Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘penulis populer’

“Profesi penulis itu sulit. Sulit dijadikan sumber pendapatan.”

 

Demikian pendapat seorang kawan non penulis, yang diamini seorang kawan lain yang sudah lama berkecimpung di dunia tulis menulis. Pendapat umum yang dipercayai kebenarannya bahwa profesi menulis memang tidak menjanjikan.

 

Masak sih?

Kok banyak juga yang berhasil menjadikan menulis sebagai profesinya?

Mereka penulis profesional, yang menjadikan menulis sebagai sumber utama penghidupan.

02 - penulis produktif

 

Ternyata, inilah sejumlah strategi jitu mereka, bagaimana bisa menjadikan menulis sebagai profesi utama yang menghasilkan dan mensejahterakan.

 

  1. Kuasai dulu dong ilmu (teori dan praktik) tentang menulis. Terserah Anda mau kuasai ilmu menulis akademis, populer, fiksi atau non fiksi. Pokoknya kuasai, sehingga sambil mata terpejampun Anda tetap bisa menulis.
  2. Tentukan tujuan. Misal mau menjadi penulis profesional yang … (tujuan materi atau non materi). Tujuan ini biasanya menjadi sumber motivasi utama dalam menjalani profesi apapun. Saya sendiri menentukan tujuan menjalani profesi menulis (awalnya) dengan patokan pendapatan di kantor lama. Tahun pertama, sama dengan pendapatan di kantor lama. Tahun kedua, dua kali lipat. Tahun ketiga, tiga kali lipat dan seterusnya.
  3. Rumuskan dan rencanakan cara untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Contoh:

Anda punya target pendapatan sebagai seorang penulis pro adalah Rp 10.000.000,- setiap bulan. Sebuah angka yang lumayan tinggi bukan? Setara dengan gaji pokok pegawai pajak level staf deh, hehe… Maka, kita harus menentukan jenis tulisan apa yang bisa memenuhi target tersebut. Yuk kita rinci satu persatu.

 

Tulisan bentuk artikel/cerita pendek (cerpen), nilainya adalah sekitar Rp 200.000,- sampai Rp 3.000.000,- per tulisan. Kita ambil angka terendah yaitu Rp 200.000,-/artikel/cerpen. Berapa artikel yang harus ditulis dalam sebulan agar mampu menghasilkan Rp 10.000.000,-? Ambil kalkulator gih! Hitung… Harus mampu menulis 50 artikel/cerpen dalam sebulan. Atau 2 tulisan per hari. Mampukah? Secara teori bisa tapi praktiknya sulit. Anda harus mengirim ke media cetak/online yang berbeda-beda bukan?!

 

Berikutnya, naskah dalam bentuk buku/novel, dengan jumlah 150-250 halaman, nilainya adalah kisaran Rp 10.000.000 – Rp 25.000.000, (dihitung dari rata-rata harga buku Rp 30an rb – Rp 70an rb). Jumlah cetakan pertama berkisar 2000-5000 eksemplar. Dengan data tersebut, maka kita cukup menulis 1 judul buku setiap bulan, untuk meraih pendapatan sesuai target. Secara teori bisa, tapi praktiknya sulit. Walaupun banyak juga yang sudah mampu melakukannya, terutama yang sudah cukup senior. Hitungan ini belum termasuk jika buku/novelnya dicetak ulang. Tapi harus jaga-jaga juga, siapa tahu bukunya tidak laku…

 

08 - Royalti Buku

Dua bidang penulisan di atas adalah yang paling umum dikerjakan oleh penulis profesional. Untuk mencapai target, silakan utak-atik berapa jumlah artikel/cerpen berbayar yang harus ditulis dan berapa jumlah buku/novelnya. Jika dikombinasikan, hasilnya bisa saja cukup menulis 10 artikel/cerpen dan ¾ buku setiap bulannya. Atau mungkin harus 2 buku/novel perbulan. Silakan hitung hasilnya sesuai rumus pada paragraf sebelumnya dengan pertimbangan sejumlah kemungkinan, seperti tidak laku atau cetak ulang.

