Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Menulislah’ Category

Setelah sukses berbagi pengetahuan di Universitas Bina Nusantara, Akutahu.com kembali membagi ilmu menulis kepada mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong, 15 Mei lalu. Pembicaranya masih Dodi Mawardi, penulis buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, penulis profesional, trainer penulisan dan mentor di Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI). Sekitar 50 mahasiswa UMN, sebagian besar dari Ilmu Komunikasi, menghadiri seminar dengan tajuk “Akulah Si Penulis.”

Screenshot_2017-05-15-19-40-04_resized

Dalam kesempatan itu, Dodi Mawardi memberikan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan 1001 macam peluang penulisan, mulai dari penulis buku, penulis di media massa, penulis di media internet sampai bagaimana memanfaatkan media sosial untuk keuntungan materi dengan tulisan. Peserta sangat antusias bertanya terkait peluang-peluang tersebut, terutama peluang penulisan di media sosial dan peluang menjadi ghost writer atau co-writer.

Screenshot_2017-05-15-19-40-57_resized

Seperti dalam seminar dan workshop lainnya, Dodi Mawardi membawakan materi dengan penuh kegembiraan. Setiap materi diselingi dengan permainan khusus kata-kata (writing challenge), yang memacu adrenalin para peserta. Di setiap permainan, motivator menulis ini menghadiahi peserta terbaik dengan sejumlah buku. Panitia pun menambahinya dengan hadiah berupa bingkisan dari sponsor.

Read Full Post »

 

Mari Kita Rawat dan Lestarikan Bumi

Rumah kita satu-satunya

Yayasan Bhakti Suratto menyelenggarakan:

Lomba Cipta Puisi Genre Sastra Hijau 2015

Tema: MERAWAT DAN MELESTARIKAN BUMI BESERTA ISINYA

Berhadiah Uang Tunai, 101 Karya Puisi Pilihan dibukukan

Puisi  Terbaik mendapat penghargaan

Suratto Green Literary Award

Puisi  Terpilih mendapat  penghargaan

Suratto Green Literary Appreciation 

 

 

Syarat-Syarat Lomba:

  • Lomba terbuka untuk 4 (empat) kategori:

(A) Tingkat Pelajar SD;

(B) Tingkat Pelajar SMP/SLTP;

(C) Tingkat SMA/SLTA;

(D) Tingkat Mahasiswa & Umum (Guru, Dosen, Penyair dan Masyarakat Umum).

Peserta adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Tanah Air maupun yang tinggal di luar negeri/mancanegara dalam rangka studi atau sedang bertugas.

 

  • Lomba dibuka  1 Oktober  2015 dan ditutup  30 Oktober 2015 pukul 24.00 WIB.
  • Puisi yang dilombakan merupakan karya asli dan sedang tidak diikutsertakan dalam lomba, bertema Merawat dan Melestarikan Bumi beserta isinya
  • Panjang puisi maksimal 4 (empat) bait, ditulis dengan huruf Times New Roman, font 12, berjarak 1,5 spasi tiap baitnya dan 2 (dua) spasi untuk jarak bait berikutnya. Bagi puisi naratif, per bait boleh lebih dari 4 (empat) larik  maksimal  8 (delapan larik) dan terdiri atas hanya 3 (tiga) bait
  • Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 2 (dua) judul puisi, dilampiri scanning identitas KTP atau Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa, foto pose menarik/enak dipandang  dan Surat Pernyataan Karya Asli yang ditandatangani di atas Materai Rp 6.000,- kemudian di-scanning, dikirim melalui e-mail:  rayakultura@gmail.com dan cc ke: sekolahmenulis@gmail.com
  • Manuskrip puisi yang dilombakan menjadi milik Panitia Lomba  dan hak cipta milik penyair.
  • Penentuan Pemenang  – Total karya  puisi yang masuk ke Meja Panitia Lomba akan diseleksi sebanyak 101 judul dan dipilih pemenangnya sebagai berikut:

Puisi Terbaik Kategori A;

Puisi Terbaik Kategori B;

Puisi Terbaik Kategori C dan

Puisi Terbaik Kategori D.

