Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Kuliah’ Category

“Rekan Achir, silahkan dengan laporan Anda,” ucap pembawa acara Liputan 6, Duma.
“Baik, Duma terima kasih. Saat ini, saya sedang berada di kawasan…”

Cuplikan dialog di atas merupakan salah satu penggalan proses laporan langsung berita di sebuah stasiun televisi. Sudah menjadi kebiasaan kebanyakan stasiun televisi atau radio, untuk berdialog atau membuat semacam kata pengantar sebelum laporan langsung terjadi. Mereka biasanya saling menyebut nama masing-masing, sebagai sapaan yang memperlancar proses dialog.

“Rekan Duma, sampai laporan ini kami sampaikan…” ucap Achir melanjutkan laporannya, “Kembali ditemukan seorang korban tewas…”

Kembali nama anchor disebut reporter dalam laporannya, ketika menjawab pertanyaan anchor. Di beberapa stasiun televisi dan radio, anchor atau penyiar seringkali memberikan pertanyaan lanjutan setelah reporter memberikan laporan langsungnya. Dan celakanya, mereka seperti berdialog berdua dan melupakan para penonton atau pendengar. Si reporter seolah-olah memberikan informasi kepada presenternya, bukan kepada pemirsa.

Mengabaikan Pendengar atau Penonton
Sebuah kesalahan fatal yang sering terjadi ketika reporter di lapangan dan penyiar di studio berdialog. Mereka seolah berbicara berdua saja, sedangkan penonton dan pendengar diabaikan. Padahal, laporan reporter bukan untuk penyiar melainkan bagi kepentingan publik (penonton dan pendengar). Seharusnya, mereka menyapa atau menyebut pemirsa dalam contoh kalimat di atas.

Misal:
“Ya pemirsa, sampai laporan ini kami informasikan kepada Anda, sudah kembali ditemukan satu korban tewas…”

Jadi, meski yang bertanya adalah penyiar, seorang reporter tetap harus memberikan jawaban buat pemirsa, bukan untuk penyiar. Kenapa? Karena mereka siaran untuk publik. Jangan pernah sekali-kali mengabaikan pemirsa.   Mereka butuh disapa, disentuh, dan diwakili kepentingannya. Setiap laporan, setiap informasi, setiap pertanyaan dari kru televisi, selalu dan harus mewakili kepentingan publik. Kita bisa melihat apakah pertanyaan seorang pembawa acara atau reporter, berkualitas atau tidak, dari isinya. Jika isinya mewakili pertanyaan publik, kita pasti akan senang dan menganggap pertanyaannya berkualitas. Sebaliknya, jika pertanyaannya kebanyakan pertanyaan titipan dari yang berkepentingan (bukan publik) yang biasanya tidak mewakili publik, kita pasti kecewa dan menganggap pertanyaannya tidak bermutu.

Demikian pula ketika reportase langsung. Seorang penyiar dan reporter di lapangan, seyogyanya berbicara kepada pemirsa mereka, bukan asyik berdialog antar mereka sendiri. Apalagi melaporkan apa yang dilihat, didengar dan diperolehnya di lapangan, untuk presenter di studio.

Salah kaprah!

Dodi Mawardi
Penulis, Pengajar dan Pengamat Media Mass Elektronik

Iklan

Read Full Post »

Komunikasi Antar Personal

Suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Komunikasi terjadi secara tatap muka (face to face) antara dua individu atau dengan perantaraan non media massa.

Karakter KAP (Judy C. Pearson)
1. KAP dimulai dengan diri pribadi (self). Berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pemaknaan berpusat pada diri kita, artinya dipengaruhi oleh pengalaman dan pengamatan kita.

2. KAP bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak dan bersifat sejajar, menyampaikan dan menerima pesan.

3. KAP mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Artinya isi pesan dipengaruhi oleh hubungan antar pihak yang berkomunikasi.

4. komunikasi antarpribadi mensyaratkan kedekatan fisik antar pihak yang berkomunikasi.

5. KAP melibatkan pihak-pihak yang saling bergantung satu sama lainnya dalam proses komunikasi.

6. KAP tidak dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah mengucapkan sesuatu pada pasangan maka tidak dapat diubah. Bisa memaafkan tapi tidak bisa melupakan atau menghapus yang sudah dikatakan.

Tujuan KAP

Sebagai sarana pembelajaran. Melalui komunikasi antarpribadi kita belajar untuk lebih memahami dunia luar atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia ini. Walaupun sebagian besar informasi tersebut kita dapatkan melalui media massa, informasi tersebut dapat kita bicarakan melalui komunikasi antarpribadi.

Mengenal diri sendiri dan orang lain. Melalui komunikasi antarpribadi kita dapat mengenal diri kita sendiri. Dengan membicarakan tentang diri kita sendiri pada orang lain, kita akan mendapatkan perspektif baru tentang diri kita sendiri dan memahami lebih mendalam tentang sikap dan perilaku kita. Persepsi diri kita sebagian besar merupakan hasil interkasi kita dengan orang lain.

