Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Penuh Manfaat’ Category

Mengisi bulan Ramadhan tahun ini, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) menggelar serial seminar “Kiat Jitu Meraih Penghasilan Tambahan dari Menulis”, sebanyak tiga kali setiap Minggu, jam 13.00 – 17.00 di kawasan Rumah Sehat Cikeas Bogor. Seminar pertama dilaksanakan pada 4 Juni, lalu 11 Juni,  dan 18 Juni 2017. Peserta boleh memilih salah satu waktu seminar tersebut. Jumlah peserta sangat terbatas. Seminar ini akan dipandu langsung oleh pendiri dan mentor SMKI – Dodi Mawardi.

Seminar Sambil Ngabuburit - Kiat Jitu Raih Penghasilan Tambahan

Dodi Mawardi sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam industri penulisan. Memahami seluk beluk industri ini dari A sampai Z. Juga sebagai praktisi penulisan buku populer, ghost writer (penulis bayangan) dan co-writer yang membantu banyak tokoh serta perusahaan dalam menulis buku. Dodi juga aktif menulis artikel yang tersebar di media massa cetak serta media internet.

Bagi Anda yang ingin mengetahui kiat-kiat bagaimana memanfaatkan menulis sebagai sumber penghasilan tambahan, wajib mengikuti seminar ini. Dodi akan membagi pengetahuan dan pengalamannya, bagaimana meraih penghasilan dari beragam peluang menulis, terutama dari buku dan internet.

Segera hubungi via SMS/WA 081511417289 sekarang juga sebelum kehabisan tempat.

Investasi hanya Rp 200.000,-.

Read Full Post »

20151028_191749_resized

 

Tepuk tangan riuh undangan merespon penampilan kompilasi tarian dari berbagai daerah, menandai dibukanya pesta penulis terbesar di Asia Tenggara, Ubud Writers and Readers Festival 2015, pada Rabu malam (28/10). Tarian dari Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan, Bali, Maluku dan Papua sengaja ditampilkan panitia, sesuai dengan tema festival “17.000 Islands of Imagination”. Tema yang juga dipakai oleh Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam Frankfurt Book Fair 2015.

 

Ratusan undangan yang sebagian besar adalah penulis serta pelaku industri literasi, memenuhi tempat pembukaan di Puri Agung Ubud. Bali yang terkenal dengan budayanya, menjadi lebih semarak berkat hadirnya kekayaan budaya Indonesai dari bebagai daerah.

 

Pada perhelatan ke 12 ini, panitia mengundang tidak kurang dari 150 penulis dari berbagai negara, untuk berdiskusi dan berbagi ilmu dalam sekitar 200 event selama festival. Meski sempat tergganggu dengan isu sensitif peringatan tragedi 1965 menjelang pembukaan, panitia tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan seluruh acara sesuai izin yang dikeluarkan pemerintah setempat.

20151028_174420_resized

Dalam pembukaan tersebut, hadir seluruh muspida kabupaten Gianyar sebagai bukti dukungan pemerintah terhadap festival yang ikut serta menghidupkan kembali pariwisata Bali tersebut. Kehadiran pemerintah dalam pembukaan itu sekaligus menepis rumor sejumlah kalangan yang menyebutkan bahwa pemerintah melakukan tekanan terhadap panitia festival.

 

Mulai Kamis 29 Oktober, sejumlah acara sudah siap memanjakan para pecinta buku sampai Minggu 1 November. Dari jadwal yang dirilis panitia, terdapat beberapa acara yang menarik seperti penampilan Glenn Fredly yang mewakili budaya literasi Maluku, serta hadirnya seniman Dayak dan beberapa budaya lainnya. Tak ketinggalan peluncuran sejumlah buku serta workshop seputar dunia literasi akan melengkapi dahaga pecinta buku, termasuk sesi khusus dengan penulis muda multitalenta Raditya Dika.

 

Info selengkapnya bisa Anda klik di www.ubudwritersfestival.com

Read Full Post »

Bumi makin merana. Bumi kian meringis. Manusia harus bertindak untuk menyelamatkan bumi, rumah manusia satu-satunya. Tidak ada kata terlambat. Yayasan Bhakti Suratto/YBS (yang menaungi Sekolah Alam Cikeas, Rumah Sehat Cikeas dan Rumah Peduli Anak TKI) bersama Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) dan Rayakultura, menunjukkan kepedulian terhadap bumi dengan membentuk Laskar Pena Hijau (LPH), pada Sabtu 22 Agustus 2015 di kampus Sekolah Alam Cikeas – Puri Cikeas.

Tentang Laskar Pena Hijau

Laskar Pena Hijau adalah komunitas penulis (sastra dan non sastra) yang peduli terhadap lingkungan hidup. Mereka akan menulis beragam isu tentang lingkungan, juga bermain drama dan pentas, pembacaan puisi serta gerakan langsung pro lingkungan seperti penanaman pohon dan pembersihan sampah.

 

YBS memberikan beasiswa pelatihan Pena Hijau kepada 30 penulis yang berasal dari beragam kalangan, dengan mentor sastrawan Naning Pranoto. Pelatihan berlangsung setiap Sabtu, dimulai sejak 22 Agustus lalu. Setelah selesai pelatihan, seluruh anggota Laskar Pena Hijau wajib menulis dan mengkampanyekan semangat kepedulian terhadap lingkungan, melalui beragam media massa, internet dan media sosial.

