Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘sekolah menulis’

Mengisi bulan Ramadhan tahun ini, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) menggelar serial seminar “Kiat Jitu Meraih Penghasilan Tambahan dari Menulis”, sebanyak tiga kali setiap Minggu, jam 13.00 – 17.00 di kawasan Rumah Sehat Cikeas Bogor. Seminar pertama dilaksanakan pada 4 Juni, lalu 11 Juni,  dan 18 Juni 2017. Peserta boleh memilih salah satu waktu seminar tersebut. Jumlah peserta sangat terbatas. Seminar ini akan dipandu langsung oleh pendiri dan mentor SMKI – Dodi Mawardi.

Seminar Sambil Ngabuburit - Kiat Jitu Raih Penghasilan Tambahan

Dodi Mawardi sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam industri penulisan. Memahami seluk beluk industri ini dari A sampai Z. Juga sebagai praktisi penulisan buku populer, ghost writer (penulis bayangan) dan co-writer yang membantu banyak tokoh serta perusahaan dalam menulis buku. Dodi juga aktif menulis artikel yang tersebar di media massa cetak serta media internet.

Bagi Anda yang ingin mengetahui kiat-kiat bagaimana memanfaatkan menulis sebagai sumber penghasilan tambahan, wajib mengikuti seminar ini. Dodi akan membagi pengetahuan dan pengalamannya, bagaimana meraih penghasilan dari beragam peluang menulis, terutama dari buku dan internet.

Segera hubungi via SMS/WA 081511417289 sekarang juga sebelum kehabisan tempat.

Investasi hanya Rp 200.000,-.

Iklan

Read Full Post »

Setelah sukses berbagi pengetahuan di Universitas Bina Nusantara, Akutahu.com kembali membagi ilmu menulis kepada mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong, 15 Mei lalu. Pembicaranya masih Dodi Mawardi, penulis buku Belajar Goblok dari Bob Sadino, penulis profesional, trainer penulisan dan mentor di Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI). Sekitar 50 mahasiswa UMN, sebagian besar dari Ilmu Komunikasi, menghadiri seminar dengan tajuk “Akulah Si Penulis.”

Screenshot_2017-05-15-19-40-04_resized

Dalam kesempatan itu, Dodi Mawardi memberikan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan 1001 macam peluang penulisan, mulai dari penulis buku, penulis di media massa, penulis di media internet sampai bagaimana memanfaatkan media sosial untuk keuntungan materi dengan tulisan. Peserta sangat antusias bertanya terkait peluang-peluang tersebut, terutama peluang penulisan di media sosial dan peluang menjadi ghost writer atau co-writer.

Screenshot_2017-05-15-19-40-57_resized

Seperti dalam seminar dan workshop lainnya, Dodi Mawardi membawakan materi dengan penuh kegembiraan. Setiap materi diselingi dengan permainan khusus kata-kata (writing challenge), yang memacu adrenalin para peserta. Di setiap permainan, motivator menulis ini menghadiahi peserta terbaik dengan sejumlah buku. Panitia pun menambahinya dengan hadiah berupa bingkisan dari sponsor.

Read Full Post »

 

Sebelum memutuskan menjadi pedagang pulsa pada awal tahun 2000-an lalu, Asep sudah lebih dulu melakukan riset di sekitar kampung halamannya. Meski berlokasi di pinggir sawah dan perbukitan, Asep melihat peluang yang tidak dilirik warga sekampungnya. Rata-rata warga sekitar hanya menjual kebutuhan pokok sehari-hari atau jajanan kampung. Asep tidak, dia justru menjual pulsa yang menurut hasil riset sederhananya akan dibutuhkan warga. Padahal saat itu, baru segelintir warga yang punya HP. Ada risiko besar di depan mata.

