Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘penulis buku’

Sekitar 50 mahasiswa dan siswa SMU di kawasan Jakarta menghadiri workshop Akulah Si Penulis pada Sabtu 29 April 2017, di aula kampus Binus Anggrek Jakarta Barat. Workshop tersebut diselenggarakan oleh Akutahu.com bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Ikatan Alumni Mahasiswa UI (Iluni) dan Binus Center. Workhsop dipandu oleh pelatih/penulis profesional Dodi Mawardi (penulis buku laris Belajar Goblok dari Bob Sadino).

18161124_1180068282103622_1968372220287778816_n

Dodi memperkenalkan profesi menulis sebagai sebuah pilihan hidup, yang layak untuk dijalani. Dia memberikan trik dan tip bagaimana memanfaatkan peluang di bidang penulisan mulai dari penulis buku, penulis artikel sampai penulis media sosial yang sedang marak saat ini. Para peserta juga diiming-imingi dengan potensi penghasilan dari menulis, yang cukup menggiurkan. “Profesi apapun jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, pasti akan memberikan hasil optimal,” ucap Dodi.

18253337_234503317029015_905229439271436288_n

Dalam kesempatan itu, Dodi juga mengajak peserta untuk bermain kata dan kalimat melalui sejumlah permainan. Ternyata, workshop menulis bisa juga menjadi sebuah kegiatan menarik dan menghibur. Apalagi pada setiap games, selalu disertai dengan guyuran hadiah dari panitia. Di akhir acara, setiap peserta ditantang untuk menulis sebuah artikel dengan tema yang dipilih secara acak oleh panitia.

Read Full Post »

Dikutip dari http://www.ilmumenulis.com

 

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) menggelar sebuah acara bertajuk Writer’s Note pada Sabtu, 25 April 2015. Acara tersebut berisi buka-bukaan dan bagi ilmu seputar industri penulisan. Hadir dalam acara tersebut sejumlah praktisi penulisan, antara lain Dodi Mawardi (pendiri SMKI dan penulis lebih dari 50 judul buku), NS. Budiana (penulis buku-buku pertanian dan peternakan), Dudun Parwanto (penulis buku biografi dan co writer/ghost writer), Senda Irawan (co writer/ghost writer) serta penerbit Rak Buku Depok.

11173326_1052146018144007_3749751602375557757_n

Para peserta berasal dari beragam kalangan dari berbagai wilayah. Bahkan ada peserta dari Yogyakarta dan Papua. Para alumni SMKI juga hadir dalam acara ini, sekaligus memberikan testimoni pengalaman mereka, dalam menelurkan buku.

 

Alpiyanto misalnya, seorang mantan guru, yang kini sukses menjadi pembicara seminar tentang metode pendidikan. Dia sukses setelah menelurkan buku berjudul “Hypno Heart Teaching”. Uniknya, Alpi tidak memasarkan bukunya lewat Gramedia atau toko buku lainnya. Dia menjual buku sekaligus seminar, sehingga pembeli bukunya adalah peserta seminar.

“Saya tidak mematok tarif biaya pembicara. Tapi syaratnya hanya membeli buku saya. Ada dari Lampung yang membeli 1000 buku, atau dari Palembang juga lebih dari 1000 buku sekali beli. Saya sekalian datang ke sana, memberikan pelatihannya…” ujar Alpi yang disambut rasa kagum oleh peserta Writer’s Note. Sampai saat ini, Alpi sudah berhasil merampungkan 6 judul buku.

10171668_10152958818593515_7204922915003568072_n

Alumni lain yang membagi pengalamannya adalah Tyas Arumsari (atau Tyas AN). Tyas berhasil menulis 3 buah buku bertema masak-memasak. “Tapi saya tidak pandai memasak dan bukan pakar memasak…” katanya polos.

Bagaimana mungkin seorang yang tidak pandai memasak berani menulis tentang dunia masakan?

“Saya mendekati chef terkenal dan mengajaknya bekerja sama…” ujarnya membuka salah satu rahasia suksesnya dalam menulis.

