Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Menulis’

 

Jasa Konten Tulisan

 

  • Punya Web atau Blog? Masih Kosong? Atau Tidak Ada Waktu untuk Mengisinya?

Percayakan Kepada Ahlinya

  • Mau bikin majalah atau media online? Tidak perlu rekrut wartawan.

Percayakan Kepada Ahlinya

  • Mau bangun personal branding lewat tulisan di media internet?

Percayakan Kepada Ahlinya

 

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia membuka layanan baru jasa tulisan konten. Kami tujukan buat Anda yang punya kesibukan atau kegiatan lain, namun sangat ingin eksis di dunia tulis menulis. Atau Anda ingin meningkatkan brand personal/perusahaan Anda melalui tulisan. Atau Anda mau berbisnis di bidang tulisan seperti website informasi, majalah online, blog penarik iklan dan lain sebagainya. Bahkan bagi Anda yang mau menampilkan brand tertentu untuk personal, agar dikenal masyarakat. Misal sebagai pakar bidang tertentu.

 

Kami sudah berpengalaman mengisi sejumlah website pesanan, media online, media sosial, majalah dan buletin, serta beragam media tulisan lainnya. Tim penulis juga sudah menghasilkan puluhan karya tulis dalam bentuk buku populer.

 

Sudah terbukti dan sudah teruji!

 

Silakan kirimkan niat Anda menggunakan jasa kami lewat email sekolahmenulis@gmail.com

 Jasa Konten Tulisan

 

Iklan

Read Full Post »

 

Belajar di mana kalau mau jadi penulis profesional?

Belajar di mana kalau mau jadi pengusaha bidang penulisan (writerpreneur)?

Adakah kampus atau perguruan tinggi yang memberikan pelajaran tentang menjadi penulis profesional?

Adakah kampus atau perguruan tinggi yang mengajari bagaimana menjadi pengusaha di bidang penulisan (writerpreneur)?

Adakah gelar atau sertifikat standar untuk profesi penulis profesional?

Jawabannya tidak ada!

Di Indonesia belum ada.

Padahal industri penulisan membutuhkan tenaga-tenaga terampil untuk posisi:

–          Penulis profesional yang produktif dan bukan penulis sambilan (freelance).

–          Editor terampil dan profesional, bukan editor sambilan.

–          Penulis bayaran (co writer) yang disewa sejumlah orang untuk menulis.

–          Penulis bayangan (ghost writer) untuk orang-orang terkenal.

Industri penulisan pun membuka peluang besar kepada siapapun yang mau terjun di bisnis ini. Bisnis penulisan dan penerbitan termasuk dalam industri kreatif yang sekarang dikembangkan oleh Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif. Industri kreatif adalah industri masa depan, yang tidak mengenal batas penghasilan.

Belum ada perguruan tinggi yang secara khusus memberikan pelajaran tentang keterampilan-keterampilan di bidang penulisan. Industri ini belum mendapatkan perhatian dari perguruan tinggi.

Omzet industri penulisan dan penerbitan di Indonesia tergolong LUMAYAN. Setiap tahun tidak kurang dari Rp5 triliun, berputar di dalamnya. Belum termasuk transaksi-transaksi tak tercatat dan tak resmi.

Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia (SMKI) menjadi yang pertama, membuka kelas khusus untuk mencetak penulis profesional dan writerpreneur dengan metode pendidikan seperti di perguruan tinggi bersistem SKS (Satuan Kredit Semester).

Slide4

SMKI memberikan modal berupa keterampilan khusus bagi siapapun yang mau menjadikan menulis sebagai profesi, sebagai tulang punggung penghasilan. Bukan penulis sampingan, bukan pula sekadar hobi, dan bukan penulis yang hanya mengandalkan royalti. SMKI juga memberikan modal khusus berupa wawasan dan keterampilan bagaimana menjadi pengusaha di bidang penulisan.

Pendidikan berlangsung selama 6 bulan, di kampus yang nyaman, asri dan refresentatif yaitu di komplek Sekolah Alam Cikeas, Cibubur (Di sekitar kampus terdapat banyak sekali tempat kost dan rumah kontrakan). Kuliah berlangsung setiap hari Sabtu, jam 13.00 – jam 19.00, dengan 6 mata kuliah berjumlah 18 SKS. Setiap mata kuliah berisi materi teori, praktik dan magang. Setiap siswa wajib berinteraksi dengan para profesional di bidang penulisan, editor-editor di penerbitan, magang di percetakan/penerbitan dan mendapatkan mentor berkualitas dalam bisnis penulisan (link and match yang ketat).