 

Asep rajin keluar kampungnya. Di kampung yang lebih dekat ke kota, sudah lebih banyak warga yang punya HP, sehingga di sana sudah ada pedagang pulsa. Menurut Asep, kampungnya pun akan begitu. Akan semakin banyak warga yang punya HP dan pasti membutuhkan pulsa. Insting bisnis Asep tepat. Dalam waktu relatif singkat, semakin banyak warga yang punya HP, dan tentu saja pasti butuh pulsa. Keputusan Asep berbisnis jualan pulsa, selangkah di depan warga sekampungnya. Asep punya mental wirausaha yang kuat. Dia berani mengambil risiko.

 

Keberanian mengambil risiko itu pula yang harus dimiliki oleh seorang penulis. Sebagian besar penulis, menghasilkan karya yang ketika dipajang di toko buku, belum tentu laku. Ada risiko di sana. Apakah Anda siap menghadapi risiko, buku yang Anda tulis tidak laku? Bahkan sebelum naskah diterbitkan pun ada risiko pertama yaitu naskah ditolak penerbit karena tidak layak terbit dan tidak layak jual. Siapkah Anda?

Penulis Kere - Produsen Sepatu

Faktanya, lebih banyak yang tidak siap menghadapi sejumlah risiko itu. Berapa banyak penulis  yang melemah semangatnya karena tulisannya hanya dibaca sedikit orang? Lalu tidak/malas menulis lagi.

Berapa banyak calon penulis yang patah arang hanya karena 4-5 kali ditolak penerbit? Kemudian tak pernah mengirim naskah lagi.

Berapa banyak penulis yang mutung gara-gara lima buku pertamanya tidak laku-laku? Akhirnya, tak mau menulis buku lagi dan menyebut industri buku tidak menarik dan tidak menjanjikan!

 

Mereka semua tidak punya mental pengusaha. Pengusaha itu pantang menyerah. Pengusaha itu selalu mencoba dan mencoba lagi sampai berhasil. Setiap kali jatuh, setiap kali itu pula dia bangkit lagi. Pengusaha itu selalu siap menghadapi risiko seberat apapun. Dan faktanya, tidak ada satu orang pun pengusaha sukses yang belum pernah merasakan gagal. Bahkan, meminjam istilah Bob Sadino, keberhasilan itu adalah kumpulan dari segunung kegagalan.

 

Agar menjadi penulis yang tahan banting dalam menjalankan profesinya, mau tidak mau, suka tidak suka, harus bermental pengusaha. Bahkan sebelum membuat sebuah karya pun, penulis harus punya sikap seperti Asep. Dia tidak asal memilih usaha, tapi berdasarkan riset dan insting yang kuat. Nah, Anda ketika menulis sesuatu apakah sudah melakukan riset? Bukan hanya riset tentang isinya, melainkan juga riset tentang siapa calon pembaca naskah Anda? Berapa banyak jumlahnya? Apakah mereka pasti akan membaca karya Anda? Dan lain sebagainya.

 

Kalau tidak melakukan itu, lalu gagal ya wajar!

Jika Anda tidak siap dengan hal-hal semacam itu, sebaiknya tidak usah jadi penulis.

Apabila Anda tidak punya mental entrepreneur, lebih baik cukup jadi pembaca saja.

 

Jangan jadi penulis!

Read Full Post »

 

“Kapan ibu akan menulis buku?” tanya mentor Dodi Mawardi.

“Hmmm…” sang ibu guru berpikir sejenak sambil tersenyum.

“Setelah tahu ilmu pak…” jawabnya kemudian.

Demikianlah sekelumit pembukaan “Seribu Guru Menulis Buku” program pelatihan Yayasan Bhakti Suratto (YBS)  dan Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) yang berlangsung di SDN 13 Mekarjaya Sukmajaya Depok, pada 27 Februari 2016. Kepala SD tersebut Supardi, sangat antusias mengajak para gurunya untuk ikut serta dalam pelatihan tersebut. Jumlah guru dan staf seluruhnya adalah 17 orang, sedangkan yang ikut serta sebanyak 12 orang.