Karya puisi 97 judul yang tidak menang  sebagai  Puisi Terpilih

 

  • Hadiah untuk Pemenang:

Puisi Terbaik Kategori A – Uang Tunai Rp 750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) +  Suratto Green Literary Award;

Puisi Terbaik Kategori B – Uang Tunai Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) + Suratto Green Literary Award;

Puisi Terbaik Kategori C – Uang Tunai Rp 1.250.000,- (Satu Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) + Suratto Green Literary Award  dan

Puisi Kategori D – Uang Tunai Rp 1.500.000,- (Satu  Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) + Suratto Green Literary Award.

Sebanyak 97 Judul Puisi Terpilih mendapat penghargaan Suratto Green Literary Appreciation dalam bentuk digital.

Pajak Hadiah ditanggung oleh masing-masing pemenang

Puisi 101 judul yang terseleksi akan dibukukan sebagai antologi,  diterbitkan oleh Yayasan Bhakti Suratto sebagai penyelenggara lomba.

 

  • Pengumuman Pemenang tanggal 19 November 2015, melalui Website Laskar Pena Hijau: www.laskarpenahijau.com Website Rayakultura: www.rayakultura.net dan Mediasosial: Fabebook, Twitter
  • Penyerahan hadiah bagi para pemenang diberikan pada Peringatan Hari Pohon Dunia – 21 November 2015 Pukul 09.00 – Selesai dalam Acara Anugerah Suratto Green Literary Award. Acara tersebut disertai  berbagai pentas sastrawi dan  Pembacaan serta Pentas Puisi Pemenang Lomba Cipta Puisi Genre Sastra Hijau (LCPGSH) 2015 – Suratto Green Literary Award,   bertempat di Amphi Theatre Sekolah Alam Cikeas Cibubur.
  • Panitia tidak menanggung transportasi dan akomodasi para pemenang juga para pembaca dan pementas puisi.

 

  • Dewan Juri terdiri dari:

Maman S. Mahayana – Ketua Dewan Juri

Naning Pranoto – Anggota

Kurniawan Junaedhie – Anggota

Adri Darmadji Woko – Anggota

Dodi Mawardi – Anggota

Ewith Bahar – Anggota

Shinta Miranda – Sekretaris

 

 

 

Cikeas, 30 September 2015

 

Naning Pranoto

Ketua Pelaksana  LCPGSH 2015

 

 

Read Full Post »

BEASISWA PELATIHAN MENULIS LINGKUNGAN
Laskar Pena Hijau 2015

 

Kesempatan Langka!
Yayasan Bhakti Suratto bekerjasama dengan Sekolah Menulis Kreatif Indonesia dan Rayakultura, memberikan beasiswa pelatihan penulisan hijau kepada 30 orang terpilih.
Pelatihan berlangsung selama 6x pertemuan di Cibubur Jakarta, dengan materi tentang ilmu menulis (fiksi/non fiksi), jurnalistik dan bentuk tulisan lainnya dengan semangat pelestarian lingkungan.

 

Daftarkan diri Anda melalui email:
sekolahmenulis@gmail.com
Paling lambat 12 Agustus 2015
Sertakan CV Anda.
Judul email: Laskar Pena Hijau

 

Syarat:
– Usia minimal 17 tahun
– Mampu berbahasa Indonesia lisan/tulisan
– Pernah menulis di media massa dan atau rajin menulis di website/blog.
– Minat besar di bidang penulisan lingkungan (fiksi/non fiksi)
– Bersedia menjadi anggota Laskar Pena Hijau.
– Lampirkan karya tulis yang pernah dimuat di media massa atau cantumkan alamat web/blog.

Mentor: Naning Pranoto, Farick Ziat dan Dodi Mawardi

Mari Kita Rawat dan Lestarikan Bumi. Rumah Kita Satu-satunya!

 

 

Salam Pena Hijau

 

 

Beasiswa Menulis Lingkungan Laskar Pena Hijau

Read Full Post »

 

Nama penulis pidato menjadi buah bibir, gara-gara kesalahan Presiden Jokowi ketika menyebutkan kota kelahiran Soekarno. Jokowi menjadi bulan-bulanan publik. Namun di balik itu, ternyata terdapat seorang yang paling bertanggung jawab atas kesalahan tersebut, yaitu penulis pidato presiden.

