Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘belajar goblok dari bob sadino’

Re-Launch buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino” berlangsung semarak, pada Sabtu  malam (26/8/2017) di toko buku Gramedia Matraman. Seratus undangan hadir dalam acara yang dihelat oleh Ikastara Business Club (IBC), bersama Elex Media Komputindo dan toko buku Gramedia Matraman.  Acara diawali dengan penampilan Acro Yoga, Kang Rusdi and friend, dilanjutkan dengan talkshow bisnis “Otak Kiri vs Otak Kanan dalam Berwirausaha”. Sebagai pembicara adalah Chardin Trinanda – Chairman RIN Biotek Indonesia, Miftakhul Ahsan – mantan pilot Garuda & Qatar, pemilik tempat wisata Bukit Bunda Blitar dan Frans Satya Pekasa – pengusaha mebel eksportir terbaik nasional 2012 & 2013. Talkshow dipandu oleh penulis buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino” Dodi Mawardi.

para pembicara

Berikut ini, kesimpulan dari talkshow dan isi buku hasil tulisan Bahar Riand Passa, pemilik warung Ayam President Singapura.

KEGAGALAN ITU WAJAR

Riwayat hidup Frans dan Chardin sungguh layak dijadikan pelajaran. Sempat mengalami kegagalan dan bahkan kebangkrutan, beliau berdua tetap bersemangat kuat untuk bangkit. Kebangkitan Frans tercapai dengan berjuang di bidang yang sama, dan dalam waktu singkat meninggalkan kebangkrutan dan berhasil menjadi eksportir terbaik nasional 2012 & 2013. Produknya sudah tembus ke lebih dari 50 negara. Beliau bahkan memiliki 3 gerai furniture di China, negara yang memiliki 1/3 penduduk dunia. Ketika kebanyakan orang takut untuk berkompetisi di China, Frans justru melihat peluang karena ternyata orang sana “tidak sepintar” yang dibayangkan.

Untuk bangkit, Chardin memilih untuk banting setir bahkan melanglang buana dulu ke AS bekerja dari cuci piring, menjadi Chef, lalu Head Chef di Restaurant Sushi besar sehingga bisa mengumpulkan modal untuk pulang ke Indonesia dan kembali menghidupkan tim yang lama. Sekarang beliau menjadi pemborong proyek-proyek M&E dan menciptakan satu produk Hygeia di samping menjadi Founder PT. Paradua Bangun Nusantara, dengan teman seangkatannya di SMA Taruna Nusantara Magelang.

Miftah yang selama 20 tahunan menjadi pilot, ingin memberikan manfaat bagi sebesar-besarnya masyarakat di sekelilingnya. Hal itu membuatnya bahagia. Seperti Bob Sadino yang memutuskan kembali ke tanah air setelah bekerja di perusahaan pelayaran di Belanda. Miftah sekarang membangun Taman Rekreasi dan Edukasi Keluarga Bukit Bunda tanpa arsitek. Beliau sendiri yang merancang, mendesain, dan juga mengawasi konstruksi. Bahkan untuk operasional sehari-hari.

relaunching buku

Bob Sadino ternyata sulit hidupnya setelah pulang ke Indonesia, apalagi ketika mobil Mercy hasil keringatnya di Eropa dan dipakai untuk mencari penghasilan tambahan sebagai taksi gelap mengalami kecelakaan dan tidak cukup dana untuk reparasi. Di tengah kesulitan, Bob Sadino memutuskan menerima tawaran teman untuk beternak ayam dan menjual telur ayam dari pintu ke pintu. Yang membedakan beliau dari peternak ayam lainnya saat itu adalah dia selalu up-to-date dengan teknologi praktis terakhir dengan cara berlangganan majalah peternakan dari Belanda. Di samping itu, metode penjualannya pun unik, dengan memberikan gimmick setangkai anggrek untuk setiap paket telor. Ternyata gimmick ini diterima dengan baik oleh konsumen awalnya yang kebanyakan ekspatriat. Di Eropa, anggrek adalah bunga yang mahal, tapi di Indonesia waktu itu harganya murah dan mudah didapatkan.