11138638_1052146211477321_5992275732605427566_n

Beragam informasi mengalir dalam acara yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut. Para penulis senior membagi pengalamannya kepada peserta yang belum menghasilkan buku. Para penulis pendamping (co writer dan ghost writer) juga menggambarkan bagaimana peluang besar di industri ini, yang masih terbuka lebar buat siapapun.

Alhamdulilah semua peserta dapat buku.

Acara yang seharusnya berakhir jam 12, melar sampai jam 2 siang. Mereka masih asyik untuk tukar cerita dan buka-bukaan tentang dunia penulisan. Memang mengasyikkan. Santai tapi penuh gizi. Salah seorang peserta,Adolf Siregar mengatakan, sangat senang mengikuti acara ini. “Semangat saya dalam menulis kembali membara…” ucapnya tegas.

 

Read Full Post »

Oleh Dodi Mawardi

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

3 cara

Cara terbaik untuk meningkatkan sebuah kemampuan adalah dengan terus melakukannya (praktik) dan berlatih. Seorang sopir akan mahir mengendarai mobilnya, bila setiap hari dia selalu berada di balik kemudi. Praktik, praktik dan praktik. Sesekali saja dia membaca buku atau bertanya kepada orang lain, untuk menyempurnakan caranya mengendarai. Sesekali pula dia melihat orang lain melakukannya, lalu dia tiru. Begitupun menulis. Menulislah terus, lalu baca buku orang lain, praktik, tiru cara orang lain, praktik dan seterusnya.

Saya pun memperbaiki kemampuan dengan cara itu. Saya selalu menulis setiap saat, bahkan ketika tidak ada media apapun yang saya miliki. Tidak ada kertas, pena apalagi smartphone, laptop dan komputer. Tapi saya tetap berupaya untuk selalu menulis setiap saat. Sekali lagi setiap saat. Saya masih punya satu media lagi, yang tidak akan pernah lepas hingga meregang nyawa, yaitu kepala yang di dalamnya terdapat mesin ultra canggih yang biasa disebut otak.

Menulis di kepala, demikian sejumlah pakar penulisan menyebutnya. Jadi meski tanpa media yang biasa dipakai buat menulis pun, saya tetap bisa melakukan kegiatan rutin yang tidak bersifat rutinitas yaitu menulis. Dengan cara itu, saya yakin kemampuan selalu berubah ke arah yang lebih baik. Tentu saja dengan sejumlah kegiatan penunjang lainnya.

Apa kegiatan penunjangnya?

Berikut ini, 3 kegiatan penunjang yang akan membuat praktik menulis Anda semakin baik.

  1. BERGAULLAH DI LINGKUNGAN PENULIS. Ini menjadi salah satu hukum alam, bahwa bila Anda selalu dekat dengan harimau, maka lama-lama Anda pun akan pintar mengaum atau mencakar. Jika Anda selalu akrab dengan pencopet, suatu saat Andapun akan pintar mencopet. Menulis pun demikian.
  1. MILIKILAH MENTOR. Saya sangat menyarankan kepada Anda untuk memiliki minimal satu mentor, untuk meningkatkan kemampuan Anda menulis. Jangan merasa berat dulu untuk mencari mentor, karena mentor bisa berarti macam-macam. Dengan memiliki mentor, maka Anda akan mendapatkan role model penulisan yang sudah terbukti manjur. Anda tidak akan menjadi kuda binal yang lepas kendali, punya nafsu besar dalam menulis tapi sama sekali tidak beraturan dan tidak terarah.
  1. BACA BUKU-BUKU TENTANG MENULIS. Atau buku lain yang Anda sukai. Bagaimanapun buku adalah jendela ilmu utama. Ironis bila seorang penulis tidak suka membaca buku. Maka, langkah jitu menjadi penulis adalah milikilah buku-buku terutama tentang penulisan. Dengan memiliki buku-buku tersebut, Anda akan mendapatkan sejumlah jurus baru dalam menulis. Atau paling tidak akan mampu menjaga motivasi Anda untuk selalu menulis.  Rajin juga datangi toko buku. Masak seorang penulis, malas ke toko buku?! Di rak buku saya, terdapat tidak kurang dari 50 judul buku tentang penulisan.