 

Penulis pidato presiden tentu bukan orang sembarangan. Dia bukan penulis biasa. Dari berbagai sumber, IlmuMenulis.Com mendapatkan informasi bahwa penulis pidato Presiden Jokowi saat ini salah satunya adalah Sukardi Rinakit, seorang pakar politik yang mendukung Jokowi sejak kampanye 2014 lalu. Sukardi dikenal bernas dalam mengamati perkembangan politik Indonesia. Tak heran jika sosoknya disukai sejumlah kalangan, termasuk Jokowi dan timnya.

http://www.yosuna.com

Penulis pidato lain yang terkenal adalah Djohan Effendi dan Yusril Ihza Mahendra. Mereka menjadi penulis pidato presiden Soeharto. Untuk menjadi penulis pidato kepala negara/pemerintahan, memang dibutuhkan orang-orang yang mumpuni dalam ilmu politik, hukum dan ketatanegaraan. Pada masa pemerintahan SBY, yang dikenal luas publik sebagai penulis pidato presiden SBY adalah Dr. Dino Patti Djalal. Lagi-lagi, doi bukan orang sembarangan. Ilmu dan wawasannya sangat luas. Cerdas sudah pasti!

 

Biasanya, karir para penulis pidato kinclong. Yusril Ihza misalnya. Kemudian menjadi Menteri. Demikian pula Djohan Effendi. Dino Patti, menjadi duta besar dan kemudian wakil menteri. Di level yang sedikit lebih rendah, kita bisa melihat karir Nurhayati Assegaf, politisi Demokrat, yang sempat menjadi penulis pidato ibu negara Ani Yudhoyono. Sekarang dia menjadi petinggi Demokrat dan DPR.

 

Lalu bagaimana sebenarnya peluang profesi penulis pidato? Kalau kita lihat dari contoh-contoh di atas, sebagian besar para penulis pidato itu tidak berprofesi sebagai penulis. Mereka adalah politisi, pakar hukum, atau pakar politik yang “nyambi” menjadi penulis pidato. Profesi utama mereka bukan penulis.

 

Hal ini berbeda dengan profesi penulis pidato di negara maju seperti  Jon Favreau, penulis utama pidato presiden Barrack Obama. Dia memang berprofesi sebagai penulis. Atau Ben Rhodes, yang juga ketua tim penulis pidato khusus kebijakan luar negeri Gedung Putih. Mereka menjadikan menulis pidato sebagai profesi utama.

Jon Favreau, penulis pidato Obama (www.ciputraentrepreneurship.com)

 

Setahu saya, di Indonesia belum ada orang yang mengkhususkan diri sebagai penulis pidato. Sebagian besar hanya menjadikan penulisan pidato sebagai pekerjaan sampingan, atau mungkin batu loncatan untuk karir berikutnya.

 

Honor/Pendapatan Penulis Pidato

Sebuah pertanyaan menggelitik tentang berapa honor atau pendapatan penulis pidato? Kalau ditanyakan kepada Jon Favreau atau Ben Rhodes sudah pasti isi jawabannya akan sangat menggiurkan. Catat ya, gaji Favreau mencapai US$172.000 per tahun. Kalau dirupiahkan setara dengan Rp 2,2 Miliar. Atau sekitar Rp 185 juta per bulan. Setara dengan gaji Deputi Gubernur Bank Indonesia atau para dirut Bank BUMN!

 

Bagaimana dengan di Indonesia? Belum ada data pasti tentang honor penulis naskah pidato. Tapi sebuah fakta menarik muncul pada masa awal kepemimpinan Jokowi – Ahok di DKI Jakarta. Mereka meributkan soal anggaran penulisan naskah pidato gubernur dan wagub yang mencapai Rp 1,2 miliar per tahun. Dari angka itu berarti setiap bulan penulis pidato mendapatkan Rp 100 juta. Oh, besar juga bukan? Tapi kita belum tahu, berapa banyak jumlah penulis pidatonya.  Kemungkinan lebih dari 1 orang, karena harus membuat naskah pidato buat dua orang yaitu gubernur dan wakil gubernur. Dan satu lagi… bukan rahasia jika besaran anggaran itu biasanya tidak seluruhnya sampai ke tangan yang berhak.