Komunikasi antarpribadi membantu kita dalam membentuk suatu relasi (person to person). Karena manusia adalah mahluk social, maka kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain merupakan kebutuhan yang paling besar.

Melalui komunikasi antarpribadi kita dapat mempengaruhi individu untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang kita inginkan.

Melalui komunikasi antarpribadi kita dapat mengakrabkan diri kita dengan orang lain.

Bermain dan mencari hiburan. Dalam berkomunikasi tidak selamanya kita selalu berusaha mempengaruhi orang lain. Kita berkomunikasi juga untuk memperoleh kesenangan. Bercerita tentang film yang kita tonton, melontarkan lelucon, membicarakan hobi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperolah hiburan.

Faktor KAP yang tidak terlihat

Faktor1: Meaning (makna).
Ketika simbol ada, maka makna itu ada dan bagaimana cara menanggapinya. Intonasi suara, mimik muka, kata-kata, gambar dsb. Merupakan simbol yang mewakili suatu makna. Misalnya intonasi yang tinggi dimaknai dengan kemarahan, kata pohon mewakili tumbuhan dsb.

Faktor 2: Learning

Interpretasi makna terhadap simbol muncul berdasarkan pola-pola komunikasi yang diasosiasikan pengalaman, interpretasi muncul dari belajar yang diperoleh dari pengalaman. Interpretasi muncul di segala tindakan mengikuti aturan yang diperoleh melalui pengalaman.

Pengalaman merupakan rangkaian proses memahami pesan berdasarkan yang kita pelajari. Jadi makna yang kita berikan merupakan hasil belajar.

Pola-pola atau perilaku komunikasi kita tidak tergantung pada turunan/genetik, tapi makna dan informasi merupakan hasil belajar terhadap simbol-simbol yang ada di lingkungannya.

Membaca, menulis, menghitung adalah proses belajar dari lingkungan formal.

Jadi, kemampuan kita berkomunikasi merupakan hasil learning (belajar) dari lingkungan.

Faktor 3: Subjectivity

Pengalaman setiap individu tidak akan pernah benar-benar sama, sehingga individu dalam meng-encode (menyusun atau merancang) dan men-decode (menerima dan mengartikan) pesan tidak ada yang benar-benar sama.

Interpretasi dari dua orang yang berbeda akan berbeda terhadap objek yang sama.

Faktor 4: Negotiation

Komunikasi merupakan pertukaran symbol. Pihak-pihak yang berkomunikasi masing-masing mempunyai tujuan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam upaya itu terjadi negosiasi dalam pemilihan simbol dan makna sehingga tercapai saling pengertian.

Pertukaran simbol sama dengan proses pertukaran makna.

Masing-masing pihak harus menyesuaikan makna satu sama lain.

Faktor 5: Culture

Setiap individu adalah hasil belajar dari dan dengan orang lain.

Individu adalah partisipan dari kelompok, organisasi dan anggota masyarakat.

Melalui partisipasi berbagi simbol dengan orang lain, kelompok, organisasi dan masyarakat.

Simbol dan makna adalah bagian dari lingkungan budaya yang kita terima dan kita adaptasi.

Melalui komunikasi budaya diciptakan, dipertahankan dan dirubah.

Budaya menciptakan cara pandang (point of view)

Faktor 6: Self

Self reference.
Perilaku dan simbol-simbol yang digunakan individu mencerminkan pengalaman yang dimilikinya, artinya sesuatu yang kita katakan dan lakukan dan cara kita menginterpretasikan kata dan tindakan orang adalah refleksi makna, pengalaman, kebutuhan dan harapan-harapan kita.

Self reflexivity.
Kesadaran diri (self-cosciousnes) merupakan keadaan dimana seseorang memandang dirinya sendiri (cermin diri) sebagai bagian dari lingkungan. Inti dari proses komunikasi adalah bagaimana pihak-pihak memandang dirinya sebagai bagian dari lingkungannya dan itu berpengaruh pada komunikasi.

Faktor 7: Inevitability

Kita tidak mungkin tidak berkomunikasi. Walaupun kita tidak melakukan apapun tetapi diam kita akan tercermin dari nonverbal yang terlihat, dan itu mengungkap suatu makna komunikasi.

Read Full Post »

Komunikasi Intra Personal Efektif

Komunikasi Personal

Suatu proses pertukaran pesan yang melibatkan satu atau dua orang manusia.

Komunikasi personal dibagi dua:

Komunikas intra personal

Komunikasi antar personal/pribadi

Komunikasi Intra Personal

Proses pertukaran pesan yang terjadi di dalam diri seseorang tanpa melalui media di luar dirinya.

Sejumlah ahli menyebutkan, dalam sehari kita melakukan KIP sebanyak rata-rata 50 ribu kali.