BUku buku penulisan

Saya pikir dengan ketiga langkah tersebut, plus praktik secara terus menerus, maka kemampuan menulis akan bisa terus meningkat. Terbukti buat saya sendiri, dengan melakukan hal-hal tersebut, saya merasa bisa terus memperbaiki diri dan terus menelurkan karya.

Selamat menulis!

Read Full Post »

Di sebuah rumah sederhana, terlihat seorang anak sedang bercengkrama dengan ibunya. Rio, begitu nama anak itu dan Dinda nama ibunya.

“Ma, aku mau tahu ttg kakek Dodi dong…” ujar anak itu kepada ibunya.
“Eh tumben, Rio mau tahu cerita ttg Kakek Dodi,” jawab Dinda sambil memandangi huah hatinya yang baru kelas 3 SD.

“Rio kan nggak tahu kakek Dodi spt apa. Kakek kan sudah pindah ke surga,” jawab Rio polos. Sang ibu tersenyum. Memorinya terbang ke masa masa ketika mertuanya, Kakek Dodi masih hidup.

“Itu ambil saja buku di lemari, rak paling bawah dan yang paling kanan. Ada buku karya Kakekmu. Di buku itu, ada profil kakek Dodi…”
Tanpa pikir lama, Rio langsung mengambil buku itu dan membacanya. “Wah, kakek Dodi ternyata penulis buku ya… aku tahu banyak ttg kakek.”

“Terus kalau Kakek Doni aku bisa dapat ceritanya darimana Ma…” tanya Rio setelah selesai membaca profil kakek Dodi.

“Nah, itu di lemari paling atas ada buku ttg kakek Doni. Ambil dan baca saja…” jawab Dinda. Dia bangga juga melihat rasa ingin tahu anaknya.
Kedua kakek Rio memang sudah lama tiada.

“Ma, buku yang mana?” tanya Rio sambil melihat lihat jejeran buku di lemari bagian paling atas.
“Itu di depan kamu, yang dekat Al Quran,” kata Dinda sambil menunjuk ke arah lemari.

“Mana Ma, adanya cuma buku Yasin, mengenang meninggalnya kakek Doni…” jawab Rio sambil membaca sampul buku Yasin.
“Iya, hanya itu buku yang ada kakek Doninya…”

21 - buku yasin

 

Sahabat, itulah bedanya seorang yang menulis buku dan tidak menulis buku. Anak cucu Anda akan merasakan akibatnya.

Read Full Post »

 

Kisah Alumni SMKI yang Berhasil Menulis Buku

Tyas AN Sukses Menulis buku “A to Z Dunia Kuliner”

 

Wanita yang satu ini mengikuti kursus menulis di Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) pada tahun 2011. Lokasi kursus waktu itu bukan di Plasa Tendean, kantor SMKI pertama, melainkan di kediaman seorang alumni SMKI yaitu ibu Dewi Kusuma (almarhum), yang terletak di kawasan Radio Dalam Jakarta Selatan. Dari kursus itulah, Tyas AN, atau biasa disapa Tyas, berhasil merampungkan buku pertamanya “A to Z Dunia Kuliner” dan diterbitkan oleh penerbit Gramedia.

 

Menulis adalah sebuah proses. Begitu pula belajar menulisnya. Tyas harus rajin dan penuh komitmen mengikuti kursus sebanyak 12 kali pertemuan sesuai dengan Metode 12 PAS, yang dikembangkan pendiri SMKI, Dodi Mawardi. Selama itu pula, Tyas membuat kerangka tulisan tentang dunia kuliner. Ia juga harus wawancara dengan sejumlah pakar bidang kuliner untuk melengkapi bahan bukunya. Suatu hal yang tidak pernah dilakukan Tyas sebelumnya. Ia juga dipertemukan oleh SMKI dengan editor-editor penerbit Elex Media (Gramedia Grup).