 

Apalagi jika menilik fakta lain di Provinsi Jawa Tengah. Di sana, anggaran biaya penulisan naskah pidato gubernur dalam APBD setahun mencapai Rp 450 juta. Tapi perhatikan rinciannya. Ternyata, sebagian besar bukan buat honor penulisnya.

  1. Panitia pelaksana kegiatan Rp 258.912.000.
  2. Uang lembur PNS Rp 49.950.000.
  3. Belanja alat tulis kantor Rp 31.370.000,
  4. Belanja paket pengiriman Rp 7.350.000.
  5. Belanja cetak dan. penggandaan Rp. 75.418.000,
  6. Belanja makan dan minum Rp 4.800.000
  7. Belanja perjalanan dinas dalam daerah Rp 22.200.000.

 

Dugaan kuat, biaya penulis termasuk ke dalam panitia pelaksana kegiatan, yang menyedot sekitar 50% anggaran. Jangan-jangan di DKI Jakarta pun demikian.

 

Artinya, honor penulis pidato di Indonesia belum begitu menjanjikan. Apalagi masih banyak orang yang menganggap sepele naskah pidato. “Masak buat naskah pidato saja harus semahal itu?” demikian bunyi pendapat terbanyak. Tapi, ketika isi pidato presiden keliru atau tidak menarik, maka sudah pasti yang menjadi sasaran tembak adalah penulis pidatonya!

 

Bagaimana tertarik menjadi penulis naskah pidato? Awali dengan naskah pidato kepala desa, lalu camat, terus bupati, kemudian gubernur atau para menteri, anggota DPR, DPD, pemimpin perusahaan besar dan puncaknya menjadi penulis pidato presiden.

 

 

Dodi Mawardi

Pemred IlmuMenulis.Com

Pendiri Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

Penulis lebih dari 50 judul buku

Read Full Post »

Oleh Dodi Mawardi

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

3 cara

Cara terbaik untuk meningkatkan sebuah kemampuan adalah dengan terus melakukannya (praktik) dan berlatih. Seorang sopir akan mahir mengendarai mobilnya, bila setiap hari dia selalu berada di balik kemudi. Praktik, praktik dan praktik. Sesekali saja dia membaca buku atau bertanya kepada orang lain, untuk menyempurnakan caranya mengendarai. Sesekali pula dia melihat orang lain melakukannya, lalu dia tiru. Begitupun menulis. Menulislah terus, lalu baca buku orang lain, praktik, tiru cara orang lain, praktik dan seterusnya.

Saya pun memperbaiki kemampuan dengan cara itu. Saya selalu menulis setiap saat, bahkan ketika tidak ada media apapun yang saya miliki. Tidak ada kertas, pena apalagi smartphone, laptop dan komputer. Tapi saya tetap berupaya untuk selalu menulis setiap saat. Sekali lagi setiap saat. Saya masih punya satu media lagi, yang tidak akan pernah lepas hingga meregang nyawa, yaitu kepala yang di dalamnya terdapat mesin ultra canggih yang biasa disebut otak.

Menulis di kepala, demikian sejumlah pakar penulisan menyebutnya. Jadi meski tanpa media yang biasa dipakai buat menulis pun, saya tetap bisa melakukan kegiatan rutin yang tidak bersifat rutinitas yaitu menulis. Dengan cara itu, saya yakin kemampuan selalu berubah ke arah yang lebih baik. Tentu saja dengan sejumlah kegiatan penunjang lainnya.

Apa kegiatan penunjangnya?

Berikut ini, 3 kegiatan penunjang yang akan membuat praktik menulis Anda semakin baik.