Istilah lain: self-dialogue, self-talk, inner monologue, inner dialogue, inner speech and self-verbalisation. 

Kenapa KIP Penting?

Memengaruhi penampilan kita:

Apa yang terlihat dari luar adalah cerminan dari komunikasi kita terhadap diri sendiri. Sedang sedih, gembira, murung dll, akan keluar dalam bentuk penampilan di mata orang lain.

Memengaruhi cara komunikasi dengan orang lain.

Sangat memengaruhi kepribadian kita.

Strategi KIP

Ketahui dengan pasti pola komunikasi intra personal kita selama ini.

Tentukan (pilih) jenis KIP yang positif dan buang KIP negatif.

Praktik terus menerus bicara dengan diri sendiri dalam kondisi selalu positif.

Berdoa adalah salah satu jalan terbaik dalam KIP.

Latihan

Tulislah apa saja yang biasa Anda komunikasikan dengan diri sendiri setiap hari.

Read Full Post »

Mata Kuliah Produksi Berita Radio

Merancang News Buletin
– Konten/Isi Buletin
– Kemasan Isi Buletin
– Presentasi Buletin
– Benang merah Buletin
– Waktu penayangan
– Durasi

Konten/Isi Buletin
– Berita pendek
– Berita pendek berinsert
– Laporan langsung (live report)
– Interview
– Laporan panjang (News Feature, Feature, Investigasi dll)
– Editorial
– Dll

Kemasan Isi Buletin
– Dengan latar musik
– Tanpa latar musik
– Dengan banyak news reader
– Tanpa news reader
– Dengan banyak smash tune
– Tanpa smash tune
– Dll

Presentasi Buletin
– Live
– Recorded
– Satu penyiar (anchor/newspresenter)
– Dua penyiar atau lebih
– Dilengkapi dengan tune (Opening, Bridging, Closing dll)
– Tanpa tune
– Gaya bahasa
– Cara penyampaian

Benang Merah Buletin
– Ada benang merah (tema tertentu yang mendominasi)
– Tanpa benang merah (tidak ada tema isi buletin yang sama)
– Susunan/urutan berita
Waktu Penayangan
– Pagi, siang, sore atau malam.
– Sekali sehari
– Setiap jam
– Sekali sepekan?

Pertimbangan waktu penayangan adalah kebiasaan pendengar radio masing-masing.

Durasi
– 5 menit
– 10 menit
– 15 menit
– 30 menit
– 45 menit
– 60 menit

Pertimbangan durasi:
– Segmen pendengar, jenis radio, SDM, pengiklan.

Menyusun Urutan Berita
– Nilai berita (penting/menarik)
– Keterkaitan antar berita
– Keterkaitan dengan benang merah buletin
– Alur buletin

Latihan (Urutkan Berita di bawah ini)
Masyarakat lakukan Class Action kasus Situ Gintung.
Pemerintah Indonesia menangkan gugatan atas PT Newmont dalam sengketa divestasi saham.
Potensi konflik pemilu sangat besar.
Konflik Pekerja vs BUMN tahun ini naik.
Tur MU ke Indonesia Belum Jelas Waktunya.
Pemerintah akan bangun kembali Situ Gintung dan relokasi warga.
Gerindra janji berikan 1 laptop 1 mahasiswa jika menangi pemilu
Kepala Bappenas Paskah Suzeta bantah terima dana BLBI.
300 imigran gelap tewas di laut Libya.
3 Diva kebanjiran order pemilu.

“Try not to be a man/woman of success, but rather to be a man of value. ”  Albert Einstein

Read Full Post »

Mata Kuliah Komunikasi Efektif di Poltek Global Indonesia

Pertemuan Pertama

Apa itu Komunikasi?

Definisi Komunikasi:

Sebuah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu dengan tujuan mendapatkan umpan balik.

Proses mengubah perilaku orang lain.

Unsur-unsur Komunikasi

Komunikator

Pesan

Media

Komunikan

Efek/tujuan

Umpan balik

Noise

Pesan

Verbal

Non Verbal (isyarat, gerak tubuh, warna, gambar)

Para Linguistik (bunyi, jenis suara, tinggi rendah suara/intonasi dll)

Fungsi

Menyebarkan Informasi (to inform)

Mendidik (to educate)

Mempengaruhi (to influence)

Menghibur (to entertain)

Jenis Komunikasi

Intrapersonal

Antar pribadi

Kelompok

Massa

Hambatan Komunikasi

Hambatan semantik (bahasa)

Hambatan fisik (Media, suara dll)

Hambatan psikologis (rasa, empati dll)

Hambatan kepentingan (ekenomi, pribadi dll)

Hambatan budaya.

Hambatan Komunikasi

Komunikator: Latar belakang budaya, persepsi, pendidikan, pengetahuan, kepentingan pribadi, kelompok.

Pesan: Isi pesan, bentuk pesan.

Komunikan: idem dengan komunikator.