Ketua Umum YBS – Suratto Siswodihardjo mendukung penuh gerakan ini. “Selama ini kami sudah melakukan gerakan peduli hijau dengan membangun Sekolah Alam Cikeas pada 2006 lalu. Kini kami ingin terus melakukannya dengan fokus pada konservasi alam, konservasi manusia dan konservasi budaya…”

 

Naning Pranoto, motor penggerak sastra hijau lewat Rayakultura.net mengaku gembira dengan kerjasama dan pembentukan Laskar Pena Hijau. “Cukup sulit mencari pihak yang mau mendukung gerakan sastra hijau. Saya bersyukur bisa bekerja sama untuk merawat dan melestarikan bumi, rumah kita satu-satunya.”

Pengelola Sekolah Menulis Kreattif Indonesia – Dodi Mawardi mengungkapkan, gerakan peduli lingkungan sangat tepat jika digaungkan melalui tulisan, baik sastra maupun non sastra. “Tulisan memiliki efek yang luar biasa. Maka, sungguh tepat jika gerakan peduli bumi dikampanyekan lewat tulisan. Kita punya banyak penulis hebat, yang jika disinergikan untuk tujuan mulia, maka haslnya akan luar biasa!”

 

Para peserta beasiswa penulisan Laskar Pena Hijau berasal dari beragam kalangan, mulai dari sastrawan, wartawan, penulis, blogger, pengusaha, guru, mahasiswa, pelajar sampai ibu rumah tangga. Karena keterbatasan lokasi, maka peserta angkatan pertama ini lebih banyak berasal dari wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Tugas Laskar Pena Hijau selain mengkampanyekan peduli lingkungan juga ikut mensukseskan pergelaran Indonesia Green Writers Festival 2016 mendatang.

 

Dikutip dari http;//www.ilmumenulis.com

Read Full Post »

Kondisi ibukota Indonesia yang bernama Jakarta atau dulunya disebut Batavia,  sudah semakin memprihatinkan.

Simak baik-baik data-data di bawah ini:

  1. Jumlah penduduk sudah mencapai angka 10 juta jiwa (data BPS 2014) pada malam hari. Sedangkan pada siang hari, Jakarta dipadati oleh sekitar 28 juta warga. Jakarta menjadi kota paling padat penduduk di Asia Tenggara, dan paling padat nomor 2 di dunia. Jakarta makin sumpek dan terlalu padat penduduk.
  2. Dalam sehari kendaraan yang beredar di Jakarta mencapai 20 juta unit (data dari Polda Metro Jaya 2014). Jumlah jalan raya hanya 6 persen dari wilayah. Sedangkan idealnya pada angka 17%. Jauh sekali. Pertumbuhan jalan hanya 0,01% sedangkan jumlah kendaaran setiap hari bertambah 6.000 unit. Anak kecil juga tahu, dengan angka-angka itu Jakarta  pasti macet. Tinggal tunggu waktu, kendaraan tidak akan mampu bergerak lagi. Tak salah jika sebuah survey internasional menyebutkan Jakarta sekarang (awal 2015) sebagai kota termacet di dunia.
  3. Keterangan dari Wapres Jusuf Kalla (2014), Jakarta termasuk 3 besar kota paling tinggi ketimpangan sosial antara si kaya dan si miskin. Kota lainya adalah Manila dan Bombay. Makin lama ketimpangan itu bukannya turun tapi terus naik.
  4. Survei terbaru yang dipublikasikan Economist Intellegence Unit (2015) menunjukkan hasil mencengangkan. Dari 50 kota yang diteliti di dunia, Jakarta berada di urutan pertama kota paling tak aman sejagat. Padahal menurut data dari Polda Metro, tingkat kriminalitas di Jakarta sejak 2012 sampai 2015 terus mengalami penurunan, meski sangat tipis. Bayangkan, sudah turun saja masih yang paling tak aman sedunia. Beberapa pakar menyebutkan tingkat kejahatan itu terjadi akibat ketimpangan sosial dan urbanisasi yang tak terkendali.
  5. Arus urbanisasi yang tak terkendali. Secara nasional, tahun 2010 arus urbanisasi mencapai 49,8%. Diproyeksikan, pada lima tahun kemudian, 2015, arus urbanisasi mencapai 53,5% dan tahun 2025 diperkirakan mencapai 60%. Di empat provinsi Pulau Jawa yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, dan Banten, tingkat urbanisasi tahun 2025 diprediksi mencapai 80 persen lebih. (Data dari BKKBN dan Bappenas). Wah, bisa dibayangkan bagaimana kondisi Jakarta pada 2025. Mengerikan.
  6. Banjir setiap hujan karena infrastruktur pengendali banjir di Jakarta tidak memadai, selain juga tata kota dan tata ruang yang amburadul. Infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta tertinggal 30 tahun dibanding dengan kota-kota besar lainnya di Asia, seperti Singapura, Bangkok atau Kualalumpur. Jakarta tidak punya infrastruktur pengendali banjir memadai sehingga banjir semakin menjadi momok bagi warga. (sumber Wakil Ketua DPRD Jakarta Triwisaksana).
  7. Tata ruang dan tata kota Jakarta amburadul, sehingga menyebabkan berbagai masalah seperti banjir, macet dan masalah sosial. “Pembangunan tata kota di DKI 30-40 tahun ke‎ belakang sangat semrawut. Hutan kota diganti hutan beton, sungai diganti pemukiman, kali dipenuhi PKL. Semuanya menunjukkan bagaimana kerusakan dari alam kita ini,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot .

Silakan Anda ambil kesimpulan sendiri dari data-data tersebut. Semua data yang saya sajikan adalah data-data negatif tentang kondisi Jakarta, yang kian hari kian tidak layak huni. Saya hanya menemukan segelintir data positif yang kalau diurut-urutkan tidak mampu menyandingi data-data negatif tersebut. Seperti maraknya pembangunan pusat belanja dan gedung tinggi, warga Jakarta yang menjadi pengguna facebook dan twitter terbesar di dunia, pendapatan perkapita warga Jakarta yang terus naik dan sebagainya.

Banjir Jakarta

(Sumber gambar: http://www.berdikarinews.com)

Dengan kondisi tersebut, saya pikir bukan lagi wacana untuk memindahkan ibukota ke tempat lain. Hal ini sudah dalam tahapan URGENT. Apakah para pengelola negara tidak melihat data-data tersebut?

Kita berkaca ke Mesir, sebuah negara yang baru saja porak poranda akibat konflik politik. Bulan ini, pemerintah Mesir mengumumkan rencana pemindahan ibukota dari Kairo, ke sebuah tempat yang belum diberi nama. Mesir bukan hanya berwacana tapi sudah memutuskan pemindahan ibukota tersebut. Mereka rela mengeluarkan dana sekitar US$45 miliar (lebih dari Rp 500 triliun), untuk membangun ibukota baru. Apakah kondisi Mesir jauh lebih baik dibanding Indonesia sehingga berani mengeluarkan dana sebanyak itu untuk memindahkan ibukotanya? Apakah kondisi Kairo jauh lebih buruk dibanding Jakarta, sehingga harus segera dipindahkan?

Berikut data-data Mesir:

  1. Jumlah pengangguran Mesir 13 persen dan terus meningkat.
  2. Pertumbuhan ekonomi 2013-2014 hanya pada kisaran 2%.
  3. Defisit anggaran 2013 10,8 persen.
  4. Jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan 43%

Dari data itu saja, kondisi ekonomi Mesir lebih buruk dibanding Indonesia

Berikut data-data Kairo:

  1. Jumlah penduduk 10 juta di siang hari, dan 20 juta di malam hari. Kondisinya mirip dengan Jakarta. Mesir memperkirakan pada 2040, pendudukan Kairo akan dua kali lipat jumlah sekarang.
  2. Kepadatan penduduk berkisar antara 15.000 orang perkilometer persegi. Setara dengan kepadatan penduduk di Jakarta yang juga mencapai 15.000 orang per km2.
  3. GDP penduduk Kairo sekitar US$ 1.700. Bandingkan dengan penduduk Jakarta yang GDP-nya lebih dari US$ 10.000 (data BPS 2009).
  4. Oleh PBB, Kairo termasuk dalam 30 kota terkumuh di dunia. Setara dengan Jakarta yang masuk kategori salah satu ibukota terkumuh di Asia.

Dari data-data sederhana ini, menunjukkan bahwa Kairo dan Jakarta, nyaris setara dalam urusan tata ruang, tata kota dan kependudukan. Mesir selangkah lebih maju karena memutuskan untuk membuat ibukota baru, untuk menghindari Kairo terjebak dalam kemacetan dan kelebihan jumlah penduduk.

Kapal Segera Karam

Bagaimana dengan kita? Sejak zaman bung Karno sampai sekarang yang ada hanya wacana dan wacana tak berujung.  Mulai dari wacana Palangkaraya sebagai ibukota sampai Jonggol, tak ada satupun yang jadi kenyataan. Orang Indonesia (termasuk saya) memang sukanya diskusi dan berwacana. Tapi untuk segera bertindak dan mengambil keputusan tergolong lambat. Krisis ekonomi 1998 menyebabkan Indonesia terpuruk jauh lebih lama dibanding negara tetangga. Saya ibaratkan seperti nahkoda dan seluruh kru sebuah kapal, yang hendak karam.  Mereka tidak segera bertindak dalam menyelamatkan kapal tersebut, tapi sibuk berwacana. Apalagi ketika para penumpang juga ikut campur dalam urusan tersebut, yang celakanya kadang tampak lebih pandai dibanding nakhoda dan kru.

Baiklah, kita tinggal menunggu waktu saja ‘karamnya’ kapal Jakarta. Sekali lagi tinggal mennunggu waktu. Sekarang saja, kondisinya sudah sangat ringkih. Macet makin menggila. Hujan sedikit sudah banjir. Cari tempat aman makin sulit dan terus berkurang. Udara sehat hanya ada pada hari libur besar.

Selamat menikmati ‘karamnya’ Jakarta. Saya tidak mau ikut naik kapal yang akan karam itu…

Sejumlah Negara Berhasil Pindahkan Ibukota

Faktanya banyak negara lain yang berhasil memindahkan ibukota. Tidak peduli mereka negara miskin atau negara maju. Dalam catatan saya tidak kurang dari 7 negara sukses pindah ibukota.