 

Dengan pengetahuan tentang tarif dan honor menulis, maka irama kerja kita menjadi lebih terarah. Apalagi pasti kita juga akan menemukan peluang-peluang lain di bidang penulisan yang bisa dimasuki.

 

Misal, menulis artikel di media sosial. Banyak pihak yang butuh branding. Media sosial menjadi salah satu jembatan pesan branding tersebut. Mereka berani membayar penulis, dengan prinsip ‘yang penting brandnya makin kuat dan terkenal’. Media sosial bukan hanya facebook dan twitter, tapi juga laman bebas isi seperti Kompasiana atau Detikforum.

 

Atau peluang menyediakan jasa penulisan naskah artikel/buku buat pihak lain. Anda menjadi penulis pendamping (co writer) atau penulis bayangan (ghost writer). Jangan bayangkan yang jau-jauh dan besar dulu. Karena semua penulis profesional dan senior, pada mulanya juga melalui tahap-tahap awal. Bantu orang lain dengan tarif murah dulu atau mungkin sharing royalti. Lama-lama nama kita akan naik nilanya, yang otomatis akan mendongkrak nilai kontrak!

 

Satu lagi, jangan lupa untuk selalu dekat dengan penerbit. Penerbit yang setiap bulan memproduksi banyak buku, bukan penerbit yang hanya terbitkan satu dua buku perbulan. Dengan penerbit Anda bisa bekerjasama. Penerbit butuh naskah dan biasanya mereka sudah punya daftar tema buku apa saja yang harus terbit selama setahun, selain tema-tema sesuai tren yang berkembang. Anda bisa menjadi penyedia naskah sesuai pesanan tema dari penerbit. Kalau Anda benar-benar serius menjalani profesi menulis, seharusnya bisa memenuhi pesanan 6-12 buku pertahun buat sebuah penerbit. Sudah banyak yang melakukan!

 

Kalau mau serius menjadi penulis profesional, ya memang harus sungguh-sungguh juga dalam melakukannya, plus strategi yang benar. Menjadi penulis profesional, bukan menjadi pekerja biasa seperti karyawan. Penulis profesional lebih mirip dengan penyanyi atau MC, yang biasa disebut self employee (pekerja independen). Dia kadang mirip seperti pengusaha. Memproduksi sesuatu, lalu memasarkannya. Sebuah produk kadang gagal kadang berhasil. Jadi, mental yang dibutuhkan seorang penulis profesional bukan mental karyawan/buruh, melainkan mental pengusaha, atau minimal mental pekerja independen.

 

Semoga bermanfaat!

 

 

 

Iklan

Read Full Post »

Penulis Kere - Sopir taksi

Tahukah Anda seberapa sering seorang sopir taksi bekerja dalam sebulan?

Tahukah Anda seberapa banyak produsen sepatu memproduksi sepatunya dalam sebulan?

 

Jawabannya:

Sopir taksi bekerja dalam sebulan hampir setiap hari. Di sebuah perusahaan taksi, sopir menggunakan rumus 2 – 1. Dua hari bekerja sehari libur. Setiap kali bekerja, bukan nine to five seperti orang kantoran, melainkan dari jam 5 pagi sampai jam 1 dinihari atau lebih. Hasilnya? Alhamdulillah, bisa menafkahi keluarga. Sebagian mampu menabung dan berinvestasi properti. Sebagian lainnya, bisa punya mobil taksi sendiri.

 

Bagaimana dengan perusahaan produsen sepatu? Ketika dia bisa menawarkan sepatu dengan model paling tren, maka sepatunya laris. Produksi makin banyak. Namun, kalau tidak sesuai tren dan tidak sesuai selera konsumen, produksi menurun. Perusahaan sepatu akan sukses dan bertahan, kalau terus menerus berproduksi karena sepatunya laku. Hasilnya, sang pengusaha akan menikmati keuntungan besar.

