Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘penerbit buku’

Poster 1000 Guru Menulis Buku kcl

Yayasan Bhakti Suratto (YBS) bekerjasama dengan Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) membuat program pelatihan menulis buku untuk guru SD, SMP, SMA/SMK/MAN secara gratis. Pelatihan ini terdiri dari dua jenis program yaitu tim YBS dan SMKI menyambangi sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan gratis di sekolah masing-masing dan mengundang guru-guru sekolah untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan YBS/SMKI di kampus Sekolah Alam Cikeas.

 

Kedua jenis program tersebut sama-sama memberikan pelatihan lengkap tentang menulis buku untuk para guru, mulai dari menyiapkan mental sebagai penulis, penggalian ide, merancang buku, sampai berkenalan dengan penerbit. Tidak hanya sampai di situ, panitia juga akan melanjutkan program dengan metode mentoring sampai para guru mampu menerbitkan bukunya.

 

Setiap pertemuan terdiri dari 3 sesi masing-masing 90-120 menit, yaitu:

  1. Sesi membongkar mental blok dan sejumlah hambatan dalam menulis.
  2. Sesi merancang buku mulai dari penggalian ide yang layak terbit dan layak jual sampai membuat kerangka tulisan.
  3. Sesi latihan menulis.

 

Program ini akan dipandu secara langsung oleh Dodi Mawardi, penulis lebih dari 50 judul buku (termasuk Belajar Goblok dari Bob Sadino & Cara Mudah Menulis Buku Metode 12 Pas) yang juga Direktur Eksekutif YBS, serta pendiri SMKI, bersama sejumlah praktisi penulisan baik penulis profesional maupun jurnalis.

 

Manfaatkan program ini, dan silakan sebarkan informasi ini kepada yang membutuhkan.

Tidak ada syarat apapun untuk mengikuti program ini. Untuk tahap awal ini, program akan lebih terfokus untuk sekolah-sekolah di kawasan Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok.

 

 

Info lebih lanjut, hub:

081285874272 (sms saja)

sekolahmenulis@gmail.com

Iklan

Read Full Post »

Kursus Spesial Privat dan Jadi

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) selalu berinovasi dalam melayani kebutuhan belajar menulis kreatif. Setelah sukses dengan Kelas Penulis PRO dan Writerpreneur, kini SMKI membuka kelas SPESIAL PRIVAT dan JADI. Kelas ini khusus buat Anda yang sungguh-sungguh mau belajar menulis dan menerbitkan buku, dengan sentuhan lebih personal (modifikasi dari kelas Penulis PRO dan Writerpreneur). Anda akan dibimbing secara khusus oleh Dodi Mawardi – mentor penulis profesional yang sudah terbukti berhasil menulis dan menerbitkan puluhan judul buku, serta sudah sukses membimbing puluhan penulis baru.

Benefit kelas PRIVAT:

  1. Lebih personal
  2. Dibimbing secara ketat
  3. Metode mentoring dan coaching
  4. Naskah sampai jadi
  5. Didampingi bertemu dengan penerbit
  6. Waktu/jadwal pertemuan fleksibel

Jumlah pertemuan minimal 6X (tergantung kecepatan peserta dalam menuntaskan naskah)

Lokasi pertemuan di kelas SMKI komplek Sekolah Alam Cikeas – Cibubur.

Biaya hanya Rp 10.000.000,- (sekali bayar saja).

Benefit tambahan:

Gratis konsultasi penulisan seumur hidup melalui beragam media spt WA, SMS, email dll

Segera daftarkan diri Anda sekarang juga karena kuota tiap bulan sangat terbatas.

Hanya untuk Anda yang benar-benar serius mau belajar menulis dan menerbitkan buku.

Pendaftaran Hubungi:

sekolahmenulis@gmail.com

081285874272 (sms only)

Read Full Post »

Dikutip dari http://www.ilmumenulis.com

 

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) menggelar sebuah acara bertajuk Writer’s Note pada Sabtu, 25 April 2015. Acara tersebut berisi buka-bukaan dan bagi ilmu seputar industri penulisan. Hadir dalam acara tersebut sejumlah praktisi penulisan, antara lain Dodi Mawardi (pendiri SMKI dan penulis lebih dari 50 judul buku), NS. Budiana (penulis buku-buku pertanian dan peternakan), Dudun Parwanto (penulis buku biografi dan co writer/ghost writer), Senda Irawan (co writer/ghost writer) serta penerbit Rak Buku Depok.

