Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘creative writing’

Di seluruh dunia, terdapat ratusan festival Penulis. Festival penulis bukan hanya milik negara-negara maju, yang melek literasinya tinggi. Namun ternyata, sejumlah negara berkembang pun mampu menyelenggarakan festival penulis yang menarik perhatian dunia.

Berikut ini adalah 10 festival penulis yang direkomendasikan oleh Lisa Dempster, Direktur Melbourne Writers Festival, yang dikombinasikan dengan olah data tim redaksi IlmuMenulis.Com.

  1. Jaipur Leterary Festival (India).

India memang dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat penerbitan buku yang tinggi. Setiap tahun, negara itu mampu menghasikan lebih dari 75.000 judul buku. Meski berlangsung di Jaipur India, namun festival ini pertama kali diselenggarakan oleh Will Dalrymple, seorang penulis terkemuka asal Inggris. Festival ini mengkombinasikan antara melek sastra dengan musik, plus berbagai pemikiran provokatif tentang dunia penulisan, yang tentu saja dipenuhi dengan debat antara penulis dan pengunjung. Festival ini biasanya berlangsung setiap Januari. Mau tahu lebih lengkap silakan kunjungi websitenya http://www.jaipurliteraturefestival.org

  1. Bookworm International Literary Festival Beijing (China)

Sebuah festival buku dan penulisnya yang berlangsung di toko buku Bookworm yang terletak di Beijing dan beberapa kota lain di China. Festival ini berjalan selama dua minggu, diisi dengan diskusi dan talkshow yang menghadirkan para penulis lokal dan internasional. Tahun 2015 ini, Bookworm Festival sudah berlangsung untuk ke-9 kalinya, pada bulan Maret lalu. Info lengkap klikhttp://www.bookwormfestival.com

 

  1. PEN World Voices Festival (USA)

Salah satu festival literatur terbesar di dunia, yang berlangsung setiap April sampai Mei di New York Amerika Serikat. PEN sendiri adalah sebuah oganisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan hukum. Mereka aktif memberikan bantuan hukum kepada para penulis di seluruh dunia, terutama penulis yang mengalami tekanan dari penguasa. Sudah pasti festival ini menyuarakan kebebasan menulis dalam berbagai diskusi, talkshow dan debatnya. Info lanjutan silakan klikhttp://www.worldvoices.pen.org

  1. Etonnant Voyageurs (Perancis)

Bagi Anda yang menyukai tulisan perjalanan (travel writing), inilah festival yang tepat. Apalagi festival ini berlangsung di salah satu negara tujuan wisata utama dunia, yaitu Perancis. Sambil jalan-jalan, sambil nambah ilmu menulis. Kota tempat penyelenggaran festival ini adalah St. Malo, salah satu tempat bersejarah di Perancis. Selain diskusi dan seminar tentang menulis, di sana juga akan mendapatkan suguhan festival film serta pasar buku yang sangat besar! Mau kesana? Catat pelaksanaannya setiap Februari atau Maret. Untuk lebih lengkap silakan deh bukahttp://www.Etonnants-voyageurs.com

  1. International  Literary Festival  of  Paraty (FLIP), Brazil 

Festival penulis di Brasil ini hanya berlangsung 5 hari. Namun, penyelenggara mampu mengadakan banyak sekali acara berkualitas mulai dari debat, show, eksebisi, workshop, film screening, sampai presentasi berbagai pihak. Tidak akan menyesal deh, kalau Anda sempat menghadiri acara ini. Nah… FLIP ini berlangsung setiap Juli sampai Agustus. Pas buat masa liburan orang Indonesia bukan? Coba deh klik infonya di http://www.flip.org.br

  1. Edinburgh International Book Festival (Scotland) 

Meski ada kata buku dalam festivalnya, tapi ini bukan pameran buku apalagi jualan buku lho ya. Justru festival di Edinburg inilah yang paling asli dan awal, dalam hal festival penulis serta literatur. Bahkan, festival paling tua ini juga termasuk yang paling sukses dalam menarik perhatian para penulis top dunia. Jadi, kalau Anda bisa hadir di berbagai festival lain, belum lengkap kalau tidak bisa datang ke festival di Skotlandia ini. Apalagi di kawasan ini, sekarang sudah lahir penulis paling kaya sepanjang sejarah, JK. Rowling!  Duh, asyik banget kalau bisa hadir di sini setiap Agustus.  https://www.edbookfest.co.uk