 

Seharusnya demikian pula penulis. Apakah dia seorang penulis profesi (seperti sopir taksi) atau penulis yang pebisnis seperti pengusaha sepatu. Kalau mau sukses dan mampu menafkahi keluarga dari kegiatan menulis, maka dia harus seperti sopir taksi dan pengusaha sepatu tadi. Bekerja rutin dan memproduksi tulisan sebanyak-banyaknya. Produksi tulisan yang sesuai dengan pesanan atau klop dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Sesungguhnya rumusnya sesederhana itu.

 

Sayang sekali, banyak penulis yang malas dan buta terhadap hukum alam. Belum tentu sebulan sekali mengirim naskah ke penerbit. Lah, mau makan apa? Hasil dari satu buku saja belum tentu mampu menghidupi keluarga untuk sebulan. Mikir dan berhitung dong. Belum tentu juga menulis artikel yang dibayar  (apakah media massa atau pihak lain) setiap hari. Lalu mau dapat pemasukan dari mana? Mikir dan berhitung dong.

 

Kenapa sopir taksi mampu menghidupi keluarganya setiap hari? Karena dia sudah berhitung atau dihitungkan oleh perusahaan tempatnya bekerja, agar dia bekerja hampir setiap hari. Salah satu perusahaan taksi misalnya menjanjikan penghasilan sebesar Rp 165.000 per hari kepada sopirnya, atau sekitar Rp 3.000.000 per bulan. Lebih tinggi dari sebagian besar batas upah minimum.

 

Anda yang berprofesi penulis atau akan terjun di dunia menulis, berteriak-teriak susah menjadi penulis, tapi tidak setiap hari menulis? Tidak setiap hari berproduksi? Tidak setiap hari menawarkan jasa Anda? Tidak setiap hari menjajakan karya Anda? Tidak setiap hari bekerja keras, cerdas dan ikhlas?  Hmmm… mikir dan berhitung dong.

 

Kalau mau jadi penulis profesional yang mampu menafkahi keluarga dari menulis, mulai sekarang rajinlah menulis. Setiap hari harus menulis. Dan… tulisannya harus sudah pasti mendapatkan imbalan. Emang ada sopir taksi yang mengantarkan penumpang secara gratisan? (Ada pas promo ya? Atau program PR perusahaan seperti Blue Bird tempo hari, he he).

Penulis Kere 2

Jika mau menjadi penulis pebisnis (writerpreneur), maka berpoduksilah setiap hari. Tawarkan dan jajakan karya Anda kepada pihak lain. Sesuaikan produk Anda dengan selera orang lain, dengan kualitas yang memadai. Kalau tulisan Anda buruk, siapa yang mau beli? Sama seperti produsen sepatu, siapa yang mau beli sepatu yang baru dipakai seminggu sudah rusak? Produsen sepatu juga memproduksi sepatu sesuai dengan optimalnya kapasitas pabrik.

 

Tips agar menjadi penulis keren bukan penulis kere:

  1. Harus menulis setiap hari.
  2. Rajinlah menulis yang hasilnya pasti dibayar.
  3. Berproduksilah sesering mungkin dengan kualitas terjaga.
  4. Jajakan dan tawarkan karya Anda sesering mungkin.
  5. Semakin kreatif dan cerdas (smart) dalam menulis dan menjual tulisan.

 

Selesai.

Read Full Post »

 

Peluang bagi Penulis Pemula

 

“Naskah saya ditolak…” ujar seorang calon penulis lemas.

“Naskah saya sudah lebih dari sebulan di penerbit, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” kata seorang calon penulis lainnya, tidak kalah lesu. Penerbit seolah menutup peluang bagi penulis pemula, yang mau menerbitkan bukunya. Tapi kalau dipikir-pikir, semua penulis juga mengalami menjadi pemula pada awalnya…

 

Menjadi penulis bukan persoalan gampang bagi sebagian orang. Penolakan demi penolakan dari penerbit, seringkali membuat mental menciut dan semangat mengkerut. Sebaliknya buat sebagian orang lainnya, menjadi penulis terlihat lebih mudah. Tanpa banyak penolakan, tanpa banyak penderitaan, naskah mereka bisa masuk ke penerbit dengan leluasa.

