Buku
  • Editing & Rewriting ala buku laris, sehingga naskah lebih enak dibaca. Bahkan bisa jadi buku populer.
  • Desain kaver ala buku bestseller
  • Tata letak ala buku bestseller
  • Dapat 5 eksemplar buku softcover
  • Dapat 5 eksemplar buku hardcover
  • Dapat nomor ISBN
  • Bonus bentuk E-book
  • Bisa masukkan foto berwarna sampai dengan 25 buah.

————————————————————

Hubungi kami melalui WA: 0812-8587-4272

atau email: sekolahmenulis@gmail.com

 

Read Full Post »

belajar-goblok-ke-london-book-fair-5c9062283ba7f7204157ceb2

Ada banyak pameran buku yang menarik untuk dikunjungi. Kalau di Indonesia, Anda bisa mengunjungi Indonesia Internasional Book Fair, atau Jakarta Book Fair, atau Indonesia Islamic Book Fair yang baru berlangsung beberapa pekan lalu. Bahkan penerbit terkemuka di negeri ini, Gramedia, tak ketinggalan membuat pameran sendiri yaitu Gramedia Book Fair. Pameran itu biasanya berlangsung selama sepekan, dan rutin dilakukan setiap tahun.

Bagaimana kalau di luar negeri? Wow, tentu saja lebih banyak lagi ya. Yang paling terkenal adalah Frankfurt Book Fair di Jerman. Setiap negara di Eropa, seperti juga di Indonesia, menyelanggarakan banyak pameran buku. Namun, yang menarik perhatian dunia internasional hanya beberapa. Yang paling terkenal ya itu tadi, di Frankfurt Jerman. Setiap tahun, jumlah pesertanya membludak dari seluruh dunia. Bahkan, Frankfurt Book Fair menjadi salah satu barometer industri buku dunia. Mereka disebut sebagai Mekahnya industri buku dunia. Kalah tuh pameran buku di Amerika, atau negara di Eropa lainnya, Jepang atau China.

Nah, kali ini saya mau membahas secara khusus London Book Fair (LBF), yang baru berakhir 15 Maret kemarin. Sebuah pameran buku berskala besar dan internasional, yang kalau level Eropa hanya kalah oleh Frankfurt Book Fair. Pesertanya berasal dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Setiap tahun, sejumlah penebit besar Indonesia ikut serta memasarkan beragam judul buku dalam pameran tersebut. Tahun ini, LBF sudah diselenggarakan untuk yang ke-48 kalinya. Tahun berapa tuh pertama kali diselenggarakan?

Tahun lalu, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang tampil di panggung utama. Tahun ini, Indonesia tetap mendapatkan perhatian khusus dari penyelenggara. Apalagi pemerintah Inggris dan Indonesia juga mendukung penuh. Tidak kurang dari 12 penulis Indonesia tampil di LBF dengan beragam tema. Panitia juga memberikan penghargaan kepada 2 pihak dari Indonesia, yang dianggap memiliki potensi dan prestasi baik di industri buku. Keren kan?

Saya tidak ikut serta ke sana. Walau pun selalu bermimpi untuk ikut serta dalam pameran buku internasional seperti Frankfurt atau London. Tapi salah satu buku karya saya, yaitu Belajar Goblok dari Bob Sadino, ikut berpartisipasi. Ya begitulah kalau penulis. Meski penulisnya tak ikut, karyanya bolehlah menjadi wakil, hehe.

Alhamdulilah, sebuah kebanggaan khusus bisa tampil di sana. Ini adalah buku pertama saya yang ikut dalam pameran internasional. Semoga ke depan ada lagi karya lain yang bisa meramaikan panggung buku dunia.

