Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘menulis kreatif’

Mengisi bulan Ramadhan tahun ini, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) menggelar serial seminar “Kiat Jitu Meraih Penghasilan Tambahan dari Menulis”, sebanyak tiga kali setiap Minggu, jam 13.00 – 17.00 di kawasan Rumah Sehat Cikeas Bogor. Seminar pertama dilaksanakan pada 4 Juni, lalu 11 Juni,  dan 18 Juni 2017. Peserta boleh memilih salah satu waktu seminar tersebut. Jumlah peserta sangat terbatas. Seminar ini akan dipandu langsung oleh pendiri dan mentor SMKI – Dodi Mawardi.

Seminar Sambil Ngabuburit - Kiat Jitu Raih Penghasilan Tambahan

Dodi Mawardi sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam industri penulisan. Memahami seluk beluk industri ini dari A sampai Z. Juga sebagai praktisi penulisan buku populer, ghost writer (penulis bayangan) dan co-writer yang membantu banyak tokoh serta perusahaan dalam menulis buku. Dodi juga aktif menulis artikel yang tersebar di media massa cetak serta media internet.

Bagi Anda yang ingin mengetahui kiat-kiat bagaimana memanfaatkan menulis sebagai sumber penghasilan tambahan, wajib mengikuti seminar ini. Dodi akan membagi pengetahuan dan pengalamannya, bagaimana meraih penghasilan dari beragam peluang menulis, terutama dari buku dan internet.

Segera hubungi via SMS/WA 081511417289 sekarang juga sebelum kehabisan tempat.

Investasi hanya Rp 200.000,-.

Iklan

Read Full Post »

Setelah sukses berbagi pengetahuan di Universitas Bina Nusantara, Akutahu.com kembali membagi ilmu menulis kepada mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong, 15 Mei lalu. Pembicaranya masih Dodi Mawardi, penulis buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, penulis profesional, trainer penulisan dan mentor di Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI). Sekitar 50 mahasiswa UMN, sebagian besar dari Ilmu Komunikasi, menghadiri seminar dengan tajuk “Akulah Si Penulis.”

Screenshot_2017-05-15-19-40-04_resized

Dalam kesempatan itu, Dodi Mawardi memberikan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan 1001 macam peluang penulisan, mulai dari penulis buku, penulis di media massa, penulis di media internet sampai bagaimana memanfaatkan media sosial untuk keuntungan materi dengan tulisan. Peserta sangat antusias bertanya terkait peluang-peluang tersebut, terutama peluang penulisan di media sosial dan peluang menjadi ghost writer atau co-writer.

Screenshot_2017-05-15-19-40-57_resized

Seperti dalam seminar dan workshop lainnya, Dodi Mawardi membawakan materi dengan penuh kegembiraan. Setiap materi diselingi dengan permainan khusus kata-kata (writing challenge), yang memacu adrenalin para peserta. Di setiap permainan, motivator menulis ini menghadiahi peserta terbaik dengan sejumlah buku. Panitia pun menambahinya dengan hadiah berupa bingkisan dari sponsor.

Read Full Post »

Kursus Spesial Privat dan Jadi

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) selalu berinovasi dalam melayani kebutuhan belajar menulis kreatif. Setelah sukses dengan Kelas Penulis PRO dan Writerpreneur, kini SMKI membuka kelas SPESIAL PRIVAT dan JADI. Kelas ini khusus buat Anda yang sungguh-sungguh mau belajar menulis dan menerbitkan buku, dengan sentuhan lebih personal (modifikasi dari kelas Penulis PRO dan Writerpreneur). Anda akan dibimbing secara khusus oleh Dodi Mawardi – mentor penulis profesional yang sudah terbukti berhasil menulis dan menerbitkan puluhan judul buku, serta sudah sukses membimbing puluhan penulis baru.