  1. Book Passage Travel Writers & Photographers Conference, San Francisco (USA)   

Lagi lagi sebuah festival literasi buat kalangan penulis perjalanan plus penggemar fotografi. Pencetus acaranya adalah penulis perjalanan legendaris Amerika, Don George. Sudahlah kalau Anda penulis travel dan pehobi fotografi, wajib hadiri fetsival yang satu ini setiap Agustus.  http://www.bookpassage.com/travel-writers-photographers-conference

  1. Ubud Writers and Readers Festival (Indonesia)

Wah, kita boleh bangga lho ternyata festival penulis dan pembaca di Ubud, termasuk yang direkomendasikan untuk dikunjungi. Ubud merupakan salah satu kawasan wisata paling eksotis di Bali. Jadi, selain mendapatkan pencerahan tentang menulis dan membaca, pengunjung juga bisa menikmati Ubud. Klop deh. Cari ilmu sambil jalan-jalan. Keren. Festival Ubud ini berlangsung setiap Oktober. Buka yuk situsnya di http://www.ubudwritersfestival.com

  1. Melbourne Writers Festival (Australia) 

Salah satu festival penulis terbesar di Australia. Selain di Melbourne, Australi juga kaya akan festival penulis di berbagai kota lainnya seperti Sydney dan Perth. Melbourne sebagai salah satu kota terbesar di negeri Kanguru tersebut, layak menjadi salah satu pilihan tujuan para penulis.  Event ini berlangsung setiap Agustus, http://www.mwf.com.au

  1. The Guardian Hay Festival of Literature, Wales

Salah satu festival buku dan penulis yang sayang kalau dilewatkan. Mantan presiden AS, Bill Clinton menyebut festival ini bagaikan festival musik Woodstock. Hmmm…  Sejumlah pihak menjuluki Hay (tempat berlangsungnya festival) sebagai Mekkahnya buku. Nah lho, keren banget pasti. Festival berlangsung setiap bulan Mei. Dalam bahasa Inggris sering disebut sebagai May in Hay. Klik http://hayfestival.com

Dikutip dari http://www.ilmumenulis.com

Iklan

Read Full Post »

Oleh Dodi Mawardi

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

3 cara

Cara terbaik untuk meningkatkan sebuah kemampuan adalah dengan terus melakukannya (praktik) dan berlatih. Seorang sopir akan mahir mengendarai mobilnya, bila setiap hari dia selalu berada di balik kemudi. Praktik, praktik dan praktik. Sesekali saja dia membaca buku atau bertanya kepada orang lain, untuk menyempurnakan caranya mengendarai. Sesekali pula dia melihat orang lain melakukannya, lalu dia tiru. Begitupun menulis. Menulislah terus, lalu baca buku orang lain, praktik, tiru cara orang lain, praktik dan seterusnya.

Saya pun memperbaiki kemampuan dengan cara itu. Saya selalu menulis setiap saat, bahkan ketika tidak ada media apapun yang saya miliki. Tidak ada kertas, pena apalagi smartphone, laptop dan komputer. Tapi saya tetap berupaya untuk selalu menulis setiap saat. Sekali lagi setiap saat. Saya masih punya satu media lagi, yang tidak akan pernah lepas hingga meregang nyawa, yaitu kepala yang di dalamnya terdapat mesin ultra canggih yang biasa disebut otak.

Menulis di kepala, demikian sejumlah pakar penulisan menyebutnya. Jadi meski tanpa media yang biasa dipakai buat menulis pun, saya tetap bisa melakukan kegiatan rutin yang tidak bersifat rutinitas yaitu menulis. Dengan cara itu, saya yakin kemampuan selalu berubah ke arah yang lebih baik. Tentu saja dengan sejumlah kegiatan penunjang lainnya.

Apa kegiatan penunjangnya?

Berikut ini, 3 kegiatan penunjang yang akan membuat praktik menulis Anda semakin baik.