Belajar Goblok ini memang unik. Sebuah buku berisi pemikiran, ucapan dan tindakan Bob Sadino dalam berbisnis. Buku ini menjadi inspirasi, karena sosok Om Bob memang inspiratif. Sejak diterbitkan pada 2008 lalu, buku ini terus menerus dicetak ulang hingga sekarang. Bahkan buku edisi barunya, yang diterbitkan Elexmedia Komputindo (Gramedia Group) pada Juli 2017, sampai saat ini sudah dicetak ulang sebanyak 6 kali. Respon pembaca masih cukup tinggi terhadap buku ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya buat pembaca, penerbit, editor serta toko buku dan tentu saja Kompasiana.

Yang pasti, kehadiran Belajar Goblok di London Book Fair 2019 menjadi penyemangat baru bagi saya untuk terus berkarya mewarnai bangsa ini dengan hal-hal positif. Hanya itulah yang bisa saya lakukan untuk negara, selain menjadi warga negara yang disiplin membayar pajak dan berperilaku baik dengan selalu taat hukum.

 

Tulisan ini juga dimuat di

https://www.kompasiana.com/penuliskreatif/5c9061b50b531c1c06679442/belajar-goblok-ke-london-book-fair-2019#

Read Full Post »

Surat Cinta Untuk Guruku

Sabtu pagi 15 Desember 2018, wajah-wajah ceria keluar dari kampus SMA Taruna Nusantara Magelang. Mereka para pamong (guru) hendak berjumpa dengan siswa yang dulu pernah hidup bersama 25 tahun lalu. Rasa rindu membuncah, karena sebagian besar siswa itu, tak pernah lagi mereka jumpai secara langsung. Rombongan berangkat menggunakan bus ke bandara Adi Sucipto Yogya dengan pengawalan polisi. Sirine meraung-raung sepanjang perjalanan. Para guru ini akan menghadiri reuni 25 tahun angkatan pertama sekolah itu. Sebuah reuni Perak yang berlangsung di kawasan Ancol Jakarta. Selama perjalanan pun mereka terlihat senang dan ceria.

Slide2

Di bandara, para guru yang biasa dipanggil pamong itu dilayani maksimal sampai naik ke dalam pesawat. Setibanya di Soekarno Hatta pada sore hari, ketua panitia reuni, dan sejumlah alumni menyambut para pamong tersebut. Bukan sambutan biasa karena panitia disertai oleh prajurit wanita lengkap dari TNI AD, AL, AU dan polwan plus tentara pengawal. Para prajurit itu sudah diberi sebuah pesan spesial. “Jangan sampai para pamong kami mengalami lecet sedikitpun. Harus aman,” begitu tekad panitia reuni.

Mereka semua menyampaikan ucapan selamat datang untuk para pamong, dengan perhormatan optimal. Sebuah bis khusus sudah siap mengantarkan mereka menuju hotel Mercure Ancol, lokasi acara reuni. Sepanjang jalan, raungan kendaraan patwal terus berbunyi meminta jalan lempang kepada pengguna lainnya. “Ayo minggir… Guru kami mau lewaaaaaat.”

Sambutan hangat kembali diterima para pamong di loby hotel Mercure. Beberapa siswa menyambut mereka dengan suka cita penuh hormat. Air mata haru dan bahagia terpancar dari semua, para pamong dan siswa. Sebagian besar tak pernah berjumpa selama 25 tahun. Peluk, sungkem, cium kening menandai moment mahal tersebut. Kenangan-kenangan masa lalu berhamburan di lobby hotel. Energi masa lalu kembali menggelora.

Begitu sampai di dalam kamar, kejutan belum berhenti. Satu guru satu kamar. Mereka semua berjumlah 26 orang, sehingga panitia menyiapkan 26 kamar. Di dalam kamar, kami sudah sediakan bingkisan buah disertai sebuah surat cinta yang diikat pita. Surat cinta biasa, namun bisa membuat yang membaca bercucuran air mata. Terima kasih, Guruku.

Slide6.JPG

Acara puncak reuni 25 tahun angkatan pertama SMA Taruna Nusantara dilaksanakan di gedung eConvention Ancol. Sebuah gedung besar yang bisa menampung ribuan orang. Panitia menyiapkan serangkaian acara untuk memuliakan para guru yang mendidik, membina, mengajar, mengemong dan menyayangi mereka sebagai pengganti orangtua selama tiga tahun belajar di asrama. Pemuliaan guru menjadi tema utama cara reuni 25 Tahun Angkatan Pertama SMA Taruna Nusantara Magelang.