Mata Kuliah Program Pendidikan Keahlian Khusus

Menjadi Penulis Profesional & Writerpreneur

  1. Pendidikan Dasar Karakter.
  2. Bahasa Indonesia untuk Penulisan.
  3. Tehnik Dasar Penulisan & Penyuntingan (Creative Writing)
  4. Tehnik Menulis Non Fiksi (Populer).
  5. Tehnik Menulis Fiksi (Novel/Cerpen/Puisi)
  6. Industri Penulisan (Wirausaha)

Program ini memberikan pengetahuan, skil dan sikap yang tepat untuk modal sebagai penulis profesional dan writerpreneur. Setelah mengikuti program ini selama 6 bulan, peserta akan mampu:

– Menulis artikel untuk koran dan majalah serta menghasilkan pemasukan.

– Menulis puisi dan cerpen serta mengirimkannya ke koran atau majalah.

– Menulis novel dan mengirimkannya ke penerbit.

– Menulis buku populer serta mengirimkannya ke penerbit.

– Menjadi penulis pendamping dan menghasilkan fee.

– Menjadi ghost writer dan menghasilkan fee.

– Menjadi pengusaha di bidang penulisan/penerbitan dan menghasilkan keuntungan dengan modal efisien.

Sebelum lulus, para peserta sudah bisa mulai mendapatkan penghasilan! Apalagi setelah lulus, karena peluang berserak di depan mata.

Peluang lainnya:

–      Menjadi pembicara di bidang penulisan atau di bidang keahlian yang tertulis di buku, dan mendapatkan honor sebagai pembicara.

–      Menjadi pelatih bidang penulisan.

Semua ini sudah terbukti, bukan hanya janji

atau sekadar mimpi.

Biaya program ini adalah:

1. Pendaftaran/formulir Rp 150.000,
2. Uang pangkal (di awal) Rp 6.200.000,
3. Spp bulanan Rp 800.000,

Jika mau bayar sekaligus di awal, mendapatkan potongan Rp 500.000,

Angkatan Pertama akan dimulai pada Januari 2014 dan Angkatan Kedua pada Juli 2014. Kalau mau jadi penulis pro dan writerpreneur, inilah program yang tepat buat Anda.

Belum lulus sudah bisa menghasilkan, karena kami akan libatkan siswa di dalam proyek2 penulisan tim pengajar dan terlibat langsung dalam dunia penerbitan.

Biaya pendidikan akan cepat kembali (balik modal)!

Pendaftaran hubungi:

021-94800033

email:

sekretariat@sekolahmenuliskreatif.com

sekolahmenulis@gmail.com.

FB: sekolah menulis kreatif indonesia

Twitter: @infomenulis

 

Tim Pengajar SMKI

  1. Dodi Mawardi, penulis buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, penulis lebih dari 50 judul buku, pendiri Sekolah Menulis kre@tif Indonesia.
  2. Nyuwan S. Budiana, penulis lebih dari 40 judul buku, pengusaha jasa penulisan dan penerbitan.
  3. Jonru, pendiri Sekolah Menulis Online, penulis pro & writerpreneur.
  4. Aryo Wicaksono, penulis 5 judul buku, co writer dan ghost writer.
  5. Senda Irawan, penulis lebih dari 10 judul buku, co writer dan ghost writer.
  6. Editor Elex Media (Gramedia), Noura’s Book, Ufuk dll.
  7. Pengusaha Komunitas TDA (Tangan Di Atas).

Read Full Post »

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia membuka kelas tatap muka baru, yaitu Program Pendidikan Keahlian Khusus Menjadi Penulis Profesional dan Writerpreneur.  Program ini akan mendidik peserta menjadi penulis profesional di berbagai bidang (fiksi dan non fiksi), serta memiliki jiwa entrepreneur sehingga bisa menjadi pengusaha di bidang tulis-menulis dan penerbitan (writerpreneur).

Program ini memberikan pengetahuan, skil dan sikap yang tepat untuk modal sebagai penulis profesional dan writerpreneur. Setelah mengikuti program ini selama 6 bulan, peserta akan mampu:

– Menulis artikel untuk koran dan majalah.