 

Supardi menjelaskan bahwa pengetahuan dan keahlian menulis sangat dibutuhkan para guru, terutama untuk meningkatkan kinerja dan menunjang kenaikan pangkat. Namun, nyaris tidak ada pelatihan khusus menulis yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Kehadiran program Seribu Guru Menulis Buku menjadi seperti keran air yang menyegarkan bagi para guru.

20160227_093956_resized

Para guru melahap seluruh materi pelatihan selama 3 x 90 menit, sejak pukul 09 pagi hingga pukul 14.30. Mereka tampak semangat mengikuti semua arahan mentor Dodi Mawardi, yang sudah berpengalaman menulis lebih dari 50 judul buku. Selain membongkar mental blok, para guru juga diajak untuk menemukan ide tulisan, merancang kerangka tulisan dan menulis sebuah artikel.

 

SDN 13 Mekarjaya Sukmajaya Depok menjadi sekolah pertama yang menangkap peluang program pelatihan gratis “Seribu Guru Menulis Buku”, yang akan disusul oleh sekolah-sekolah lainnya di kawasan kota Bogor, kabupaten Bogor, Depok dan Bekasi.  Bagi Anda para guru, silakan undang kami ke sekolah Anda dan dapatkan pengalaman pelatihan yang menyenangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menulis Anda (SMS ke 081285874272, ketik 1000 Guru spasi Nama Sekolah).

Di akhir sesi pelatihan, para guru sudah menemukan sejumlah ide menulis buku, dan mereka berjanji untuk merealisasikan buku tersebut. Semoga!

Seribu Guru Menulis Buku, semoga memacu Sejuta Siswa Merangkai Kata.

 

 

Read Full Post »

Poster 1000 Guru Menulis Buku kcl

Yayasan Bhakti Suratto (YBS) bekerjasama dengan Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) membuat program pelatihan menulis buku untuk guru SD, SMP, SMA/SMK/MAN secara gratis. Pelatihan ini terdiri dari dua jenis program yaitu tim YBS dan SMKI menyambangi sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan gratis di sekolah masing-masing dan mengundang guru-guru sekolah untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan YBS/SMKI di kampus Sekolah Alam Cikeas.

 

Kedua jenis program tersebut sama-sama memberikan pelatihan lengkap tentang menulis buku untuk para guru, mulai dari menyiapkan mental sebagai penulis, penggalian ide, merancang buku, sampai berkenalan dengan penerbit. Tidak hanya sampai di situ, panitia juga akan melanjutkan program dengan metode mentoring sampai para guru mampu menerbitkan bukunya.

 

Setiap pertemuan terdiri dari 3 sesi masing-masing 90-120 menit, yaitu:

  1. Sesi membongkar mental blok dan sejumlah hambatan dalam menulis.
  2. Sesi merancang buku mulai dari penggalian ide yang layak terbit dan layak jual sampai membuat kerangka tulisan.
  3. Sesi latihan menulis.

 

Program ini akan dipandu secara langsung oleh Dodi Mawardi, penulis lebih dari 50 judul buku (termasuk Belajar Goblok dari Bob Sadino & Cara Mudah Menulis Buku Metode 12 Pas) yang juga Direktur Eksekutif YBS, serta pendiri SMKI, bersama sejumlah praktisi penulisan baik penulis profesional maupun jurnalis.

 

Manfaatkan program ini, dan silakan sebarkan informasi ini kepada yang membutuhkan.

Tidak ada syarat apapun untuk mengikuti program ini. Untuk tahap awal ini, program akan lebih terfokus untuk sekolah-sekolah di kawasan Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok.

 

 

Info lebih lanjut, hub:

081285874272 (sms saja)

sekolahmenulis@gmail.com

Read Full Post »

20151029_091924_resized

Perhelatan Ubud Writers and Readers Festival 2015 (UWRF) berlangsung semarak. Setiap venue acara selalu dipenuhi pengunjung. Selama festival 4 hari, panitia menyelenggarakan tidak kurang dari 200 acara, tersebar di beberapa tempat. Sebagian besar tempat acara berdekatan. Kapasitas tempat acara bervariasi mulai dari 100 kursi sampai lebih dari 500 kursi.