 

20 - Tyas AN

Dengan kerja keras dan mengikuti proses, Tyas berhasil menerbitkan buku tersebut pada 2013. Sebuah buku yang sudah diimpikannya sejak lama. Sebelum menulis buku tersebut, Tyas memang punya minat yang besar terhadap dunia kuliner (masakan). Ia sempat membuka cafe di kawasan Kemang Jakarta Selatan.

 

Selamat Tyas, semoga bukunya bermanfaat buat orang lain.

Ditunggu buku buku berikutnya!

 

 

 

 

Read Full Post »

Kabar gembira buat para orang tua yang ingin mengisi liburan anak-anaknya dengan kegiatan positif. Sekolah Menulis Kreatif Indonesia bekerja sama dengan Sekolah Alam Cikeas menyelenggarakan Kemah Anak Menulis, Berkemah Sambil Belajar Menulis, Belajar Menulis Sambil Berkemah. Acara ini akan berlansung selama 3 hari 2 malam, pada Kamis-Jumat-Sabtu 26-28 Desember 2013.

Dalam program ini, setiap peserta akan mendapatkan sejumlah manfaat yaitu:

– Kemandirian

– Solidaritas dengan kawan

– Dekat dengan alam

– Belajar menulis dari para ahlinya

 

Setiap hari, para peserta akan mendapatkan pembelajaran menulis, outbound dan games yang menarik.

Peserta akan mendapatkan:

– Tenda untuk menginap (satu tenda maksimal 4 anak)

– Makan pagi, siang dan malam

– Snack 2x sehari

– Materi/bahan dan alat tulis

– Sertifikat dalam bentuk buku karya selama berkemah

 

Daftarkan segera anak Anda karena tempat sangat terbatas, hanya untuk 25 orang/anak. Hubungi mas Deni 021-94800033 atau email sekretariat@sekolahmenuliskreatif.com/ sekolahmenulis@gmail.com

 

YUK ISI LIBURAN DENGAN KEGIATAN BERMANFAAT!

Kemah Menulis Anak - Promo Program

Read Full Post »

(Cikeas, 29 November 2013)

Bagi penulis buku, royalti adalah salah satu sumber pemasukan. Memang, bukan hanya dari royalti karena masih ada sejumlah sumber penghasilan lain untuk penulis profesional seperti jual putus, menjadi penulis pendamping (co writer), penulis bayangan (ghost writer), penulis artikel, ikut lomba dan lain sebagainya. Banyak sekali sumber pemasukan buat penulis profesional.

Namun, yang paling populer di kalangan penulis adalah royalti. Padahal, kedatangan royalti tidak setiap hari atau setiap bulan. Royalti berasal dari penerbit dengan sistem berkala, mulai dari setahun 4 kali (triwulanan), 3 kali (kwartal) atau 2 kali (semesteran). Setiap penerbit memiliki sistemnya sendiri-sendiri. Meski tidak hadir setiap bulan, sebagian besar penulis masih mengandalkan royalti sebagai sumber pemasukan, sehingga karena datangnya jarang, banyak penulis yang mengalami kesulitan dalam mengatur keuangannya. (Soal ini nanti dibahas lebih lanjut pada artikel lainnya, dan dikupas tuntas dalam Program Penulis Profesional dan Writerpreneur).

Berikut ini adalah cara menghitung royalti yang dilakukan penerbit.

Besaran royalti antara paling kecil 5% sampai yang paling besar 12%, tergantung kualitas penulis dan prestasi penjualan buku. Rata-rata penerbit termasuk penerbit besar seperti Grup Gramedia menerapkan standar royalti 10%. Hitungan ini memakai asumsi rata-rata royalti yaitu 10%.