  1. BERGAULLAH DI LINGKUNGAN PENULIS. Ini menjadi salah satu hukum alam, bahwa bila Anda selalu dekat dengan harimau, maka lama-lama Anda pun akan pintar mengaum atau mencakar. Jika Anda selalu akrab dengan pencopet, suatu saat Andapun akan pintar mencopet. Menulis pun demikian.
  1. MILIKILAH MENTOR. Saya sangat menyarankan kepada Anda untuk memiliki minimal satu mentor, untuk meningkatkan kemampuan Anda menulis. Jangan merasa berat dulu untuk mencari mentor, karena mentor bisa berarti macam-macam. Dengan memiliki mentor, maka Anda akan mendapatkan role model penulisan yang sudah terbukti manjur. Anda tidak akan menjadi kuda binal yang lepas kendali, punya nafsu besar dalam menulis tapi sama sekali tidak beraturan dan tidak terarah.
  1. BACA BUKU-BUKU TENTANG MENULIS. Atau buku lain yang Anda sukai. Bagaimanapun buku adalah jendela ilmu utama. Ironis bila seorang penulis tidak suka membaca buku. Maka, langkah jitu menjadi penulis adalah milikilah buku-buku terutama tentang penulisan. Dengan memiliki buku-buku tersebut, Anda akan mendapatkan sejumlah jurus baru dalam menulis. Atau paling tidak akan mampu menjaga motivasi Anda untuk selalu menulis.  Rajin juga datangi toko buku. Masak seorang penulis, malas ke toko buku?! Di rak buku saya, terdapat tidak kurang dari 50 judul buku tentang penulisan.

BUku buku penulisan

Saya pikir dengan ketiga langkah tersebut, plus praktik secara terus menerus, maka kemampuan menulis akan bisa terus meningkat. Terbukti buat saya sendiri, dengan melakukan hal-hal tersebut, saya merasa bisa terus memperbaiki diri dan terus menelurkan karya.

Selamat menulis!

Read Full Post »

 

Belajar di mana kalau mau jadi penulis profesional?

Belajar di mana kalau mau jadi pengusaha bidang penulisan (writerpreneur)?

Adakah kampus atau perguruan tinggi yang memberikan pelajaran tentang menjadi penulis profesional?

Adakah kampus atau perguruan tinggi yang mengajari bagaimana menjadi pengusaha di bidang penulisan (writerpreneur)?

Adakah gelar atau sertifikat standar untuk profesi penulis profesional?

Jawabannya tidak ada!

Di Indonesia belum ada.

Padahal industri penulisan membutuhkan tenaga-tenaga terampil untuk posisi:

–          Penulis profesional yang produktif dan bukan penulis sambilan (freelance).

–          Editor terampil dan profesional, bukan editor sambilan.

–          Penulis bayaran (co writer) yang disewa sejumlah orang untuk menulis.

–          Penulis bayangan (ghost writer) untuk orang-orang terkenal.

Industri penulisan pun membuka peluang besar kepada siapapun yang mau terjun di bisnis ini. Bisnis penulisan dan penerbitan termasuk dalam industri kreatif yang sekarang dikembangkan oleh Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif. Industri kreatif adalah industri masa depan, yang tidak mengenal batas penghasilan.

Belum ada perguruan tinggi yang secara khusus memberikan pelajaran tentang keterampilan-keterampilan di bidang penulisan. Industri ini belum mendapatkan perhatian dari perguruan tinggi.

Omzet industri penulisan dan penerbitan di Indonesia tergolong LUMAYAN. Setiap tahun tidak kurang dari Rp5 triliun, berputar di dalamnya. Belum termasuk transaksi-transaksi tak tercatat dan tak resmi.

Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia (SMKI) menjadi yang pertama, membuka kelas khusus untuk mencetak penulis profesional dan writerpreneur dengan metode pendidikan seperti di perguruan tinggi bersistem SKS (Satuan Kredit Semester).

Slide4

SMKI memberikan modal berupa keterampilan khusus bagi siapapun yang mau menjadikan menulis sebagai profesi, sebagai tulang punggung penghasilan. Bukan penulis sampingan, bukan pula sekadar hobi, dan bukan penulis yang hanya mengandalkan royalti. SMKI juga memberikan modal khusus berupa wawasan dan keterampilan bagaimana menjadi pengusaha di bidang penulisan.