Ratusan karangan bunga ucapan selamat dari berbagai pihak memadati halaman eConvention. Dari adik kelas, dari rekanan, dari pejabat daerah sampai ucapan selamat dari menteri pertahanan, perhubungan dan panglima TNI serta kapolri.

Ketika para pamong tiba di gedung, mereka disambut bak raja. Persembahan Tanjidor menjadi pembuka. Musik dan tarian khas Betawi ini membuat para pamong terkesima. Senang. Di pintu masuk, 200 siswa TN Satu berbaris rapi di kanan dan kiri sepanjang jalan menuju panggung, bersiap sungkem dan menyalami para pamong. Semua berseragam batik. Mirip seperti sebuah acara penghormatan buat sang juara. Ya, para pamong kami adalah para juara. Juara melahirkan juara. Di belakang para pamong, berderet empat putri Indonesia sebagai pengiring.

Slide3

Siswa paling depan mengalungkan rangkaian bunga kepada setiap pamong pria. Sedang pamong wanita mendapatkan segenggam rangkaian bunga. Sambutan, teriakan, dan tepuk tangan membahana sepanjang perjalanan para pamong dari pintu depan menuju kursi tempat duduk di deretan paling dekat panggung. Mereka berjalan pelan. Mampir kanan kiri bersalaman dengan siswanya. Sebagian cium tangan, sebagian berpelukan. Semua bahagia, tersenyum, tertawa. Air mata haru membuncah. Wajah-wajah bangga memancar. Mereka tak menyangka, para siswa angkatan pertama akan memberikan penghargaan semacam ini. Kaget, senang, bahagia, bangga, haru.

Tak henti-hentinya, para siswa memberikan sapaan, senyuman, salam, pelukan hangat, cium tangan kepada semua pamong. Tak terkecuali. “Kami tetap menghormati, menyayangi dan mencintaimu hai para guruku… dulu, kini dan sampai nanti.”

Jasa para guru terhadap kami memang tiada tara. Tak dapat diukur dengan apapun. Tak bisa dibandingkan dengan sesuatu. Dan tak akan mampu dibalas dengan benda, harta, barang berharga, apalagi sekadar kata-kata.

“Andai seluruh isi dunia diberikan kepadamu hai bapak ibu pamong, tak akan sepadan dengan apa yang telah engkau berikan kepada kami,” demikian sambutan ketua panitia saat membuka acara. Dalem sekali. Semua yang hadir tercenung.Slide5

Buat para siswa yang kini sudah mengabdi di banyak bidang kehidupan, tiga tahun belajar di Lembah Tidar di dusun Pirikan Magelang, adalah keajaiban. Ya, sebuah keajaiban karena SMA TN mampu mengubah seseorang yang berasal dari antah berantah menjadi begitu bernilai; Bisa mengangkat harkat martabat seseorang dari jurang terbawah ke atas bukit, bahkan ke puncak gunung; Dapat memperbaiki nasib anak marjinal menjadi seorang terkenal; Membalik keluarga tak berpendidikan menjadi akademisi kelas wahid.

Kata apa lagi yang lebih tepat selain keajaiban. Dan semua itu tak bisa tidak berkat campur tangan langsung para pamong. Pengganti orangtua kami selama tiga tahun di sana.

Tentu sangat layak dan wajar jika setelah 25 tahun ini, giliran alumni yang memberikan sesuatu kepada mereka. Meski mereka tak pernah minta imbalan, tapi kami merasa wajib melakukannya. Memuliakan mereka. Memuliakan guru, para pamong yang ikhlas mendidik kami bukan hanya sebagai siswa melainkan lebih sebagai anak-anak kandungnya. “Wahai para pamong, kami merasakan itu semua.”

