Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘naning pranoto’

 

Mari Kita Rawat dan Lestarikan Bumi

Rumah kita satu-satunya

Yayasan Bhakti Suratto menyelenggarakan:

Lomba Cipta Puisi Genre Sastra Hijau 2015

Tema: MERAWAT DAN MELESTARIKAN BUMI BESERTA ISINYA

Berhadiah Uang Tunai, 101 Karya Puisi Pilihan dibukukan

Puisi  Terbaik mendapat penghargaan

Suratto Green Literary Award

Puisi  Terpilih mendapat  penghargaan

Suratto Green Literary Appreciation 

 

 

Syarat-Syarat Lomba:

  • Lomba terbuka untuk 4 (empat) kategori:

(A) Tingkat Pelajar SD;

(B) Tingkat Pelajar SMP/SLTP;

(C) Tingkat SMA/SLTA;

(D) Tingkat Mahasiswa & Umum (Guru, Dosen, Penyair dan Masyarakat Umum).

Peserta adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Tanah Air maupun yang tinggal di luar negeri/mancanegara dalam rangka studi atau sedang bertugas.

 

  • Lomba dibuka  1 Oktober  2015 dan ditutup  30 Oktober 2015 pukul 24.00 WIB.
  • Puisi yang dilombakan merupakan karya asli dan sedang tidak diikutsertakan dalam lomba, bertema Merawat dan Melestarikan Bumi beserta isinya
  • Panjang puisi maksimal 4 (empat) bait, ditulis dengan huruf Times New Roman, font 12, berjarak 1,5 spasi tiap baitnya dan 2 (dua) spasi untuk jarak bait berikutnya. Bagi puisi naratif, per bait boleh lebih dari 4 (empat) larik  maksimal  8 (delapan larik) dan terdiri atas hanya 3 (tiga) bait
  • Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 2 (dua) judul puisi, dilampiri scanning identitas KTP atau Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa, foto pose menarik/enak dipandang  dan Surat Pernyataan Karya Asli yang ditandatangani di atas Materai Rp 6.000,- kemudian di-scanning, dikirim melalui e-mail:  rayakultura@gmail.com dan cc ke: sekolahmenulis@gmail.com
  • Manuskrip puisi yang dilombakan menjadi milik Panitia Lomba  dan hak cipta milik penyair.
  • Penentuan Pemenang  – Total karya  puisi yang masuk ke Meja Panitia Lomba akan diseleksi sebanyak 101 judul dan dipilih pemenangnya sebagai berikut:

Puisi Terbaik Kategori A;

Puisi Terbaik Kategori B;

Puisi Terbaik Kategori C dan

Puisi Terbaik Kategori D.

Karya puisi 97 judul yang tidak menang  sebagai  Puisi Terpilih

 

  • Hadiah untuk Pemenang:

Puisi Terbaik Kategori A – Uang Tunai Rp 750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) +  Suratto Green Literary Award;

Puisi Terbaik Kategori B – Uang Tunai Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) + Suratto Green Literary Award;

Puisi Terbaik Kategori C – Uang Tunai Rp 1.250.000,- (Satu Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) + Suratto Green Literary Award  dan

Puisi Kategori D – Uang Tunai Rp 1.500.000,- (Satu  Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) + Suratto Green Literary Award.

Sebanyak 97 Judul Puisi Terpilih mendapat penghargaan Suratto Green Literary Appreciation dalam bentuk digital.

Pajak Hadiah ditanggung oleh masing-masing pemenang

Puisi 101 judul yang terseleksi akan dibukukan sebagai antologi,  diterbitkan oleh Yayasan Bhakti Suratto sebagai penyelenggara lomba.

 

  • Pengumuman Pemenang tanggal 19 November 2015, melalui Website Laskar Pena Hijau: www.laskarpenahijau.com Website Rayakultura: www.rayakultura.net dan Mediasosial: Fabebook, Twitter
  • Penyerahan hadiah bagi para pemenang diberikan pada Peringatan Hari Pohon Dunia – 21 November 2015 Pukul 09.00 – Selesai dalam Acara Anugerah Suratto Green Literary Award. Acara tersebut disertai  berbagai pentas sastrawi dan  Pembacaan serta Pentas Puisi Pemenang Lomba Cipta Puisi Genre Sastra Hijau (LCPGSH) 2015 – Suratto Green Literary Award,   bertempat di Amphi Theatre Sekolah Alam Cikeas Cibubur.
  • Panitia tidak menanggung transportasi dan akomodasi para pemenang juga para pembaca dan pementas puisi.