Pendidikan berlangsung selama 6 bulan, di kampus yang nyaman, asri dan refresentatif yaitu di komplek Sekolah Alam Cikeas, Cibubur (Di sekitar kampus terdapat banyak sekali tempat kost dan rumah kontrakan). Kuliah berlangsung setiap hari Sabtu, jam 13.00 – jam 19.00, dengan 6 mata kuliah berjumlah 18 SKS. Setiap mata kuliah berisi materi teori, praktik dan magang. Setiap siswa wajib berinteraksi dengan para profesional di bidang penulisan, editor-editor di penerbitan, magang di percetakan/penerbitan dan mendapatkan mentor berkualitas dalam bisnis penulisan (link and match yang ketat).

Mata Kuliah Program Pendidikan Keahlian Khusus

Menjadi Penulis Profesional & Writerpreneur

  1. Pendidikan Dasar Karakter.
  2. Bahasa Indonesia untuk Penulisan.
  3. Tehnik Dasar Penulisan & Penyuntingan (Creative Writing)
  4. Tehnik Menulis Non Fiksi (Populer).
  5. Tehnik Menulis Fiksi (Novel/Cerpen/Puisi)
  6. Industri Penulisan (Wirausaha)

Program ini memberikan pengetahuan, skil dan sikap yang tepat untuk modal sebagai penulis profesional dan writerpreneur. Setelah mengikuti program ini selama 6 bulan, peserta akan mampu:

– Menulis artikel untuk koran dan majalah serta menghasilkan pemasukan.

– Menulis puisi dan cerpen serta mengirimkannya ke koran atau majalah.

– Menulis novel dan mengirimkannya ke penerbit.

– Menulis buku populer serta mengirimkannya ke penerbit.

– Menjadi penulis pendamping dan menghasilkan fee.

– Menjadi ghost writer dan menghasilkan fee.

– Menjadi pengusaha di bidang penulisan/penerbitan dan menghasilkan keuntungan dengan modal efisien.

Sebelum lulus, para peserta sudah bisa mulai mendapatkan penghasilan! Apalagi setelah lulus, karena peluang berserak di depan mata.

Peluang lainnya:

–      Menjadi pembicara di bidang penulisan atau di bidang keahlian yang tertulis di buku, dan mendapatkan honor sebagai pembicara.

–      Menjadi pelatih bidang penulisan.

Semua ini sudah terbukti, bukan hanya janji

atau sekadar mimpi.

Biaya program ini adalah:

1. Pendaftaran/formulir Rp 150.000,
2. Uang pangkal (di awal) Rp 6.200.000,
3. Spp bulanan Rp 800.000,

Jika mau bayar sekaligus di awal, mendapatkan potongan Rp 500.000,

Angkatan Pertama akan dimulai pada Januari 2014 dan Angkatan Kedua pada Juli 2014. Kalau mau jadi penulis pro dan writerpreneur, inilah program yang tepat buat Anda.

Belum lulus sudah bisa menghasilkan, karena kami akan libatkan siswa di dalam proyek2 penulisan tim pengajar dan terlibat langsung dalam dunia penerbitan.

Biaya pendidikan akan cepat kembali (balik modal)!

Pendaftaran hubungi:

021-94800033

email:

sekretariat@sekolahmenuliskreatif.com

sekolahmenulis@gmail.com.

FB: sekolah menulis kreatif indonesia

Twitter: @infomenulis

 

Tim Pengajar SMKI

  1. Dodi Mawardi, penulis buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, penulis lebih dari 50 judul buku, pendiri Sekolah Menulis kre@tif Indonesia.
  2. Nyuwan S. Budiana, penulis lebih dari 40 judul buku, pengusaha jasa penulisan dan penerbitan.
  3. Jonru, pendiri Sekolah Menulis Online, penulis pro & writerpreneur.
  4. Aryo Wicaksono, penulis 5 judul buku, co writer dan ghost writer.
  5. Senda Irawan, penulis lebih dari 10 judul buku, co writer dan ghost writer.
  6. Editor Elex Media (Gramedia), Noura’s Book, Ufuk dll.
  7. Pengusaha Komunitas TDA (Tangan Di Atas).