Panitia seolah memanjakan pengunjung. Pada waktu bersamaan, terdapat 3 acara di tiga tempat berbeda. Pengunjung dipersilakan memilih acara yang disukainya. Pun demikian jika tidak suka dengan sebuah acara, bisa dengan mudah berganti tempat dengan mudah. Pengunjung hanya diharuskan membeli tiket terusan yang bisa digunakan untuk semua acara utama. Pada beberapa acara khusus, panitia mengenakan tiket berbeda.

Untuk pengunjung asal Indonesia, panitia menetapkan tarif Rp 600.000 untuk empat hari kegiatan. Sedangkan untuk warga negara asing non Asean berlaku tarif Rp 4.000.000,-.

20151029_094235_resized

Pada hari pertama UWRF ini, sebagian besar pengunjung berasal dari luar negeri. Hanya segelintir warga negara Indonesia. Mereka terutama berasal dari Australia, Eropa dan Amerika Serikat. Sisanya berasal dari sejumlah negara Asia. Secara kasat mata, boleh dikatakan 80% pengunjung adalah warga asing.

Hal ini memang sesuai dengan tujuan panitia menyelenggarakan UWRF, yang dimulai pada 2003 lalu. Janet DeNeefe, pencetus acara ini, mengadakan festival untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan asing ke Bali, yang sempat turun drastis pasca serangan teror bom pada 2002. Janet yang bersuamikan pria Bali (Ketut Suardhana) sudah lama tinggal di pulau Dewata dan bangga menyelenggarakan festival menulis di Indonesia. Di negeri asalnya – Australia – festival menulis merupakan sebuah acara tahunan yang ada hampir semua kota besar di sana.

Meski demikian, tentu saja sebagai tuan rumah, jumlah pengunjung asal Indonesia seharusnya lebih banyak. Di antara segelintir orang Indonesia tersebut, pengunjung yang asli orang Bali, lebih sedikit lagi. Budaya literasi dan melek ilmu pengetahuan memang masih menjadi PR besar bagi bangsa Indonesia.

Orang Bali adalah tuan rumah dan panitia yang hebat dalam penyelenggaraan acara intelektual tersebut. Apresiasi yang tinggi buat mereka!

Dodi Mawardi

Penulis Profesional, Pengelola Sekolah Alam Cikeas

Read Full Post »

 

Mari Kita Rawat dan Lestarikan Bumi

Rumah kita satu-satunya

Yayasan Bhakti Suratto menyelenggarakan:

Lomba Cipta Puisi Genre Sastra Hijau 2015

Tema: MERAWAT DAN MELESTARIKAN BUMI BESERTA ISINYA

Berhadiah Uang Tunai, 101 Karya Puisi Pilihan dibukukan

Puisi  Terbaik mendapat penghargaan

Suratto Green Literary Award

Puisi  Terpilih mendapat  penghargaan

Suratto Green Literary Appreciation 

 

 

Syarat-Syarat Lomba:

  • Lomba terbuka untuk 4 (empat) kategori:

(A) Tingkat Pelajar SD;

(B) Tingkat Pelajar SMP/SLTP;

(C) Tingkat SMA/SLTA;

(D) Tingkat Mahasiswa & Umum (Guru, Dosen, Penyair dan Masyarakat Umum).

Peserta adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Tanah Air maupun yang tinggal di luar negeri/mancanegara dalam rangka studi atau sedang bertugas.