08 - Royalti Buku

BESARAN ROYALTI

Rumusnya:

Harga jual buku X jumlah cetakan X 10%

Kita anggap saja harga buku adalah Rp 50.000,-, dan buku yang dicetak sebanyak 3000 eksemplar. Standar jumlah cetakan setiap penerbit berbeda, namun biasanya antara 2500-4000. Jika yakin dengan kualitas buku dan prospeknya, bisa saja penerbit mencetak 10.000 ekesemplar.

Contoh:

Rp50.000,- X 3000 eksemplar X 10%

= Rp15.000.000,-

Royalti dibayarkan sesuai dengan kondisi penjualan buku. Mulai dari masuk ke toko buku, sampai buku habis. Pembayaran royalti sesuai dengan angka penjualan di toko buku. Namun, sejumlah penerbit menerapkan sistem uang muka royalti sebesar 20% (variasi antara 20%-25%) dari total royalti. Sisanya dibayar sesuai angka penjualan. Misal, dengan angka total Rp15.000.000, maka uang mukanya adalah Rp15.000.000 X 20% = Rp3.000.000. Uang muka dibayarkan ketika buku terbit atau surat perjanjian ditandatangani.

Oh ya jangan lupa, penulis adalah warga negara yang baik. Setiap royalti dipotong pajak sebesar 15% (bagi yang punya NPWP) dan 30% (bagi yang tidak punya NPWP). Jadi, Anda harus punya NPWP kalau mau menjadi penulis.

MENJADI PENULIS PRODUKTIF

Nah, kalau Anda mau menekuni dunia penulisan sebagai sumber penghasilan, maka Anda harus menetapkan dulu berapa banyak uang yang mau Anda peroleh setiap bulan. Sebut saja misalnya Rp5.000.000,- perbulan. Dengan angka itu, kita bisa menetapkan berapa buku yang harus ditulis selama setahun.

Rumusnya:

12 bulan X Rp 5.000.000,- : royalti per buku = jumlah buku.

Maka akan keluar angka 4 buku pertahun, dengan asumsi jumlah royalti perbuku adalah Rp 15.000.000,- Hitungan ini adalah hitungan di atas kertas. Kemungkinan meleset sangat besar, karena angka penjualan buku kita sulit diprediksi. Kadang bagus, kadang tidak. Bisa jadi semua cetakan terjual, bisa pula tidak, atau bisa juga dicetak ulang.

Silakan Anda hitung sendiri, berapa banyak Anda harus menulis dalam setahun, untuk mendapatkan pemasukan bulanan yang memadai. Jangan lupa pajak.

 

Catatan:
Di Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) setiap siswa diajari bagaimana menghitung royalti, mengetahui persis hak dan kewajiban sebagai penulis, dan bagaimana hubungan partnership dengan penerbit, sehingga penulis memiliki posisi yang setara dengan pihak lain.

Read Full Post »

Seorang kawan di milist, mempertanyakan biaya “kuliah” di SMKI. Berikut ini, kutipan emailnya:

Kenapa sekolah menulis menjadi mahal sekali seperti itu? sama seperti sekolah magister /S2 IPB.. 🙂
Idealnya sekolah itu mulai dari “prove it” dulu baru “profit” akan mengikuti.. maaf tidak bermaksud menggurui loooohhh…..
Apa jaminannya kalau setelah lulus masih aja blm bs nulis? Apakah uangnya bisa kembali?
Ada paket hemat lainnya tidak?
Atas jawaban yang memuaskan terima kasih yaaa…

DAN INILAH JAWABAN KAMI:
Terima kasiiiiiiiih banyak atas responnya.
Sekolah Menulis Kreatif Indonesia SMKI sudah beroperasi sejak 2009, dan menghasilkan lebih dari 400 alumni, melalui program kursus dan workshop. Kami sudah membuka kelas menulis dgn berbagai level, mulai dari yang mahal, sedang, murah bahkan gratis. Hasil kajian kami ternyata, makin tinggi biayanya makin serius seseorang belajar. Mungkin sayang ya, sudah bayar mahal masa nggak serius? Hehe… sedangkan makin murah, kok ya makin tidak serius pesertanya, bahkan banyak yg iseng2 saja. Kami merasa sayang, program kami yang serius dan dirancang dengan sungguh-sungguh hanya jadi arena keisengan. Malah yg gratis, dianggap enteng.