Media: Noise, kepentingan media, perbedaan persepsi non verbal.

Komunikasi Efektif

Komunikasi yang dapat dimengerti.

Komunikasi yang mampu merangsang efek sesuai harapan.

Komunikasi yang menimbulkan kreativitas umpan balik.

Pertemuan Kedua

Efektivitas Bentuk Komunikasi

Verbal: Bahasa (baik lisan maupun tulisan) 7%.

Non Verbal: gerak tubuh, mimik dll. 50-60%.

Vokal: intonasi, volume, penekanan. 30-40%.

Karakter Komunikasi Efektif

Memberikan informasi yang praktis

Pesan yang disampaikan jelas dan padat

Memberikan fakta bukan sekedar kesan

Dapat meyakinkan pihak lain

Memahami penerima pesan

5 Hukum Komunikasi Efektif

Respect – rasa hormat dan saling menghargai. Ini sangat mendasar.

Empathy – mengerti perasaan orang lain terlebih dahulu.

Audible – dapat dimengerti dengan baik.

Clarity – kejelasan dari pesan.

Humble – penyampai pesan harus rendah hati.

Audible

Buat pesan Anda mudah untuk dimengerti

Fokus pada informasi yang penting

Gunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi dari pesan tersebut

Taruhlah perhatian pada fasilitas yang ada dan lingkungan di sekitar Anda

Antisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul

Selalu menyiapkan rencana atau pesan cadangan (backup)

Clarity

Tentukan tujuan yang jelas

Luangkan waktu untuk mengorganisasikan ide kita

Penuhi tuntutan kebutuhan format bahasa yang kita pakai

Buat pesan Anda jelas, tepat dan meyakinkan

Pesan yang disampaikan harus fleksibel

5 Jurus Efektif dalam komunikasi personal

Siapkan strategi – cara bicara, bentuk pesan, pemilihan media dll.

High energi – penyampai pesan harus fokus dan penuh energi.

Intensity of eye contact – tatapan mata memiliki sejuta makna.

Transfer of feeling – sebarkan emosi sesuai tujuan komunikasi.

Body language – jangan abaikan gerak tubuh, mimik dll.

Read Full Post »

Berdasarkan pengalaman penulis dan dari berbagai sumber bacaan.

PERSIAPAN

    1. KUASAI MASALAH.

    Anda melakukan bunuh diri jika melakukan interview tanpa menguasai permasalahannya. Banyak narasumber yang punya hobi bertanya balik kepada interviewer. Jika Anda tidak bisa menjawab, wawancara pasti berakhir sebelum Anda memulainya. Penguasaan masalah juga penting untuk menghasilkan wawancara yang bermutu. Penguasaan masalah akan menghasilkan pertanyaan bermutu dan sesuai dengan pertanyaan yang diinginkan oleh pendengar.

    2. PELAJARI SOSOK NARASUMBER.

      Bukan hanya masalahnya yang harus dikuasai, sosok narasumbernya pun harus diketahui secara pasti. Bagaimana mungkin Anda akan percaya pada ucapan seseorang jika Anda tidak tahu persis siapa yang diwawancara. Selain itu, banyak manfaat jika kita mengenal lebih dalam tentang sosok narasumber. Dalam banyak kasus, pengetahuan kita tentang narasumber sering menjadi ice breaker (pemecah kekakuan atau kebuntuan) yang luar biasa. Kita harus tahu hobinya, latar belakang pekerjaan/pendidikan, agama, keluarganya dll.

      3. PELAJARI LOKASI INTERVIEW

        Lokasi interview sangat penting dipelajari oleh reporter radio dan juga televisi. Buat wartawan cetak bisa jadi tidak terlalu penting. Dalam banyak kasus, reporter radio mengalami kesulitan karena salah menentukan lokasi interview. Karena misalnya, terlalu ramai, ruangannya berdengung dll. Ingat, radio butuh suara yang bagus.

        4. PERSIAPKAN ALAT PEREKAM DENGAN SEMPURNA

          Alat perekam adalah istri pertama reporter radio, sama seperti kamera untuk fotografer dan bedil untuk tentara. Oleh karena itu, alat perekam harus dipersiapkan secara sempurna. Jangan sampai terjadi kekurangan atau kesalahan alat perekam sehingga interview batal. Baterei dan kaset/cd misalnya, harus diperhitungkan berapa lama daya tahannya. Kalau menggunakan perekam digital, berapa banyak kapasitas harddisknya.

          5. BUAT DAFTAR PERTANYAAN

            Jangan pernah sombong mengatakan ”Semua pertanyaan sudah ada di kepala saya!” Ingatan manusia ada batasnya. Bahkan pena yang sudah melemah sekalipun, tetap lebih baik dibanding ingatan yang paling hebat. Demikian pepatah China mengatakan. Jadi buatlah daftar pertanyaan. Paling tidak garis besar atau pointernya saja.