– Menulis puisi dan cerpen.

– Menulis novel.

– Menulis buku populer.

– Menjadi penulis pendamping

– Menjadi ghost writer

– Menjadi pengusaha di bidang penulisan/penerbitan.

Sebelum lulus, para peserta sudah bisa mulai mendapatkan penghasilan! Apalagi setelah lulus, karena peluang berserak di depan mata.

Promo Program Keahlian Khusus Penulis Pro

Biaya pendidikan akan cepat kembali (balik modal)!

 

Sistem pendidikan disusun seperti perkuliahan, dengan enam mata kuliah berbeda. Dalam satu hari, setiap peserta minimal akan melahap 3 mata kuliah selama sekitar 6 jam dengan jeda sekian waktu.

 

Waktu kuliah setiap weekend/Sabtu selama 6 hulan (24x pertemuan), mulai jam 13 sampai selesai di komplek Sekolah Alam Cikeas, Cibubur. Peserta minimal sudah mengenyam pendidikan D3, sehingga program ini bisa disebut sebagai program profesi. Pengajar pengajarnya adalah penulis profesional dan pengusaha bidang penulisan.

 

 Biaya program ini adalah sebesar Rp 11.150.000,-, dengan cara pembayaran:

1. Pendaftaran/formulir Rp 150.000,
2. Uang pangkal (di awal) Rp 6.200.000,
3. Spp bulanan Rp 800.000,

Total selama 6 bulan adalah Rp11.150.000 Jika mau bayar sekaligus di awal mendapatkan potongan Rp 500.000,

Angkatan pertama akan dimulai pada Januari 2014. Kalau mau jadi penulis pro dan writerpreneur, inilah program yang tepat buat Anda.

Belum lulus sudah bisa menghasilkan, karena kami akan libatkan siswa di dalam proyek2 penulisan tim pengajar dan terlibat langsung dalam dunia penerbitan.

Pendaftaran hubungi: 021-94800033 atau email: sekolahmenulis@gmail.com.

 Wasalam,

Pengelola SMKI

 

Read Full Post »

(Dikutip dari buku Cara Mudah Menulis Buku Metode 12 Pas)

Ketika saya pertama kali berniat menulis buku, maka tujuan pertama saya adalah  INGIN MEMBUKTIKAN bahwa saya bisa menulis buku. Tujuan ini begitu kuat mendorong dan memotivasi saya, untuk mewujudkan buku tersebut. Saya yakin saya bisa. Orang lain bisa kenapa saya tidak?

Berkat tujuan ini, seluruh potensi saya kerahkan untuk mewujudkannya. Sejak dulu, saya yakin setiap apa yang saya inginkan jika dilaksanakan dengan baik, fokus dan selalu memohon pertolongan Yang Maha Kuasa, maka akan tercapai. Keyakinan ini saya tanamkan dalam diri, dengan selalu merenungkannya setiap hari, lalu diimplementasikan ke dalam tindakan.

Alhamdulillah, tujuan itu tercapai dalam tempo yang tidak terlalu lama. Benar kata para penulis buku The Secret atau The Law of Attraction, jika kita punya tujuan dan fokus pada tujuan itu dalam HATI, UCAPAN dan TINDAKAN, maka seluruh alam akan mendukung. Ada saja pihak yang tertarik mendukung tujuan saya tersebut. Mulai dari teman pengusaha, teman sepermainan sampai teman baru di penerbitan.

Nah, bagi Anda yang sekarang masih belum ‘mampu’ mewujudkan bukunya, alangkah baiknya jika kembali merenungkan apa tujuan membuat buku tersebut. Terserah Anda, yang penting tujuan itu mampu memberikan motivasi kuat. Seperti dalam artikel terdahulu, saya meyebutkan banyak sekali manfaat tulisan/buku bagi setiap profesi, mulai dari karyawan sampai pengusaha. Bisa saja manfaat-manfaat itu dijadikan tujuan. Dan tujuan itu, jika sudah tercapai, bisa berubah dengan tujuan baru untuk buku berikutnya.