  1. BERGAULLAH DI LINGKUNGAN PENULIS. Ini menjadi salah satu hukum alam, bahwa bila Anda selalu dekat dengan harimau, maka lama-lama Anda pun akan pintar mengaum atau mencakar. Jika Anda selalu akrab dengan pencopet, suatu saat Andapun akan pintar mencopet. Menulis pun demikian.
  1. MILIKILAH MENTOR. Saya sangat menyarankan kepada Anda untuk memiliki minimal satu mentor, untuk meningkatkan kemampuan Anda menulis. Jangan merasa berat dulu untuk mencari mentor, karena mentor bisa berarti macam-macam. Dengan memiliki mentor, maka Anda akan mendapatkan role model penulisan yang sudah terbukti manjur. Anda tidak akan menjadi kuda binal yang lepas kendali, punya nafsu besar dalam menulis tapi sama sekali tidak beraturan dan tidak terarah.
  1. BACA BUKU-BUKU TENTANG MENULIS. Atau buku lain yang Anda sukai. Bagaimanapun buku adalah jendela ilmu utama. Ironis bila seorang penulis tidak suka membaca buku. Maka, langkah jitu menjadi penulis adalah milikilah buku-buku terutama tentang penulisan. Dengan memiliki buku-buku tersebut, Anda akan mendapatkan sejumlah jurus baru dalam menulis. Atau paling tidak akan mampu menjaga motivasi Anda untuk selalu menulis.  Rajin juga datangi toko buku. Masak seorang penulis, malas ke toko buku?! Di rak buku saya, terdapat tidak kurang dari 50 judul buku tentang penulisan.

BUku buku penulisan

Saya pikir dengan ketiga langkah tersebut, plus praktik secara terus menerus, maka kemampuan menulis akan bisa terus meningkat. Terbukti buat saya sendiri, dengan melakukan hal-hal tersebut, saya merasa bisa terus memperbaiki diri dan terus menelurkan karya.

Selamat menulis!

Read Full Post »

 

 

Banyak orang yang bingung ketika memulai menulis buku.

“Apa yang mau ditulis?” begitu mereka biasanya bertanya.

Namun sebagian orang lainnya justru sukses besar dengan buku pertamanya. Sebut saja sahabat saya, Masbukhin Pradana, yang buku pertamanya “Karyawan Beromzet Miliaran” dicetak ulang sampai berkali-kali.

Apa yang dia tulis?

 

Cara-cara berbisnis buat mereka yang masih jadi karyawan. Sebuah tulisan tentang pengalamannya sendiri. Ya, pengalaman yang menjadikannya sebagai orang berhasil. Itulah salah satu tema terbaik yang bisa dijadikan buku. Pengalaman sendiri, keahlian sendiri, hobi, kondisi diri sendiri dan sendiri-sendiri lainnya.

 

Maka bila sekarang masih bingung juga mau membuat buku tentang apa, saran saya: Mulailah dari diri sendiri.

 

Jika Anda hobi merawat bunga, tulislah tentang bagaimana cara terbaik merawat bunga.

Bila Anda punya keahlian menggambar, tulislah buku tentang seluk beluk menggambar.

Kalau Anda punya pengalaman menarik, tuliskanlah.

Andai Anda tidak punya apa-apapun dan tidak punya pengalaman menarik, bisa menjadi sebuah tulisan dengan tema: Susahnya hidup tanpa punya apa-apa atau Merananya hidup tanpa pengalaman menarik.

 

Semua bisa menjadi bahan tulisan bukan?!

 

Selamat menulis!

 

 

Dodi Mawardi

Pendiri Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

 

Read Full Post »

Kemampuan menulis anak Indonesia termasuk rendah dibandingkan dengan kemampuan menulis anak-anak seusianya di negara lain. Hal itu terlihat salah satunya dari jumlah buku anak yang ditulis oleh anak-anak di Indonesia dibandingkan di negara maju. Jumlah penulis anak (yang masih anak-anak) masih sangat minim. Sebagian besar buku anak di Indonesia ditulis oleh orang dewasa.