11173326_1052146018144007_3749751602375557757_n

Para peserta berasal dari beragam kalangan dari berbagai wilayah. Bahkan ada peserta dari Yogyakarta dan Papua. Para alumni SMKI juga hadir dalam acara ini, sekaligus memberikan testimoni pengalaman mereka, dalam menelurkan buku.

 

Alpiyanto misalnya, seorang mantan guru, yang kini sukses menjadi pembicara seminar tentang metode pendidikan. Dia sukses setelah menelurkan buku berjudul “Hypno Heart Teaching”. Uniknya, Alpi tidak memasarkan bukunya lewat Gramedia atau toko buku lainnya. Dia menjual buku sekaligus seminar, sehingga pembeli bukunya adalah peserta seminar.

“Saya tidak mematok tarif biaya pembicara. Tapi syaratnya hanya membeli buku saya. Ada dari Lampung yang membeli 1000 buku, atau dari Palembang juga lebih dari 1000 buku sekali beli. Saya sekalian datang ke sana, memberikan pelatihannya…” ujar Alpi yang disambut rasa kagum oleh peserta Writer’s Note. Sampai saat ini, Alpi sudah berhasil merampungkan 6 judul buku.

10171668_10152958818593515_7204922915003568072_n

Alumni lain yang membagi pengalamannya adalah Tyas Arumsari (atau Tyas AN). Tyas berhasil menulis 3 buah buku bertema masak-memasak. “Tapi saya tidak pandai memasak dan bukan pakar memasak…” katanya polos.

Bagaimana mungkin seorang yang tidak pandai memasak berani menulis tentang dunia masakan?

“Saya mendekati chef terkenal dan mengajaknya bekerja sama…” ujarnya membuka salah satu rahasia suksesnya dalam menulis.

11138638_1052146211477321_5992275732605427566_n

Beragam informasi mengalir dalam acara yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut. Para penulis senior membagi pengalamannya kepada peserta yang belum menghasilkan buku. Para penulis pendamping (co writer dan ghost writer) juga menggambarkan bagaimana peluang besar di industri ini, yang masih terbuka lebar buat siapapun.

Alhamdulilah semua peserta dapat buku.

Acara yang seharusnya berakhir jam 12, melar sampai jam 2 siang. Mereka masih asyik untuk tukar cerita dan buka-bukaan tentang dunia penulisan. Memang mengasyikkan. Santai tapi penuh gizi. Salah seorang peserta,Adolf Siregar mengatakan, sangat senang mengikuti acara ini. “Semangat saya dalam menulis kembali membara…” ucapnya tegas.

 

Read Full Post »

 Pilih Royalti atau Jual Putus

Ayo siapa yang bisa jawab? Mana yang lebih menguntungkan buat penulis, pakai sistem royalti atau jual putus ke penerbit?

Untuk menjawab pertanyaan itu, tentu butuh data tentang royalti buku dan tentang tarif jual putus. Setelah mengetahui data lengkap tentang kedua hal tersebut, barulah mungkin kita bisa memutuskan mana yang lebih baik buat penulis.

Besaran royalti buku secara umum sama yaitu 10% dari harga jual buku. Misal, kalau harga jual di toko buku adalah Rp 50.000,- maka penulis mendapatkan royalti Rp 5.000,- perbuku (Sebelum dipotong pajak pendapatan 15%, semoga pajaknya tidak naik ya, atau semoga pajak buat penyebar intelektual ini dihapus. Amin.) Ada juga penerbit yang menawarkan royalti hanya 8% kepada penulis pemula. Bahkan ada juga yang hanya memberikan royalti 5% dengan sejumlah syarat dan prasyarat. Tapi ada juga penerbit baik hati yang ‘menghibahkan’ royalti sebanyak 12%. Hal yang biasanya baru diberikan jika buku yang kita tulis, dicetak ulang berkali-kali.

Dengan besaran royalti seperti itu, jika buku cetakan pertama (sebanyak 3000 s/d 5000 eksemplar) laku semua, maka penulis mendapatkan total royalti sebanyak Rp 15.000.000,- sampai dengan Rp 25.000.000,-. Uang royalti ini dibayarkan 20-25% pada saat buku terbit, dan sisanya setelah semua buku laku. Penulis akan terus menerus mendapatkan royalti, sepanjang bukunya laku dan dicetak ulang. Contoh bagus bisa kita lihat pada buku Laskar Pelangi, yang dicetak ulang terus menerus sampai lebih dari 1 juta eksemplar. Kalau harga buku Rp 69.800, maka Andrea Hirata mendapatkan minimal Rp 6980 x 1.000.000 = Rp 6.980.000.000,- (baca: enam miliar sembilan ratus delapan puluh juta rupiah) sebelum dipotong pajak.