IMG2642A
Alhasil, sejak 2012 lalu, kami menerapkan biaya yg tinggi untuk menyeleksi peserta peserta yg serius. Selain tentu saja metode yg diperbaiki seiring dgn peningkatan kualitas. Memang benar, yang ikut adalah mrk yang serius mau belajar menulis, serius mau menulis buku dan atau serius mau menjadi penulis profesional.

Program ini lebih serius lagi, karena hanya menyaring mereka yang benar benar mau menjadi penulis profesional dan atau writerpreneur. Bagi mereka yang yakin bahwa menulis adalah profesi, bukan sekadar hobi apalagi iseng dan sambilan. Yang tidak serius, dilarang ikut.

Lagi pula mahal itu relatif. Di Jakarta dan kota besar, banyak sekali workshop sehari yang biayanya Rp 3juta atau pelatihan 2 hari dgn angka jutaan. Belum tentu juga lulusannya langsung naik jabatan atau dpt reward.

Kami 6 bulan, sebanyak 24x pertemuan, dengan 6 mata kuliah khusus, plus magang, pendampingan dan nempel (Magang khusus).

Lulusannya akan bisa menjadi penulis dan writerpreneur.

Jaminan kami pendampingan sampai jadi penulis dan writerpreneur.

Kami ingin menjadikan profesi menulis sebagai profesi sesungguhnya. Bukan profesi iseng!

Read Full Post »

Pertanyaan tersebut sebenarnya sudah usang! Tapi tetap saja masih ditanyakan oleh sejumlah orang. Padahal, pertanyaan itu juga bisa disampaikan kepada semua profesi. Bukankah di profesi apapun, tergantung orangnya bagaimana, bukan tergantung profesinya?

Contoh olahragawan, artis atau profesi lainnya. Berhasil tidaknya seseorang menjalani profesi itu, bukan melulu karena prospektifnya profesi itu melainkan lebih karena kualitas dirinya masing-masing.

Coba tanyakan prospek profesi pesepakbola kepada Bambang Pamungkas. Jawabannya pasti berbeda dibanding jawaban seorang Saiful, pemain sepakbola antar kampung di Parung. Tanyakan pula prospek musik kepada Anang Hermansyah, pasti akan berbeda jika dibandingkan dengan jawaban seorang Endah, penyanyi dari cafe ke cafe di kawasan Jakarta Barat.

Demikian pula untuk profesi sebagai penulis. Jawabannya pasti beragam, tergantung kepada siapa kita bertanya. Silahkan bertanya kepada Andrea Hirata, penulis top penghasil novel teramat laris Laskar Pelangi. Pasti jawabannya sangat positif karena dia sudah membuktikan berhasil mendapatkan banyak sekali hal dari menulis.

Atau tanyakan kepada Jonru Ginting, Andrias Harefa dan Edy Zaqeus, yang menghasilkan banyak hal dari profesi penulisan. Tapi jawaban berbeda jika Anda bertanya kepada penulis sekelas Uda di sinetron Suami-suami Takut Istri, yang belum juga berhasil menerbitkan novelnya.

Artinya, dalam profesi apapun, tergantung bagaimana kemauan dan kemampuan masing-masing orang untuk membuatnya prospektif atau tidak. Sama sekali tidak dipengaruhi oleh karakter dari profesi tersebut. Apalagi hanya dipengaruhi oleh katanya dan katanya.

Jika Anda bertanya kepada saya tentang prospek ini, jawabannya sudah jelas bukan? Itulah kenapa saya menulis artikel ini, untuk membuktikan bahwa menulis memang sangat prospektif. Tidak perlu modal banyak, tidak butuh gelar akademis, tak mengharuskan punya kantor dan tidak pula dikungkung oleh bos atau atasan. Bebas mengatur waktu, leluasa menentukan produktivitas dan sesuai dengan hati nurani. Hasilnya?  Semua tergantung kemauan dan kemampuan diri masing-masing.