 

Memang begitulah kenyataan hidup. Ada yang mudah dan ada yang susah. Ada yang butuh 100 penolakan sebelum sukses diterbitkan, tapi ada juga yang tanpa penolakan sama sekali. Naskah pertama langsung diterima penerbit. Bahkan sebagian kecil diantaranya, tanpa diduga, menjadi bestseller atau mega bestseller.

 

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan seorang pemula, agar lebih cepat menerbitkan naskahnya. Berikut ini saya berikan bocoran, sejumlah peluang bagi penulis pemula. Atau lebih tepatnya cara jitu bagaimana agar kita sebagai pemula bisa lebih cepat menerbitkan buku:

 

  1. Berkongsi atau berkolaborasi.                                                                                                                       – Berkongsi dengan penulis pemula lainnya.

Anda bisa mengajak sejumlah teman penulis pemula, untuk menulis bersama tentang suatu tema. Kemungkinan besar, proses penulisan akan lebih cepat jika dilakukan secara keroyokan. Daya tawar Anda di hadapan penerbit juga akan naik, sesuai dengan profil teman yang diajak berkongsi. Misal, jika mau menulis tentang agama, berkongsilah dengan teman yang menguasai tema agama (ustad/guru ngaji/guru agama). Jika menulis tentang kesehatan, berkongsilah dengan teman yang dokter atau perawat. Kalau mau menulis novel, berkongsilah…? Sebentar… kalau menulis novel agak susah berkongsi. Tapi masih bisa berkongsi dalam menulis cerpen. Sering lihat buku kumpulan cerpen bukan? Sok atuh, berkongsilah.

 

– Berkolaborasi dengan penulis senior.

Nah, cara ini lebih cepat lagi dalam menggapai impian menerbitkan buku. Berkongsilah dengan penulis senior. Senior bukan berarti harus sudah menulis puluhan buku. Penulis yang baru menerbitkan satu bukupun sudah bisa dianggap senior. Paling tidak, doi sudah berpengalaman menembus penerbit bukan? Jangan tunda-tunda, kenalan dengan penulis itu ajak berkongsi dan tentu Anda yang harus bekerja lebih keras…

 

– Berkongsi dengan penerbit.

Cara lainnya adalah berkongsi dengan penerbit. Berkenalanlah dengan editor penerbitkan, lalu tanya kepada mereka sedang butuh naskah apa? Penerbit pasti membutuhkan naskah dan mereka selalu mengikuti tren pasar. Sayangnnya, kadang mereka kesulitan mendapatkan penulis yang mau membuat naskah sesuai tren. Anda bisa masuk ke situ. Tentu setelah Anda tunjukkan bahwa kualitas tulisan Anda, memadai. Makanya, berlatihlah terus menulis. Jangan berhenti (berlatih) menulis meski naskah Anda tidak pernah diterbitkan. Anggap saja hal itu sebagai latihan. Lihatlah para atlet. Untuk bertanding kurang dari satu menit saja (spt renang, senam atau lari sprint), latihan mereka bisa berlangsung selama berbulan-bulan, atau bertahun-tahun.

 

 

  1. Terbitkan Sendiri dan Jual Sendiri.

Butuh modal untuk menjalankan cara ini. Tapi, semua bisa disiasati. Seorang penulis kreatif di Bandung, menggunakan modal dari pembeli untuk mencetak naskahnya. Awalnya dia hanya membuat dummy (contoh buku) yang akan dijual, lalu dia tawarkan ke orang lain. Setelah mendapatkan kepastian pembelian dari sejumlah orang, barulah dia cetak buku tersebut. Tidak ada risiko bukan? Bahkan sudah pasti dapat keuntungan. Buat pemula, mendapatkan order buku 10 eksemplar sampai 100 eksemplar di awal, tentu sesuatuh. Apalagi jika di awal sudah dapat order 500 eksemplar. Wow banget. Harga tinggal diatur deh. Yang penting, marginnya menjanjikan.

