Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘yayasan bhakti suratto’

IMG-20160731-WA0006_resized

Dengan niat mengkampanyekan peduli lingkungan, Yayasan Bhakti Suratto (YBS) membentuk Komunitas Stand Up Comedy Hijau, pada Sabtu 30/07, lalu di kampus Sekolah Alam Cikeas. Saat ini, Stand Up Comedy sedang tren dan digandrungi kalangan remaja. YBS menilai, tren tersebut dapat dikolaborasikan dengan kampanye peduli lingkungan, sehingga Stand Up Comedy memiliki nilai tambah dan manfaat buat masyarakat.

IMG-20160731-WA0004_resized.jpg

Hadir dalam deklarasi komunitas tersebut, pentolan stand up comedy Indro Warkop, Sutradara Comic 8 & Warkop Reborn Anggy Umbara, Ketua Umum YBS Suratto Siswodihardjo, Pembina YBS dan Anggota DPRRI Anton Suratto, Direktur Eksekutif YBS Dodi Mawardi dan komunitas Stand Up Comedy dari Cileungsi, Cibinong, Bogor, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Cikarang dan Tangerang Selatan.

 

Ketua Umum Yayasan Bhakti Suratto, Suratto Siswodihardjo mengungkapkan, yayasannya amat peduli pada konservasi alam, konservasi budaya dan konservasi manusia. Kolaborasi antara komunitas stand up comedy dan kampanye lingkungan, sangat pas dengan kepedulian yayasan tersebut.

IMG-20160731-WA0005_resized

Deklarasi tersebut mengawali lomba Stand Up Comedy, dengan tema lingkungan hidup, pendidikan dan nasionalisme. Indro dan Anggy menjadi juri untuk lomba tersebut. Lomba tersebut diikuti oleh 37 peserta dari kategori umum dan pelajar. Keluar sebagai juaranya adalah komika dari komunitas Stand Up Comedy Cileungsi dan Jakarta Timur.

 

Iklan

Read Full Post »

 

“Kapan ibu akan menulis buku?” tanya mentor Dodi Mawardi.

“Hmmm…” sang ibu guru berpikir sejenak sambil tersenyum.

“Setelah tahu ilmu pak…” jawabnya kemudian.

Demikianlah sekelumit pembukaan “Seribu Guru Menulis Buku” program pelatihan Yayasan Bhakti Suratto (YBS)  dan Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) yang berlangsung di SDN 13 Mekarjaya Sukmajaya Depok, pada 27 Februari 2016. Kepala SD tersebut Supardi, sangat antusias mengajak para gurunya untuk ikut serta dalam pelatihan tersebut. Jumlah guru dan staf seluruhnya adalah 17 orang, sedangkan yang ikut serta sebanyak 12 orang.

 

Supardi menjelaskan bahwa pengetahuan dan keahlian menulis sangat dibutuhkan para guru, terutama untuk meningkatkan kinerja dan menunjang kenaikan pangkat. Namun, nyaris tidak ada pelatihan khusus menulis yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Kehadiran program Seribu Guru Menulis Buku menjadi seperti keran air yang menyegarkan bagi para guru.

20160227_093956_resized

Para guru melahap seluruh materi pelatihan selama 3 x 90 menit, sejak pukul 09 pagi hingga pukul 14.30. Mereka tampak semangat mengikuti semua arahan mentor Dodi Mawardi, yang sudah berpengalaman menulis lebih dari 50 judul buku. Selain membongkar mental blok, para guru juga diajak untuk menemukan ide tulisan, merancang kerangka tulisan dan menulis sebuah artikel.

 

SDN 13 Mekarjaya Sukmajaya Depok menjadi sekolah pertama yang menangkap peluang program pelatihan gratis “Seribu Guru Menulis Buku”, yang akan disusul oleh sekolah-sekolah lainnya di kawasan kota Bogor, kabupaten Bogor, Depok dan Bekasi.  Bagi Anda para guru, silakan undang kami ke sekolah Anda dan dapatkan pengalaman pelatihan yang menyenangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menulis Anda (SMS ke 081285874272, ketik 1000 Guru spasi Nama Sekolah).

Di akhir sesi pelatihan, para guru sudah menemukan sejumlah ide menulis buku, dan mereka berjanji untuk merealisasikan buku tersebut. Semoga!