Read Full Post »

Press Release: Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia Resmi Beroperasi 1 September

Suyukuran web pages 1

Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia (SMKI) resmi beroperasi 1 September kemarin, ditandai dengan syukuran sekaligus buka puasa bersama di Plasa Tendean lt 3 Jalan Tendean Mampang Jakarta Selatan. SMK Indonesia merupakan tempat kursus menulis pertama yang membuka kelas semi formal dan permanen di sebuah tempat strategis di kawasan Tendean Jakarta Selatan. Selama ini, tempat kursus atau pelatihan menulis lebih banyak diselenggarakan secara parsial dan lokasinya pun berpindah-pindah.

Sebelum menjadi SMK Indonesia, pengelolanya merupakan mentor dan penyelenggara pelatihan menulis di Profec (sebuah milist untuk kalangan profesional dan entrepreneur), yang sudah berkegiatan sejak Desember 2008. Perkembangan industri menulis yang semakin bergairah, membuat pengelola yakin untuk membangun Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia. Apalagi, pemerintah juga sedang menggalakkan pendidikan kejuruan berupa kursus. Klop.

Penulis buku laris Sales Kaya Sales Miskin – Tirta Setiawan mengungkapkan, harapan ke depan, sekolah ini akan menjadi sebuah akademi menulis pertama di Indonesia. Paling tidak bisa menjadi sebuah perguruan tinggi sekelas politeknik. Tirta melihat potensi ke arah tersebut terbuka lebar. Namun ia mengingatkan agar pengelola SMK Indonesia, tetap fokus menjalankan kegiatannya.

Hadir dalam cara syukuran tersebut beberapa penulis buku laris lainnya seperti Valentino Dinsi (Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian), Wahyu Saidi (penulis 31 judul buku), Freddy Pieloor (Jangan Beli Unit Link), dan  Lisa Kuntjoro (Super Champion). Selain itu, hadir pula Ketua Yayasan Puri Cikeas Marsekal (purn) Drs. Suratto, yang ikut mendukung berdirinya pusat kursus ini. Mereka sepakat Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia akan mampu menjadi salah satu tempat yang menelurkan penulis-penulis penyebar ilmu pengetahuan di negeri ini.

Suyukuran web pages 2

Pusat kursus ini menyelenggarakan berbagai kelas menulis, yaitu menulis skenario sinetron, kursus menulis buku populer non fiksi, buku fiksi (novel/cerpen), kursus menulis untuk anak-anak, kursus untuk pensiunan, ibu rumah tangga, kursus menulis privat, inhouse training/mentoring, serta kelas menulis di internet/blog.

SMK Indonesia digawangi oleh penulis (spesialis penulis pendamping) Dodi Mawardi, dan didukung oleh sejumlah penulis senior sebagai tenaga pengajar, seperti Dono Indarto (penulis skenario), Jonru (penulisan fiksi), Joko Wibowo (Editor buku anak Elex Media Komputindo), Nyuwan SB (penulis dan editor Penebar Swadaya), Johannes Arifin Wijaya (penulis produktif) dan Ning Harmanto (penulis dan pengusaha Mahkota Dewa) dll.

Kunjungi:

www.dodimawardi.com

www.dodimawardi.wordpress.com

Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia

Plasa Tendean Lt 3 Mampang Jaksel

021-33556975

Read Full Post »

Semua Orang Punya Peluang Sama Menjadi Penulis Buku

Industri penulisan khususnya penulisan buku, sama uniknya dengan industri musik. Kata mereka yang sudah lama berkecimpung di bisnis ini, ”Tidak ada perusahaan besar yang bisa membunuh perusahaan kecil.” Begitu pula sebaliknya, pikir saya. Tak ada perusahaan kecil yang akan mampu menggulung perusahaan kecil. Jika ditarik ke industri penulisan buku, maka kira-kira begini bunyinya, ”Tak ada penulis besar yang akan membunuh penulis kecil (pemula),” dan begitu pula sebaliknya.

Kira-kira lagi (karena tak ada yang pasti) begini analisisnya. Ketika kita memutuskan membeli sebuah kaset atau CD, apa yang menjadi pertimbangan utama? Jawabannya mungkin saja, penyanyinya, atau lagunya, atau liriknya atau alasan lainnya. Untuk yang fanatik, bisa jadi memilih karena penyanyinya. Tapi bagi mereka yang tidak fanatik, biasanya ”yang penting lagunya enak” yang menjadi alasan.