 

Sejumlah pihak sudah sukses menjalankan hal ini. Dengan modal PEDE, NEKAT, dan sejenisnya, dia menawarkan dummy itu kepada orang terdekatnya. Dia rekrut orang lain, untuk ikut menjual juga (reseller) dengan iming-iming keuntungan menarik, sehingga semakin banyak yang membeli (calon) bukunya.

Ah banyak jalan menuju Roma deh.

 

 

  1. Bikin Ebook.

Cara yang satu ini dijamin hemat biaya dan hemat energi. Tinggal mencari tema yang diminati publik lalu tuliskan, buat dalam bentuk ebook dan juallah lewat blog Anda atau tawarkan lewat email, twitter, facebook dll. Oh sederhana sekali. Tidak perlu ada penolakan dari penerbit bukan?

 

Belum tahu cara bikin ebook? Duh, hari gini masih kesulitan bikin sesuatuh. Googling aja, sudah banyak orang baik yang siap mengajarkan Anda bagaimana cara membuat ebook yang menarik. Orang baik berseliweran di dunia maya, dan tidak meminta bayaran. Cukup rogoh kocek Rp 3000 per jam di warnet, sebagai modal Anda!

 

Banyak penulis pemula (antah berantah, tak dikenal) yang kemudian sukses meraup rezeki dari penjualan ebook. Tergantung tema yang ditawarkan. Makin sesuai kebutuhan dan keingingan publik, makin besar jumlah penjualannya. Seluruh margin keuntungan buat Anda. Tidak dibagi-bagi dengan pihak lain!

 

 

Yuk ah selami industri menulis yang masih terbuka lebar.

Siapa mau menulis keras, menulis cerdas dan kreatif, dialah yang akan meraih keberhasilan.

 

Semangat menulis!

 

 

Dodi Mawardi

Penulis Buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”

Pendiri Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

 

 

 

Read Full Post »

Kabar gembira buat para orang tua yang ingin mengisi liburan anak-anaknya dengan kegiatan positif. Sekolah Menulis Kreatif Indonesia bekerja sama dengan Sekolah Alam Cikeas menyelenggarakan Kemah Anak Menulis, Berkemah Sambil Belajar Menulis, Belajar Menulis Sambil Berkemah. Acara ini akan berlansung selama 3 hari 2 malam, pada Kamis-Jumat-Sabtu 26-28 Desember 2013.

Dalam program ini, setiap peserta akan mendapatkan sejumlah manfaat yaitu:

– Kemandirian

– Solidaritas dengan kawan

– Dekat dengan alam

– Belajar menulis dari para ahlinya

 

Setiap hari, para peserta akan mendapatkan pembelajaran menulis, outbound dan games yang menarik.

Peserta akan mendapatkan:

– Tenda untuk menginap (satu tenda maksimal 4 anak)

– Makan pagi, siang dan malam

– Snack 2x sehari

– Materi/bahan dan alat tulis

– Sertifikat dalam bentuk buku karya selama berkemah

 

Daftarkan segera anak Anda karena tempat sangat terbatas, hanya untuk 25 orang/anak. Hubungi mas Deni 021-94800033 atau email sekretariat@sekolahmenuliskreatif.com/ sekolahmenulis@gmail.com

 

YUK ISI LIBURAN DENGAN KEGIATAN BERMANFAAT!

Kemah Menulis Anak - Promo Program

Read Full Post »

Seorang kawan di milist, mempertanyakan biaya “kuliah” di SMKI. Berikut ini, kutipan emailnya:

Kenapa sekolah menulis menjadi mahal sekali seperti itu? sama seperti sekolah magister /S2 IPB.. 🙂
Idealnya sekolah itu mulai dari “prove it” dulu baru “profit” akan mengikuti.. maaf tidak bermaksud menggurui loooohhh…..
Apa jaminannya kalau setelah lulus masih aja blm bs nulis? Apakah uangnya bisa kembali?
Ada paket hemat lainnya tidak?
Atas jawaban yang memuaskan terima kasih yaaa…