BERANI TAPI BERILMU.

Bila Bob Sadino seolah-olah hanya modal nekat dan tidak menggubris segala “best-practices” yang ada di industri yang dijalaninya, Frans dan Chardin menyarankan untuk tetap berani tapi harus berbekal dengan ilmu. Ilmu bisa bisa dipelajari dari kegagalan sendiri, atau kegagalan-kegagalan orang lain. Untuk hemat “uang sekolah”, sebaiknya kita belajar dari kegagalan orang lain juga.

Tidak semua orang dapat menanggung stress dari ketidakpastian dan kegagalan berwirausaha. Kita tidak tahu seberapa berat hidup mereka yang sekarang sukses tapi dulu berdarah-darah ketika mereka di titik nadir. Maka dari itu, kita harus sebanyak mungkin mencari ilmu sebelum masuk ke suatu usaha. Ilmu bukan hanya dari bangku sekolah, tapi bisa didapatkan dari mentor-mentor yang telah menjalankan usaha di bidang itu. Seperti yang kita baca dari riwayatnya, Bob Sadino pun sangat haus akan ilmu di bidangnya, walaupun bukan dari kampus atau sekolahan.

MEMAHAMI KEINGINAN KONSUMEN ADALAH KUNCI

Apapapun bisnis kita, konsumen adalah raja. Artinya, kita harus memahami apa yang diinginkan konsumen. Bukan apa yang kita pikir sebagai kualitas prima. Bagaimana kita mengetahuinya? Bisa dengan berinteraksi dengan konsumen atau dengan metode-metode lainnya. Bagaimana Amazon Google Facebook menjadi sebesar sekarang? Salah satunya dengan memahami secari detail keperluan konsumen mereka. Bob Sadino memahami keperluan konsumen dengan meluangkan waktunya ikut bekerja melayani Konsumen.

 

PILIHLAH PARTNER YANG TEPAT

Dari obrolan dengan narasumber di sela acara, tidak ada yang lebih buruk daripada memilih partner yang salah. Partner bisa berarti co-founder, karyawan utama, bahkan para supplier kita. Setiap partner harus dipilih dengan baik berdasarkan keterampilan yang saling melengkapi dan integritas yang tinggi.

ikastaran

TERIMAKASIH untuk Pendukung Acara!

Terimakasih untuk Bahar Riand Passa atas koordinasi kerennya atas acara ini. Trims untuk  Pratama Adieputra Suseno sebagai Event director dan Titis serta Citra Fatihah dan tim sebagai panitia yang ikut mensukseskan acara. Terimakasih Arieta Soebroto, MC acara ini yang juga memiliki usaha perkebungan bunga. Bisa dilihat di Instagram @clea_flower.  Terimakasih juga untuk Maradona & Fajar yang memberikan sponsor Kebab untuk konsumsi. Kebabnya enak dan bisa diorder delivery Instagram @JKebab_ID, WA 087875023983.

Terimakasih Sri Gusni Febriasari untuk karangan bunganya yang cantik. Untuk yang perlu bunga, bisa order di MaknaFlorist Instagram @maknaflorist, WA 081212378048.

Bagi pembaca yang mau buku Belajar Goblok dari Bob Sadino edisi baru yang disempurnakan, silakan serbu toko buku terdekat. Isinya dijamin sangat bermanfaat dan dapat mengubah paradigma Anda.

 

Slide9

Iklan

Read Full Post »

Setelah terbit selama lebih dari 8 tahun melalui penerbit Kintamani, mulai 17 Juli 2017, buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, kembali terbit dengan versi edisi yang disempurnakan. Buku karya Dodi Mawardi ini, kali ini diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo, penerbit grup Gramedia.

Belajar Goblok dari Bob Sadino edisi baru

Edisi yang disempurnakan ini berisi sejumlah artikel baru, yang belum pernah dipublikasikan seputar ide, pikiran, ucapan dan tindakan Bob Sadino dalam berbisnis. Penulis juga melakukan sejumlah revisi dan penyempurnaan terhadap naskah lama yang masih mengandung sejumlah kesalahan.