Slide4

Di puncak acara, alumni memberikan tali asih berupa emas batangan untuk seluruh pamong yang hadir yaitu 26 orang. Di situ terukir rasa terima kasih kami untuk mereka, hai pahlawan!  Kini kami amat membutuhkan doa, ridho dan ikhlasmu sebagai kekuatan dahsyat, modal kami menapaki jalan terjal dalam memberikan karya terbaik buat masyarakat, bangsa, negara dan dunia.
Terima kasih guru.
Terima kasih pamong.
Terima kasih atas pengabdianmu.

Tak ada apapun yang sepadan untuk membalas jasa-jasamu.

Slide1

Read Full Post »

Kamulah bosnya

“Pak Dodi, ada kabar gembira nih… buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, akan cetak ulang ke-3,” demikian bunyi WA yang dikirim oleh Bu Paulin, editor Elex Media Komputindo. Tentu saja, sebuah kabar yang sangat menyenangkan. Buku ini baru terbit pada pertengahan Juli lalu. Sampai November ini, baru beredar selama lima bulan. Amat membahagiakan dalam tempo secepat itu, sudah bisa cetak ulang 3 kali.

 

Dengan fakta tersebut, buku Belajar Goblok dari Bob Sadino bisa mengklaim diri sebagai buku laris. Cetak ulang, apalagi sampai yang ke-3 dalam jangka waktu 5 bulan, termasuk kategori laris. Jumlah buku yang dicetak berkisar antara 7.500 – 10.000 eksemplar. Melihat respon pembaca yang masih tinggi, saya dan penerbit yakin buku Belajar Goblok dari Bob Sadino akan terus dicetak ulang. Sosok Om Bob menjadi penentu keberhasilan buku ini. Pemikiran, ucapan dan tindakannya sebagai seorang pengusaha, sukses menginspirasi masyarakat Indonesia.

Slide9

Jika digabungkan dengan edisi lama yang diterbitkan oleh Kintamani, maka Belajar Goblok dari Bob Sadino sudah terjual lebih dari 60.000 eksemplar. Di Indonesia, jumlah buku sebanyak itu sudah masuk kategori amat laris. Menjadi istimewa karena buku ini pertama kali terbit pada 2008 lalu. Namun isinya masih tetap relevan sampai sekarang.

 

Selain Belajar Goblok dari Bob Sadino, buku sejenis yaitu 100 Wasiat Bisnis Bob Sadino juga dicetak ulang untuk yang kedua kali. Buku ini berisi kata-kata mutiara om Bob terutama tentang bisnis. Isinya adalah rangkuman dari buku Belajar Goblok dan Mereka Bilang Saya Gila.

100 wasiat via tab

Bahkan buku jiplakan yang mengupas tentang Bob Sadino, juga laris di pasaran. Berkah dari Om Bob. Semoga pahala kebaikannya mengalir kepada almarhum di alam sana.

 

 

 

 

 

Read Full Post »

Wajah-wajah tegang dan lelah selama 4 hari pelatihan, berakhir ceria pada hari ke-5 setelah master asesor menyatakan, “Anda saya nyatakan kompeten!”. Kalimat itu muncul setelah proses cek dokumen, dan ujian praktik selama kurang lebih setengah hari. Master asesor penguji memeriksa seluruh dokumen, dan melihat langsung asesi (calon asesor) melaksanakan proses asesmen peserta. Tentu saja ketegangan melanda. Apalagi setelah diperiksa master asesor, masih banyak dokumen peserta yang dikoreksi dan harus dicetak ulang. Sebuah proses yang melelahkan dan menyita waktu.

Screenshot_2017-09-09-08-24-14-959_com.instagram.android

Sebanyak 25 orang mengikuti Pelatihan Asesor Kompetensi kerjasama Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (Penpro) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang diselenggarakan di Puskurbuk, Balitbang Kemendikbud, Jl. Gunung Sahari, mulai 4 – 8  September 2017. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Palembang, Yogya, Bandung dan Bogor, dengan latar belakang sejenis, yaitu industri penulisan. Penpro sebagai organisasi penulis Indonesia, menggagas berdirinya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang Penulis dan Editor.  Salah satu syaratnya, harus memiliki sejumlah asesor.