Sudah paham ya tentang royalti, besarannya, dan potensi pendapatannya.

Bagaimana dengan jual putus?

Zaman dulu, banyak sekali penulis yang menggunakan model ini. Mereka tidak tertarik dengan model royalti, karena merasa terlalu lama menunggu cairnya dana. Royalti memang baru cair semua setelah bukunya laku, yang biasanya baru terjadi pada bulan ke-3 atau ke-6 atau malah mungkin pada bulan ke-12. Mereka mau dapat uang instan, sehingga jual putus menjadi pilihan. Berapa harga jual putus?

Buat penulis pemula, harganya sama sekali tidak fantastis… kisarannya di bawah Rp 5.000.000,- per naskah. Jarang-jarang ada penerbit yang mau membayar penulis pemula, sebagus apapun naskahnya dengan harga di atas Rp 10.000.000,-/naskah. (Silakan bagikan informasi di sini ya, kalau ada teman penulis pemula yang naskah pertamanya ditawar di atas Rp 10 juta oleh penerbit). Setelah dana itu penulis terima, maka seluruh hak atas naskah (baik hak cipta maupun hak terbit) dipegang sepenuhnya oleh penerbit. Penulis tidak punya hak apapun atas naskahnya. (Hal ini yang harus diperhatikan oleh penulis). Dia akan gigit jari dan menyesal seumur hidup, jika naskahnya kemudian meledak di pasar, dan menghasilkan pundi-pundi rupiah dalam jumlah besar. Hanya penerbit yang menikmatinya.

Bagi penulis produktif dan sudah punya nama, baik royalti maupun jual putus, sama-sama menariknya. Perlu strategi jitu untuk memilihnya, sesuai dengan momentum dan kebutuhan. Saya – misalnya – menerapkan strategi jual putus bukan ke penerbit, karena tahu persis jarang penerbit mau keluar uang banyak, tapi kepada pihak lain yang mau menggunakan jasa penulisan. Dia yang punya ide dan bahan, lalu saya yang menuliskannya (pilihan jasa ghost atau co-writer). Biasanya mereka adalah pengusaha, pembicara terkenal, atau pejabat dan mantan pejabat. Mereka bersedia investasi dana cukup besar, untuk penulisan buku. Tentu cukup menarik bukan kalau menulis sebuah buku dan dibayar Rp 50.000.000,-/naskah? Banyak penulis yang dibayar sampai Rp 100.000.000,-/naskah atau bahkan lebih.

Tapi pada saat tertentu, ada juga penulis produktif dan terkenal, jual putus ke penerbit. Kapan itu? Ketika penulis kepepet dan sedang sangat butuh uang!  Karena sudah punya reputasi, biasanya penerbit memberikan tawaran harga yang pantas buat naskah penulis terkenal. Buat penerbit sendiri, lebih menguntungkan dan adil menggunakan sistem royalti dibanding beli putus.

Silakan Anda putuskan, pakai sistem royalti atau jual putus. Kalau belum punya nama, naskah diterima penerbit saja sudah alhamdulillah ya, hehe…

Dodi Mawardi

Pendiri Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

Penulis buku Belajar Goblok dari Bob Sadino

Read Full Post »