 

  • Lomba dibuka  1 Oktober  2015 dan ditutup  30 Oktober 2015 pukul 24.00 WIB.
  • Puisi yang dilombakan merupakan karya asli dan sedang tidak diikutsertakan dalam lomba, bertema Merawat dan Melestarikan Bumi beserta isinya
  • Panjang puisi maksimal 4 (empat) bait, ditulis dengan huruf Times New Roman, font 12, berjarak 1,5 spasi tiap baitnya dan 2 (dua) spasi untuk jarak bait berikutnya. Bagi puisi naratif, per bait boleh lebih dari 4 (empat) larik  maksimal  8 (delapan larik) dan terdiri atas hanya 3 (tiga) bait
  • Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 2 (dua) judul puisi, dilampiri scanning identitas KTP atau Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa, foto pose menarik/enak dipandang  dan Surat Pernyataan Karya Asli yang ditandatangani di atas Materai Rp 6.000,- kemudian di-scanning, dikirim melalui e-mail:  rayakultura@gmail.com dan cc ke: sekolahmenulis@gmail.com
  • Manuskrip puisi yang dilombakan menjadi milik Panitia Lomba  dan hak cipta milik penyair.
  • Penentuan Pemenang  – Total karya  puisi yang masuk ke Meja Panitia Lomba akan diseleksi sebanyak 101 judul dan dipilih pemenangnya sebagai berikut:

Puisi Terbaik Kategori A;

Puisi Terbaik Kategori B;

Puisi Terbaik Kategori C dan

Puisi Terbaik Kategori D.

Karya puisi 97 judul yang tidak menang  sebagai  Puisi Terpilih

 

  • Hadiah untuk Pemenang:

Puisi Terbaik Kategori A – Uang Tunai Rp 750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) +  Suratto Green Literary Award;

Puisi Terbaik Kategori B – Uang Tunai Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) + Suratto Green Literary Award;

Puisi Terbaik Kategori C – Uang Tunai Rp 1.250.000,- (Satu Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) + Suratto Green Literary Award  dan

Puisi Kategori D – Uang Tunai Rp 1.500.000,- (Satu  Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) + Suratto Green Literary Award.

Sebanyak 97 Judul Puisi Terpilih mendapat penghargaan Suratto Green Literary Appreciation dalam bentuk digital.

Pajak Hadiah ditanggung oleh masing-masing pemenang

Puisi 101 judul yang terseleksi akan dibukukan sebagai antologi,  diterbitkan oleh Yayasan Bhakti Suratto sebagai penyelenggara lomba.

 

  • Pengumuman Pemenang tanggal 19 November 2015, melalui Website Laskar Pena Hijau: www.laskarpenahijau.com Website Rayakultura: www.rayakultura.net dan Mediasosial: Fabebook, Twitter
  • Penyerahan hadiah bagi para pemenang diberikan pada Peringatan Hari Pohon Dunia – 21 November 2015 Pukul 09.00 – Selesai dalam Acara Anugerah Suratto Green Literary Award. Acara tersebut disertai  berbagai pentas sastrawi dan  Pembacaan serta Pentas Puisi Pemenang Lomba Cipta Puisi Genre Sastra Hijau (LCPGSH) 2015 – Suratto Green Literary Award,   bertempat di Amphi Theatre Sekolah Alam Cikeas Cibubur.
  • Panitia tidak menanggung transportasi dan akomodasi para pemenang juga para pembaca dan pementas puisi.

 

  • Dewan Juri terdiri dari:

Maman S. Mahayana – Ketua Dewan Juri

Naning Pranoto – Anggota

Kurniawan Junaedhie – Anggota

Adri Darmadji Woko – Anggota

Dodi Mawardi – Anggota

Ewith Bahar – Anggota

Shinta Miranda – Sekretaris

 

 

 

Cikeas, 30 September 2015

 

Naning Pranoto

Ketua Pelaksana  LCPGSH 2015

 

 

Read Full Post »

Kursus Spesial Privat dan Jadi

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) selalu berinovasi dalam melayani kebutuhan belajar menulis kreatif. Setelah sukses dengan Kelas Penulis PRO dan Writerpreneur, kini SMKI membuka kelas SPESIAL PRIVAT dan JADI. Kelas ini khusus buat Anda yang sungguh-sungguh mau belajar menulis dan menerbitkan buku, dengan sentuhan lebih personal (modifikasi dari kelas Penulis PRO dan Writerpreneur). Anda akan dibimbing secara khusus oleh Dodi Mawardi – mentor penulis profesional yang sudah terbukti berhasil menulis dan menerbitkan puluhan judul buku, serta sudah sukses membimbing puluhan penulis baru.