Benefit kelas PRIVAT:

  1. Lebih personal
  2. Dibimbing secara ketat
  3. Metode mentoring dan coaching
  4. Naskah sampai jadi
  5. Didampingi bertemu dengan penerbit
  6. Waktu/jadwal pertemuan fleksibel

Jumlah pertemuan minimal 6X (tergantung kecepatan peserta dalam menuntaskan naskah)

Lokasi pertemuan di kelas SMKI komplek Sekolah Alam Cikeas – Cibubur.

Biaya hanya Rp 10.000.000,- (sekali bayar saja).

Benefit tambahan:

Gratis konsultasi penulisan seumur hidup melalui beragam media spt WA, SMS, email dll

Segera daftarkan diri Anda sekarang juga karena kuota tiap bulan sangat terbatas.

Hanya untuk Anda yang benar-benar serius mau belajar menulis dan menerbitkan buku.

Pendaftaran Hubungi:

sekolahmenulis@gmail.com

081285874272 (sms only)

Read Full Post »

oleh Dodi Mawardi – Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

“Anda benar-benar membakar saya…” ujar seorang alumnus kursus Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI).

“Panas dong  kalau terbakar…” balas saya berkelakar, sambil terkekeh.

Lalu dia melanjutkan ceritanya bahwa sejak ikut kursus, gejolak menulisnya melonjak-lonjak. Sejumlah fakta yang saya paparkan ternyata begitu dalam menghunjam lubuk hatinya. Salah satu yang paling dalam dan selalu diingatnya adalah fakta bahwa… hanya manusia primitif yang tidak punya karya tulis!

Dalam setiap workshop atau pelatihan, saya memang suka sekali menampilkan fakta tersebut, untuk menghancurkan mental blok para calon penulis. Selalu saja ada alasan dari mereka, untuk tidak jadi menulis walaupun awalnya bersemangat. Mulanya berkobar-kobar ibarat Bung Tomo yang berperang melawan tentara Sekutu. Tapi beberapa waktu kemudian melempem. Motivasi menulis lenyap entah kemana.

Namun, dengan fakta bahwa hanya manusia primitif yang tidak punya karya tulis, peserta sedikit banyak bertanya pada dirinya sendiri. Apakah aku termasuk manusia primitif atau bukan?

Anda juga mungkin akan bertanya hal serupa. Jawabannya tergantung fakta apakah Anda sudah menulis buku atau belum. Saya fokus kepada buku, karena buku merupakan karya tulis dengan nilai intelektual tertinggi, yang terpublikasi secara massal dan tersimpan terhormat di perpustakaan-perpustakaan.

Jika Anda belum memiliki buku yang Anda tulis sendiri, maka Anda termasuk manusia primitif. Kalau sudah menulis buku, maka Anda masuk kategori manusia yang tercatat dalam sejarah peradaban dunia.

Coba telusuri masa lalu kita. Sejak kapan sejarah Mesir bisa kita ketahui jejaknya? Sejak kapan sejarah nabi Adam bisa kita pelajari? Jawabnnya sederhana, sejak adanya tulisan. Sejak manusia mengenal tulisan.  Sebelum manusia mengenal tulisan, kita tidak bisa belajar tentang masa lalu. Semua gelap. Hanya mengira-ngira. Hanya belajar dari bekas-bekas perkakas, yang bentuknya pun antah berantah. Itulah peninggalan manusia-manusia primitif. Sedangkan manusia bersejarah meninggalkan jejak berupa tulisan.

Seperti peserta kursus tadi, terserah Anda mau jadi manusia primitif atau manusia bersejarah!

Read Full Post »

Oleh Dodi Mawardi

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

3 cara

Cara terbaik untuk meningkatkan sebuah kemampuan adalah dengan terus melakukannya (praktik) dan berlatih. Seorang sopir akan mahir mengendarai mobilnya, bila setiap hari dia selalu berada di balik kemudi. Praktik, praktik dan praktik. Sesekali saja dia membaca buku atau bertanya kepada orang lain, untuk menyempurnakan caranya mengendarai. Sesekali pula dia melihat orang lain melakukannya, lalu dia tiru. Begitupun menulis. Menulislah terus, lalu baca buku orang lain, praktik, tiru cara orang lain, praktik dan seterusnya.