DAN INILAH JAWABAN KAMI:
Terima kasiiiiiiiih banyak atas responnya.
Sekolah Menulis Kreatif Indonesia SMKI sudah beroperasi sejak 2009, dan menghasilkan lebih dari 400 alumni, melalui program kursus dan workshop. Kami sudah membuka kelas menulis dgn berbagai level, mulai dari yang mahal, sedang, murah bahkan gratis. Hasil kajian kami ternyata, makin tinggi biayanya makin serius seseorang belajar. Mungkin sayang ya, sudah bayar mahal masa nggak serius? Hehe… sedangkan makin murah, kok ya makin tidak serius pesertanya, bahkan banyak yg iseng2 saja. Kami merasa sayang, program kami yang serius dan dirancang dengan sungguh-sungguh hanya jadi arena keisengan. Malah yg gratis, dianggap enteng.

IMG2642A
Alhasil, sejak 2012 lalu, kami menerapkan biaya yg tinggi untuk menyeleksi peserta peserta yg serius. Selain tentu saja metode yg diperbaiki seiring dgn peningkatan kualitas. Memang benar, yang ikut adalah mrk yang serius mau belajar menulis, serius mau menulis buku dan atau serius mau menjadi penulis profesional.

Program ini lebih serius lagi, karena hanya menyaring mereka yang benar benar mau menjadi penulis profesional dan atau writerpreneur. Bagi mereka yang yakin bahwa menulis adalah profesi, bukan sekadar hobi apalagi iseng dan sambilan. Yang tidak serius, dilarang ikut.

Lagi pula mahal itu relatif. Di Jakarta dan kota besar, banyak sekali workshop sehari yang biayanya Rp 3juta atau pelatihan 2 hari dgn angka jutaan. Belum tentu juga lulusannya langsung naik jabatan atau dpt reward.

Kami 6 bulan, sebanyak 24x pertemuan, dengan 6 mata kuliah khusus, plus magang, pendampingan dan nempel (Magang khusus).

Lulusannya akan bisa menjadi penulis dan writerpreneur.

Jaminan kami pendampingan sampai jadi penulis dan writerpreneur.

Kami ingin menjadikan profesi menulis sebagai profesi sesungguhnya. Bukan profesi iseng!

Read Full Post »

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia
Divisi Jasa Penulisan
* LOWONGAN INI SUDAH DITUTUP 15 NOVEMBER LALU
*
Kami penyedia jasa penulisan buku yang sedang berkembang, membutuhkan sejumlah penulis tetap, dengan kualifikasi sebagai berikut:
1      Lulusan minimal D3 (S1 lebih diutamakan, fresh graduate are welcome, boleh masih mahasiswa S1 tingkat akhir).
2.    Berwawasan luas di bidang pengetahuan populer dan umum.
——
3.     Menguasai tehnik menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4.     Punya pengalaman dalam menulis (pernah dimuat di media massa lebih disukai).
5.     Memahami bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
6.     Bersedia bekerja di bawah tekanan target.
7.     Sungguh-sungguh mau menjadi penulis profesional
————-
————-
Berbagai benefit kami tawarkan untuk Anda, antara lain:
1.     Tidak perlu ngantor setiap hari.
2.     Tidak perlu keluar biaya transportasi setiap hari.
3.     Tidak perlu keluar biaya konsumsi setiap hari.
4.     Gaji minimal Rp 2.500.000/bulan (nett).
5.     Peluang mendapatkan penghasilan tambahan di luar gaji.
6.     Bonus tahunan selain THR.
7.     Tunjangan kesehatan.
———–
———–
Bagi yang berminat, kirimkan surat lamaran Anda ke Sekolah Menulis Kreatif Indonesia sekolahmenulis@gmail.com, berisi:
1.      – Surat lamaran
2.     –  Foto diri
3.      – Contoh artikel/tulisan yang pernah dimuat di media massa (termasuk media kampus).
4.      – Sebuah artikel sebanyak 500 kata tentang industri penulisan buku di
Indonesia dalam pandangan Anda sendiri.
—————–
Kami tunggu Anda sampai 15 November 2011.
—————–

Read Full Post »

Belajar Menulis 3 Bulan, Langsung Hasilkan Karya!