 

Beberapa penerbit berupaya memacu minat anak untuk menulis. Yang paling berhasil adalah grup Mizan dengan komunitas KKPK ( Kecil Kecil Punya Karya) yang kemudian disusul oleh komunitas serupa dari grup yang sama tapi dari lini penerbit berbeda yaitu PCPK (Penulis Cilik Punya Karya).  Sejak munculnya perhatian penerbit tersebut, maka lahirnya sejumlah penulis cilik dengan karya-karya orisinalnya.  Meski demikian, jumlah penulis cilik di Indonesia belum juga memadai.

 

Nah jika Anda memiliki anak yang berminat di bidang tulis menulis atau membuat anak Anda lebih mahir menulis, ada beragam cara yang bisa dilakukan. Silakan simak tips-tips di bawah ini.

1. Tumbuhkan dulu minat membacanya. Bagaimanapun membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mengisi kepala anak dengan beragam informasi dan pengetahuan positif. Semakin banyak buku atau materi yang dibaca semakin banyak isi kepala anak, yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Membaca menjadi kunci keberhasilan dalam menulis.

 

2. Biasakan berdiskusi. Sebagai orang tua, biasakan melakukan diskusi dengan anak dalam berbagai hal dan bidang. Untuk itu, Anda sebagai orang tua harus memiliki wawasan memadai agar dapat berdiskusi dengan baik. Kebiasaan berdiskusi ini akan memacu otak anak terus berkembang dan membiasakan diri mengekspresikan pendapat sedini mungkin.

 

3. Bermain bahasa. Dasar dari menulis adalah bahasa. Maka, kita harus mengajarkan anak bagaimana bahasa yang baik dan benar serta komunikatif. Tidak mudah. Tapi kita harus tetap memperkaya kosa kata karena anak-anak akan belajar langsung dari kita sebagai orang tuanya. Selain dari bahan bacaan, sumber utama kosa kata anak-anak berasal dari orang tuanya. Pernahkah Anda ditanya oleh anak, “Pah/mah… kata ini artinya apa?”

 

4. Rutin kunjungi toko buku atau perpustakaan. Kegiatan ini mengasyikkkan karena memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih buku yang diinginkannya. Kegiatan ini juga memberikan dampak kepada anak untuk menghargai buku dan ilmu pengetahuan.

 

5. Latihan menulis. Tidak bisa tidak… memang harus rajin berlatih menulis untuk meningkatkan kemampuan menulis anak. Tidak perlu yang rumit. Cukup biasakan anak menulis apa saja yang dialaminya sehari-hari. Artinya, sebuah diari atau buku harian sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan menulis anak. Pada level berikutnya, biasakan mengemukakan pendapat lewat tulisan.

 

Kabar gembira buat Anda yang ingin meningkatkan kemampuan menulis anak, karena mulai Maret 2015, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) membuka kelas tatap muka Menulis Kreatif untuk Anak-anak. Belajar menulis yang lebih terarah dipandu oleh penulis profesional mentor SMKI.

Hubungi 021-94800033 atau

email:  sekolahmenulis@gmail.com 

 

Read Full Post »

Di sebuah rumah sederhana, terlihat seorang anak sedang bercengkrama dengan ibunya. Rio, begitu nama anak itu dan Dinda nama ibunya.

“Ma, aku mau tahu ttg kakek Dodi dong…” ujar anak itu kepada ibunya.
“Eh tumben, Rio mau tahu cerita ttg Kakek Dodi,” jawab Dinda sambil memandangi huah hatinya yang baru kelas 3 SD.

“Rio kan nggak tahu kakek Dodi spt apa. Kakek kan sudah pindah ke surga,” jawab Rio polos. Sang ibu tersenyum. Memorinya terbang ke masa masa ketika mertuanya, Kakek Dodi masih hidup.

“Itu ambil saja buku di lemari, rak paling bawah dan yang paling kanan. Ada buku karya Kakekmu. Di buku itu, ada profil kakek Dodi…”
Tanpa pikir lama, Rio langsung mengambil buku itu dan membacanya. “Wah, kakek Dodi ternyata penulis buku ya… aku tahu banyak ttg kakek.”

“Terus kalau Kakek Doni aku bisa dapat ceritanya darimana Ma…” tanya Rio setelah selesai membaca profil kakek Dodi.