 

Selama pelatihan, peserta dibimbing oleh dua master  asesor yaitu Inez Mutiara Tedjosumirat dan Swystika Rahayu. Keduanya dengan telaten mengajarkan peserta bagaimana menyusun dokumen asesmen dan melaksanakan asesmen. Sebagai asesor, setiap peserta harus menguasai tiga kompetensi yaitu merencanakan dan mengorganisasi asesmen (MMA), mengembangkan perangkat asesmen (MPA), dan melaksanakan asesmen kompetensi (MAK). Ketiga kompetensi itulah yang harus dikuasai baik secara teori maupun praktik oleh setiap peserta selama 4 hari. Tak heran jika hampir setiap hari, pelatihan baru tuntas ketika matahari sudah lama tengggelam.

IMG-20170905-WA0007

Para peserta wajib membuat dua dokumen untuk MMA, MPA dan MAK, yang kemudian disimulasikan. Seseorang dinyatakan kompeten sebagai asesor, jika sudah melakukan simulasi sebanyak 3 dokumen asesmen. Dokumen ketigalah yang diuji oleh master asesor yang berbeda dengan master asesor pelatih, dan jika berhasil akan dinyatakan sebagai, “Anda kompeten sebagai asesor!”.

 

Indonesia termasuk terlambat dalam mensertifikasi profesi di berbagai bidang. Padahal, cikal bakal pentingnya sertifikasi sudah dimulai sejak 1983, 34 tahun silam. negara-negara di kawasan ASEAN khususnya Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina sudah lebih dulu menggencarkan standardisasi profesi di berbagai bidang. Indonesia menjadi kelabakan ketika kawasan bebas ASEAN berlaku pada 2015 lalu.

 

Dampaknya besar. Ketika arus masuk investasi, barang, jasa dan tenaga kerja terjadi, Indonesia mengalami ketimpangan. Misal, di bidang pertambangan dan energi. Tenaga kerja yang bisa bekerja di sana, sebagian besar harus memiliki sertifikat di bidangnya masing-masing. Tenaga kerja Indonesia masih sedikit yang memiliki sertifikat BNSP, sehingga lebih banyak tenaga kerja asing yang bekerja di sejumlah sektor tersebut. Pun di bidang perdagangan, sudah kerap terjadi, kegagalan transaksi perdagangan akibat tak adanya sertifikasi standar pada bidang tertentu.

IMG_20170908_140723_1

(“Anda kompeten sebagai asesor!” ucap pak Benny, master asesor BNSP.)

 

Profesi penulis dan editor pun bakal mengalami hal yang sama jika tidak segera diberlakukan sertifikasi profesi berstandar BNSP. Sertifikasi yang bukan hanya berlaku di dalam negeri melainkan juga di kawasan ASEAN dan global. Para pelaku industri penulisan dan penerbitan buku, wajib segera melek terhadap perkembangan zaman yang begitu cepat bergerak. Industri ini minimal harus bercermin kepada industri pariwisata, yang relatif berhasil menyesuaikan diri dalam kompetisi global.

 

Semoga berhasil.

 

Read Full Post »

Re-Launch buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino” berlangsung semarak, pada Sabtu  malam (26/8/2017) di toko buku Gramedia Matraman. Seratus undangan hadir dalam acara yang dihelat oleh Ikastara Business Club (IBC), bersama Elex Media Komputindo dan toko buku Gramedia Matraman.  Acara diawali dengan penampilan Acro Yoga, Kang Rusdi and friend, dilanjutkan dengan talkshow bisnis “Otak Kiri vs Otak Kanan dalam Berwirausaha”. Sebagai pembicara adalah Chardin Trinanda – Chairman RIN Biotek Indonesia, Miftakhul Ahsan – mantan pilot Garuda & Qatar, pemilik tempat wisata Bukit Bunda Blitar dan Frans Satya Pekasa – pengusaha mebel eksportir terbaik nasional 2012 & 2013. Talkshow dipandu oleh penulis buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino” Dodi Mawardi.

para pembicara

Berikut ini, kesimpulan dari talkshow dan isi buku hasil tulisan Bahar Riand Passa, pemilik warung Ayam President Singapura.