Saya pun memperbaiki kemampuan dengan cara itu. Saya selalu menulis setiap saat, bahkan ketika tidak ada media apapun yang saya miliki. Tidak ada kertas, pena apalagi smartphone, laptop dan komputer. Tapi saya tetap berupaya untuk selalu menulis setiap saat. Sekali lagi setiap saat. Saya masih punya satu media lagi, yang tidak akan pernah lepas hingga meregang nyawa, yaitu kepala yang di dalamnya terdapat mesin ultra canggih yang biasa disebut otak.

Menulis di kepala, demikian sejumlah pakar penulisan menyebutnya. Jadi meski tanpa media yang biasa dipakai buat menulis pun, saya tetap bisa melakukan kegiatan rutin yang tidak bersifat rutinitas yaitu menulis. Dengan cara itu, saya yakin kemampuan selalu berubah ke arah yang lebih baik. Tentu saja dengan sejumlah kegiatan penunjang lainnya.

Apa kegiatan penunjangnya?

Berikut ini, 3 kegiatan penunjang yang akan membuat praktik menulis Anda semakin baik.

  1. BERGAULLAH DI LINGKUNGAN PENULIS. Ini menjadi salah satu hukum alam, bahwa bila Anda selalu dekat dengan harimau, maka lama-lama Anda pun akan pintar mengaum atau mencakar. Jika Anda selalu akrab dengan pencopet, suatu saat Andapun akan pintar mencopet. Menulis pun demikian.
  1. MILIKILAH MENTOR. Saya sangat menyarankan kepada Anda untuk memiliki minimal satu mentor, untuk meningkatkan kemampuan Anda menulis. Jangan merasa berat dulu untuk mencari mentor, karena mentor bisa berarti macam-macam. Dengan memiliki mentor, maka Anda akan mendapatkan role model penulisan yang sudah terbukti manjur. Anda tidak akan menjadi kuda binal yang lepas kendali, punya nafsu besar dalam menulis tapi sama sekali tidak beraturan dan tidak terarah.
  1. BACA BUKU-BUKU TENTANG MENULIS. Atau buku lain yang Anda sukai. Bagaimanapun buku adalah jendela ilmu utama. Ironis bila seorang penulis tidak suka membaca buku. Maka, langkah jitu menjadi penulis adalah milikilah buku-buku terutama tentang penulisan. Dengan memiliki buku-buku tersebut, Anda akan mendapatkan sejumlah jurus baru dalam menulis. Atau paling tidak akan mampu menjaga motivasi Anda untuk selalu menulis.  Rajin juga datangi toko buku. Masak seorang penulis, malas ke toko buku?! Di rak buku saya, terdapat tidak kurang dari 50 judul buku tentang penulisan.

BUku buku penulisan

Saya pikir dengan ketiga langkah tersebut, plus praktik secara terus menerus, maka kemampuan menulis akan bisa terus meningkat. Terbukti buat saya sendiri, dengan melakukan hal-hal tersebut, saya merasa bisa terus memperbaiki diri dan terus menelurkan karya.

Selamat menulis!

Read Full Post »

Kemampuan menulis anak Indonesia termasuk rendah dibandingkan dengan kemampuan menulis anak-anak seusianya di negara lain. Hal itu terlihat salah satunya dari jumlah buku anak yang ditulis oleh anak-anak di Indonesia dibandingkan di negara maju. Jumlah penulis anak (yang masih anak-anak) masih sangat minim. Sebagian besar buku anak di Indonesia ditulis oleh orang dewasa.

 

Beberapa penerbit berupaya memacu minat anak untuk menulis. Yang paling berhasil adalah grup Mizan dengan komunitas KKPK ( Kecil Kecil Punya Karya) yang kemudian disusul oleh komunitas serupa dari grup yang sama tapi dari lini penerbit berbeda yaitu PCPK (Penulis Cilik Punya Karya).  Sejak munculnya perhatian penerbit tersebut, maka lahirnya sejumlah penulis cilik dengan karya-karya orisinalnya.  Meski demikian, jumlah penulis cilik di Indonesia belum juga memadai.