 

Setelah tujuan INGIN MEMBUKTIKAN bahwa saya bisa menulis buku tercapai, untuk buku-buku berikutnya saya mengubah tujuan tersebut. Yaitu MENJADIKAN MENULIS BUKU sebagai profesi. Tujuan yang satu ini makin menguatkan motivasi menulis, karena yakin potensi bidang ini sangat menjanjikan. Saya terlecut untuk membuktikan, bahwa menulis buku memang bisa menjadi profesi, setara dengan profesi lainnya. Kasarnya, kalau saya tidak menulis buku, maka saya dan keluarga tidak bisa makan!

 

            So, segera rumuskan tujuan menulis buku Anda, agar semakin terpacu untuk mewujudkannya. Kian kuat tujuan itu tertanam dalam jiwa, semakin giat pula kita menulis buku. Sebaliknya, jika tujuannya hanya ALA KADARNYA, maka proses menulis pun akan ALA KADARNYA = jadi syukur, tidak jadi ya tidak apa-apa!

 

Kalau itu yang terjadi, lebih baik LUPAKAN keinginan memiliki buku sendiri!

 

Read Full Post »

Pertanyaan tersebut sebenarnya sudah usang! Tapi tetap saja masih ditanyakan oleh sejumlah orang. Padahal, pertanyaan itu juga bisa disampaikan kepada semua profesi. Bukankah di profesi apapun, tergantung orangnya bagaimana, bukan tergantung profesinya?

Contoh olahragawan, artis atau profesi lainnya. Berhasil tidaknya seseorang menjalani profesi itu, bukan melulu karena prospektifnya profesi itu melainkan lebih karena kualitas dirinya masing-masing.

Coba tanyakan prospek profesi pesepakbola kepada Bambang Pamungkas. Jawabannya pasti berbeda dibanding jawaban seorang Saiful, pemain sepakbola antar kampung di Parung. Tanyakan pula prospek musik kepada Anang Hermansyah, pasti akan berbeda jika dibandingkan dengan jawaban seorang Endah, penyanyi dari cafe ke cafe di kawasan Jakarta Barat.

Demikian pula untuk profesi sebagai penulis. Jawabannya pasti beragam, tergantung kepada siapa kita bertanya. Silahkan bertanya kepada Andrea Hirata, penulis top penghasil novel teramat laris Laskar Pelangi. Pasti jawabannya sangat positif karena dia sudah membuktikan berhasil mendapatkan banyak sekali hal dari menulis.

Atau tanyakan kepada Jonru Ginting, Andrias Harefa dan Edy Zaqeus, yang menghasilkan banyak hal dari profesi penulisan. Tapi jawaban berbeda jika Anda bertanya kepada penulis sekelas Uda di sinetron Suami-suami Takut Istri, yang belum juga berhasil menerbitkan novelnya.

Artinya, dalam profesi apapun, tergantung bagaimana kemauan dan kemampuan masing-masing orang untuk membuatnya prospektif atau tidak. Sama sekali tidak dipengaruhi oleh karakter dari profesi tersebut. Apalagi hanya dipengaruhi oleh katanya dan katanya.

Jika Anda bertanya kepada saya tentang prospek ini, jawabannya sudah jelas bukan? Itulah kenapa saya menulis artikel ini, untuk membuktikan bahwa menulis memang sangat prospektif. Tidak perlu modal banyak, tidak butuh gelar akademis, tak mengharuskan punya kantor dan tidak pula dikungkung oleh bos atau atasan. Bebas mengatur waktu, leluasa menentukan produktivitas dan sesuai dengan hati nurani. Hasilnya?  Semua tergantung kemauan dan kemampuan diri masing-masing.

Selamat menulis dan menjadi penulis!

Read Full Post »

Tuhan Saja Menulis, Kenapa Kita Tidak?

“Setiap manusia tercatat amal perbuatannya…”
“Sebelum menciptakan alam dan seisinya, Tuhan telah menuliskan semuanya dalam sebuah kitab yang besar.”

Kira-kira begitulah bunyi pernyataan Tuhan dalam kitab suci. Tuhan memang menulis dan mencatat semua kejadian di alam semesta ini, dengan bantuan para malaikatnya. Bahkan, setiap satu orang memiliki catatannya masing-masing sejak dia lahir sampai meninggal dunia. Catatan itu akan menjadi dasar perhitungan baik buruknya seseorang kelak setelah mati. Maaf, karena saya muslim, kira-kira begitulah apa yang terjadi. Mungkin di agama lain pun ada hal-hal semacam ini. Dan sepengetahuan saya, memang tidak jauh berbeda, dengan versinya masing-masing.