KEGAGALAN ITU WAJAR

Riwayat hidup Frans dan Chardin sungguh layak dijadikan pelajaran. Sempat mengalami kegagalan dan bahkan kebangkrutan, beliau berdua tetap bersemangat kuat untuk bangkit. Kebangkitan Frans tercapai dengan berjuang di bidang yang sama, dan dalam waktu singkat meninggalkan kebangkrutan dan berhasil menjadi eksportir terbaik nasional 2012 & 2013. Produknya sudah tembus ke lebih dari 50 negara. Beliau bahkan memiliki 3 gerai furniture di China, negara yang memiliki 1/3 penduduk dunia. Ketika kebanyakan orang takut untuk berkompetisi di China, Frans justru melihat peluang karena ternyata orang sana “tidak sepintar” yang dibayangkan.

Untuk bangkit, Chardin memilih untuk banting setir bahkan melanglang buana dulu ke AS bekerja dari cuci piring, menjadi Chef, lalu Head Chef di Restaurant Sushi besar sehingga bisa mengumpulkan modal untuk pulang ke Indonesia dan kembali menghidupkan tim yang lama. Sekarang beliau menjadi pemborong proyek-proyek M&E dan menciptakan satu produk Hygeia di samping menjadi Founder PT. Paradua Bangun Nusantara, dengan teman seangkatannya di SMA Taruna Nusantara Magelang.

Miftah yang selama 20 tahunan menjadi pilot, ingin memberikan manfaat bagi sebesar-besarnya masyarakat di sekelilingnya. Hal itu membuatnya bahagia. Seperti Bob Sadino yang memutuskan kembali ke tanah air setelah bekerja di perusahaan pelayaran di Belanda. Miftah sekarang membangun Taman Rekreasi dan Edukasi Keluarga Bukit Bunda tanpa arsitek. Beliau sendiri yang merancang, mendesain, dan juga mengawasi konstruksi. Bahkan untuk operasional sehari-hari.

relaunching buku

Bob Sadino ternyata sulit hidupnya setelah pulang ke Indonesia, apalagi ketika mobil Mercy hasil keringatnya di Eropa dan dipakai untuk mencari penghasilan tambahan sebagai taksi gelap mengalami kecelakaan dan tidak cukup dana untuk reparasi. Di tengah kesulitan, Bob Sadino memutuskan menerima tawaran teman untuk beternak ayam dan menjual telur ayam dari pintu ke pintu. Yang membedakan beliau dari peternak ayam lainnya saat itu adalah dia selalu up-to-date dengan teknologi praktis terakhir dengan cara berlangganan majalah peternakan dari Belanda. Di samping itu, metode penjualannya pun unik, dengan memberikan gimmick setangkai anggrek untuk setiap paket telor. Ternyata gimmick ini diterima dengan baik oleh konsumen awalnya yang kebanyakan ekspatriat. Di Eropa, anggrek adalah bunga yang mahal, tapi di Indonesia waktu itu harganya murah dan mudah didapatkan.

BERANI TAPI BERILMU.

Bila Bob Sadino seolah-olah hanya modal nekat dan tidak menggubris segala “best-practices” yang ada di industri yang dijalaninya, Frans dan Chardin menyarankan untuk tetap berani tapi harus berbekal dengan ilmu. Ilmu bisa bisa dipelajari dari kegagalan sendiri, atau kegagalan-kegagalan orang lain. Untuk hemat “uang sekolah”, sebaiknya kita belajar dari kegagalan orang lain juga.