  • Rusia

Moskow – St. Petersburg – Moskow

  • India

Kalkutta – New Delhi

  • Brasil

Rio de Janeiro – Brasilia

  • Nigeria

Lagos – Abuja

  • Australia
    Melbourne – Canberra
  • Pakistan
    Karachi – Islamabad
  • Inggris
    Winchester – London

Oleh Dodi Mawardi, Penulis dan Pengamat Sosial

Read Full Post »

Kabar gembira buat orangtua yang ingin menyalurkan hobi menulis anaknya lebih terarah. Mulai Maret 2015, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia membuka kelas tatap muka baru, untuk anak-anak. Jangan lewatkan kesempatan ini dan jadilah orangtua pertama yang peduli terhadap minat anak.

Butuh waktu sekitar 5 tahun bagi SMKI untuk percaya diri membuka kursus buat anak-anak. Karakter anak sangat khas dan sama sekali berbeda dengan karakter orang dewasa. Sejak awal berdiri pada 2009, kami sudah ditanya dan ditodong untuk membuka kelas anak. Namun ternyata persiapan untuk mengajar menulis buat anak-anak tidak mudah. Kami coba dengan kursus singkat mengisi liburan pada 2009 dan 2010 lalu. Sukses. Kami juga membuat program Kids Writing Tour dan juga berjalan sukses. Terakhir pada 2013 lalu kami selenggarakan Kemah Anak Menulis, yang juga berlangsung sukses.

Baru pada 2015 ini, kami lebih percaya diri dengan persiapan lebih matang, membuka kelas khusus menulis kreatif bagi anak-anak usia SD sampai SMP. Kami akan ajak anak-anak Anda memyelami dunia menulis yang sangat menarik dan berwarna.

Daftar di 021-94800033 (telp/sms) atau email sekolahmenulis@gmail.com.

Info lainnya lihat gambar di bawah ini.

Kelas Menulis Kreatif Anak

Read Full Post »

Kemampuan menulis anak Indonesia termasuk rendah dibandingkan dengan kemampuan menulis anak-anak seusianya di negara lain. Hal itu terlihat salah satunya dari jumlah buku anak yang ditulis oleh anak-anak di Indonesia dibandingkan di negara maju. Jumlah penulis anak (yang masih anak-anak) masih sangat minim. Sebagian besar buku anak di Indonesia ditulis oleh orang dewasa.

 

Beberapa penerbit berupaya memacu minat anak untuk menulis. Yang paling berhasil adalah grup Mizan dengan komunitas KKPK ( Kecil Kecil Punya Karya) yang kemudian disusul oleh komunitas serupa dari grup yang sama tapi dari lini penerbit berbeda yaitu PCPK (Penulis Cilik Punya Karya).  Sejak munculnya perhatian penerbit tersebut, maka lahirnya sejumlah penulis cilik dengan karya-karya orisinalnya.  Meski demikian, jumlah penulis cilik di Indonesia belum juga memadai.

 

Nah jika Anda memiliki anak yang berminat di bidang tulis menulis atau membuat anak Anda lebih mahir menulis, ada beragam cara yang bisa dilakukan. Silakan simak tips-tips di bawah ini.

1. Tumbuhkan dulu minat membacanya. Bagaimanapun membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mengisi kepala anak dengan beragam informasi dan pengetahuan positif. Semakin banyak buku atau materi yang dibaca semakin banyak isi kepala anak, yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Membaca menjadi kunci keberhasilan dalam menulis.

 

2. Biasakan berdiskusi. Sebagai orang tua, biasakan melakukan diskusi dengan anak dalam berbagai hal dan bidang. Untuk itu, Anda sebagai orang tua harus memiliki wawasan memadai agar dapat berdiskusi dengan baik. Kebiasaan berdiskusi ini akan memacu otak anak terus berkembang dan membiasakan diri mengekspresikan pendapat sedini mungkin.

 

3. Bermain bahasa. Dasar dari menulis adalah bahasa. Maka, kita harus mengajarkan anak bagaimana bahasa yang baik dan benar serta komunikatif. Tidak mudah. Tapi kita harus tetap memperkaya kosa kata karena anak-anak akan belajar langsung dari kita sebagai orang tuanya. Selain dari bahan bacaan, sumber utama kosa kata anak-anak berasal dari orang tuanya. Pernahkah Anda ditanya oleh anak, “Pah/mah… kata ini artinya apa?”

 

4. Rutin kunjungi toko buku atau perpustakaan. Kegiatan ini mengasyikkkan karena memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih buku yang diinginkannya. Kegiatan ini juga memberikan dampak kepada anak untuk menghargai buku dan ilmu pengetahuan.

 

5. Latihan menulis. Tidak bisa tidak… memang harus rajin berlatih menulis untuk meningkatkan kemampuan menulis anak. Tidak perlu yang rumit. Cukup biasakan anak menulis apa saja yang dialaminya sehari-hari. Artinya, sebuah diari atau buku harian sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan menulis anak. Pada level berikutnya, biasakan mengemukakan pendapat lewat tulisan.

 

Kabar gembira buat Anda yang ingin meningkatkan kemampuan menulis anak, karena mulai Maret 2015, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) membuka kelas tatap muka Menulis Kreatif untuk Anak-anak. Belajar menulis yang lebih terarah dipandu oleh penulis profesional mentor SMKI.