Seribu Guru Menulis Buku, semoga memacu Sejuta Siswa Merangkai Kata.

 

 

Read Full Post »

Puisi Puisi Pemenang 

Lomba Cipta Puisi Genre Sastra Hijau  (LCPGSH)   

Suratto Green Literary Award 2015

 

Kategori A (Tingkat SD)

  • Pemenang 1, Sentuhan Jemari Kecil karya Jesslyne Devina Heriyanto – SD St. Antonius Lombok NTB,  mendapat hadiah Rp 750.000,-
  • Pemenang 2, Sampah karya Hanna Nashita – SD Sekolah Alam Cikeas Cibubur Jawa Barat, mendapat hadiah Rp 250.000
  • Pemenang 3, Asap karya Nyoman Naariyuki M.N – SDN 12 Rawamangun Jakarta Timur, mendapat hadiah Rp 250.000

 

Kategori B (Tingkat SMP)

  • Pemenang 1, Sampah karya Syahazna Balqis Renzapuri – SMP Al Irsyad Satya Padalarang Jawa Barat, mendapat hadiah Rp 1.000.000,-
  • Pemenang 2, Surat dari Ibu Pertiwi karya Rakhael Cahya – SMP Bunda Hati Kudus Kota Wisata Cibubur Jawa Barat, mendapat hadiah Rp 350.000,-
  • Pemenang 3, Wahai Alam karya Adistya Nurani Zubaedi – SMP Sekolah Alam Cikeas Cibubur Jawa Barat, mendapat hadiah Rp 350.000,-

 

Kategori C (Tingkat SMA)

  • Pemenang 1, Doa Burung-Burung Rantau karya Medan Readi – Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Lubangsa Sumenep Madura, hadiah Rp 1.250.000,-
  • Pemenang 2, Ibu Bumi karya Adeline Floriana Moi – SMAK Abdi Siswa Patra Jakarta Barat, hadiah Rp 500.000,-
  • Pemenang 3, Kota Ditawan Jelaga karya Juanita Safitri – SMAN 1 Cilaku Cianjur Jawa Barat, hadiah Rp 500.000,-

 

Kategori D (Mahasiswa, Guru/Dosen, Penulis/Pengarang/Penyair dan Umum)

  1. Pemenang 1, Kahayan karya  Aditya Ardi N – Jombang Jawa Timur, hadiah Rp 1.500.000,-.
  2. Pemenang 2, Dari Bibir Bakau karya  Irawati Ningsih – Bojonegoro Jawa Timur, hadiah Rp 750.000,-
  3. Pemenang 3, Mandar Gendang dan Kisah Pohon karya IGA Komang Wiliani – Buleleng Bali, hadiah Rp 750.000,-

 

Cikeas, 16 November 2015

Ketua Pelaksana LCPGSH Suratto Green Literary Award

Naning Pranoto

 

Dewan Juri

Maman S. Mahayana (Ketua)

 

Anggota:

NaningPranoto

Adri Darmadji Woko

Kurniawan Junaedhie

Shinta Miranda

Ewith Bahar

Dodi Mawardi

 

 

 

 

Read Full Post »

Goresan Hijau Cikeas untuk Dunia

Inspiratif! Empat puluhan pecinta lingkungan dipersatukan dalam derap langkah dan cita-cita agung untuk merawat dan melestarikan bumi. Mereka adalah orang-orang terpilih yang akan dipersiapkan untuk mengawal gerakan Laskar Pena Hijau (LPH). Yayasan Bhakti Suratto (YBS) – Sekolah Alam Cikeas bekerjasama dengan Rayakultura membaktikan beasiswa pelatihan Menulis Kreatif bergenre Sastra Hijau, untuk memandu hati dan mempertajam pena para calon anggota laskar tersebut.

Sejak tanggal 22 Agustus hingga 26 September 2015 yang lalu di Gedung Serbaguna Sekolah Alam Cikeas, para penggagas LPH mendadar peserta untuk mempersiapkan diri menjadi Duta Lingkungan sejati. Drs. H. Suratto Siswodihardjo ketua umum YBS membagikan kerinduannya tentang bagaimana terlibat untuk merawat dan melestarikan bumi melalui tindakan nyata. “Diam adalah mati, orang hidup harus bergerak!” Tuturnya, begitu menginspirasi. Laki-laki yang masih berkobar-kobar semangatnya di usianya yang ke 71 tahun ini menantang para peserta untuk berkarya melalui tulisan. “Dengan menulis kita dapat menggenggam dunia sekaligus akhirat, karena lewat tulisan kita dapat menyebarkan kebaikan.” Imbuhnya.