 

  • Dewan Juri terdiri dari:

Maman S. Mahayana – Ketua Dewan Juri

Naning Pranoto – Anggota

Kurniawan Junaedhie – Anggota

Adri Darmadji Woko – Anggota

Dodi Mawardi – Anggota

Ewith Bahar – Anggota

Shinta Miranda – Sekretaris

 

 

 

Cikeas, 30 September 2015

 

Naning Pranoto

Ketua Pelaksana  LCPGSH 2015

 

 

Iklan

Read Full Post »

Goresan Hijau Cikeas untuk Dunia

Inspiratif! Empat puluhan pecinta lingkungan dipersatukan dalam derap langkah dan cita-cita agung untuk merawat dan melestarikan bumi. Mereka adalah orang-orang terpilih yang akan dipersiapkan untuk mengawal gerakan Laskar Pena Hijau (LPH). Yayasan Bhakti Suratto (YBS) – Sekolah Alam Cikeas bekerjasama dengan Rayakultura membaktikan beasiswa pelatihan Menulis Kreatif bergenre Sastra Hijau, untuk memandu hati dan mempertajam pena para calon anggota laskar tersebut.

Sejak tanggal 22 Agustus hingga 26 September 2015 yang lalu di Gedung Serbaguna Sekolah Alam Cikeas, para penggagas LPH mendadar peserta untuk mempersiapkan diri menjadi Duta Lingkungan sejati. Drs. H. Suratto Siswodihardjo ketua umum YBS membagikan kerinduannya tentang bagaimana terlibat untuk merawat dan melestarikan bumi melalui tindakan nyata. “Diam adalah mati, orang hidup harus bergerak!” Tuturnya, begitu menginspirasi. Laki-laki yang masih berkobar-kobar semangatnya di usianya yang ke 71 tahun ini menantang para peserta untuk berkarya melalui tulisan. “Dengan menulis kita dapat menggenggam dunia sekaligus akhirat, karena lewat tulisan kita dapat menyebarkan kebaikan.” Imbuhnya.

Apa yang ia paparkan bukanlah isapan jempol semata, YBS yang ia dirikan sejak tahun 2006 telah melakukan berbagai aksi nyata kemanusiaan berupa Sekolah Alam Cikeas, Rumah Sehat Cikeas dan Rumah Peduli Anak TKI. Kini melalui dukungannya terhadap Laskar Pena Hijau ia ingin memperkuat gerakan konservasi alam, konservasi manusia dan konservasi budaya.

Dodi Mawardi direktur eksekutif YBS sekaligus dosen dan penulis multi talenta adalah sosok penting dalam pendirian Laskar Pena Hijau. Paparnya, “Melalui gerakan LPH yayasan ingin memperluas rengkuhan kiprah lestari bumi hingga tataran nasional dan internasional.” Laki-laki 40 an tahun yang bercita-cita menulis 1000 judul buku tersebut mengisahkan cerita di balik gagasan cemerlang gerakan LPH. Alkisah ia bertemu secara maya dengan seorang penulis Sastrawi Hijau Naning Pranoto yang telah ia visualisasikan sejak tahun 2006. Sepak terjang Naning yang mempunyai nama panggung ‘Mbok Noto’ – sosok sastrawan, dosen, motivator dan pengasuh Rayakultura tersebut dirasa sangat sehaluan dengan visi-misi YBS tentang merawat dan melestarikan bumi. Dari situlah gagasan beasiswa penulisan hijau yang awalnya lebih difokuskan untuk mempersiapkan “Indonesia International Green Writers Festival 2016” menggelinding lebih besar dan berjangka panjang dengan lahirnya Laskar Pena Hijau. Gerakan ini diharapkan akan terus mendedikasikan sumbang sihnya untuk lestari Ibu Pertiwi, melalui suara dan goresan-goresan sejuk pena hijau yang senantiasa akan mengaliri nadi penghuni bumi.

Naning dan Dodi, mendapatkan pohon jambu dari peserta LPH

Awak LPH dihimpun dari berbagai kalangan yang cukup beragam seperti ibu rumah tangga, guru, siswa, jurnalis, penulis fiksi, penulis non fiksi dan sebagainya. Hal ini mensimbolisasikan ajakan bahwa siapa saja dapat bergandeng tangan untuk melakukan kampanye Peduli Lingkungan.

Setelah mengikuti pelatihan penulisan hijau selama enam kali, para peserta yang memenuhi syarat dikukuhkan menjadi anggota Laskar Pena Hijau. Mereka adalah Duta Lingkungan yang akan bertugas menjadi penggerak Kampanye Hijau melalui karya-karya tulis yang akan dilahirkan. Tulisan-tulisan bertema hijau akan disebarluaskan melalui berbagai media seperti website, blog, facebook,twitter, televisi, radio dan lain-lain. Spirit kampanye hidup hirau hijau juga diharapkan terus melekat pada setiap insan LPH tersebut.