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia
Divisi Jasa Penulisan
* LOWONGAN INI SUDAH DITUTUP 15 NOVEMBER LALU
*
Kami penyedia jasa penulisan buku yang sedang berkembang, membutuhkan sejumlah penulis tetap, dengan kualifikasi sebagai berikut:
1      Lulusan minimal D3 (S1 lebih diutamakan, fresh graduate are welcome, boleh masih mahasiswa S1 tingkat akhir).
2.    Berwawasan luas di bidang pengetahuan populer dan umum.
——
3.     Menguasai tehnik menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4.     Punya pengalaman dalam menulis (pernah dimuat di media massa lebih disukai).
5.     Memahami bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
6.     Bersedia bekerja di bawah tekanan target.
7.     Sungguh-sungguh mau menjadi penulis profesional
————-
————-
Berbagai benefit kami tawarkan untuk Anda, antara lain:
1.     Tidak perlu ngantor setiap hari.
2.     Tidak perlu keluar biaya transportasi setiap hari.
3.     Tidak perlu keluar biaya konsumsi setiap hari.
4.     Gaji minimal Rp 2.500.000/bulan (nett).
5.     Peluang mendapatkan penghasilan tambahan di luar gaji.
6.     Bonus tahunan selain THR.
7.     Tunjangan kesehatan.
———–
———–
Bagi yang berminat, kirimkan surat lamaran Anda ke Sekolah Menulis Kreatif Indonesia sekolahmenulis@gmail.com, berisi:
1.      – Surat lamaran
2.     –  Foto diri
3.      – Contoh artikel/tulisan yang pernah dimuat di media massa (termasuk media kampus).
4.      – Sebuah artikel sebanyak 500 kata tentang industri penulisan buku di
Indonesia dalam pandangan Anda sendiri.
—————–
Kami tunggu Anda sampai 15 November 2011.
—————–

Read Full Post »

Masih bingung mau menulis mulai dari mana?
Masih takut tulisan ditolak penerbit?
Belum tahu cara paling mudah dan cepat dalam menulis buku?
Tertarik menulis skenario film dan sinetron?

Kami, Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia memberikan solusinya khusus untuk Anda, dengan membuka kelas baru kursus menulis:
1. Skenario Film dan Sinetron, setiap Sabtu jam 12.15 – 14.15, mulai 6 Februari 2010 sebanyak 12 pertemuan selama 3 bulan. Mentor: Dono Indarto (10 besar penulis skenario top Indonesia). Biaya Rp 3.500.000

2. Novel dan Cerpen, setiap Jumat jam 16.00 – 18.00, mulai 29 Januari 2010 sebanyak 12 pertemun selama 3 bulan. Mentor: ES. Ito (penulis novel Rahasia Meede) dll. Biaya Rp 2.500.000

3. Buku populer, setiap Sabtu jam 10.00 – 12.00, mulai 30 Januari 2010, sebanyak 12 pertemuan selama 3 bulan. Mentor: Dodi Mawardi (penulis buku Belajar Goblok Dari Bob Sadino). Biaya Rp 2.500.000

Catatan:
– Semua kelas ditambah biaya pendaftaran Rp 150.000.
– Pelajar, Mahasiswa strata 1 dan dibawahnya diskon 40% untuk semua kelas.
– Peserta workshop Metode 12 PAS, diskon 20%.

Benefit:
– Satu kelas hanya maksimal 10 peserta.
– Dibantu mencari tema sesuai pasar/penerbit.
– Dibimbing tahap demi tahap sampai selesai.
– Berkenalan langsung dengan penerbit/production house.
– Konsultasi seumur hidup.

Partner Penerbit:
1. Elex Media Komputindo
2. Penebar Swadaya
3. Erlangga
4. Grasindo
5. Andi Yogya
6. Dll

Segera daftarkan diri Anda karena jumlah peserta sangat terbatas.

Informasi:
Emma 021-33556975, 08158237831, email: emmarahmayanti@yahoo.com
Plasa Tendean Lt 3, Mampang Jakarta Selatan.
http://www.dodimawardi.com

Read Full Post »

Jangan Pernah Berhenti Menulis

Jangan menyerah…
Jangan menyerah…
Jangan menyerah…

Ungkapan ini begitu terkenal sebagai pidato paling singkat yang disampaikan Perdana Menteri Inggris – Winston Churchill ketika Perang Dunia II berkobar. Dua kata sakti ini kemudian dengan sangat cantik dilantunka dalam sebuah lagu oleh grup D’Massiv. Iramanya tidak berkobar seperti Perang Dunia II, tapi tetap pas menyemangati siapapun yang sedang berjuang.

Rasanya di akhir tahun ini dan menyongsong 2010, ungkapan tersebut tepat untuk menggambarkan bahwa kita harus tetap penuh semangat dalam menulis. Tentu banyak hambatan dan halangan dalam menjalankan kegiatan menulis, terutama buat mereka yang menjadikan menulis hanya sebagai sampingan, atau prioritas kesekian. Tapi jangan menyerah! Teruslah menulis, sampai titik tinta penghabisan.