 

Nah jika Anda memiliki anak yang berminat di bidang tulis menulis atau membuat anak Anda lebih mahir menulis, ada beragam cara yang bisa dilakukan. Silakan simak tips-tips di bawah ini.

1. Tumbuhkan dulu minat membacanya. Bagaimanapun membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mengisi kepala anak dengan beragam informasi dan pengetahuan positif. Semakin banyak buku atau materi yang dibaca semakin banyak isi kepala anak, yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Membaca menjadi kunci keberhasilan dalam menulis.

 

2. Biasakan berdiskusi. Sebagai orang tua, biasakan melakukan diskusi dengan anak dalam berbagai hal dan bidang. Untuk itu, Anda sebagai orang tua harus memiliki wawasan memadai agar dapat berdiskusi dengan baik. Kebiasaan berdiskusi ini akan memacu otak anak terus berkembang dan membiasakan diri mengekspresikan pendapat sedini mungkin.

 

3. Bermain bahasa. Dasar dari menulis adalah bahasa. Maka, kita harus mengajarkan anak bagaimana bahasa yang baik dan benar serta komunikatif. Tidak mudah. Tapi kita harus tetap memperkaya kosa kata karena anak-anak akan belajar langsung dari kita sebagai orang tuanya. Selain dari bahan bacaan, sumber utama kosa kata anak-anak berasal dari orang tuanya. Pernahkah Anda ditanya oleh anak, “Pah/mah… kata ini artinya apa?”

 

4. Rutin kunjungi toko buku atau perpustakaan. Kegiatan ini mengasyikkkan karena memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih buku yang diinginkannya. Kegiatan ini juga memberikan dampak kepada anak untuk menghargai buku dan ilmu pengetahuan.

 

5. Latihan menulis. Tidak bisa tidak… memang harus rajin berlatih menulis untuk meningkatkan kemampuan menulis anak. Tidak perlu yang rumit. Cukup biasakan anak menulis apa saja yang dialaminya sehari-hari. Artinya, sebuah diari atau buku harian sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan menulis anak. Pada level berikutnya, biasakan mengemukakan pendapat lewat tulisan.

 

Kabar gembira buat Anda yang ingin meningkatkan kemampuan menulis anak, karena mulai Maret 2015, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) membuka kelas tatap muka Menulis Kreatif untuk Anak-anak. Belajar menulis yang lebih terarah dipandu oleh penulis profesional mentor SMKI.

Hubungi 021-94800033 atau

email:  sekolahmenulis@gmail.com 

 

Read Full Post »

 

Kisah Alumni SMKI yang Berhasil Menulis Buku

Tyas AN Sukses Menulis buku “A to Z Dunia Kuliner”

 

Wanita yang satu ini mengikuti kursus menulis di Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) pada tahun 2011. Lokasi kursus waktu itu bukan di Plasa Tendean, kantor SMKI pertama, melainkan di kediaman seorang alumni SMKI yaitu ibu Dewi Kusuma (almarhum), yang terletak di kawasan Radio Dalam Jakarta Selatan. Dari kursus itulah, Tyas AN, atau biasa disapa Tyas, berhasil merampungkan buku pertamanya “A to Z Dunia Kuliner” dan diterbitkan oleh penerbit Gramedia.

 

Menulis adalah sebuah proses. Begitu pula belajar menulisnya. Tyas harus rajin dan penuh komitmen mengikuti kursus sebanyak 12 kali pertemuan sesuai dengan Metode 12 PAS, yang dikembangkan pendiri SMKI, Dodi Mawardi. Selama itu pula, Tyas membuat kerangka tulisan tentang dunia kuliner. Ia juga harus wawancara dengan sejumlah pakar bidang kuliner untuk melengkapi bahan bukunya. Suatu hal yang tidak pernah dilakukan Tyas sebelumnya. Ia juga dipertemukan oleh SMKI dengan editor-editor penerbit Elex Media (Gramedia Grup).