Apa yang ia paparkan bukanlah isapan jempol semata, YBS yang ia dirikan sejak tahun 2006 telah melakukan berbagai aksi nyata kemanusiaan berupa Sekolah Alam Cikeas, Rumah Sehat Cikeas dan Rumah Peduli Anak TKI. Kini melalui dukungannya terhadap Laskar Pena Hijau ia ingin memperkuat gerakan konservasi alam, konservasi manusia dan konservasi budaya.

Dodi Mawardi direktur eksekutif YBS sekaligus dosen dan penulis multi talenta adalah sosok penting dalam pendirian Laskar Pena Hijau. Paparnya, “Melalui gerakan LPH yayasan ingin memperluas rengkuhan kiprah lestari bumi hingga tataran nasional dan internasional.” Laki-laki 40 an tahun yang bercita-cita menulis 1000 judul buku tersebut mengisahkan cerita di balik gagasan cemerlang gerakan LPH. Alkisah ia bertemu secara maya dengan seorang penulis Sastrawi Hijau Naning Pranoto yang telah ia visualisasikan sejak tahun 2006. Sepak terjang Naning yang mempunyai nama panggung ‘Mbok Noto’ – sosok sastrawan, dosen, motivator dan pengasuh Rayakultura tersebut dirasa sangat sehaluan dengan visi-misi YBS tentang merawat dan melestarikan bumi. Dari situlah gagasan beasiswa penulisan hijau yang awalnya lebih difokuskan untuk mempersiapkan “Indonesia International Green Writers Festival 2016” menggelinding lebih besar dan berjangka panjang dengan lahirnya Laskar Pena Hijau. Gerakan ini diharapkan akan terus mendedikasikan sumbang sihnya untuk lestari Ibu Pertiwi, melalui suara dan goresan-goresan sejuk pena hijau yang senantiasa akan mengaliri nadi penghuni bumi.

Naning dan Dodi, mendapatkan pohon jambu dari peserta LPH

Awak LPH dihimpun dari berbagai kalangan yang cukup beragam seperti ibu rumah tangga, guru, siswa, jurnalis, penulis fiksi, penulis non fiksi dan sebagainya. Hal ini mensimbolisasikan ajakan bahwa siapa saja dapat bergandeng tangan untuk melakukan kampanye Peduli Lingkungan.

Setelah mengikuti pelatihan penulisan hijau selama enam kali, para peserta yang memenuhi syarat dikukuhkan menjadi anggota Laskar Pena Hijau. Mereka adalah Duta Lingkungan yang akan bertugas menjadi penggerak Kampanye Hijau melalui karya-karya tulis yang akan dilahirkan. Tulisan-tulisan bertema hijau akan disebarluaskan melalui berbagai media seperti website, blog, facebook,twitter, televisi, radio dan lain-lain. Spirit kampanye hidup hirau hijau juga diharapkan terus melekat pada setiap insan LPH tersebut.

Setelah diwisuda, LPH angkatan pertama akan diluncurkan pada Hari Pohon tanggal 21 November 2015. Selanjutnya mereka akan terus bekerja untuk mempersiapkan pagelaran akbar “Indonesia International Green Writers Festival 2016”. Kesempatan tersebut diharapkan akan menjadi peristiwa monumental di mana berbagai kalangan pemerhati lingkungan dan sastrawan hijau nasional maupun internasional akan berhimpun untuk menggelorakan suara yang sama: “Ayo rawat dan lestarikan bumi, rumah tinggal kita bersama!” Kegiatan akan diisi dengan seminar, pameran buku, bedah buku, pembacaan puisi, monolog hijau dan lain sebagainya. Dan puncaknya akan diadakan deklarasi pernyataan tekad bersama.

Dodi dan Naning terus menggelorakan semangat bahwa Indonesia sebagai negara terbesar ke 2 keanekaragam hayatinya setelah Brazil sudah saatnya tampil makin percaya diri untuk menggaungkan aksi Peduli Hijau. Gerakan LPH yang bermarkas di Sekolah Alam Cikeas diharapkan akan menjadi ‘episentrum’ guncangan kampanye Peduli Lingkungan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang hidup hirau hijau. Suara dan aksinya didoakan agar terus beresonansi, menggema dan menggelitik menyadarkan dunia. Goresan Lestari Bumi dari Cikeas untuk Indonesia dan Dunia ayo terus kita dukung!