Target 2010
Salah satu pemacu saya sebagai penulis adalah target. Setiap tahun, saya menargetkan akan menulis berapa buku. Dalam banyak kesempatan, sudah tersebar luas target jangka panjang saya yaitu menulis 1000 (seribu) judul buku. Nah, tentu target jangka panjang itu harus diurai menjadi target tahunan, bulanan dan harian. Secara matematika, maka dalam setahun saya harus menulis sebanyak 30-an buku, dengan estimasti usia saya sampai 60-an tahun. Berarti dalam sebulan, harus selesai 3 buku, dan dalam sehari 10 halaman, dengan estimasti rata-rata buku setebal 100-an halaman.

Tahun depan, target saya adalah 30 buku dengan rincian, 6 buku sendirian, 4 buku hasil kolaborasi dan 20 buku yang ikut saya bidani prosesnya. Mulai dari menjadi editor, menjadi mentor atau siswa di Sekolah Menulis Kre@tif yang saya kelola. Selama 2010, jumlah siswa SMKI minimal 100 orang sehingga tidak muluk mengharapkan sekitar 20 diantaranya mampu menyelesaikan bukunya tepat waktu.

Selain menulis, kegiatan saya juga setumpuk. Jadi kalau Anda menuduh saya tidak sibuk, keliru besar (sibuk bukan alasan untuk tidak menulis – itu intinya). Saya masih mengajar di tiga kampus, plus mengajar di sekolah menulis online, sekolah menulis kreatif dan berbagai pelatihan. Dalam seminggu, jumlah jam mengajar saya tidak kurang dari 30 jam. Plus mengurusi tetek benget tempat kursus, melayani konsultasi, kadang siaran juga dan mengurusi percetakan buku. Masih sempat menulis? Masih banyak waktu luang kok! Waktu luang untuk menulis….

Lalu apa target Anda?
Silahkan canangkan target Anda, khususnya dalam menulis. Terserah mau menulis berapa banyak buku, yang penting segera keluar dari status sebagai manusia pra sejarah, yang sampai matinya tidak pernah menghasilkan karya, seperti buku. Raihlah predikat manusia bersejarah atau pencetak sejarah dengan menulis, menulis buku.

Ingat bangsa ini masih butuh banyak tulisan bermutu dan bermanfaat. Sayangilah ilmu dan lestarikanlah dengan cara menuliskannya. Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan berpesta pora dalam keburukan.

Jangan berhenti menulis
Jangan berhenti menulis
Jangan berhenti menulis

Monumenkan tulisan Anda dalam bentuk buku, karena inilah karya tulis terbaik sepanjang massa.

Selamat menulis!

Dodi Mawardi
Pengelola dan Mentor Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia

Read Full Post »

Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia
kembali menggelar pelatihan menulis sehari.
Kali ini:

Kid Writing Tour
Belajar menulis sambil jalan-jalan ke penerbit, majalah dan percetakan

Waktu: Selasa, 22 Desember 2009
Jam: 08.30 – 17.00
Lokasi:
– Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia Plasa Tendean Lt 3 Mampang.
– Majalah Mombi jalan Panjang Kebon Jeruk.
– Penerbit Elex Media Komputindo Gramedia Palmerah
– Percetakan Gramedia Palmerah.

Target peserta:
Anak-anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, usia 9 – 15 tahun.
Atau siapapun anak-anak yang tertarik dunia tulis menulis.

Materi:
– Belajar menulis dan mengarang mulai dari kisah fiksi (cerpen) sampai pengalaman/pendapat pribadi (non fiksi).
– Mengenali industri penerbitan.
– Mengetahui industri penulisan.
– Bagaimana berhubungan dengan penerbit dan majalah.

Benefit:
– Berhubungan langsung dengan praktisi penulisan, penerbitan, media massa dan percetakan.
– Bergabung dalam komunitas penulis profesional.
– Konsultasi penulisan seumur hidup bersama Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia.
– Diskon 20% kursus menulis di Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia.
– Transportasi AC, Makan Siang, Paket Buku Gratis, Paket makanan ringan, Ice Cream Break dan hadiah serta doorprize.

Investasi:
Normal Rp 450.000
Early Bird Rp 400.000 – sebelum 16 Desember 2009.
(Putra-putri member Profec berlaku early bird)

Segera ajak anak Anda bergabung di sini dan berikan keterampilan masa depan buat mereka. Tempat sangat terbatas!

Pendaftaran hubungi:
Emma 021-33556975 atau sms di 08158237831.

Read Full Post »