Entah sudah berapa kali buku ini dicetak ulang. Ada edisi hard cover dan soft cover, yang jelas lebih dari 20 kali cetak ulang. Memang luar biasa respons masyarakat terhadap buku ini. Terima kasih buat seluruh pembaca yang sudah memberikan apresiasi terhadap karya kami dan Om Bob ini.

Edisi yang disempurnakan ini lahir karena beberapa alasan. Pertama, karena Om Bob berpesan agar ilmu dan pengalamannya tidak dibawa mati. Harus disebarkan ke sebanyak mungkin orang lain agar memberikan manfaat. Kedua, respons dari masyarakat terhadap buku Bob Sadino masih sangat tinggi, sehingga menimbulkan keinginan sejumlah rekan penulis dan penerbit untuk membuat karya tentang sosok fenomenal ini. Ketiga, sebagai upaya penulis untuk meluruskan sejumlah fakta agar tercatat abadi dalam sejarah industri buku di Indonesia.

Slide9

Silakan segera ke toko buku untuk mendapatkan buku ini, atau klik melalui toko-toko buku online. Pengusaha atau yang berminat di bidang wirausaha, wajib memiliki buku fenomenal ini.

 

Read Full Post »

Setelah sukses berbagi pengetahuan di Universitas Bina Nusantara, Akutahu.com kembali membagi ilmu menulis kepada mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong, 15 Mei lalu. Pembicaranya masih Dodi Mawardi, penulis buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, penulis profesional, trainer penulisan dan mentor di Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI). Sekitar 50 mahasiswa UMN, sebagian besar dari Ilmu Komunikasi, menghadiri seminar dengan tajuk “Akulah Si Penulis.”

Screenshot_2017-05-15-19-40-04_resized

Dalam kesempatan itu, Dodi Mawardi memberikan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan 1001 macam peluang penulisan, mulai dari penulis buku, penulis di media massa, penulis di media internet sampai bagaimana memanfaatkan media sosial untuk keuntungan materi dengan tulisan. Peserta sangat antusias bertanya terkait peluang-peluang tersebut, terutama peluang penulisan di media sosial dan peluang menjadi ghost writer atau co-writer.

Screenshot_2017-05-15-19-40-57_resized

Seperti dalam seminar dan workshop lainnya, Dodi Mawardi membawakan materi dengan penuh kegembiraan. Setiap materi diselingi dengan permainan khusus kata-kata (writing challenge), yang memacu adrenalin para peserta. Di setiap permainan, motivator menulis ini menghadiahi peserta terbaik dengan sejumlah buku. Panitia pun menambahinya dengan hadiah berupa bingkisan dari sponsor.

Read Full Post »

 

Slide1

Kaget. Kesal. Sedih. Senang… campur aduk ketika melihat sebuah buku yang mengupas tentang Bob Sadino, pengusaha eksentrik yang sudah meninggal dunia awal tahun 2015 lalu. Sudah banyak buku yang membahas sosok unik tersebut. Tapi, buku yang satu ini beda. Sebagai penulis buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, saya bisa membandingkan isi tulisan terkait sang pengusaha tersebut. Apakah sama atau beda? Lihat daftar isinya, sudut pandang tulisannya, naskahnya, foto-fotonya, judul setiap babnya, hanya sekilas pun bisa tahu bedanya.

 

Buku berjudul “Bob Sadino – Goblok Pangkal Kaya” ini sejak awal sudah mencurigakan. Saya bolak balik halaman depan dan belakangnya. Saya baca penerbitnya “Genesis Learning” Yogyakarta.  Lalu saya lihat penulisnya, Weni Wisteria. Baru baca daftar isinya saja, kecurigaan saya makin mencuat. Hmmm, ada yang salah dengan buku ini. Lalu saya baca satu persatu secara sekilas bab per babnya. Waduh!