Hubungi 021-94800033 atau

email:  sekolahmenulis@gmail.com 

 

Read Full Post »

Catat ya… desa ini Long Ampung letaknya hanya sekitar 40 km dari garis perbatasan Indonesia – Malaysia.  Untuk mencapai desa ini, kita harus menggunakan pesawat terbang. Dari Jakarta, perlu 3 kali ganti pesawat terbang, yaitu menuju Balikpapan kemudian ke Samarinda atau Tarakan dan dilanjutkan ke desa tersebut. Atau melalui Malinau juga menggunakan pesawat terbang. Di desa ini terdapat bandar udara perintis yang bisa didarati oleh pesawat kecil jenis ATR atau Cessna. Ada tiga maskapai yang melayani rute menuju Long Ampung yaitu Susi Air, MAV, dan Aviastar.

Bandara Long Ampung Pesawat Long Ampung

Bagaimana dengan jalur darat?

Hmm berat! Dari Samarinda, butuh waktu selama 3 hari, melalui Kabupaten Kutai Kertanegara. Medan jalan yang berat yang menyebabkan lamanya perjalanan. Tidak ada jalan aspal menuju desa ini. Hanya jalan tanah yang jika hujan akan sangat sulit dilalui. Pun begitu jalur sungai. Tidak ada jalan keluar desa ini menggunakan jalur tersebut yang bisa sampai ke Samarinda. Atau ke ibukota kabupaten Malinau sekalipun. Bahkan, jalur darat belum tersambung ke Malinau. Setiap urusan harus diselesaikan melalui jalur udara.

Di desa inilah, Kodim Malinau menyelenggarakan Writing Camp dan pelatihan wawasan Kebangsaan untuk 60 siswa siswa SMP dan SMA di perbatasan. Tiga sekolah yang menjadi peserta adalah SMPN 1 Kayan Selatan, SMAN 2 dan SMAN 9 Malinau yang berlokasi di Kayan Ulu sekitar 20 km dari garis perbatasan Indonesia – Malaysia. Apresiasi tinggi untuk Komandan Kodim Malinau Letkol Inf Agus Bhakti, yang menularkan virus cinta tanah air dan ketahanan nasional melalui kegiatan menulis.

Kami – Saya dan E.S Ito, penulis novel Rahasia Meede dan produser film – mendapatkan kesempatan menjadi mentor dalam acara Writing Camp ini. Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Balikpapan, disambung jalur darat selama 3 jam ke Samarinda. Dari Samarinda perjalanan diteruskan menggunakan pesawat kecil Aviastar berkapasitas 14 penumpang. Kami memulai perjalanan Kamis siang dari Jakarta, dan baru bisa terbang ke Long Ampung pada Jumat pagi.

hutan lebatJalan long ampung 2

Selama perjalanan udara dari Samarinda – Long Ampung, yang terlihat di bawah hanyalah hutan belantara. Lebat. Sebagian kecil saja yang sudah dirambah. Butuh waktu 1 jam 10 menit untuk sampai di sebuah bandara mini Long Ampung. Pesawat Aviastar mendarat mulus di landasan yang tampak baru diaspal. Bandara ini tergolong baru dan masih terus dibangun untuk diperluas. Masih terdapat alat berat di sana sini dan sejumlah pekerja sibuk beraktivitas. Bandara kecil ini hanya memiliki satu bangunan seukuran kantor kepala desa. Sangat sederhana. Penumpang atau pengunjung bisa melihat dengan leluasa pesawat yang datang, bongkat muat dan kembali terbang. Dalam sehari, paling hebat bandara ini didarati 3 pesawat. Itupun hanya terjadi 3 kali dalam sepekan. Ada rute  dari dan ke Malinau, ada pula rute dari dan ke Samarinda. Pesawat hanya singgah sekitar sejam. Turun, menurunkan penumpang, dan kemudian segera terbang lagi membawa penumpang baru.

Segar… itulah kesan pertama begitu mendaratkan kaki di tanah Long Ampung. Sebuah desa kecil berpenduduk tidak lebih dari 1500 orang. Desa ini termasuk dalam wilayah kecamatan Kayan Selatan, salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Jalan dari bandara ke desa tersebut hanya berupa jalan tanah yang dikeraskan, ditambah sedikit batu-batu. Tidak ada jalan aspal di sini. Hal itu menyebabkan kecepatan kendaraan paling cepat hanya berkisar 40 km/jam.

Balai desa Long Ampung Rumah warga

Memasuki kawasan pedesaan, terlihat berderet rumah penduduk. Rumah mereka berhadap-hadapan dibatasi oleh sebuah jalan kecil, yang hanya bisa dilalui satu mobil saja. Di salah satu bagian, terdapat balai pertemuan warga. Luasnya bisa menampung lebih dari 200 orang. Bangunan ini konon hasil dari program PNPM Mandiri pemerintahan SBY. Pun jalan-jalan kecil desa yang sebagian sudah dibeton. Di sinilah, sekitar 60 siswa-siswa SMP dan SMA di perbatasan mendapatkan pelatihan tentang wawasan kebangsaan dan penulisan artikel populer.