“Nah, itu di lemari paling atas ada buku ttg kakek Doni. Ambil dan baca saja…” jawab Dinda. Dia bangga juga melihat rasa ingin tahu anaknya.
Kedua kakek Rio memang sudah lama tiada.

“Ma, buku yang mana?” tanya Rio sambil melihat lihat jejeran buku di lemari bagian paling atas.
“Itu di depan kamu, yang dekat Al Quran,” kata Dinda sambil menunjuk ke arah lemari.

“Mana Ma, adanya cuma buku Yasin, mengenang meninggalnya kakek Doni…” jawab Rio sambil membaca sampul buku Yasin.
“Iya, hanya itu buku yang ada kakek Doninya…”

21 - buku yasin

 

Sahabat, itulah bedanya seorang yang menulis buku dan tidak menulis buku. Anak cucu Anda akan merasakan akibatnya.

Read Full Post »

(Dikutip dari buku Cara Mudah Menulis Buku Metode 12 Pas)

Ketika saya pertama kali berniat menulis buku, maka tujuan pertama saya adalah  INGIN MEMBUKTIKAN bahwa saya bisa menulis buku. Tujuan ini begitu kuat mendorong dan memotivasi saya, untuk mewujudkan buku tersebut. Saya yakin saya bisa. Orang lain bisa kenapa saya tidak?

Berkat tujuan ini, seluruh potensi saya kerahkan untuk mewujudkannya. Sejak dulu, saya yakin setiap apa yang saya inginkan jika dilaksanakan dengan baik, fokus dan selalu memohon pertolongan Yang Maha Kuasa, maka akan tercapai. Keyakinan ini saya tanamkan dalam diri, dengan selalu merenungkannya setiap hari, lalu diimplementasikan ke dalam tindakan.

Alhamdulillah, tujuan itu tercapai dalam tempo yang tidak terlalu lama. Benar kata para penulis buku The Secret atau The Law of Attraction, jika kita punya tujuan dan fokus pada tujuan itu dalam HATI, UCAPAN dan TINDAKAN, maka seluruh alam akan mendukung. Ada saja pihak yang tertarik mendukung tujuan saya tersebut. Mulai dari teman pengusaha, teman sepermainan sampai teman baru di penerbitan.

Nah, bagi Anda yang sekarang masih belum ‘mampu’ mewujudkan bukunya, alangkah baiknya jika kembali merenungkan apa tujuan membuat buku tersebut. Terserah Anda, yang penting tujuan itu mampu memberikan motivasi kuat. Seperti dalam artikel terdahulu, saya meyebutkan banyak sekali manfaat tulisan/buku bagi setiap profesi, mulai dari karyawan sampai pengusaha. Bisa saja manfaat-manfaat itu dijadikan tujuan. Dan tujuan itu, jika sudah tercapai, bisa berubah dengan tujuan baru untuk buku berikutnya.

 

Setelah tujuan INGIN MEMBUKTIKAN bahwa saya bisa menulis buku tercapai, untuk buku-buku berikutnya saya mengubah tujuan tersebut. Yaitu MENJADIKAN MENULIS BUKU sebagai profesi. Tujuan yang satu ini makin menguatkan motivasi menulis, karena yakin potensi bidang ini sangat menjanjikan. Saya terlecut untuk membuktikan, bahwa menulis buku memang bisa menjadi profesi, setara dengan profesi lainnya. Kasarnya, kalau saya tidak menulis buku, maka saya dan keluarga tidak bisa makan!

 

            So, segera rumuskan tujuan menulis buku Anda, agar semakin terpacu untuk mewujudkannya. Kian kuat tujuan itu tertanam dalam jiwa, semakin giat pula kita menulis buku. Sebaliknya, jika tujuannya hanya ALA KADARNYA, maka proses menulis pun akan ALA KADARNYA = jadi syukur, tidak jadi ya tidak apa-apa!

 

Kalau itu yang terjadi, lebih baik LUPAKAN keinginan memiliki buku sendiri!

 

Read Full Post »

Sumber dari Kompas.