Demikian pula di industri penulisan buku. Apa sih yang menjadi alasan kita memutuskan membeli sebuah buku? Apakah karena penulisnya? Atau karena tema dan isinya? Atau mungkin karena judulnya yang provokatif dan sampulnya yang menarik? Ya, semua itu mungkin saja menjadi alasan. Sebuah survey di Amerika Serikat satu dekade silam, menunjukkan hasil yang membuat lega para penulis pemula.

Hasilnya adalah (kira-kira):

  1. 40% membeli buku karena TEMA-nya.
  2. 20% membeli karena reputasi penulisnya.
  3. Sisanya membeli karena judulnya, disain sampulnya, tata letak halamannya dan lain-lain.

Kesimpulannya adalah laku atau tidaknya sebuah buku, penentu utama bukanlah reputasi penulisnya, melainkan temanya. Memang benar, keterkenalan penulis berpengaruh, tapi angkanya jauh di bawah kekuatan tema. Jika penulis berreputasi menulis tema yang tidak menarik, kemungkinan besar bukunya tidak akan laris. Sebaliknya, jika ada penulis baru yang mampu menghadirkan buku dengan tema menarik dan berkualitas, pastilah bukunya akan laku.

Sudah banyak contoh yang bisa menjadi pelajaran buat kita. Misal, Andrea Hirata penulis buku Laskar Pelangi. Buku itu adalah buku pertama yang ditulisnya dan langsung menjadi buku teramat laris. Padahal, siapa yang mengenal nama penulisnya sebelum buku itu meluncur? Atau Valentino Dinsi, penulis buku Jangan Mau Seumur Hidup jadi Orang Gajian. Itu adalah buku pertamanya yang langsung terjual lebih dari 200 ribu eksemplar selama lebih dari 3 tahun beredar.

Jadi, siapapun Anda dengan latar belakang apapun, sudah berpengalaman atau belum, punya peluang yang sama menjadi penulis buku laris! Yang penting ada kemauan untuk belajar dan berkarya.

Selamat menulis!

Read Full Post »

Pelatihan Cara Cepat Menulis Buku Metode 12 PAS angkatan ke-6 yang didukung penuh oleh Profec Author Club/Community, berlangsung lancar dan sukses pada hari Sabtu 28 Maret kemarin. Jumlah peserta yang ikut ambil bagian adalah 18 orang, plus 2 peserta kehormatan dari penerbit Penebar Swadaya dan satu peserta observer dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Pelatihan Menulis Buku 28 Maret 2009

Yang menarik adalah ikut sertanya 3 pasang bapak-anak dalam pelatihan ini, salah satunya adalah pasangan member Profec bapak Sutopo dan mbak Oryza. Kehadiran mereka memberikan nuansa tersendiri dalam pelatihan ini.

Dari pelatihan ini panitia kembali mendapatkan 21 tema menarik, yang akan digarap oleh masing-masing peserta. Mulai dari tema tentang anak-anak sampai tema politik. Beberapa ide peserta seperti panduan efisien menggunakan pompa air, trik survival bagi Anda yang baru bercerai dan menengok calon bayi melalui USG, langsung mendapatkan respon positif dari penerbit Penebar Swadaya. Dengan kata lain, penerbit tertarik untuk menindaklanjuti ide-ide tersebut. Artinya, pelatihan ini bukan sekedar teori melainkan sudah langsung praktik dan dihubungkan ke penerbit besar sekelas Penebar Swadaya. Selain Penebar, panitia juga akan membantu para calon penulis untuk berhubungan dengan penerbit lainnya seperti Elex Media Komputindo atau Tiga Serangkai.

Sebagai bukti keseriusan pelatihan ini dalam mencetak penulis baru, kami berikan mentoring intensif selama 12 pekan (sesuai metode 12 PAS). Dan kami baru akan mengadakan pelatihan serupa di Jakarta, 3 bulan mendatang, setelah selesai mentoring intensif terhadap alumni pelatihan angkatan ke-6 ini.

Satu orang cukup menulis satu buku seumur hidupnya…

Keep writing!

Dodi Mawardi

Read Full Post »