Masih sulit memulai menulis?
Tulisan belum juga mengalir dan masih kaku?
Tidak tahu mau dikemanakan karya tulis Anda?
Banyak ide tapi tak punya waktu?

Semua masalah tersebut akan kami atasi dengan solusi jitu. Bergabunglah bersama Sekolah Menulis Kre@tif Indonesia, untuk menggapai semua impian Anda.

Kelebihan Program Kami:
Pembayaran bisa diangsur 2 kali.
Jumlah peserta terbatas maksimal 10 orang per kelas sehingga lebih efektif.
Langsung praktik bukan teori.
Dibimbing oleh penulis profesional tahap demi tahap menulis sampai jadi.
Sejak awal, ide peserta sudah dinilai oleh penerbit, karena kami bekerja sama dengan penerbit Elex Media Komputindo, Penebar Swadaya dll.
Metode pelatihan sangat menarik dan tidak membosankan.
Bisa interaksi dengan mentor secara bebas, 24 jam.
Jaminan buku terbit (Untuk peserta yang naskahnya selesai).
Jaminan after course seumur hidup.

Hubungi kami 021-33556975 (SMS/Telpon), kami akan segera menghubungi Anda.
Website: http://www.sekolahmenuliskreatif.com, http://www.dodimawardi.com

Kantor pusat:
Plasa Tendean Lt 3, Jalan Kapten Tendean 45 Mampang Jakarta Selatan.

Cabang:
Buku Café, Jalan Margonda Raya (seberang pom bensin Shell), Depok Jawa Barat.

Program kami:
Kursus Menulis Buku Populer, Ilmiah atau Artikel
Pertemuan sebanyak 12 kali @2 jam selama 3 bulan.

Biaya:
Kelas malam Rp 3.000.000
Kelas pagi/siang/sore Rp 2.500.000

Jadwal tersedia:
Sabtu pagi jam 10.00 – 12.00 mulai 1 Mei 2010

Kursus Menulis Skenario Film/Sinetron
Pertemuan sebanyak 12 kali @2 jam selama 3 bulan.

Biaya:
Kelas malam Rp 4.000.000
Kelas pagi/siang/sore Rp 3.500.000

Jadwal tersedia:
Sabtu jam 12.30 – 14.30 mulai 8 Mei 2010.

Program Khusus:
Kursus Menulis Buku Populer Jarak Jauh PRIVAT.
Pertemuan sebanyak 8 kali @2 jam selama 2 bulan.
Kursus melalui yahoo messenger atau media komunikasi lainnya.
Sifat kursus PRIVAT bukan kelas.

Biaya:
Rp 1.500.000

Jadwal tersedia:
Setiap Selasa malam jam 19.00 – 21.00 (Kelas selalu dibuka)

Jasa Pendampingan Penulisan
Durasi pengerjaan selama 3 – 6 bulan.
Khusus bagi Anda yang tidak punya/kekurangan waktu.

Jenis jasa:
Pendampingan aktif.
Anda cukup mengeluarkan ide, dan kami yang akan memprosesnya menjadi naskah layak terbit.
Biaya jasa: Rp 15.000.000 (sampai 250 halaman)

Pendampingan pasif.
Anda menulis naskah Anda sendiri tetapi dengan pengawasan ketat dari kami, mulai dari pemilihan ide, outline sampai naskah jadi dan berhubungan dengan penerbit.
Biaya jasa: Rp 7.500.000 (selama 3 bulan)

Jasa Editing
Anda sudah punya naskah jadi, dan kami akan sunting menjadi naskah layak terbit sesuai kebutuhan penerbit. Bisa ditambah dengan jasa menemukan penerbit yang cocok untuk naskah Anda.
Biaya jasa: mulai dari Rp 5.000.000 (tergantung ketebalan buku)

Read Full Post »