Luar biasa! Warga perbatasan yang serba terbatas dan serba kekurangan, namun mendapatkan pelatihan penulisan artikel populer. Di kota saja bahkan kota besar seperti Jakarta, belum tentu siswa siswa setingkat SMP atau SMA mendapatkan pelatihan jenis ini. Sungguh mereka beruntung. Dan sungguh luar biasa Kodim Malinau, yang menyelenggarakan acara tersebut. Dandim Malinau Letkol Inf Agus Bhakti, ingin agar rasa cinta tanah air dan kekuatan sipil mampu menopang ketahanan nasional. Lewat tulisan anak-anak muda perbatasan dapat menyalurkan rasa cinta tanah airnya.

danau indah 2 Praktik menulis

Ternyata, daya tangkap mereka sangat bagus. Apalagi ditambah dengan semangat khas anak muda yang haus ilmu pengetahuan. Jadilah acara yang berlangsung selama 2 hari itu semarak, seru dan penuh dengan gelak tawa serta tanya jawab. Setiap peserta dilatih mampu mengeluarkan ide dan pikirannya lewat tulisan, menggunakan tehnik penulisan artikel populer. Sebagian juga menggoreskan tintanya dalam bentuk cerpen. Praktik latihan berlangsung di balai pertemuan dan juga di sebuah danau sekitar 500 meter dari balai. Sebuah danau yang indah seukuran 4 kali lapangan sepakbola. Airnya bening. Di sekelilingnya terdapat bukit dan pepohonan hijau yang masih asri. Indah.

Hasil tulisan mereka luar biasa, dengan isi yang beragam. Meski diliputi banyak keterbatasan, namun cara berpikir mereka terbang tanpa batas ke seantero bumi. Kelak, hasil tulisan mereka akan dibukukan dalam bentuk kumpulan artikel anak-anak perbatasan.

Anak-anak perbatasan juga mampu.

Anak-anak perbatasan juga bisa.

Terbukti, tulisan mereka menggambarkan optimisme luar biasa.

“Aku Cinta Indonesia dan Aku Bangga Jadi Anak Perbatasan.”

Read Full Post »

 

Jasa Konten Tulisan

 

  • Punya Web atau Blog? Masih Kosong? Atau Tidak Ada Waktu untuk Mengisinya?

Percayakan Kepada Ahlinya

  • Mau bikin majalah atau media online? Tidak perlu rekrut wartawan.

Percayakan Kepada Ahlinya

  • Mau bangun personal branding lewat tulisan di media internet?

Percayakan Kepada Ahlinya

 

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia membuka layanan baru jasa tulisan konten. Kami tujukan buat Anda yang punya kesibukan atau kegiatan lain, namun sangat ingin eksis di dunia tulis menulis. Atau Anda ingin meningkatkan brand personal/perusahaan Anda melalui tulisan. Atau Anda mau berbisnis di bidang tulisan seperti website informasi, majalah online, blog penarik iklan dan lain sebagainya. Bahkan bagi Anda yang mau menampilkan brand tertentu untuk personal, agar dikenal masyarakat. Misal sebagai pakar bidang tertentu.

 

Kami sudah berpengalaman mengisi sejumlah website pesanan, media online, media sosial, majalah dan buletin, serta beragam media tulisan lainnya. Tim penulis juga sudah menghasilkan puluhan karya tulis dalam bentuk buku populer.

 

Sudah terbukti dan sudah teruji!

 

Silakan kirimkan niat Anda menggunakan jasa kami lewat email sekolahmenulis@gmail.com

 Jasa Konten Tulisan

 

Read Full Post »

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) kembali membuka kesempatan kepada para eksekutif yang serius mau menulis buku, untuk mewujudkan keinginannya. SMKI mulai September 2014, buka kelas kursus 3 bulan jadi buku. Waktu kursus malam hari. Lokasi di komplek Sekolah Alam Cikeas, Puri Cikeas Indah, Cibubur.

Setiap peserta akan dibimbing oleh mentor profesional, untuk tahap demi tahap menuntaskan naskahnya, selama 3 bulan (12 kali tatap muka @90 menit).

Peserta akan dibimbing untuk:

1. Menentukan tema yang layak pasar dan layak terbit.

2. Merancang kerangka tulisan yang mudah dieksekusi.

3. Memastikan bahan terkumpul.

4. Menulis dengan cepat.

5. Menyelesaikan naskah.

6. Menerbitkan buku dan atau menembus penerbit.

7. Memasarkan buku. 

 

Tempat sangat terbatas, maksimal hanya 15 orang. Bahkan mungkin hanya 10 orang. 

Silakan hubungi mas Deni SMKI di 021-94800033 (telp/sms).

Promo 3 bulan Kursus Menulis Buku Non Fiksi

 

 

Read Full Post »

Artikel ini juga dapat dilihat di http://politik.kompasiana.com/2014/06/21/kupas-tuntas-cara-komunikasi-dua-capres-668166.html

 

 

Menarik mencermati persaingan para capres dalam pemilu presiden kali ini. Sebagai orang komunikasi, tentu kajian saya lebih banyak dari sisi komunikasinya. Mohon maaf, saya tidak dalam posisi mendukung salah satu capres. Tulisan ini semata-mata berdasarkan keilmuan tentang komunikasi, pemahaman saya tentang keilmuan tersebut dan pengalaman langsung terkait praktik komunikasi.