 

20 - Tyas AN

Dengan kerja keras dan mengikuti proses, Tyas berhasil menerbitkan buku tersebut pada 2013. Sebuah buku yang sudah diimpikannya sejak lama. Sebelum menulis buku tersebut, Tyas memang punya minat yang besar terhadap dunia kuliner (masakan). Ia sempat membuka cafe di kawasan Kemang Jakarta Selatan.

 

Selamat Tyas, semoga bukunya bermanfaat buat orang lain.

Ditunggu buku buku berikutnya!

 

 

 

 

Read Full Post »

Semangat pagi… semangat menulis buku.

Suatu hari, Yanti berkunjung ke toko buku Gramedia. Di pintu masuk ia sudah melihat berderet buku baru. Bagus bagus. Di sebelahnya berjejer pula buku buku laris. Yanti tak henti-hentinya memandangi seluruh karya karya itu. Namun belum ada satu pun yang menarik perhatiannya.

Dia bergerak ke belakang, menyusuri rak rak buku masakan. Yanti memang hobi memasak. Matanya tertuju pada sebuah buku, yang menurut logika Yanti, tidak bagus. “Hah.., buku seperti itu. Isinya? Duh, kalau hanya seperti ini, saya juga bisa nulis buku ini…”

17 - ejek buku

Yanti terus bergerak ke rak rak lainnya. Dia kembali menemukan sejumlah buku yang, “tidak deh.” Buku buku yang terlalu cetek ilmunya dan terlalu sederhana untuk menjadi buku. Yang menurutnya, kalau bikin buku buku seperti itu, dia juga bisa.

“Anda sendiri sudah menulis buku?” tanya saya.

“Belum…” jawabnya tersipu malu.

Sampai sekarang, bertahun tahun sejak pertemuan itu, Yanti belum juga menulis buku. Sedangkan naskah naskah sederhana, naskah naskah yang level keilmuannya cetek, terus menerus diproduksi penerbit menjadi buku dan dipajang di toko sampai sekarang. Kenapa? Karena sebagian besar pembaca berada pada level pemula.

Selamat menulis buku!

Catatan:
Di Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI), siswa tidak diajarkan mengejek atau menghina buku. Siswa diajarkan untuk menghasilkan buku dan memberikan penghargaan kepadanya.

Read Full Post »

 

Belajar di mana kalau mau jadi penulis profesional?

Belajar di mana kalau mau jadi pengusaha bidang penulisan (writerpreneur)?

Adakah kampus atau perguruan tinggi yang memberikan pelajaran tentang menjadi penulis profesional?

Adakah kampus atau perguruan tinggi yang mengajari bagaimana menjadi pengusaha di bidang penulisan (writerpreneur)?

Adakah gelar atau sertifikat standar untuk profesi penulis profesional?

Jawabannya tidak ada!

Di Indonesia belum ada.

Padahal industri penulisan membutuhkan tenaga-tenaga terampil untuk posisi:

–          Penulis profesional yang produktif dan bukan penulis sambilan (freelance).

–          Editor terampil dan profesional, bukan editor sambilan.

–          Penulis bayaran (co writer) yang disewa sejumlah orang untuk menulis.

–          Penulis bayangan (ghost writer) untuk orang-orang terkenal.

Industri penulisan pun membuka peluang besar kepada siapapun yang mau terjun di bisnis ini. Bisnis penulisan dan penerbitan termasuk dalam industri kreatif yang sekarang dikembangkan oleh Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif. Industri kreatif adalah industri masa depan, yang tidak mengenal batas penghasilan.

Belum ada perguruan tinggi yang secara khusus memberikan pelajaran tentang keterampilan-keterampilan di bidang penulisan. Industri ini belum mendapatkan perhatian dari perguruan tinggi.

Omzet industri penulisan dan penerbitan di Indonesia tergolong LUMAYAN. Setiap tahun tidak kurang dari Rp5 triliun, berputar di dalamnya. Belum termasuk transaksi-transaksi tak tercatat dan tak resmi.

Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia (SMKI) menjadi yang pertama, membuka kelas khusus untuk mencetak penulis profesional dan writerpreneur dengan metode pendidikan seperti di perguruan tinggi bersistem SKS (Satuan Kredit Semester).

Slide4

SMKI memberikan modal berupa keterampilan khusus bagi siapapun yang mau menjadikan menulis sebagai profesi, sebagai tulang punggung penghasilan. Bukan penulis sampingan, bukan pula sekadar hobi, dan bukan penulis yang hanya mengandalkan royalti. SMKI juga memberikan modal khusus berupa wawasan dan keterampilan bagaimana menjadi pengusaha di bidang penulisan.

Pendidikan berlangsung selama 6 bulan, di kampus yang nyaman, asri dan refresentatif yaitu di komplek Sekolah Alam Cikeas, Cibubur (Di sekitar kampus terdapat banyak sekali tempat kost dan rumah kontrakan). Kuliah berlangsung setiap hari Sabtu, jam 13.00 – jam 19.00, dengan 6 mata kuliah berjumlah 18 SKS. Setiap mata kuliah berisi materi teori, praktik dan magang. Setiap siswa wajib berinteraksi dengan para profesional di bidang penulisan, editor-editor di penerbitan, magang di percetakan/penerbitan dan mendapatkan mentor berkualitas dalam bisnis penulisan (link and match yang ketat).

Mata Kuliah Program Pendidikan Keahlian Khusus

Menjadi Penulis Profesional & Writerpreneur

  1. Pendidikan Dasar Karakter.
  2. Bahasa Indonesia untuk Penulisan.
  3. Tehnik Dasar Penulisan & Penyuntingan (Creative Writing)
  4. Tehnik Menulis Non Fiksi (Populer).
  5. Tehnik Menulis Fiksi (Novel/Cerpen/Puisi)
  6. Industri Penulisan (Wirausaha)

Program ini memberikan pengetahuan, skil dan sikap yang tepat untuk modal sebagai penulis profesional dan writerpreneur. Setelah mengikuti program ini selama 6 bulan, peserta akan mampu:

– Menulis artikel untuk koran dan majalah serta menghasilkan pemasukan.

– Menulis puisi dan cerpen serta mengirimkannya ke koran atau majalah.

– Menulis novel dan mengirimkannya ke penerbit.

– Menulis buku populer serta mengirimkannya ke penerbit.

– Menjadi penulis pendamping dan menghasilkan fee.

– Menjadi ghost writer dan menghasilkan fee.

– Menjadi pengusaha di bidang penulisan/penerbitan dan menghasilkan keuntungan dengan modal efisien.

Sebelum lulus, para peserta sudah bisa mulai mendapatkan penghasilan! Apalagi setelah lulus, karena peluang berserak di depan mata.

Peluang lainnya:

–      Menjadi pembicara di bidang penulisan atau di bidang keahlian yang tertulis di buku, dan mendapatkan honor sebagai pembicara.

–      Menjadi pelatih bidang penulisan.

Semua ini sudah terbukti, bukan hanya janji

atau sekadar mimpi.

Biaya program ini adalah:

1. Pendaftaran/formulir Rp 150.000,
2. Uang pangkal (di awal) Rp 6.200.000,
3. Spp bulanan Rp 800.000,

Jika mau bayar sekaligus di awal, mendapatkan potongan Rp 500.000,

Angkatan Pertama akan dimulai pada Januari 2014 dan Angkatan Kedua pada Juli 2014. Kalau mau jadi penulis pro dan writerpreneur, inilah program yang tepat buat Anda.

Belum lulus sudah bisa menghasilkan, karena kami akan libatkan siswa di dalam proyek2 penulisan tim pengajar dan terlibat langsung dalam dunia penerbitan.

Biaya pendidikan akan cepat kembali (balik modal)!

Pendaftaran hubungi:

021-94800033

email:

sekretariat@sekolahmenuliskreatif.com

sekolahmenulis@gmail.com.