KOMPAS.com – Butuh tambahan pendapatan karena gaji Anda tak juga bergerak naik? Atau mulai jenuh dengan rutinitas kerja yang 9-to-5? Jika kegelisahan ini mulai hadir dalam kehidupan karir Anda, mungkin ini saatnya untuk mencari pekerjaan sambilan yang memungkinkan untuk Anda lakukan sambil melanjutkan pekerjaan tetap Anda.

Menurut buku 55 Surefire Home Based Businesses You Can Start for Under $5,000, ada banyak peluang usaha bagi yang ingin bekerja dari rumah. Dari 55 peluang bisnis tersebut, jasa penulisan ada di urutan kesebelas. Anda bisa mengerjakan dari rumah, tanpa harus meninggalkan karir Anda yang masih ingin dipertahankan. Jika pun Anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya, dan menjadi pekerja dari rumah, tak perlu khawatir penghasilan akan menurun. Asalkan, Anda dapat memastikan jaringan sudah cukup luas dan bisa menjalin hubungan kerja dengan rekanan untuk rutin mendapatkan proyek tulisan.

Lalu apa saja profesi di bidang penulisan yang bisa dikerjakan dari rumah?
1. Copyediting
Editor banyak dibutuhkan oleh penerbit, media, atau perusahaan yang memiliki divisi penerbitan internal. Kebutuhan editor sebagai freelance pun semakin terbuka lebar. Cukup membawa bahan tulisan yang harus diedit ke rumah, lalu tentukan tenggat waktu yang disepakati bersama, dan Anda pun bebas mengatur waktu kerja asalkan memenuhi target.

2. Ghost writing
Banyak profesional yang punya ilmu khusus, tapi tak memiliki kemampuan menulis. Maka ia membutuhkan seorang penulis buku untuk menuangkan isi pikirannya ke dalam tulisan. Namun penulis buku ini tak dapat mencantumkan namanya sebagai penulis buku tersebut, karena ide dan konsep buku adalah milik profesional yang memiliki proyek tersebut. Nah, penulis buku inilah yang disebutghost writer.

Tugas Anda termasuk melakukan riset, wawancara, dan menulis sesuai pesanan si pengarang yang namanya tercantum di buku. Memang tidak bisa membuat Anda populer, tetapi baik untuk menjaga relasi dan mengasah skill menulis. Selain itu, anggap saja pekerjaan ini untuk menambah portofolio.

3. Copywriting
Disebut juga sebagai penulisan bisnis. Bentuknya bisa berupa penulisan laporan tahunan pada sebuah perusahaan, atau penulisan untuk promosi produk dan jasa. Tim kreatif dari advertising agency juga mempekerjakan seorang copywriter untuk membuat iklan yang menarik. Meski semua pekerjaan menulis menuntut kreativitas, untuk yang satu ini butuh keahlian khusus.

4. Book writing
Penulisan yang satu ini bisa berasal dari ide dan atau keahlian Anda sendiri, artinya Anda menjual ide ke penerbit. Atau menerima pesanan dari penerbit seperti buku bisnis, interior, keuangan, dan sebagainya. Jadi tak melulu harus memiliki skill khusus secara profesional. Anda bisa mewawancarai profesional untuk kemudian menjadikannya tulisan dalam bentuk media buku.

5. Menulis artikel untuk majalah
Mirip seperti sebelumnya, hanya saja medianya berbeda, yakni majalah. Biasanya editor majalah akan menugaskan apa yang harus Anda tulis, sesuai tema yang ingin disajikan setiap periodenya. Jika Anda punya stok tulisan menarik seperti cerpen atau juga catatan perjalanan, Anda juga bisa menawarkannya pada media. Jika berjodoh, Anda bisa rutin berkontribusi, kan?

6. Web page content provider
Penulis konten website pun butuh skill khusus dalam menulis. Anda bisa menghasilkan uang dari sini. Apalagi media elektronik sudah menjadi pilihan yang menguntungkan di saat kondisi percetakan makin tergusur karena harga kertas yang mahal. Selama internet hidup, selama itulah pekerjaan ini terbuka luas.

Read Full Post »

Older Posts »