            SELAMA WAWANCARA

              1. PERHATIKAN TEMPAT WAWANCARA.

              Lagi-lagi hal pertama yang harus diperhatikan adalah lokasi wawancara. Ini sangat penting untuk seorang reporter radio, karena kondisi lokasi berpengaruh terhadap interview. Lihatlah apakah ada bunyi-bunyian yang mengganggu seperti suara kipas angin atau AC. Jika lokasi wawancara adalah kantor atau rumah narasumber, selain bunyi-bunyian itu perhatikan juga aksesoris ruangan, apakah ada yang menarik perhatian. Mungkin saja aksesoris/pajangan seperti lukisan menjadi ice breaker dalam interview.

              2. PERIKSA KEMBALI ALAT PEREKAM.

                Meski sudah dipersiapkan secara sempurna sebelumnya, kita harus kembali memeriksa alat perekam sekaligus mulai mengoperasikannya. Jangan pernah sok yakin semuanya sudah beres, tanpa sebelumnya mengecek kembali. Banyak kasus, penyepelean semacam itu menimbulkan penyesalan tak berguna.

                3. GUNAKAN HEADPHONE/EARPHONE.

                  Standar interview di lapangan untuk reporter radio adalah gunakan readphone (lebih dianjurkan) atau earphone. Seperti itu kamera televisi yang ada tanda bahwa objek di depannya terekam dengan baik, maka alat perekam juga harus demikian. Penanda bahwa suara terekam dengan baik adalah dengan mendengarnya melalui headphone. Apakah suara narasumber sudah cukup besar? Atau terlalu besar? Juga untuk mengetahui secara pasti, bahwa rekaman ini berjalan normal.

                  4. PERHATIKAN KONDISI NARASUMBER.

                    Ketika janjian wawancara, kondisi narasumber sehat walafiat. Siapa yang tahu pas wawancara ternyata kurang sehat. Misalnya flu ringan, sehingga suaranya menjadi sengau. Tentu ini berpengaruh karena radio adalah suara. Atau dia beberapa telepon genggam yang berpotensi mengganggu selama wawancara. Mintalah dia untuk mematikannya… JANGAN LUPA MATIKAN PULA HP KITA SENDIRI.

                    5. AJUKAN PERTANYAAN MUDAH TERLEBIH DAHULU UNTUK INTERVIEW PANJANG (MENGGALI INFORMASI) DAN SIMPAN PERTANYAAN PALING SULIT DI AKHIR WAWANCARA.

                      Jika kita interview untuk penggalian informasi dan tidak dilakukan secara live, maka inilah yang harus dilakukan. Kita harus sebanyak mungkin mendapatkan informasi dari narasumber. Jika pertanyaan sulit diajukan di depan, maka berisiko besar. Mungkin saja narasumber tidak terima dengan pertanyaan sulit itu dan marah. Akibatnya, pertanyaan lain tidak sempat disampaikan. Masih beruntung jika dia tidak marah dan hanya mengatakan, ”NO COMMENT!”

                      6. AJUKAN PERTANYAAN PALING MENARIK DI AWAL JIKA INTERVIEW LIVE DENGAN DURASI TERBATAS.

                        Berbeda dengan interview di lapangan dan tidak live, maka interview live justru harus mengajukan pertanyaan paling menarik di awal. Pertanyaan sulit mungkin disampaikan ditengah-tengah. Wawancara live harus memerhatikan unsur-unsur pertunjukan, seperti alurnya. Kapan harus klimaks kapan antiklimaks dan seterusnya.

                        7. JANGAN PERNAH MENGAJUKAN DUA PERTANYAAN SEKALIGUS.

                          Hal ini masih sering dilakukan oleh reporter pemula. Memang ini sifat dari reporter pemula yang belum tahu ilmu interview. Kadang sok tahu… adalah bodoh mengajukan dua pertanyaan sekaligus dalam satu kesempatan. Sebagus apapun dua pertanyaan tersebut, jika disampaikan sekaligus maka pertanyaan kedua-lah yang akan dijawab narasumber. Jadi pertanyaan pertamanya mubazir.

                          8. PERTANYAAN TERBAIK KADANG HANYA SATU KATA, YAITU: KENAPA? ATAU BAGAIMANA?

                            Penyakit reporter radio dengan tujuan agar terlihat pintar (padahal sebaliknya) adalah mengajukan pertanyaan panjang. Dia memberikan beberapa fakta dulu (kadang beropini) barulah pertanyaan intinya di belakang. Ini bukan bentuk pertanyaan yang baik. Pertanyaan terbaik justru kadang hanya satu kata yaitu MENGAPA? Makanya ”Tanya kenapa?” kata sebuah iklan.