Benefit kelas PRIVAT:

  1. Lebih personal
  2. Dibimbing secara ketat
  3. Metode mentoring dan coaching
  4. Naskah sampai jadi
  5. Didampingi bertemu dengan penerbit
  6. Waktu/jadwal pertemuan fleksibel

Jumlah pertemuan minimal 6X (tergantung kecepatan peserta dalam menuntaskan naskah)

Lokasi pertemuan di kelas SMKI komplek Sekolah Alam Cikeas – Cibubur.

Biaya hanya Rp 10.000.000,- (sekali bayar saja).

Benefit tambahan:

Gratis konsultasi penulisan seumur hidup melalui beragam media spt WA, SMS, email dll

Segera daftarkan diri Anda sekarang juga karena kuota tiap bulan sangat terbatas.

Hanya untuk Anda yang benar-benar serius mau belajar menulis dan menerbitkan buku.

Pendaftaran Hubungi:

sekolahmenulis@gmail.com

081285874272 (sms only)

Read Full Post »

Budaya menulis dan membaca di Australia tak perlu diragukan lagi. Jangan heran, karena sebagian besar orang Australia berasal dari Eropa, terutama kawasan Britania, yang sejak lama sudah melek huruf, melek baca dan melek menulis. Salah satu bukti dari budaya tersebut adalah maraknya festival penulis (writer festival) di negeri tersebut. Boleh dikatakan, semua kota di Australia punya even festival penulis, yang rutin digelar setiap tahun.

Bulan Mei ini misalnya, Kota Sydney sedang semarak dengan Sydney Writers Festival 2015. Ratusan penulis dari berbagai negara hadir dalam acara tersebut. Nama-nama yang hadir bukan penulis sembarangan, melainkan penulis-penulis top baik fiksi maupun non fiksi. Sebut saja misalnya Richard Flanagan – salah satu novelis terbaik Australia, Mohsin Hamid – penulis terkenal Pakistan, atau Atul Gawande – penulis di New Yorker.

Selain Sydney, kota lain seperti Melbourne, Perth, dan Brisbane juga punya ajang serupa, Writers Festival, setiap tahun. Bahkan kota-kota yang lebih kecil pun seperti Victoria dan Newcastle, punya festival penulis. Tampaknya kota-kota di Australia berlomba-lomba mengadakan acara tersebut dan mengundang penulis-penulis terkenal. Dan hebatnya, kota-kota tersebut menyelenggarakan festival penulis pada waktu yang berbeda. Sydney misalnya berlangsung pada bulan Mei, lalu Brisbane pada Juni, dan Melbourne pada bulan Agustus. Sebuah sinergi yang luar biasa.

Pada setiap festival itu, pengunjung mendapatkan pengetahuan, inspirasi serta motivasi dari banyak penulis buku, serta pelaku industrinya. Beragam diskusi, talkshow dan seminar berlangsung dengan meriah, namun penuh dengan manfaat.

Bagaimana dengan Indonesia?

Beruntung… sejak beberapa tahun silam, Indonesia punya festival penulis yang rutin berlangsung setiap tahun, yaitu Ubud Writers Festival. Belakangan namanya diubah menjadi Ubud Writers and Readers Festival. Acara ini berlangsung setiap akhir tahun, biasanya pada bulan Oktober atau November. Tahun ini, Ubud Writers and Readers Festival berlangsung mulai 28 Oktober sampai 1 November 2015.

Namun hanya Ubud itulah festival penulis yang berjalan rutin. Sedangkan di kota lain, tidak ada festival penulis. Yang ada adalah pameran buku, untuk memenuhi dahaga industri dalam berjualan buku. Bukan memenuhi dahaga ilmu pengetahuan yang menjadi roh sesungguhnya dari sebuah buku.

Semoga kelak, ada lagi kota lain di Indonesia yang menyelenggarakan festival penulis buku secara rutin!