FB: sekolah menulis kreatif indonesia

Twitter: @infomenulis

 

Tim Pengajar SMKI

  1. Dodi Mawardi, penulis buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, penulis lebih dari 50 judul buku, pendiri Sekolah Menulis kre@tif Indonesia.
  2. Nyuwan S. Budiana, penulis lebih dari 40 judul buku, pengusaha jasa penulisan dan penerbitan.
  3. Jonru, pendiri Sekolah Menulis Online, penulis pro & writerpreneur.
  4. Aryo Wicaksono, penulis 5 judul buku, co writer dan ghost writer.
  5. Senda Irawan, penulis lebih dari 10 judul buku, co writer dan ghost writer.
  6. Editor Elex Media (Gramedia), Noura’s Book, Ufuk dll.
  7. Pengusaha Komunitas TDA (Tangan Di Atas).

Read Full Post »

(Dikutip dari buku Cara Mudah Menulis Buku Metode 12 Pas)

Ketika saya pertama kali berniat menulis buku, maka tujuan pertama saya adalah  INGIN MEMBUKTIKAN bahwa saya bisa menulis buku. Tujuan ini begitu kuat mendorong dan memotivasi saya, untuk mewujudkan buku tersebut. Saya yakin saya bisa. Orang lain bisa kenapa saya tidak?

Berkat tujuan ini, seluruh potensi saya kerahkan untuk mewujudkannya. Sejak dulu, saya yakin setiap apa yang saya inginkan jika dilaksanakan dengan baik, fokus dan selalu memohon pertolongan Yang Maha Kuasa, maka akan tercapai. Keyakinan ini saya tanamkan dalam diri, dengan selalu merenungkannya setiap hari, lalu diimplementasikan ke dalam tindakan.

Alhamdulillah, tujuan itu tercapai dalam tempo yang tidak terlalu lama. Benar kata para penulis buku The Secret atau The Law of Attraction, jika kita punya tujuan dan fokus pada tujuan itu dalam HATI, UCAPAN dan TINDAKAN, maka seluruh alam akan mendukung. Ada saja pihak yang tertarik mendukung tujuan saya tersebut. Mulai dari teman pengusaha, teman sepermainan sampai teman baru di penerbitan.

Nah, bagi Anda yang sekarang masih belum ‘mampu’ mewujudkan bukunya, alangkah baiknya jika kembali merenungkan apa tujuan membuat buku tersebut. Terserah Anda, yang penting tujuan itu mampu memberikan motivasi kuat. Seperti dalam artikel terdahulu, saya meyebutkan banyak sekali manfaat tulisan/buku bagi setiap profesi, mulai dari karyawan sampai pengusaha. Bisa saja manfaat-manfaat itu dijadikan tujuan. Dan tujuan itu, jika sudah tercapai, bisa berubah dengan tujuan baru untuk buku berikutnya.

 

Setelah tujuan INGIN MEMBUKTIKAN bahwa saya bisa menulis buku tercapai, untuk buku-buku berikutnya saya mengubah tujuan tersebut. Yaitu MENJADIKAN MENULIS BUKU sebagai profesi. Tujuan yang satu ini makin menguatkan motivasi menulis, karena yakin potensi bidang ini sangat menjanjikan. Saya terlecut untuk membuktikan, bahwa menulis buku memang bisa menjadi profesi, setara dengan profesi lainnya. Kasarnya, kalau saya tidak menulis buku, maka saya dan keluarga tidak bisa makan!

 

            So, segera rumuskan tujuan menulis buku Anda, agar semakin terpacu untuk mewujudkannya. Kian kuat tujuan itu tertanam dalam jiwa, semakin giat pula kita menulis buku. Sebaliknya, jika tujuannya hanya ALA KADARNYA, maka proses menulis pun akan ALA KADARNYA = jadi syukur, tidak jadi ya tidak apa-apa!

 

Kalau itu yang terjadi, lebih baik LUPAKAN keinginan memiliki buku sendiri!

 

Read Full Post »

Older Posts »