Bayangkan… sekali lagi bayangkan… Tuhan yang Maha Pengingat, punya ingatan yang maha, tetap mencatat dan menulis. Padahal, jika menilik kemampuan-Nya, tentu tidak perlu Sang Maha Pengingat itu mencatat segala hal, atau menuliskan rencana ciptaan-Nya. Tapi untuk pelajaran kepada manusia, Tuhan pun menulis (mencatat). Sungguh sebuah pelajaran sangat berharga bagi kita jika mau berpikir, bahwa menulis merupakan sebuah perilaku atau perbuatan mulia. Apalagi jika yang ditulis punya manfaat sangat besar buat orang lain.

Kadang kita suka menyombongkan diri dengan tidak mau mencatat berbagai hal penting dalam hidup ini. Menyepelekan sesuatu dengan membanggakan kekuatan otak kita dalam mengingat sesuatu. Tuhan sudah menjawabnya dengan sangat tepat yaitu membuatkan catatan amal setiap manusia selama dia hidup dan menulis segala rencana ciptaan-Nya dalam sebuah kitab yang besar.

Apakah kita lebih hebat dibanding Tuhan? Oh tentu saja tidak bukan?! Mungkin kita yang belum menulis, belum menyadari betapa pentingnya menulis dan mencatat dalam kehidupan ini. Seperti pepatah China yang mengatakan, “Pena yang paling lemah sekalipun tetap lebih kuat dibanding ingatan yang paling hebat.”

Mari Menulis!

Read Full Post »

Setelah sukses dengan berbagai workshop dan kursus beberapa angkatan, Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia kembali membuka kelas baru.
1. Kelas menulis buku populer eksekutif, setiap Jumat malam pukul 18.30 – 20.30, sebanyak 12 kali pertemuan, mulai 5 Maret – 4 Juni 2010. Biaya Rp 3.000.000.

2. Kelas menulis buku populer reguler, setiap Jumat pukul 13.30 – 15.30, sebanyak 12 kali pertemuan, mulai 5 Maret – 4 Juni 2010. Biaya Rp 2.500.000.

3. Kursus menulis privat online via YM, setiap Selasa pukul 19.00 – 21.00, sebanyak 8 kali pertemuan, mulai 2 Maret – 27 April 2010. Biaya Rp 1.500.000. (Perbedaan dengan kursus online lainnya, kelas ini bersifat PRIVAT).

Mentor: Dodi Mawardi (Penulis >25 buku populer) dan Nyuwan S. Budiana (Penulis >20 buku dan Editor Penebar Swadaya/Grup Trubus) dll.

Biaya pendaftaran semua kelas Rp 150.000

Catatan Penting:
• Kursus ini lebih efektif dibanding workshop satu atau dua hari, karena memaksa peserta untuk selalu disiplin hadir di kelas dan disiplin dengan program yang ketat. Pengalaman menunjukkan, 90% peserta berhasil menyelesaikan naskahnya.
• Hanya untuk mereka yang sungguh-sungguh berniat menulis buku.

Benefit:
– Langsung praktik menulis proyek buku pertama yang temanya sudah disetujui oleh penerbit.
– Dibimbing oleh penulis profesional yang sudah berpengalaman, tahap demi tahap proses menulis buku.
– Berkenalan dengan berbagai penerbit (Elex Media Komputindo (Gramedia Grup), Penebar Swadaya (Grup Trubus), Airlangga dll.
– Mendapatkan sertifikat (bagi yang membutuhkan).
– Belajar berbagai tehnik menulis, termasuk tehnik menulis artikel dan tehnik menulis cepat.
– Kelas ber- AC, gratis minum dan makanan ringan.
– Jumlas siswa terbatas (maksimal hanya 10 orang) sehingga mirip kelas privat.
– Lokasi kelas strategi di Plasa Tendean Lt 3 (selokasi dengan Carrefour Market), Jalan Kapten Tendean Mampang Jakarta Selatan (Akan segera buka cabang di Bekasi, Cikarang, Depok dan Serpong).

Layanan purna kursus:
– Masuk komunitas penulis buku.
– Konsultasi seumur hidup.
– Ikut serta dalam berbagai kegiatan Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia.