Setelah diwisuda, LPH angkatan pertama akan diluncurkan pada Hari Pohon tanggal 21 November 2015. Selanjutnya mereka akan terus bekerja untuk mempersiapkan pagelaran akbar “Indonesia International Green Writers Festival 2016”. Kesempatan tersebut diharapkan akan menjadi peristiwa monumental di mana berbagai kalangan pemerhati lingkungan dan sastrawan hijau nasional maupun internasional akan berhimpun untuk menggelorakan suara yang sama: “Ayo rawat dan lestarikan bumi, rumah tinggal kita bersama!” Kegiatan akan diisi dengan seminar, pameran buku, bedah buku, pembacaan puisi, monolog hijau dan lain sebagainya. Dan puncaknya akan diadakan deklarasi pernyataan tekad bersama.

Dodi dan Naning terus menggelorakan semangat bahwa Indonesia sebagai negara terbesar ke 2 keanekaragam hayatinya setelah Brazil sudah saatnya tampil makin percaya diri untuk menggaungkan aksi Peduli Hijau. Gerakan LPH yang bermarkas di Sekolah Alam Cikeas diharapkan akan menjadi ‘episentrum’ guncangan kampanye Peduli Lingkungan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang hidup hirau hijau. Suara dan aksinya didoakan agar terus beresonansi, menggema dan menggelitik menyadarkan dunia. Goresan Lestari Bumi dari Cikeas untuk Indonesia dan Dunia ayo terus kita dukung!

Susana Srini – Anggota Laskar Pena Hijau

Read Full Post »

BEASISWA PELATIHAN MENULIS LINGKUNGAN
Laskar Pena Hijau 2015

 

Kesempatan Langka!
Yayasan Bhakti Suratto bekerjasama dengan Sekolah Menulis Kreatif Indonesia dan Rayakultura, memberikan beasiswa pelatihan penulisan hijau kepada 30 orang terpilih.
Pelatihan berlangsung selama 6x pertemuan di Cibubur Jakarta, dengan materi tentang ilmu menulis (fiksi/non fiksi), jurnalistik dan bentuk tulisan lainnya dengan semangat pelestarian lingkungan.

 

Daftarkan diri Anda melalui email:
sekolahmenulis@gmail.com
Paling lambat 12 Agustus 2015
Sertakan CV Anda.
Judul email: Laskar Pena Hijau

 

Syarat:
– Usia minimal 17 tahun
– Mampu berbahasa Indonesia lisan/tulisan
– Pernah menulis di media massa dan atau rajin menulis di website/blog.
– Minat besar di bidang penulisan lingkungan (fiksi/non fiksi)
– Bersedia menjadi anggota Laskar Pena Hijau.
– Lampirkan karya tulis yang pernah dimuat di media massa atau cantumkan alamat web/blog.

Mentor: Naning Pranoto, Farick Ziat dan Dodi Mawardi

Mari Kita Rawat dan Lestarikan Bumi. Rumah Kita Satu-satunya!

 

 

Salam Pena Hijau

 

 

Beasiswa Menulis Lingkungan Laskar Pena Hijau

Read Full Post »

Perhelatan Indonesia Digital Book Fair 2013 selama 5 hari mulai 13 Maret sampai 17 Maret berlangsung sukses di Sekolah Alam Cikeas, Gunung Putri Bogor. Jumlah peserta sesuai dengan target panitia yaitu 30 stand yang terdiri dari 20 stand buku dan 10 stand non buku.

Pencetak Rekor Muri

20 stand buku antara lain berasal dari Gramedia (toko buku Botani Square), Mizan, Agromedia, Penebar Swadaya, penerbit Obor, Salamadani, Kutubuku.com, Grollier, Pustaka Lebah, Annida Online dan percetakan on demand DigioDigital.

Gunung Putri-20130316-01359

Pameran juga dimeriahkan oleh beberapa bedah buku dan seminar. Bedah buku menampilkan Akmal N. Basral dengan novel Tadarus Cinta Buya Pujangga, Marina Novianti kumpulan puisi Aku Mati di Pantai dengan moderator Naning Pranoto dan Fita Cakra dengan novel Marigold Girl School.

Puncak dari pameran buku digital kali ini adalah mencetak rekor MURI untuk penulisan buku karangan anak terbanyak sekaligus tercepat dicetak versi e-book dan hardcopy. Pendiri MURI Jaya Suprana langsung menyerahkan sertifikat MURI dan bukan hanya sebagai rekor Indonesia melainkan rekor dunia. Proses pencetakan rekor dunia MURI ini dibantu oleh Mizan Digital Publishing, Noura Books, Digiodigital dan http://www.Qbaca.com.

Gunung Putri-20130316-01363

Segenap panitia IDBF 2013 dan Sekolah Alam Cikeas serta Gerakan Nasional Kepedulian Sosial (GNKS) mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pendukung acara. Khususnya kepada para sponsor yaitu PT. Telkom, PT. Baya, PT. Biofarma, PT. Sytek, dan Smarfren serta pendukung lainnya seperti Republika Online, Lite FM dan Frissian Flag.

Semoga pelaksanaan berikutnya akan lebih baik. sampai jumpa tahun depan!

Read Full Post »