Dodi Mawardi

Pendiri Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

Penulis Buku Belajar Goblok dari Bob Sadino

Co writer, ghost writer dan trainer penulisan.

dodimawardi@ilmumenulis.com

dodimawardi@penuliskreatif.net

Read Full Post »

Oleh Dodi Mawardi

Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

3 cara

Cara terbaik untuk meningkatkan sebuah kemampuan adalah dengan terus melakukannya (praktik) dan berlatih. Seorang sopir akan mahir mengendarai mobilnya, bila setiap hari dia selalu berada di balik kemudi. Praktik, praktik dan praktik. Sesekali saja dia membaca buku atau bertanya kepada orang lain, untuk menyempurnakan caranya mengendarai. Sesekali pula dia melihat orang lain melakukannya, lalu dia tiru. Begitupun menulis. Menulislah terus, lalu baca buku orang lain, praktik, tiru cara orang lain, praktik dan seterusnya.

Saya pun memperbaiki kemampuan dengan cara itu. Saya selalu menulis setiap saat, bahkan ketika tidak ada media apapun yang saya miliki. Tidak ada kertas, pena apalagi smartphone, laptop dan komputer. Tapi saya tetap berupaya untuk selalu menulis setiap saat. Sekali lagi setiap saat. Saya masih punya satu media lagi, yang tidak akan pernah lepas hingga meregang nyawa, yaitu kepala yang di dalamnya terdapat mesin ultra canggih yang biasa disebut otak.

Menulis di kepala, demikian sejumlah pakar penulisan menyebutnya. Jadi meski tanpa media yang biasa dipakai buat menulis pun, saya tetap bisa melakukan kegiatan rutin yang tidak bersifat rutinitas yaitu menulis. Dengan cara itu, saya yakin kemampuan selalu berubah ke arah yang lebih baik. Tentu saja dengan sejumlah kegiatan penunjang lainnya.

Apa kegiatan penunjangnya?

Berikut ini, 3 kegiatan penunjang yang akan membuat praktik menulis Anda semakin baik.

  1. BERGAULLAH DI LINGKUNGAN PENULIS. Ini menjadi salah satu hukum alam, bahwa bila Anda selalu dekat dengan harimau, maka lama-lama Anda pun akan pintar mengaum atau mencakar. Jika Anda selalu akrab dengan pencopet, suatu saat Andapun akan pintar mencopet. Menulis pun demikian.
  1. MILIKILAH MENTOR. Saya sangat menyarankan kepada Anda untuk memiliki minimal satu mentor, untuk meningkatkan kemampuan Anda menulis. Jangan merasa berat dulu untuk mencari mentor, karena mentor bisa berarti macam-macam. Dengan memiliki mentor, maka Anda akan mendapatkan role model penulisan yang sudah terbukti manjur. Anda tidak akan menjadi kuda binal yang lepas kendali, punya nafsu besar dalam menulis tapi sama sekali tidak beraturan dan tidak terarah.
  1. BACA BUKU-BUKU TENTANG MENULIS. Atau buku lain yang Anda sukai. Bagaimanapun buku adalah jendela ilmu utama. Ironis bila seorang penulis tidak suka membaca buku. Maka, langkah jitu menjadi penulis adalah milikilah buku-buku terutama tentang penulisan. Dengan memiliki buku-buku tersebut, Anda akan mendapatkan sejumlah jurus baru dalam menulis. Atau paling tidak akan mampu menjaga motivasi Anda untuk selalu menulis.  Rajin juga datangi toko buku. Masak seorang penulis, malas ke toko buku?! Di rak buku saya, terdapat tidak kurang dari 50 judul buku tentang penulisan.

BUku buku penulisan

Saya pikir dengan ketiga langkah tersebut, plus praktik secara terus menerus, maka kemampuan menulis akan bisa terus meningkat. Terbukti buat saya sendiri, dengan melakukan hal-hal tersebut, saya merasa bisa terus memperbaiki diri dan terus menelurkan karya.

Selamat menulis!

Read Full Post »

Older Posts »