Kurikulum:
1. Membongkar mental blok dalam menulis dan berbagai solusinya.
2. Mencari, menentukan dan mengembangkan ide, sesuai dengan permintaan pasar/penerbit.
3. Membuat kerangka tulisan/outline yang benar.
4. Tehnik menguasai bahan tulisan.
5. Tehnik menulis cepat.
6. Tehnik menulis artikel.
7. Tehnik menulis jurnalistik.
8. Tehnik menulis “Write The Way You Talk.”
9. Tehnik 7 Langkah Efektif Mengedit Naskah.
10. Tehnik mempercantik/memoles naskah.
11. Kiat-kiat dan praktik menembus penerbitan.

Segera hubungi sdri. Emma 021-33556975 atau 08158237831.
Tempat sangat terbatas, pendaftaran terakhir pada 3 Maret 2010.
Kunjungi: http://www.dodimawardi.com atau http://www.dodimawardi.wordpress.com

Read Full Post »

“Pesertanya luar biasa…”
Hanya itu yang bisa kami ungkapkan ketika menyelenggarakan workshop Cara Cepat Menulis Buku Metode 12 PAS di Cikarang, 16 Januari lalu. Pesertanya sangat antusias.

Mau tahu laporan selengkapnya?
Klik:
http://edukasi.kompasiana.com/2010/01/17/banjir-hadiah-di-sekolah-menulis-cikarang/

Read Full Post »

Pesan Awal Tahun Penulis

“Buku Gurita Cikeas, Laris Manis…”
Demikian salah satu judul artikel di sebuah portal berita internet. Isinya mengulas tentang sebuah buku yang ditulis oleh sosiolog Universitas Satya Wacana George Yunus Aditjondro, yang laku dan dicari banyak pembaca. Buku ini menarik perhatian masyarakat karena isinya menguliti praktik dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh presiden dan kroninya.

Buat saya dan seharusnya sebagian besar penulis buku, berita ini menjadi kabar baik. Kenapa kabar baik? Bukan, bukan kabar baik tentang upaya pembongkaran korupsi, melainkan kabar baik tentang besarnya animo masyarakat terhadap buku ini. Fenomena ini jelas bertolak belakang dengan persepsi selama ini yang mengatakan bahwa orang Indonesia malas membaca. Atau analisis lain yang menyebutkan daya beli orang Indonesia masih sangat rendah. Dua hal tersebut dibantah oleh hadirnya buku Gurita Cikeas. Dalam hitungan hari, buku ini terjual habis dan terus dicetak ulang. Artinya, masyarakat masih terus mencari buku ini, membelinya dan membacanya.

Nah, melihat fenomena tersebut, saya menyimpulkan lagi bahwa pasar buku di Indonesia sangat empuk. Beberapa tulisan saya sebelumnya sudah menyebutkan, bahwa pasar buku di Indonesia sangat potensial. Jauh lebih potensial dibanding pasar buku di negara maju. Buku Gurita memperkuat opini tentang potensialnya pasar Indonesia. Bayangkan saja, dalam tempo tidak lebih dari seminggu, buku yang dicetak ribuan eksemplar ludes diburu pembaca.

Sekali lagi, bagi saya dan mungkin Anda penulis buku atau calon penulis buku, pesan buku Gurita sangat jelas. Langkah kita menulis buku tidak keliru. Apapun tujuan kita dalam menulis, pasar buku memang sangat menjanjikan. Dengan syarat, menulis buku yang temanya sesuai dengan keinginan atau kebutuhan masyarakat, punya manfaat buat pembaca dan sesuai dengan norma serta kaidah yang berlaku.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menulis buku, atau menunda menulis buku atau mengurungkan niat atau melemahkan niat menulis buku. Segeralah tuntaskan buku Anda, dan rasakan dampak dasyatnya. Baik dampak berupa keuntungan materi/non materi, keuntungan melejitnya nama Anda maupun keuntungan mendapatkan pahala karena berbagi ilmu kepada sesama.