 

Satu hal prinsip yang saya pegang teguh sampai saat ini adalah antara isi dan cara komunikasi, harus selaras. Sebagian orang menganggap isi lebih penting dibanding cara. Sebagian lainnya menganggap, keduanya sama pentingnya. Sebagian lagi, mengabaikan cara. Dan sebagian lainnya justru secara sadar dan tidak sadar, mengabaikan isinya. Bagi saya, ilmu komunikasi telah mengajarkan dengan sangat tepat, bahwa baik isi maupun cara, sama-sama pentingnya. Ketika Anda mengabaikan salah satunya, maka tujuan komunikasi tidak akan tercapai.

 

Contoh mudah terjadi ketika kita mengajari anak-anak. Isinya adalah melarang anak untuk naik pohon. Kalimat apa yang tepat untuk menyampaikan isi tersebut? Sekali lagi, isinya sama yaitu melarang anak agar tidak naik pohon. Silakan pilih kalimat di bawah ini:

–          “Nak, jangan naik pohon ya, nanti jatuh!”

–          “Nak, sebaiknya kamu tidak naik pohon lagi.”

–          “Nak, tuh tangga yang itu lebih enak kalau dipanjat…”

–          “Nak, main di sini saja lebih asyik…”

Kalimat mana yang Anda pilih? Beda kalimat beda efek yang diterima oleh sang anak. Itu belum termasuk cara komunikasinya, apakah dengan cara berteriak dan bernada keras. Atau lemah lembut. Atau sambil berkacak pinggang dan melotot. Atau tanpa melihat ke arah sang anak. Komunikasi bukan hanya verbal (yang terucap atau tertulis), komunikasi juga menyangkut non verbal (gestur, mimik, dan intonasi dll). Bahkan semua pakar komunikasi sepakat bahwa dampak dari non verbal, jauh lebih besar dibanding dampak verbal. Contoh, ketika Anda mengejek seseorang dengan kalimat, “Anda jelek sekali.”, maka efek dari kalimat itu akan lebih dahsyat, jika diucapkan dengan intonasi tinggi, mimik muka Anda marah dan sambil berkacak pinggang. Dibanding, jika Anda mengatakan kalimat itu sambil tersenyum, muka ceria, dan tangan diletakkan menyatu di depan dada seperti posisi menyembah.

 

Itu baru contoh sederhana bagaimana peran isi dan cara komunikasi harus singkron dan selaras dengan berbagai hal; dengan tujuan komunikasi; dengan siapa kita berkomunikasi; di mana dan kapan berkomunikasi, dan lain sebagainya. Sekali kita abaikan hal-hal tersebut, siap-siaplah menerima kenyataan bahwa komunikasi kita tidak tepat sasaran, atau malah kontraproduktif.

 

Dalam kaitan dengan pejabat publik, di Kompasiana ini saya sempat menulis tentang gaya komunikasi Ahok, wakil gubernur Jakarta. Dalam banyak kesempatan, Ahok sering berkomunikasi dengan cara keras atau malah kasar. Saya tahu, Ahok orang baik dan tujuan komunikasinya juga baik. Isi komunikasnya pun sangat positif. Tapi, karena caranya kadang tidak tepat, hasil komunikasinya juga kadang kontraproduktif. Komunikan (orang yang diajak komunikasi) tidak menangkap isinya, tetapi malah mempermasalahkan caranya. Untunglah, belakangan Ahok mulai mengurangi cara komunikasi yang kurang tepat tersebut. Ceplas ceplos tentu boleh saja, namun karena beliau adalah pejabat publik, tentu saja cara berkomunikasi harus lebih diperbaiki lagi, mengingat efek dari komunikasi pejabat publik yang jauh berbeda dibanding manusia lainnya.

 

CARA KOMUNIKASI DUA CAPRES

Nah, ini yang menarik dan sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Bagaimana dengan cara komunikasi dua capres kita. Dua manusia terbaik bangsa ini, yang berkompetisi untuk menjadi presiden. Yang kebetulan, memiliki dua gaya dan cara berkomunikasi yang berbeda, bahkan cenderung bertolak belakang. Nyaris semua cara komunikasi kedua orang ini berbeda, baik dari sisi komunikasi verbal maupun non verbal.

 

Tentu saja cara kedua capres ini mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Pun tergantung siapa yang memberikan persepsinya. Positif buat kalangan tertentu, belum tentu buat yang lain. Ada sisi-sisi tertentu dari komunikasi yang menyangkut selera, bukan hanya tepat atau tidak tepat.  Kita mulai dengan Prabowo ya, kupasannya sesuai urutan nomornya.

 

Indonesia sudah lama dipimpin oleh kalangan militer, sehingga tidak heran kalau persepsi sebagian masyarakat tentang pemimpin adalah pemimpin militer. Sosok militerlah yang melekat dalam isi kepala sebagian masyarakat, yang tegas, penuh wibawa, gagah, dan kesan sejenisnya. Sebagian masyarakat ini tentu sangat setuju jika calon pemimpinnya kelak punya stereotip pemimpin seperti itu, yang ada pada diri Prabowo. Cara berkomunikasi Prabowo baik verbal maupun non verbal adalah cara komunikasi yang memberikan kesan tegas, gagah, dan penuh percaya diri. Plus juga penuh semangat, menggelora, ibarat pasukan tempur yang siap menghadang musuh.