Selamat menulis dan menjadi penulis!

Read Full Post »

Belajar Menulis 3 Bulan, Langsung Hasilkan Karya!

Masih sulit memulai menulis?
Tulisan belum juga mengalir dan masih kaku?
Tidak tahu mau dikemanakan karya tulis Anda?
Banyak ide tapi tak punya waktu?

Semua masalah tersebut akan kami atasi dengan solusi jitu. Bergabunglah bersama Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia, untuk menggapai semua impian Anda.

Kelebihan Program Kami:
Pembayaran bisa diangsur 2 kali.
Jumlah peserta terbatas maksimal 10 orang per kelas sehingga lebih efektif.
Langsung praktik bukan teori.
Dibimbing oleh penulis profesional tahap demi tahap menulis sampai jadi.
Sejak awal, ide peserta sudah dinilai oleh penerbit, karena kami bekerja sama dengan penerbit Elex Media Komputindo, Penebar Swadaya dll.
Metode pelatihan sangat menarik dan tidak membosankan.
Bisa interaksi dengan mentor secara bebas, 24 jam.
Jaminan buku terbit (Untuk peserta yang naskahnya selesai).
Jaminan after course seumur hidup.

Hubungi kami 021-33556975 (SMS/Telpon), kami akan segera menghubungi Anda.
Website: http://www.sekolahmenuliskreatif.com, http://www.dodimawardi.com

Kantor pusat:
Plasa Tendean Lt 3, Jalan Kapten Tendean 45 Mampang Jakarta Selatan.

Cabang:
Buku Café, Jalan Margonda Raya (seberang pom bensin Shell), Depok Jawa Barat.

Program kami:
Kursus Menulis Buku Populer, Ilmiah atau Artikel
Pertemuan sebanyak 12 kali @2 jam selama 3 bulan.

Biaya:
Kelas malam Rp 3.000.000
Kelas pagi/siang/sore Rp 2.500.000

Jadwal tersedia:
Sabtu pagi jam 10.00 – 12.00 mulai 1 Mei 2010

Kursus Menulis Skenario Film/Sinetron
Pertemuan sebanyak 12 kali @2 jam selama 3 bulan.

Biaya:
Kelas malam Rp 4.000.000
Kelas pagi/siang/sore Rp 3.500.000

Jadwal tersedia:
Sabtu jam 12.30 – 14.30 mulai 8 Mei 2010.

Program Khusus:
Kursus Menulis Buku Populer Jarak Jauh PRIVAT.
Pertemuan sebanyak 8 kali @2 jam selama 2 bulan.
Kursus melalui yahoo messenger atau media komunikasi lainnya.
Sifat kursus PRIVAT bukan kelas.

Biaya:
Rp 1.500.000

Jadwal tersedia:
Setiap Selasa malam jam 19.00 – 21.00 (Kelas selalu dibuka)

Jasa Pendampingan Penulisan
Durasi pengerjaan selama 3 – 6 bulan.
Khusus bagi Anda yang tidak punya/kekurangan waktu.

Jenis jasa:
Pendampingan aktif.
Anda cukup mengeluarkan ide, dan kami yang akan memprosesnya menjadi naskah layak terbit.
Biaya jasa: Rp 15.000.000 (sampai 250 halaman)

Pendampingan pasif.
Anda menulis naskah Anda sendiri tetapi dengan pengawasan ketat dari kami, mulai dari pemilihan ide, outline sampai naskah jadi dan berhubungan dengan penerbit.
Biaya jasa: Rp 7.500.000 (selama 3 bulan)

Jasa Editing
Anda sudah punya naskah jadi, dan kami akan sunting menjadi naskah layak terbit sesuai kebutuhan penerbit. Bisa ditambah dengan jasa menemukan penerbit yang cocok untuk naskah Anda.
Biaya jasa: mulai dari Rp 5.000.000 (tergantung ketebalan buku)

Read Full Post »

Older Posts »