Tendean, 12 Januari 2010

Dodi Mawardi
Pengelola Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia

Read Full Post »

Oleh Dodi Mawardi

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

Suatu sore (14/10/09), saya ngobrol dengan seorang mahasiswa peserta perkuliahan yang saya asuh. Seperti biasa, saya memang sering sharing berbagai masalah di luar mata kuliah. Dan tampaknya mahasiswa senang karena mendapat materi lain dan berbeda. Pada pertemuan pertama pekan lalu, saya bagi-bagi pengalaman tentang dunia penulisan, motivasi dan modal untuk hidup.

 

Nah hari ini, saya tanya seorang mahasiswa berumur sekitar 19 tahun. “Kamu merokok?” tanya saya serius. “Ya…” jawabnya santai. “Berapa banyak dalam sehari?” lanjut saya. Dia terdiam sejenak, seperti sungguh-sungguh menghitung. “Ya kira-kira habis sebungkus…”

 

Saya kaget. Ya kaget. Anak semuda itu sudah menghabiskan rokok sebungkus dalam sehari. Dari sisi manapun, konsumsi rokok sebanyak itu sangat merugikan. Yang untung hanyalah buruh pabrik rokok, pedagang rokok, distributor, pemerintah lewat cukai dan terutama pemilik perusahaan rokok. Bukankah para pemilik pabrik rokok itu berulangkali menjadi manusia terkaya di Indonesia? Hasil dari asap rokok yang dikepulkan oleh mahasiswa ini.

 

“Kalau dirupiahkan berapa tuh?” saya berusaha tenang dan terus bertanya.

“Ya 10 ribuan lah sehari,” jawabnya enteng sambil melanjutkan menulis tugas yang saya berikan. “Berarti dalam sebulan kamu menghabiskan Rp 300 ribu untuk rokok?” saya berusaha meyakinkan.

“Ya…” tukasnya cepat tanpa menghitung lagi.

 

“Dik,” ujar saya,”Andai uang itu kamu belikan buku, kira-kira kamu bisa mendapatkan 10 buku,” dia bengong. “Dan kalau kamu dalam sebulan membaca 10 buku, maka kamu akan menjadi manusia yang berbeda, yang lebih berkualitas dibanding sekarang.”

 

Dia tertegun.

 

Sebelumnya saya memang bertanya, “Berapa buku yang kamu baca dalam sebulan?”

Jawaban mahasiswa kebanyakan adalah TIDAK, atau satu, dua buku saja. Itupun buku wajib!

 

Dari obrolan itu saya mengambil kesimpulan. Bangsa ini bukan berdaya beli rendah terhadap buku, melainkan memang belum sadar betapa bermanfaatnya buku untuk mengubah hidup. Saya teringat ucapan seorang bijak,”Kamu tidak akan pernah berubah kecuali karena dua hal, orang yang kamu temui dan buku yang kamu baca.” Benar sekali, kita baru akan bisa berubah menjadi lebih baik jika kita menemui orang baru yang lebih pintar, lebih bijak dan lebih lebih lainnya, atau setelah membaca buku.

 

Sayangnya, kebanyakan kita tidak menyadari hal tersebut. Daya beli kita justru diperbesar untuk hal-hal yang manfaatnya minim. Hasil beberapa survey yang saya gabungkan dalam fakta dibawah ini bisa menjadi cermin betapa kelirunya bangsa ini dalam membelanjakan uangnya. Biaya makan sehari-hari lebih dari 10% dari penghasilan, biaya transportasi sekitar 10%, biaya beli rokok sekitar 3 – 4 %, biaya beli buku 0,1%, kebutuhan sehari-hari termasuk yang konsumtif lebih dari 50%.

 

Jadi, wajar kalau bangsa ini tetap jauh tertinggal dibanding negara lain bukan?

 

Buat pemerintah, jika melihat fakta ini seharusnya mampu membuat kebijakan yang bisa mengubah budaya membaca. Salah satunya dengan menurunkan berbagai pemberat buat industri penerbitan buku, agar harga buku menjadi lebih murah dan terjangkau, kalau perlu gratis. Selain itu, menggalakkan budaya membaca sejak dini. Seperti yang dilakukan Jepang pada 1945 lalu. Setelah dibom atom, mereka bangkit dalam waktu hanya 15 tahun. Salah satunya dengan gerakan membaca, menulis dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya ke negara yang lebih pintar. Seharusnya kita bisa mencontek.

 

Ah masih ngimpi kayaknya…

Tapi paling tidak saya sudah berani bermimpi ya!

 

 

Read Full Post »

Older Posts »