                            9. SETARAKAN DIRI DENGAN NARASUMBER.

                              Ini ada kaitannya dengan budaya TIMUR kita. Setiap kali bertemu dengan orang lebih tinggi pangkat dan kedudukannya, maka kita harus menghormatinya sedikit lebih banyak dibanding kepada orang biasa. Jika Anda seorang jurnalis, buang sifat ini. Anda mewakili pendengar dalam jumlah banyak. Kondisi mereka beragam, dan mungkin ada juga yang lebih tinggi pangkat dan kedudukannya dibanding narasumber tersebut. Jadi Anda bukan Anda sendiri ketika bertugas sebagai interviewer. Salah satu tanda penyetaraan terlihat dari sapaan, yaitu gunakan kata Anda… bukan Tuan, Nyonya atau Bapak.

                              10. JANGAN BURU-BURU MATIKAN ALAT PEREKAM.

                                Biasalah, sifat buruk kita adalah maunya buru-buru dan instant, termasuk ketika interview seseorang. Belum selesai wawancara (= berpisah dengan narasumber) kita sudah buru-buru mematikan alat perekam. Stop! Jangan lakukan itu lagi. Selama Anda masih berada bersama narasumber, alat perekam tetap ’on’. Siapa tahu ucapan terbaik dari narasumber justru muncul pada saat itu, saat ketika alat perekam biasanya sudah dimatikan.

                                SETELAH WAWANCARA.

                                  1. CATAT NAMA NARASUMBER DAN IDENTITAS LENGKAPNYA.

                                  Ini kadang disepelekan. Padahal nama seseorang sudah dibuat selamatannya ketika masih kecil. Jadi jangan pernah salah menyebut atau mengeja nama narasumber. Salah satu caranya dengan mencatat namanya langsung dari orangnya. Tanyakan cara pelafalannya seperti apa, jika namanya agak unik. Catat nomor kontaknya, agar database kita semakin banyak dan mudah menghubunginya kembali di kemudian hari. Siapa hasil wawancara hari itu masih kurang memuaskan.

                                  2. PERIKSA HASIL REKAMAN SAAT ITU JUGA.

                                    Periksa hasil rekaman saat itu juga, ketika narasumber masih bersama Anda. Akan menyita waktu dan tenaga, jika hasil wawancara diketahui cacat setelah berpisah dengan narasumber.

                                    3. UCAPKAN TERIMA KASIH DAN MINTA KESEDIAAN UNTUK WAWANCARA BERIKUTNYA.

                                      Standar sekali ya… ucapan terima kasih. Ah biasalah ini. Tapi kadang, kita lupa melakukannya dengan ikhlas. Sering agak terpaksa. Jika narasumber mengetahui kondisi Anda seperti itu, jangan harap dia mau kembali diwawancarai.

                                      Selamat berkarya!!!

                                      Read Full Post »

                                      OPENING TUNE:

                                      Durasi sekitar 10 sampai 15 detik.

                                      1. Opening Tune atau Signature Tune tanpa vokal.
                                      2. Opening Tune atau Siganture Tune dengan vokal.

                                      Contoh naskah OT/ST dengan vokal:

                                      ”Warta Berita… Kumpulan Berita Terbaru Hari ini”

                                      ”Info pagi… Info pagi…”

                                      ”Breaking News…”

                                      “News Update…”

                                      BRIDGING TUNE:

                                      1. BT tanpa vokal.
                                      2. BT dengan vokal.

                                      Bridging biasanya memiliki musik yang sama dengan opening tune, tapi dengan durasi yang lebih pendek. Hanya sekitar 5 detik. Tapi terbuka juga kemungkinan menggunakan musik yang berbeda tapi tetap satu warna.

                                      Penggunaan bridging untuk penutup atau pembuka setiap segmen.

                                      Contoh naskah BT dengan vokal:

                                      ”Elshinta News and Talk”

                                      ”News Update”

                                      Bridging penutup segment:

                                      “News Update akan segera kembali…”

                                      Bridging pembuka segment:

                                      “Kembali dalam News Update…”

                                      CLOSING TUNE:

                                      Seperti Opening Tune, Closing tune punya durasi 10 – 15 detik. Musiknya bisa sama atau berbeda dengan opening tune. Kebanyakan, sama dengan opening.

                                      1. CT tanpa vokal.
                                      2. CT dengan vokal.

                                      Contoh naskah CT sama dengan naskah Opening Tune.

                                      CONTINUITY TUNE:

                                      Sebuah tune yang jarang digunakan di radio, tapi sudah sangat jamak dilakukan di televisi. Di TV, biasanya dalam bentuk display acara apa yang akan tayang berikutnya, setelah acara yang satu selesai.

                                      Di radio, acara selanjutnya seringkali tidak diketahui. Hanya pendengar setia yang tahu, acara apa berikutnya. Sebagian radio mulai melakukan pemberitahuan dalam bentuk teaser oleh penyiar acara sebelumnya.

                                      Continuity Tune harus berisi vokal. Musinya pun harus khas yang berbeda dengan tune yang lain.

                                      Contoh naskah CT:

                                      ”Baru saja Anda simak Warta Berita, selanjutnya segera Anda nikmati acara MUSIK PAGI, bersama….”