 

Sedangkan Jokowi sebaliknya. Dia seadanya. Nyaris tanpa polesan komunikasi. Cara berkomunikasi Jokowi cenderung sederhana, polos, dan jauh dari kesan tegas, berwibawa apalagi tegas. Bagi sebagian masyarakat kita yang sudah bosan dan tidak suka dengan gaya kepemimpinan militer, tentu gaya berkomunikasi ala Jokowi ini adalah angin segar. Namun, bagi sebagian masyarakat yang sudah kadung lebih cocok dengan gaya pemimpin penuh karisma (Soekarno meski bukan militer, gaya komunikasinya amat berkharisma dan menggelora), maka gaya komunikasi Jokowi tidak cocok.

 

Yang lebih penting bagi kedua capres itu adalah bagaimana menyampaikan pesan yang baik (saya yakin isi pesan mereka adalah selalu baik dan positif) dengan cara yang tepat. Cara yang tepat berkaitan dengan:

  1. Apa tujuan komunikasinya (persuasif, argumentatif, eksposisi atau sekadar informatif). Beda tujuan, beda pula cara berkomunikasinya.
  2. Dengan siapa mereka berkomunikasi (kalangan elit, cendekiawan, pelajar, atau masyarakat umum/awam). Beda audiens, beda pula cara komunikasinya.
  3. Di mana mereka berkomunikasi (di kampus, lapangan, ruang publik, pasar, gedung DPR dll). Beda tempat, beda pula cara berkomunikasinya.
  4. Dalam suasana apa mereka berkomunikasi (kampanye, formal, informal dll). Beda suasana, beda pula cara berkomunikasinya.

 

Saya masih melihat, kedua capres cenderung tidak peduli dengan keempat hal tersebut. Gaya mereka ya begitu itu. Dimanapun berada, dalam suasana apapun, dengan siapapun mereka bicara, dan tujuannya apapun, cara keduanya tetap sama. Sesuai dengan gayanya masing-masing. Yang satu tegas dan penuh semangat, yang satu seadanya dan polos. Pada kondisi tertentu, akan terlihat jelas bagaimana kelemahan cara komunikasi keduanya, jika hanya menggunakan gayanya masing-masing tanpa peran polesan cara komunikasi yang tepat.

 

PERAN PENTING KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN

Saya sungguh tidak setuju dengan sejumlah pihak, yang mengabaikan peran komunikasi dalam kepemimpinan. Jika melihat catatan sejarah, begitu banyak masalah besar muncul akibat komunikasi. Begitu banyak kehebatan, juga berkat komunikasi. Silakan pelajari cerita di balik pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. Di sana ada peran terjadinya kesalahan komunikasi antara pemimpin Jepang dan Amerika Serikat, yang menyebabkan bom atom jatuh lebih cepat daripada seharusnya. Silakan tengok juga catatan sejarah tentang sebuah dinasti di China, ketika seorang kaisar memulai pemerintahannya, yang menjadikan komunikasi sebagai hal pertama yang harus dipelajarinya sebelum memimpin.

 

Meskipun bukan segalanya, tapi pengabaian terhadap cara berkomunikasi akan berdampak buruk pada diri sang pemimpin sendiri. Silakan saja. Abaikan cara komunikasi. Maka, dampaknya akan menimpa sang pemimpin tersebut. Mohon maaf bagi para pendukung Abdurrahman Wahid, mantan presiden kita, yang menurut saya lebih cepat jatuh atau dijatuhkan DPR akibat dari cara berkomunikasinya yang relatif tidak tepat menghadapi lawan politiknya. Akibat dari gaya komunikasi Gus Dur yang polos dan seringkali asal jeplak (ditandai dengan kalimat populer, “Gitu Aja Repot”), makin banyak pihak yang – secara politik – tidak mendukungnya. Sekali lagi ini dari sudut pandang cara komunikasi.

 

Di Amerika Serikat, debat antar calon presiden menjadi salah satu yang paling menarik terkait cara komunikasi para kandidat. Debat berlangsung seru dan mendapatkan perhatian besar dari masyarakat pemilih di sana. Mereka menilai calon presidennya dari isi debat dan cara berdebatnya, atau cara berkomunikasinya. Berkali-kali terjadi ketika seorang capres kalah berdebat, kalah juga dalam pemilu. Dia kalah dalam hal cara berkomunikasi (meski belum tentu kalah dalam hal isi), berakibat pada tidak meningkatnya jumlah dukungan atau mungkin berkurangnya dukungan dari pemilih mengambang. Penyampaian pesan dengan kurang percaya diri misalnya – terlihat dari mimik mukanya – akan berpengaruh besar terhadap persepsi audiens.

 

Semoga para capres kali ini tidak mengabaikan cara berkomunikasi. Betul, bekerja jauh lebih penting, berkarya jauh lebih berharga, namun mengabaikan cara komunikasi adalah sebuah kesalahan fatal. Apapun hasil karya dan hasil kerja kita; Apapun proses yang dijalankan, jika tidak dikomunikasikan dengan tepat, maka hasinya tidak akan maksimal.

 

Selamat menikmati debat para capres!

 

 

 

 

 

 

 

Read Full Post »

Older Posts »