Tidak semua orang dapat menanggung stress dari ketidakpastian dan kegagalan berwirausaha. Kita tidak tahu seberapa berat hidup mereka yang sekarang sukses tapi dulu berdarah-darah ketika mereka di titik nadir. Maka dari itu, kita harus sebanyak mungkin mencari ilmu sebelum masuk ke suatu usaha. Ilmu bukan hanya dari bangku sekolah, tapi bisa didapatkan dari mentor-mentor yang telah menjalankan usaha di bidang itu. Seperti yang kita baca dari riwayatnya, Bob Sadino pun sangat haus akan ilmu di bidangnya, walaupun bukan dari kampus atau sekolahan.

MEMAHAMI KEINGINAN KONSUMEN ADALAH KUNCI

Apapapun bisnis kita, konsumen adalah raja. Artinya, kita harus memahami apa yang diinginkan konsumen. Bukan apa yang kita pikir sebagai kualitas prima. Bagaimana kita mengetahuinya? Bisa dengan berinteraksi dengan konsumen atau dengan metode-metode lainnya. Bagaimana Amazon Google Facebook menjadi sebesar sekarang? Salah satunya dengan memahami secari detail keperluan konsumen mereka. Bob Sadino memahami keperluan konsumen dengan meluangkan waktunya ikut bekerja melayani Konsumen.

 

PILIHLAH PARTNER YANG TEPAT

Dari obrolan dengan narasumber di sela acara, tidak ada yang lebih buruk daripada memilih partner yang salah. Partner bisa berarti co-founder, karyawan utama, bahkan para supplier kita. Setiap partner harus dipilih dengan baik berdasarkan keterampilan yang saling melengkapi dan integritas yang tinggi.

ikastaran

TERIMAKASIH untuk Pendukung Acara!

Terimakasih untuk Bahar Riand Passa atas koordinasi kerennya atas acara ini. Trims untuk  Pratama Adieputra Suseno sebagai Event director dan Titis serta Citra Fatihah dan tim sebagai panitia yang ikut mensukseskan acara. Terimakasih Arieta Soebroto, MC acara ini yang juga memiliki usaha perkebungan bunga. Bisa dilihat di Instagram @clea_flower.  Terimakasih juga untuk Maradona & Fajar yang memberikan sponsor Kebab untuk konsumsi. Kebabnya enak dan bisa diorder delivery Instagram @JKebab_ID, WA 087875023983.

Terimakasih Sri Gusni Febriasari untuk karangan bunganya yang cantik. Untuk yang perlu bunga, bisa order di MaknaFlorist Instagram @maknaflorist, WA 081212378048.

Bagi pembaca yang mau buku Belajar Goblok dari Bob Sadino edisi baru yang disempurnakan, silakan serbu toko buku terdekat. Isinya dijamin sangat bermanfaat dan dapat mengubah paradigma Anda.

 

Slide9

Read Full Post »

Setelah terbit selama lebih dari 8 tahun melalui penerbit Kintamani, mulai 17 Juli 2017, buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, kembali terbit dengan versi edisi yang disempurnakan. Buku karya Dodi Mawardi ini, kali ini diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo, penerbit grup Gramedia.

Belajar Goblok dari Bob Sadino edisi baru

Edisi yang disempurnakan ini berisi sejumlah artikel baru, yang belum pernah dipublikasikan seputar ide, pikiran, ucapan dan tindakan Bob Sadino dalam berbisnis. Penulis juga melakukan sejumlah revisi dan penyempurnaan terhadap naskah lama yang masih mengandung sejumlah kesalahan.

Entah sudah berapa kali buku ini dicetak ulang. Ada edisi hard cover dan soft cover, yang jelas lebih dari 20 kali cetak ulang. Memang luar biasa respons masyarakat terhadap buku ini. Terima kasih buat seluruh pembaca yang sudah memberikan apresiasi terhadap karya kami dan Om Bob ini.