Slide4

Buku ini benar-benar menjiplak buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”. Kalau dihitung-hitung mungkin bisa mencapai 80%, kalau tidak bisa disebut 100%. Isinya sama.. Sudut pandangnya sama. Bab-babnya juga sama. Penulisnya berupaya mengacaukan urutan bab dan pembahasan. Tapi sungguh sangat jelas terlihat. Penulisnya ‘kopas’ naskah Belajar Goblok dari Bob Sadino, lalu mengubahnya sedikit-sedikit atau menambah dan mengurangi sedikit-sedikit. Misal, kata dapat diganti bisa. Atau kalimat awal ditambahi dengan satu sampai dua kata, dengan tujuan tidak sama persis. Tapi susunan kalimat demi kalimatnya sama. Dengan fakta –fakta tersebut, penulisnya berusaha mengakui bahwa buku tersebut adalah hasil karyanya.

Slide2

Bahkan pada beberapa bagian, penulisnya dengan sangat ‘cerdas’ mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung dan kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung. Persis seperti pelajaran bahasa Indonesia level SD dan SMP.  Sebuah upaya yang berbahaya, karena dia tidak memiliki bukti rekaman wawancara dengan Bob Sadino.

 

Tentu saja kesal melihat kenyataan tersebut, karena meski buku Belajar Goblok dari Bob Sadino disebutkan dalam daftar pustaka bersanding dengan sejumlah buku lainnya, tapi isi buku ini jelas-jelas menjiplak. Menurut dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia,  Prof. Dr. Felicia Utorodewo, salah satu ciri plagiarisme adalah “Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.” Bahkan kata pengantar dari buku Belajar Goblok dari Bob Sadino pun yang ditulis oleh Prof.  Dr. Didik J. Rachbini disadur dan dijadikan salah satu bab. Tidak kreatif. Seperti tidak punya ide baru. Tidak ada upaya pembeda. Parah.

20160828_184714_resized

Sedih… karena penulis buku ini mengaku lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada. Saya mengenal sejumlah alumni Komunikasi UGM. Mereka sangat berkualitas dan menjunjung tinggi kaidah akademis. Sulit menerima kenyataan bahwa lulusan kampus terbaik itu melakukan plagiarisme. Semoga pengakuan yang tertulis di halaman belakang buku tersebut tidak benar.

 

Fenomena plagiarisme ini memang sudah memprihatinkan di negeri kita. Tak usah melihat di website atau buku populer, dalam pembuatan karya ilmiah pun berulang kali terjadi penjiplakan. Sejumlah orang hebat pernah diduga dan sebagian mengakui sudah melakukan aksi plagiat. Sebuah aksi yang sangat memalukan dalam dunia akademis dan perbukuan.

 

Tapi saya senang, hehe… berarti buku Belajar Goblok dari Bob Sadino ini memang sukses. Bukan hanya karena menyangkut sosok Bob Sadino yang memang fenomenal, melainkan juga karena cara penulisan, alur, dan gaya bahasanya ditiru orang lain. Penjiplak tidak mungkin mau begitu saja meniru tulisan tersebut jika tidak sesuai dengan seleranya (atau penerbitnya) bukan?  Itu saja yang sedikit menghibur…

 

Buat penerbit Genesis (@penerbitgenesis) dan penulisnya Hana Wisteria, jangan khawatir… saya tidak akan menempuh jalur hukum. Pasti bakal melelahkan. Keluar energi banyak pula berupa waktu, tenaga, pikiran dan mungkin materi. Tapi sebelum Anda mengakui dan menyesali perbuatan tersebut, saya tidak akan berhenti menyuarakan ketidakbenaran itu melalui tulisan. Terus menerus.

 

Saya tidak tahu dengan penerbit Kintamani yang mempublikasikan buku Belajar Goblok dari Bob Sadino. Apakah mereka keberatan atau tidak. Sudah lama kami tidak berinteraksi. Bahkan ketika buku tersebut dicetak ulang berkali-kali pun, penulis tidak pernah diberi tahu. Bagi saya, buku tersebut adalah anugerah luas biasa. Hanya terima kasih sebesar-besarnya yang teriring buat almarhum Om Bob beserta keluarganya, yang telah mengizinkan saya untuk membedah “pelajaran hidup” yang mahal dalam diri beliau. Semoga Allah Swt., memberikan balasan terbaik buat Om…

 

 

 

 

 

 

 

 

Read Full Post »