                                      ”Sebentar lagi kita ikuti Talkshow Interaktif bersama Wimar Witoelar”

                                      Biasanya CONTINUITY TUNE muncul jika acaranya bersponsor.

                                      Contoh:

                                      “Segera Anda simak talkshow interaktif tentang susu bayi yang dipersembahkan oleh Dancow, selamat mengikuti…”

                                      Continuity Tune muncul sebelum Opening Tune/Signature Tune.

                                      SMASH TUNE:

                                      Sebuah musik singkat yang berfungsi sebagai pemisah antara satu informasi ke informasi berikutnya. Atau antara vokal dengan musik, atau antara tema yang berbeda. Fungsinya sebagai penanda bahwa penyiar menyampaikan sesuatu yang berbeda. Fungsi lain memberikan variasi kepada pendengar agar tidak jenuh.

                                      Durasi hanya sekitar 2 sampai 3 detik. Berupa instrument musik seperti bunyi drum, atau campuran drum dengan instrumen musik lainnya.

                                      Fungsinya: untuk menandai perubahan tema atau isi siaran dan menarik perhatian pendengar.

                                      Read Full Post »

                                      Produksi Siaran Radio pekan 2

                                      Pertemuan Kedua:

                                      Tim Produksi (Hiburan/News)

                                      Peralatan Produksi

                                      Suara dan Musik Radio (SFX)

                                      Organisasi Radio

                                      Pemilik

                                      General Manager

                                      Station Manager – Marketing/Sales/Keuangan

                                      Program Director – Produser – Penyiar – Reporter – Penulis Naskah

                                      Music Direktor

                                      Tim Produksi

                                      Hiburan/Musik:

                                      Produser

                                      Penulis Naskah/Riset

                                      Direktur Musik (Music Director)

                                      Operator Produksi

                                      News:

                                      Produser

                                      Reporter

                                      Penulis Naskah

                                      Operator Produksi

                                      Tugas Tim Produksi

                                      Produser:

                                      Bertanggung jawab atas produk yang dihasilkan.

                                      Menyediakan produk tepat pada waktunya.

                                      Mengkoordinir tim produksi.

                                      Mengatur alur kerja tim produksi.

                                      Menyediakan semua keperluan tim produksi.

                                      Menjadi jembatan tim dengan pihak lain.

                                      Penulis Naskah/Riset:

                                      Menyediakan naskah sebagai bahan produksi/bahan siaran.

                                      Menyediakan bahan tepat pada waktunya.

                                      Memastikan keakuratan data dan pengayaan data melalui riset.

                                      Operator Produksi:

                                      Memproduksi sesuai perintah produser.

                                      Memiksing bahan mentah menjadi sebuah bahan layak siar.

                                      Mengerjakan dalam tempo sesuai keperluan tim.

                                      Peralatan Produksi

                                      Tape Recorder

                                      Headphone/earphone

                                      Komputer editing dengan software suara (cool edit) dan speaker.

                                      Studio rekaman (studio berisi mikser, mike, speaker dan komputer bersoftware cool edit)

                                      Peralatan lengkap di studio

                                      Microphone

                                      Audio Console (mixing console)

                                      Tape Recorder

                                      Real to real tape machine

                                      CD (compact disc) player/writer

                                      DVD (digital compact disc) player

                                      Turntable (piringan hitam)

                                      Power Amplifier (monitor)

                                      Headphone

                                      Computer

                                      Output Radio (Suara dan Musik)

                                      Rumus 3S + 1W

                                      Song

                                      Sound

                                      Silent (kenapa silent masuk kategori output?)

                                      Word

                                      Yang paling penting adalah bagaimana mengelola semua output tersebut.

                                      Tahap-tahap Produksi

                                      Pra Produksi (Persiapan dan Perencanaan)

                                      Produksi (Membuat rundown acara, Menulis naskah, Take Voice dan Miksing)

                                      On air (Memastikan pengudaraan program dan mendengarkan)

                                      Pasca Produksi (Evaluasi dan perbaikan)

                                      Read Full Post »

                                      Produksi Berita Radio 2

                                      Pertemuan kedua

                                      Karakter Radio

                                      Lebih jauh ttg Berita

                                      Tim Redaksi

                                      Karakteristik Radio Siaran

                                      nAudio Only

                                      nTheater of Mind

                                      nPersonal

                                      nCepat

                                      nSecondary Medium

                                      nKarakter lainnya (portabel, murah, interaktif, jangkauan… dll)

                                      Nilai Berita

                                      nKonflik

                                      nUnik

                                      nKebaruan

                                      nKedekatan

                                      nKepopuleran

                                      nHuman Interest

                                      nDll

                                      Syarat-syarat Berita

                                      nAccuracy (akurat)

                                      nBrevity (ringkas)

                                      nClarity (jelas)

                                      nSimplicity (sederhana/ mudah dicerna)

                                      nImpartial (tidak memihak/berimbang)

                                      nHonesty (jujur/ tidak berbohong)

                                      Faktor Pengaruhi Berita

                                      nDeadline (jadi terburu-buru, akurat?)