Edisi yang disempurnakan ini lahir karena beberapa alasan. Pertama, karena Om Bob berpesan agar ilmu dan pengalamannya tidak dibawa mati. Harus disebarkan ke sebanyak mungkin orang lain agar memberikan manfaat. Kedua, respons dari masyarakat terhadap buku Bob Sadino masih sangat tinggi, sehingga menimbulkan keinginan sejumlah rekan penulis dan penerbit untuk membuat karya tentang sosok fenomenal ini. Ketiga, sebagai upaya penulis untuk meluruskan sejumlah fakta agar tercatat abadi dalam sejarah industri buku di Indonesia.

Slide9

Silakan segera ke toko buku untuk mendapatkan buku ini, atau klik melalui toko-toko buku online. Pengusaha atau yang berminat di bidang wirausaha, wajib memiliki buku fenomenal ini.

 

Read Full Post »

Sebuah buku baru. Sebuah buku karya Dodi Mawardi, berdasarkan hasil diskusi panjang lebar dengan Bob Sadino, pengusaha nyentrik. Om Bob, sudah tiada. Beliau meninggal dunia karena sakit pada 2015 lalu. Tapi ide, pemikiran dan tindak tanduk beliau selama menjadi pengusaha, tidak pernah mati. Akan selalu hidup dan menjadi panduan buat banyak orang dalam menjalankan usaha. Buku ini, 100 Wasiat Bisnis Bob Sadino, hadir di toko buku mulai Minggu 4 Juni 2017. Dicetak oleh penerbit Elex Media Komputindo, dan menyebar lewat toko buku Gramedia serta jaringan toko buku lainnya. Buku ini bolehlah disebut sebagai ‘adik’ dari buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, dan buku Mereka Bilang Saya Gila.

Om Bob memang unik. Spesial. Tidak ada duanya. Kalimat-kalimat yang meluncur dari mulutnya selalu penuh makna. Membuat pendengarnya geleng-geleng kepala, atau terpaksa mengangguk tanda setuju. Tindak tanduknya tak kalah istimewa. Hanya dengan celana jeans belel pendeknya saja, siapa pun yang bersua dengannya akan segan. Dia dihormati anak buahnya. Disegani kolega bisnisnya. Dan menjadi idola para pengusaha pemula, serta wirausahawan baru era Reformasi.

 

Dalam buku ini, sekitar 100 ucapan/pendirian dan gagasan Om Bob terangkum. Dengan membaca dan menyelami makna kalimat-kalimatnya saja, bisa membikin kita berpikir dan berkomtemplasi berulang-ulang.

 

Silakan baca juga resensi buku ini dari seorang pembaca di sini… (www.resensi.ilarizky.com)

 

 

Read Full Post »

Mengisi bulan Ramadhan tahun ini, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) menggelar serial seminar “Kiat Jitu Meraih Penghasilan Tambahan dari Menulis”, sebanyak tiga kali setiap Minggu, jam 13.00 – 17.00 di kawasan Rumah Sehat Cikeas Bogor. Seminar pertama dilaksanakan pada 4 Juni, lalu 11 Juni,  dan 18 Juni 2017. Peserta boleh memilih salah satu waktu seminar tersebut. Jumlah peserta sangat terbatas. Seminar ini akan dipandu langsung oleh pendiri dan mentor SMKI – Dodi Mawardi.

Seminar Sambil Ngabuburit - Kiat Jitu Raih Penghasilan Tambahan

Dodi Mawardi sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam industri penulisan. Memahami seluk beluk industri ini dari A sampai Z. Juga sebagai praktisi penulisan buku populer, ghost writer (penulis bayangan) dan co-writer yang membantu banyak tokoh serta perusahaan dalam menulis buku. Dodi juga aktif menulis artikel yang tersebar di media massa cetak serta media internet.

Bagi Anda yang ingin mengetahui kiat-kiat bagaimana memanfaatkan menulis sebagai sumber penghasilan tambahan, wajib mengikuti seminar ini. Dodi akan membagi pengetahuan dan pengalamannya, bagaimana meraih penghasilan dari beragam peluang menulis, terutama dari buku dan internet.

Segera hubungi via SMS/WA 081511417289 sekarang juga sebelum kehabisan tempat.

Investasi hanya Rp 200.000,-.

Read Full Post »

Older Posts »