Susana Srini – Anggota Laskar Pena Hijau

Read Full Post »

Bumi makin merana. Bumi kian meringis. Manusia harus bertindak untuk menyelamatkan bumi, rumah manusia satu-satunya. Tidak ada kata terlambat. Yayasan Bhakti Suratto/YBS (yang menaungi Sekolah Alam Cikeas, Rumah Sehat Cikeas dan Rumah Peduli Anak TKI) bersama Sekolah Menulis Kreatif Indonesia (SMKI) dan Rayakultura, menunjukkan kepedulian terhadap bumi dengan membentuk Laskar Pena Hijau (LPH), pada Sabtu 22 Agustus 2015 di kampus Sekolah Alam Cikeas – Puri Cikeas.

Tentang Laskar Pena Hijau

Laskar Pena Hijau adalah komunitas penulis (sastra dan non sastra) yang peduli terhadap lingkungan hidup. Mereka akan menulis beragam isu tentang lingkungan, juga bermain drama dan pentas, pembacaan puisi serta gerakan langsung pro lingkungan seperti penanaman pohon dan pembersihan sampah.

 

YBS memberikan beasiswa pelatihan Pena Hijau kepada 30 penulis yang berasal dari beragam kalangan, dengan mentor sastrawan Naning Pranoto. Pelatihan berlangsung setiap Sabtu, dimulai sejak 22 Agustus lalu. Setelah selesai pelatihan, seluruh anggota Laskar Pena Hijau wajib menulis dan mengkampanyekan semangat kepedulian terhadap lingkungan, melalui beragam media massa, internet dan media sosial.

Ketua Umum YBS – Suratto Siswodihardjo mendukung penuh gerakan ini. “Selama ini kami sudah melakukan gerakan peduli hijau dengan membangun Sekolah Alam Cikeas pada 2006 lalu. Kini kami ingin terus melakukannya dengan fokus pada konservasi alam, konservasi manusia dan konservasi budaya…”

 

Naning Pranoto, motor penggerak sastra hijau lewat Rayakultura.net mengaku gembira dengan kerjasama dan pembentukan Laskar Pena Hijau. “Cukup sulit mencari pihak yang mau mendukung gerakan sastra hijau. Saya bersyukur bisa bekerja sama untuk merawat dan melestarikan bumi, rumah kita satu-satunya.”

Pengelola Sekolah Menulis Kreattif Indonesia – Dodi Mawardi mengungkapkan, gerakan peduli lingkungan sangat tepat jika digaungkan melalui tulisan, baik sastra maupun non sastra. “Tulisan memiliki efek yang luar biasa. Maka, sungguh tepat jika gerakan peduli bumi dikampanyekan lewat tulisan. Kita punya banyak penulis hebat, yang jika disinergikan untuk tujuan mulia, maka haslnya akan luar biasa!”

 

Para peserta beasiswa penulisan Laskar Pena Hijau berasal dari beragam kalangan, mulai dari sastrawan, wartawan, penulis, blogger, pengusaha, guru, mahasiswa, pelajar sampai ibu rumah tangga. Karena keterbatasan lokasi, maka peserta angkatan pertama ini lebih banyak berasal dari wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Tugas Laskar Pena Hijau selain mengkampanyekan peduli lingkungan juga ikut mensukseskan pergelaran Indonesia Green Writers Festival 2016 mendatang.

 

Dikutip dari http;//www.ilmumenulis.com

Read Full Post »

TDA Forum

30 orang lebih wajah-wajah penuh semangat, memenuhi ruang serbaguna (function room) Sekolah Alam Cikeas, Minggu 27 April 2014. Ketika sebagian manusia lainnya sedang berlibur atau berasyik dengan keluarganya, orang-orang ini justru mengikuti Forum Dialog Bisnis TDA Kabupaten Bogor. Mereka sangat antusias mengikuti acara dengan tema “Memulai Bisnis Dari Nol”.