                                      nDurasi (waktu pendek, kejelasan?)

                                      nMudah/sulitnya sebuah berita diperoleh (biasanya pilih yang mudah, nilai beritanya?)

                                      nKesukaan pribadi (subjektif, impartial?)

                                      nKedekatan dgn sumber (subjektif, impartial?)

                                      nKompetisi internal/eksternal

                                      Tim Produksi (Redaksi) Berita

                                      nPemimpin Redaksi (Program Director/News Director)

                                      nRedaktur (Produser)

                                      nKoordinator Liputan

                                      nReporter

                                      nPenulis Naskah/Skrip

                                      nOperator produksi

                                      Syarat Jurnalis Radio

                                      • Punya Vitalitas
                                      • Good Attitude
                                      • Jujur
                                      • Wawasan Luas dan Curious

                                      Tugas Jurnalis

                                      Menggali Informasi

                                      Melaporkan Fakta

                                      Menyederhanakan Hal Rumit

                                      Menyampaikan Pertanyaan Netral.

                                      Tugas Penulis Naskah

                                      Memilih dan Menyaring Informasi

                                      Menyederhanakan Hal Rumit

                                      Menulis dengan Netral

                                      Proses Produksi Berita

                                      nPersiapan (Mau buat apa? Rapat Redaksi)

                                      nPerencanaan (Penjabaran ide, penentuan narasumber, musik, backsound, insert dll)

                                      nEksekusi (Kerangka waktu dan pelaksanaan, produksi suara dan naskah – di dalam dan di luar studio)

                                      nOn air

                                      nEvaluasi

                                      Contoh Rencana Program

                                      Tema: Anak Jalanan

                                      Angle: Memotret kehidupan anak jalanan di sekitar pusat kekuasaan (Ring satu sekitar Monas – Istana)

                                      Bentuk Program: Feature

                                      Durasi: 15 Menit

                                      Pengerjaan: 2 hari

                                      Narasumber: Anak jalanan, pengguna jalan, orang istana, pengamat.

                                      Reporter: Endah

                                      Produser: Tirza

                                      Penjabaran lebih rinci tentang rencana program, terdapat dalam TOR (term of Reference)

                                      Read Full Post »

                                      Apa itu Radio?

                                      ­Radio adalah media auditif, yang hanya bisa dinikmati dengan alat pendengaran. Radio menjadi media penyampai gagasan, ide dan pesan melalui gelombang elektromagnetik, berupa sinyal-sinyal audio.

                                      Apa itu Radio Siaran?

                                      ­Versi Undang-undang Penyiaran no 32/2002: kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran, yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan.

                                      Karakteristik Radio

                                      ­Theater of Mind

                                      ­Personal

                                      ­Sound Only

                                      Karakter lainnya: At Once (cepat/segera/seketika), heard once (didengar sepintas), secondary medium/half ears media (teman dalam aktivitas), murah, mobile/portable (mudah dibawa/dipindahkan), lokal (factor kedekatan), linear.

                                      Keunggulan Radio versi Kenneth Roman:

                                      ­Kemampuan untuk mengembangkan imajinasi pendengar (Theater of Mind).

                                      ­Kemampuan selektivitas memilah program dan segmen khalayak.

                                      ­Fleksibel karena mudah dibawa kemanapun.

                                      ­Personal sehingga mampu menjadi sahabat pendengar.

                                      Jenis-jenis Radio Siaran

                                      Berdasarkan Frekuensi:

                                      ­Frekuensi Modulasi (FM) bergerak pada frekuensi 87 MHz sampai 108 MHz.

                                      ­Amplitudo Modulasi (AM) atau Medium Wave (MW) berada pada jalur 540 sampai 1600 KHz.

                                      ­Short Wave (SW) mempunyai ruang frekuensi yang sangat lebar yaitu dari 1600 KHz sampai 30.000 KHz.

                                      Berdasarkan Penyelenggara:

                                      ­Radio milik negara

                                      ­Radio publik

                                      ­Radio swasta/komersial

                                      ­Radio komunitas (kampus/LSM)

                                      ­Radio asing

                                      Jenis Program Radio

                                      Ada dua kategori besar:

                                      ­Berita

                                      Current affair

                                      Feature

                                      Interview, dll.

                                      ­Hiburan

                                      Musik

                                      Humor

                                      Kuis, dll.

                                      Materi Pendukung

                                      ­Iklan

                                      Iklan komersial

                                      Ad-lib

                                      ILM/PSA

                                      Promo Program, dll.

                                      * Jingle

                                      Station ID

                                      Cue opening/closing program

                                      Bridging, dll.

                                      Read Full Post »

                                      Older Posts »