IMG-20140427-WA0004

Acara ini dipandu oleh Dodi Mawardi, pemilik dan pengelola Sekolah Menulis Kreatif Indonesia, penulis buku Belajar Goblok dari Bob Sadino yang juga pengelola Yayasan Bhakti Suratto (yang menaungi Sekolah Alam Cikeas). Acara berlangsung sangat meriah sejak awal jam 9 pagi, sampai jam 12 siang, tanpa jeda. Hadir dalam acara ini, pentolan-pentolan TDA Kabuaten Bogor yaitu Yudhanto (Ketua – pengusaha IT), Ronny (Pengusaha Bonekaku), Dandy (Pengusaha IT, properti dan macam-macam), Hamdi (Pengusaha IT dan penyedia parkit), pak Dudun pengusaha jasa penulisan, pak Ferdy pengusaha baju muslim serta anggota lain TDA Kabupaten Bogor. Selain itu, acara ini juga kedatangan tamu istimewa dari kawan-kawan TDA Bogor Raya (Pak Agus, pak Cucu, pak Jalal dkk).

IMG-20140427-WA0003

Jumlah peserta memang di luar dugaan panitia, yang hanya memperkirakan jumlah peserta sekitar 20 orang. Peserta berasal dari beragam latar belakang, seperti pengusaha, pelajar, karyawan, calon pensiunan dan sebagainya. Ada juga beberapa pasangan suami istri yang memang serius mau berbisnis. Tempat tinggalnya di seputaran Kota Wisata, Legenda Wisata, Cileungsi, Bekasi dan Jonggol. Salah satu peserta adalah Bayu dari Garuda Indonesia, yang tampak sangat antusias menyimak acara dari awal sampai akhir.

IMG-20140427-WA0005

Antusiasmenya juga menakjubkan terlihat dari sejumlah pertanyaan yang mereka lontarkan. Mulai dari menentukan ide usaha, bagaimana mengeksekusi ide tersebut, mencari modal dan juga untung ruginya berpartner.  Dalam acara ini tidak ada narasumber khusus. Semua pihak mendapatkan porsi untuk berbicara sesuai dengan kepentingannya, yaitu bertanya dan menjawab. Para karyawan atau yang mau berbisnis bertanya, dan peserta yang sudah lebih dulu terjuan ke dunia usaha, memberikan jawaban. Seru. Indahnya berbagi.

IMG-20140427-WA0006

“Saya sudah berbisnis sablon dan percetakan selama 4 bulan, tapi kok belum bagus ya. Boleh disebut belum untung-untung. Bagaimana caranya supaya bisa untung? Atau lebih cepat untung?” tanya seorang peserta, anak muda usia 24 tahun asal Cileungsi. Mendapatkan pertanyaan itu, Ronny, member TDA Kab Bogor yang tukang insinyur penerbangan ITB tapi jadi tukang bikin boneka, menjawab dengan santai. “Usaha Anda belum lama… wajar belum untung.” Yang disambut ger geran oleh audiens.  “Tidak ada bisnis yang instant mas…” tambah sang moderator, Dodi.

 

“Oh, ada cara terbaik biar cepat untung…” potong Ronny Boneka.

Audiens pun menarik nafas dan penanyapun kembali bersemangat. Menunggu pernyataan Ronny.

“Sedekahkan semua penghasilan dari usaha mas. Semuanya. Insya Allah, usahanya akan maju lebih cepat!”

 

Wajah penanya mengkerut.

 

Padahal, benar… sedekah makin banyak maka Allah akan membalasnya dengan lebih banyak lagi. Janji yang sampai saat ini dan sampai kapanpun akan ditepati oleh Allah. Sudah banyak yang membuktikannya, termasuk sebagian pengusaha yang tergabung dalam TDA Kabupaten Bogor.

 

IMG-20140427-WA0002

Demikian sekelumit acara Forum Dialog Bisnis TDA Kabupaten Bogor.

Terima kasih buat mas Hantiar dari TDA Pusat yang datang dan mengisi acara untuk menjelaskan program Pesta Wirausaha 2014.

Terima kasih kepada Yayasan Bhakti Suratto (da Sekolah Alam Cikeas) yang menyediakan tempat sebagai TDA Center Kabupaten Bogor.

Terima kasih kepada seluruh panitia acara, sehingga acara dapat berjalan lancar dan sukses.

 

Sampai jumpa dalam Forum Dialog Bisnis selanjutnya.

 

 

 

Read Full Post »